Kader PSI, Rian Ernest, Laporkan Fadli Zon Terkait Video “Potong Bebek Angsa”

Kader PSI, Rian Ernest, melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, ke Bareskrim Polri terkait unggahan video “Potong Bebek Angsa.”

“Dalam video tersebut ada lirik-lirik yang menurut saya berpotensi membuat keresahan, menaikkan tensi di masyarakat, membuat keonaran dan menciptakan rasa tidak percaya kepada pemerintah,” ujar Rian Ernest, Selasa 25 September 2018, saat menyampaikan laporan tersebut.

Rian juga menyebut lirik dalam lagu dapat mengganggu stabilitas politik pada Pilpres 2019.

“Ini kan juga tahun politik, kita semua tahu, bisa menggunakan nalar kita untuk menangkap pesan ini tentu terkait dengan kontestasi pilpres di April tahun depan,” jelas Rian.

Akhir pekan lalu PSI pernah meminta Fadli untuk menurunkan video tersebut. Jika tidak, PSI akan melapor ke polisi. Namun, permintaan itu tidak diindahkan.

“Kami telah mengatakan kepada Bung Fadli Zon, tolong dihentikan, tolong dihapus dan meminta maaf. Kami telah memberikan waktu kepada Bung Fadli Zon,” kata Rian Ernest yang juga merupakan Caleg DPR RI dari Dapil Jakarta 1 (Jakarta Timur).

Menurut PSI, yang menjadi permasalahan dalam video tersebut adalah terkait lirik yang terkandung dalam video tersebut yang menyebutkan “Fitnah HTI, fitnah FPI, ternyata merekalah yang PKI.”

Rian menilai hal ini merupakan cara yang dilakukan pihak oposisi untuk membuat ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah dan juga bisa ditujukan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia menilai praktik yang dicontohkan Fadli Zon ini tidak sehat bagi demokrasi di Indonesia.

Ke Bareskrim, Rian membawa sejumlah bukti seperti screen-shot cuitan Fadli Zon dan rekaman video.  Ia mengatakan melaporkan Fadli Zon dengan UU ITE dan UU pemilu terkait praktik black campaign. Barang bukti yang dibawa oleh PSI berupa screen capture dari twitter dan juga rekaman video

Laporan ini, kata Rian, bertujuan memberikan efek jera dan menghentikan praktik-praktik penyebaran hoax. Rian mengajak para politisi lain dalam 7 bulan ke depan agar berdebat terkait ide, gagasan, dan program.

 

Recommended Posts