Grace Natalie, Srikandi Tionghoa di Kancah Politik Indonesia

“Grace merupakan seorang keturunan Tionghoa yang terinspirasi dengan keragaman, sehingga membuatnya terjun ke dunia politik”

Mantan presenter sebuah televisi swasta, Grace Natalie memilih terjun ke dunia politik. Dia menggandeng beberapa rekannya mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pilihan yang jarang diambil seorang keturunan Tionghoa.

Pada umumnya banyak orang mengenal etnis tersebut tidak terlalu peduli pada urusan politik, tetapi lebih banyak jadi pengusaha.

“Memang banyak yang bilang kalau orang Tionghoa itu kerjaannya hanya dagang saja,” kata Grace saat berbincang dengan Money.id di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu 4 November 2015.

Grace menceritakan, ketika baru beberapa hari jadi wartawan langsung disuruh meliput kegiatan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu dia langsung bertemu dengan para jurnalis senior dari media cetak dan elektronik.

Karena mengaku berasal dari etnis Tionghoa, Grace langsung dicibir para wartawan senior. Tetapi peristiwa itu tidak membuat pendiriannya jadi jurnalis surut.

“Senior saya itu bilang kepada saya: ‘ngapain lo jadi wartawan, kenapa lo gak buka toko saja’. Tapi itu proses menuju ke dunia ini. Jadi wartawan adalah titik awal saya terjun ke politik,” ucap dia.

Banyak teman

Berpofesi sebagai jurnalis membuat Grace kenal berbagai kalangan serta banyak teman. Mulai dari pejabat, politisi, pengusaha hingga rakyat jelata. Hal itu pula yang membuatnya jadi lebih perhatian pada berbagai isu, baik itu, sosial, nasional dan politik.

Bekerja jadi wartawan membuat Grace lupa masalah etnis. Apalagi dia dari kalangan minoritas. Dia membuang jauh pandangan bahwa etnis Tionghoa hanya bisa berdagang atau jadi pengusaha saja.

“Pandangan saya lebih terbuka dan bisa melihat Indonesia dari berbagai sudut. Hal itu membuat saya lebih nyaman dengan keanekaragaman serta tidak minder dengan keminoritasan saya. Itu latar belakang utama saya terjun ke dunia politik ini,” terang dia.

Setelah memilih mundur dari tvOne, ilmu politik Grace semakin bertambah. Dia bergabung dengan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Di sana pula jiwa berorganisasi Grace semakin terasah.

“Saya di Saiful Mujani berada lingkungan aktivis dan akademisi jadi makin terasah dan makin tajam dalam politik, serta lebih care dan spesifik,” katanya.

Harapan besar

Mendirikan Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie memiliki harapan besar untuk kemajuan bangsa. Dia ingin banyak pemimpin idaman rakyat mucul ke permukaan.

Grace beranggapan banyak pemimpin hebat di negeri ini, tapi tidak memiliki kendaraan untuk maju ke pemilihan umum (pemilu).

Masalahnya, tiket jadi pemimpin dari sebuah partai hanya diberikan pada keluarga pendiri partai, pengurus, dan penyumbang donasi paling banyak.

“Saya pernah menemukan kasus. Jadi ketika di Saiful Mujani, saya harus mendampingi yang bagus dan elektabilitas tinggi, tapi kemudian dipersulit sama partai. Orang partai itu gak jalan kalau gak ada duit,” katanya.

Kejadian itu membuat Grace gemas pada beberapa partai besar di negeri ini. Kemudian setelah itu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan Effendi Ghazali dalam judicial review Undang Undang Pemilihan Presiden (Pilpres).

Dengan adanya perubahan undang-undang tersebut, pada pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak. Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan dilakukan secara bersamaan.

“Faktor-faktor itu jadi memungkinkan saya membuat partai, tadinya tidak kepikiran sama sekali membuat partai. Dulu meski ditawari masuk partai, tapi saya tidak tertarik,” terang dia.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) digawangi dua mantan presenter cantik tanah air, yakni: Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka. Selain itu akan ada beberapa presenter lain gabung jadi pengurus dalam partai itu. “Tunggu saja tanggal mainnya,” ucap Grace. (ita)

Recommended Posts