Rencana Aksi Bela Islam di Kepulauan Seribu Belum Berizin
Liputan Liputan Nasional

Rencana Aksi Bela Islam di Kepulauan Seribu Belum Berizin

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) berencana menggelar tablig akbar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Senin, 9 Januari 2017 mendatang. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan safari Bela Islam dilakukan pada 2 Desember 2016 lalu atau dikenal aksi 212.

Polda Metro Jaya mengaku belum mendapatkan informasi soal rencana kegiatan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, belum ada laporan tentang izin keramaian dalam rencana agenda tabliq akbar tersebut.

“Belum dapat informasi soal izin, kan minimal (izin diberikan) 3 hari sebelum hari H,” kata Argo saat dihubungi merdeka.com, Jumat (6/1).

Argo menegaskan, tidak melarang adanya kegiatan keramaian yang dilakukan oleh siapapun. Namun tetap harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut dia, kalau memang benar akan ada tabliq akbar, polisi siap mengawal agar berjalan tertib.

“Akan kita kawal kalau iya. Kita juga misalnya kita akan cek, massanya berapa, berangkat naik apa, semua kita akan berikan pengawalan,” kata Argo.

GNPF-MUI berencana menggelar tablig akbar di lokasi Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok) diduga menistakan agama yakni Kepulauan Seribu pada Senin, 9 Januari 2017 mendatang.

Adapun dalam kegiatan safari aksi 212 ini bakal diisi para ulama kondang. Mereka di antaranya pimpinan pesantren Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Selain itu, Ketua yayasan Irena Center, Ustazah Irena Handono.

Pengumuman gelaran safari aksi 212 itu melalui akun Instagram resmi GNPF-MUI, @bela.quran.

“#spirit212 KEPULAUAN SERIBU,” tulis @bela.quran dalam keterangan foto di Instagram resminya. Pengumuman itu diunggah pada Rabu (4/1) kemarin.

Gelaran safari aksi bela Islam tidak hanya dilakukan di Pulau Pramuka. GNPF-MUI belakangan kerap melakukan aksi di pelbagai daerah Indonesia.

Sumber Berita: Merdeka.com

Warga Pulau Pramuka Minta Tablig Akbar Aa Gym ditunda
Liputan Liputan Nasional

Warga Pulau Pramuka Minta Tablig Akbar Aa Gym ditunda

Ketua Kelompok Nelayan Pulau Pramuka Abdullah bin Saidah meminta tablig akbar yang menghadirkan KH Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym ditunda. Dia menduga ceramah Aa Gym dalam tablig akbar nanti akan berbau politik. Apalagi, penyelenggara tablig akbar ini merupakan salah satu massa anti pasangan calon tertentu.

“Warga Pulau sudah tenteram dan jangan diganggu lagi. Seperti kemarin, kami dinyatakan oleh saksi Noval Bamukmin (persidangan Ahok 3 Januari 2017) bahwa kami kurang iman, itu terlalu menyakitkan. Dan sekarang kami sudah bisa mengendalikan diri. Jangan dibikin panas lagi,” ujar Abdullah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/1).

Aa Gym berencana hadiri tablig akbar di Masjid Al Makmuriah pada Senin (9/1) bersama rombongan dari ormas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

Abdullah mengingatkan, ceramah tentang agama baik saja buat masyarakat, tetapi ini momen Pilkada jangan sampai isinya menjelek- jelekan salah satu pasangan calon. Karena rumah ibadah kan tidak boleh digunakan untuk berkampanye.

“Bijaklah, karena kami sudah sejak lama aman dan tenteram. Dan jangan buat kami berpecah belah di antara kami hanya karena kami berbeda pilihan, ” tegasnya.

Abdullah menambahkan warga Pulau Pramuka hampir 60 persen memiliki ikatan saudara. Sehingga, tablig akbar berbau politik membuat warga terpecah belah.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan mestinya panitia sudah mengajukan izin tiga hari sebelumnya dalam penyelenggaraan tablig akbar. Namun sampai saat ini permohonan izin itu belum diterima polda Metro Jaya.

“Saya menghormari Aa Gym. Namun, kalau belum berizin sebaiknya ditunda dulu, setelah masa Pilkada DKI selesai silahkan saja. Ini kan masa kampanye, bisa jadi orang akan menganggap Aa Gym tengah berkampanye apalagi di dalam masjid, jelas pelanggaran,” pungkas Abdullah.

Sumber Berita: Merdeka.com

“Kalau Pak Ahok Menistakan Agama, Saya yang Akan Bacok Dia di Sana”
Liputan Liputan Nasional

“Kalau Pak Ahok Menistakan Agama, Saya yang Akan Bacok Dia di Sana”

JAKARTA, – Seorang Warga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Abdi Yaman (21) menyambangi Rumah Lembang untuk menyatakan dukungannya kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Abdi mengaku bingung dengan pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, beberapa waktu lalu, yang dituduhkan sebagai penodaan agama.

“Pernyataan Pak Ahok di Pulau Pramuka, menurut saya pribadi dan kawan-kawan di Pulau Seribu bingung, di mana penistaan agamanya? Pernyataan yang mana?” kata Abdi, di Rumah Lembang, Kamis (5/1/2017).

Jika Ahok benar-benar melakukan penodaan agama, warga Kepulauan Seribu pasti tidak akan tinggal diam. Sebab, mayoritas warga Kepulauan Seribu merupakan muslim. Namun, nyatanya tak satu pun warga yang menuntut bahkan melaporkan Ahok ke polisi.

“Kalau di Pulau seribu menistakan agama, enggak usah habib yang melaporkan, saya yang akan bacok Pak Ahok di sana,” kata Abdi.

Mahasiswa Universitas 17 Agustus Jakarta itu mengaku tak langsung menghadiri acara kunjungan kerja Ahok di Pulau Pramuka pada 27 September lalu. Namun, dia mengaku terpanggil untuk datang ke Rumah Lembang dan mendukung Ahok.

“Pernyataan apa yang menistakan agama? Bahkan orang Kepulauan Seribu tidak ada yang ikut demo, soalnya enggak tahu posisi apa yang disebut menistakan,” kata Abdi yang mengaku menikmati program Kartu Jakarta Pintar itu.

Ahok merupakan terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Ahok didakwa melanggar Pasal 156a tentang Penodaan Agama dengan ancaman penjara maksimal lima tahun.

Berikut cuplikan video saat Abdi Yaman mengemukakan pendapatnya:

Sumber berita: Kompas.com