Ikuti Pelatihan KPK, PSI Konsisten Berpolitik Tanpa Mahar dan Tolak Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengikuti Pelatihan Antikorupsi bagi Pengurus Partai Politik yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan antusias.

“Kegiatan pelatihan ini kami terima dengan antusias karena sesuai dengan komitmen kami bersama dalam melakukan pemberantasan korupsi. Sejak berdiri hingga saat ini PSI konsisten untuk menolak mantan napi korupsi sebagai calon anggota legislatif,” kata Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, dalam sambutan sebelum acara, Kamis 18 Agustus 2022.

Dea menyatakan PSI setuju dengan apa yang disampaikan Pimpinan KPK Alexander Marwata, bahwa politik uang merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi bangsa ini.

“Untuk itu, PSI sudah menerapkannya dalam praktik politik selama ini berupa politik tanpa mahar, rekrutmen calon legislatif secara terbuka, dan tidak memotong gaji anggota legislatif,” ujar Dea.

Lebih lanjut, masih dalam suasana perayaan HUT RI, Dea mengajak semua pihak menghormati para pejuang kemerdekaan dengan mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya harapkan pelatihan ini tidak sekadar pertukaran informasi dan wawasan, tetapi lebih dari itu, juga membangun kesadaran kita sebagai generasi bangsa yang membudayakan antikorupsi. Kita sadari bersama ini adalah nilai-nilai yang perlu ditanamkan sedini mungkin dan diharapkan menjadi warisan terbaik bagi generasi mendatang,” ujar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran ini.

Dea melanjutkan, pemberantasan korupsi sudah menjadi agenda besar bagi negara-negara maju di dunia, karena korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

“Di Indonesia, kita patut memberi apresiasi tinggi  atas capaian Komisi Pemberantasan Korupsi di bawah kepemimpinan Bapak Firli Bahuri. Sepanjang 2021, kami mencatat KPK telah melakukan 127 penyelidikan, 105 penyidikan, 108 penuntutan, 90 perkara berkekuatan hukum tetap atau inkracht; 94 eksekusi putusan; dengan jumlah tersangka yang ditahan 123 orang. Ini membuat KPK berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 35,965 triliun melalui upaya-upaya penindakan korupsi. Belum lagi melalui upaya pencegahan yang sedang masif-masifnya dilakukan,” kata Dea.

Kegiatan ini dibuka Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Dari PSI,  juga hadir Bendahara Umum Suci Mayang Sari, Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, dan Wakil Bendahara Lila Zuhara.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri secara langsung sekitar 69 kader partai. Selebihnya para pengurus DPW, DPW, dan DPC  PSI di seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan pembekalan secara daring.

Para peserta akan menerima pembekalan sejumlah materi. Di antaranya tentang Penguatan Integritas, Sistem Integritas Partai Politik (SIPP), dan pembahasan pembelajaran mandiri antikorupsi yang akan disampaikan oleh para pejabat di Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.

 

Recommended Posts