Ini Hasil KPU Belu Usai Verifikasi Kepengurusan PSI
Liputan Daerah

Ini Hasil KPU Belu Usai Verifikasi Kepengurusan PSI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Belu melakukan verifikasi kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Belu di Kantor Partai, Sabtu (16/12/2017).

Tidak saja itu, KPU Belu juga melakukan verifikasi terhadap komposisi kepengurusan dan juga keberadaan Kantor DPD PSI Belu yang terletak di Tanah Merah, Kelurahan Kota, Kecamatan Kota Atambua.

“Tadi kita sudah lakukan verifikasi PSI Belu. Hasilnya kepengurusan PSI Belu posisi aman,” benar Ketua KPU Belu, Marthin A. Bara Lay kepada awak media usai kegiatan raker penyusunan penataan dapil dan alokasi kursi serta simulasi perhitungan kursi anggota DPRD Kabupaten dalam Pemilu Tahun 2019 di Hotel Nusa II, Sabtu (16/12).

Dikatakan, keterwakilan perempuan, dan identitas menyangkut juga Kantor tetap. Sesuai SK yang dikirim kepada kami dan yang juga ada pada mereka. “Mereka partai baru dan kepengurusan lima orang dengan komposisi dua perempuan dan memiliki KTA asli, E-KTP” urai Lay.

Masih menurut dia, untuk verifikasi keanggotaan baru akan dilakukan pada hari Senin tanggal 18 Desember mendatang. “Kami masih investigasi lagi. Kami lihat rincian dan buat tim untuk kami turun lagi,” ujar dia.

Tambah dia, terhadap Partai Perindo, pihaknya baru akan melakukan verifikasi partai pada hari Minggu besok. Terpisah, Ketua DPD PSI Belu, Marselino Soares Kardoso menyampaikn terimakasih kepada pihak KPU Belu dalam hal ini Ketua KPU yang memimpin langsung stafnya melakukan verifikasi kepengurusan PSI Belu.

“Kita sudah maksimal melakukan persiapan untuk menghadapi proses verifikasi baik administrasi maupun secara faktual. Kami tinggal menunggu tahap selanjutnya yakni verifikasi faktual keanggotaan,” kata Cardoso.

Sumber

Bisakah Politik Menyebabkan Akhir dari Alam Semesta? 
Blog Solidaritas Opini

Bisakah Politik Menyebabkan Akhir dari Alam Semesta? 

Baik Buruknya Politik dalam Sudut Pandang Pseudo-Sains dan Kosmologi

Oleh: Kurnia Gusti Sawiji

Pengantar:

Esai ini merupakan salah satu karya peserta Lomba Esai “Anak Muda dan Politik” yang diselenggarakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bekerja sama dengan Qureta pada 2016. 

Dalam cerpen Isaac Asimov yang berjudul The Last Question, akhir alam semesta dinyatakan dengan begitu jelas, pelan, dan lugas; semesta, sama seperti smartphone Anda, pada akhirnya mati karena kehabisan baterai karena entropi total semesta yang sudah mencapai maksimum (analogi ini akan dijelaskan kemudian).

Planet, bintang, dan galaksi mati satu persatu, ruang dan waktu berakhir bersama energi, dan yang tertinggal hanyalah kekacauan yang hampa dan sebuah superkomputer bernama Multivac. Dalam cerpen ini, Multivac hanya ada untuk satu pertanyaan yang ditanyakan umat manusia sebelum mereka punah bersama semesta; bagaimanakah cara mengembalikan entropi seperti sedia kala? Jawaban dari pertanyaan itu belum ditemukan oleh Multivac sehingga akhir alam semesta, dan setelah semua informasi yang ia kumpulkan ia korelasikan, Multivac menyimpulkan sebuah jawaban yang sangat spiritual.

“Jadilah terang!” Lalu terang itu jadi.

Itu adalah sekilas ringkasan dan spoiler dari cerpen Asimov. Kita tidak akan membahas itu. Tetapi, konsep yang diambil Asimov dalam cerpennya merupakan sesuatu yang menarik, yaitu bagaimana semesta mati ketika entropi totalnya mencapai maksimum. Saya pernah membahas tentang entropi dalam sebuah tulisan saya. Secara mudahnya, entropi adalah sebuah unsur atau ukuran “kekacauan” yang ada pada alam semesta. Kekacauan dalam hal ini bermakna dinamika. Pada asasnya, segala proses dalam semesta mulai dari lahir dan matinya sebuah bintang hingga rotasi planet, terjadi karena adanya ketidakteraturan pada termodinamika atom-atom yang berperan di dalam proses itu.

Pusing? Iya, saya juga kok, ketika dosen Fisika Termal saya menjelaskan. Tetapi sekarang sudah tidak lagi sih, makanya akan saya permudah lagi konsep tadi. Kita akan mengambil contoh yang ada di Bumi saja. Udara terdiri dari molekul-molekul udara yang bergerak bebas dan saling berbenturan. Ini adalah dinamika molekuler yang memiliki “kekacauan.”

Lalu, ketika Anda berjalan dan langkah kaki Anda menghasilkan bunyi tap, tap, tap, ada perubahan energi dari kinetik menjadi bunyi, yang mana besarnya tidak sama. Berdasarkan hukum kekekalan energi yang menyatakan energi tidak bisa hilang, maka sisa dari besar pada proses perubahan energi tadi menjadi entropi sebagai ukuran kekacauan yang terjadi sebagai dinamika perubahan energi.

Entropi tidak bisa berkurang. Ia akan terus bertambah sebagaimana alam semesta dan isinya terus melakukan dinamika, tetapi akan ada masanya ketika entropi akan mencapai titik maksimum, dan itu menyatakan bahwa semesta tak lagi sanggup untuk berdinamika. Tadi saya menganalogikan alam semesta seperti sebuah smartphone. Baterai alam semesta adalah dinamika di dalamnya yang mencakup pembentukan bintang dan aktivitas planet-planet.

Bertambahnya entropi bermakna semakin berkurangnya baterai tersebut, sebagaimana semakin banyaknya aktivitas dan aplikasi yang Anda gunakan akan mengurangi baterai smartphone Anda. Baterai smartphone bisa diisi kembali, tetapi alam semesta? Mengisi baterai alam semesta sama halnya seperti membentuk kembali bintang dan planet yang sudah mati dari kekosongan, dan itu tidak mungkin.

Lalu, apa hubungan tiga paragraf eksposisi rumit di atas dengan politik?

Kita tahu bahwa politik adalah sebuah sistem yang  mengatur seluruh aspek kehidupan kita. Makanan yang ada di piring Anda, rumah yang Anda tempati, bahkan kebebasan Anda berkekspresi dan beragama memiliki sangkut-paut dengan politik. Cacatnya sebuah sistem politik bermakna cacatnya kehidupan sekelompok manusia yang tinggal disatukan dengan persamaan nasib dan beberapa aspek sosial lainnya.

Kita bisa melihat contohnya di negara kita sendiri; tatanan dan jajaran politik yang penuh dengan intrik-intrik kotor pada akhirnya membuat rakyat menderita. Atau di negara-negara di Timur Tengah, dimana politik bermakna konflik, dan rakyat bukan lagi menderita tetapi langsung naas ditelan arus peperangan.

Sekarang yang perlu ditanyakan adalah; seberapa berpengaruhnya kehidupan manusia dengan Bumi? Mungkinkah aktivitas manusia berpengaruh dalam hubungan di antara Bumi dan alam semesta secara keseluruhan? Jawaban kasar dari pertanyaan tersebut adalah ya. Kita sudah tahu bagaimana bisnis dan politik yang bermain dalam pengadaan sumber energi dapat menambah jumlah dinamika karbon yang ada di Bumi, dan bagaimana peperangan bisa langsung merusak keadaan Bumi.

Lalu tahukah Anda, bahwa manusia jika mati akan berubah menjadi entropi yang lepas ke alam semesta? Proses pembusukan manusia melibatkan perubahan-perubahan energi termal yang ada dalam tubuh. Bayangkan, dalam sebuah peperangan, berapa banyak manusia yang mati? Atau dalam peristiwa yang memakan jumlah korban banyak seperti Holocaust, pembantaian umat Muslim Rohingya, dan Tragedi 1965? Berapa banyak entropi yang lepas, menambah jumlah entropi total alam semesta?

Tentu, kita sebaiknya tidak melakukan pencarian informasi secara figuratif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pada asasnya pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menimbulkan pemikiran-pemikiran secara pseudo-sains. Hanya saja, kita setidaknya bisa membayangkan secara kasar bahwa rupanya, aktivitas manusia bisa berpengaruh terhadap alam semesta dalam skala kosmik.

Kita pikirkan begini saja; peperangan yang berterusan, kelaparan dan kematian yang merajalela, dan segala aspek kehidupan manusia yang rusak karena tatanan dan jajaran politik yang buruk tentu dapat merusak Bumi secara langsung. Jika misalnya tiba-tiba Bumi meledak karena tak mampu lagi menahan segala konflik itu, tentu itu akan berpengaruh pada sistem tata surya, yang berpengaruh terhadap sistem-sistem bintang lain.

Dari situ, sebuah reaksi rantai antara satu galaksi dengan galaksi lainnya mungkin saja terjadi. Jangan salah, probabilitas kuantum adalah sesuatu yang menakjubkan; ingat bagaimana fluktuasi kuantum sebuah partikel subatomik, yang probabilitas terjadinya sangat kecil, dapat menimbulkan ledakan super besar yang melahirkan alam semesta?

Lalu jika begitu, maka pertanyaan besarnya adalah; baik atau burukkah politik umat manusia terhadap alam semesta itu sendiri? Secara tujuan asal, kita bisa mengatakan bahwa politik sebenarnya baik karena digunakan untuk mengatur manusia, dan manusia—seperti unsur alam semesta lainnya—cenderung tidak bisa berada pada satu keadaan tetap dan akan berdinamika secara “kacau,” dan dalam konteks ini, kekacauan atau dinamika secara berlebihan—yang kita tahu bisa dilakukan umat manusia dengan atau tanpa politik—dapat mengakhiri alam semesta. Tetapi jika malah karena politik pula umat manusia melakukan kekacauan dan dinamika berlebihan itu, bukan tidak mungkin politik akan memainkan peran dalam kematian semesta secara keseluruhan.

Apakah yang saya katakan ini adalah pseudo-sains tidak nyata yang hanya ada di dalam kepala saya? Oh, ya tentu, semua penjelasan dan prediksi saya di atas hanya ada di dalam kepala saya. Tapi, mengapa pula hal itu menjadikannya tidak nyata?

Kurnia Gusti Sawiji
Mahasiswa

Lomba Esai Politik PSI-Qureta Juara Ketiga

Lomba Esai Politik PSI ini bekerja sama dengan Qureta, diselenggarakan 20 Agustus-05 Oktober 2016. Dewan juri memutuskan tiga orang juara, yakni juara 1, 2, dan 3, serta tujuh juara harapan

Sumber

Lolos Verifikasi Administrasi, PSI Pekanbaru Optimis di Faktual
Liputan Daerah

Lolos Verifikasi Administrasi, PSI Pekanbaru Optimis di Faktual

Setelah sukses melewati tahapan verifikasi administrasi yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Pekanbaru optimis lolos untuk tahapan selanjutnya, verifikasi faktual.
 
Dalam verifikasi administrasi, PSI Pekanbaru memasukkan sebanyak 1013 berkas. Sedangkan syarat minimal sesuai jumlah 1/1000 penduduk Pekanbaru sebanyak 887. 
 
“Kita sangat yakin lolos tahapan verifikasi faktual keanggotaan dan pengurusan nanti. Kalau untuk kader, kita siap,” kata Karnoto GS, Ketua PSI Pekanbaru didampingi Sekretaris PSI Pekanbaru, Bakhtiansyah.
 
Yang menjadi masalah dalam verifikasi faktual nanti, Pokja KPU tidak menjumpai kader yang diundi sebelumnya. Apakah itu kader ini nantinya sedang tidak berada di tempat, seperti sedang bekerja atau ada keperluan lain. Namun itu, KPU masih memberikan kesempatan untuk menghadirkan yang bersangkutan ke kantor KPU. n
“Ini yang membuat kita sangat yakin lolos dalam tahapan verifikasi faktual. Karena semua kader PSI Pekanbaru sudah kita data kembali dan komunikasi tidak putus, mereka menyatakan sangat siap,” tambah Bakhtiansyah.
 
Tahapan verifikasi faktual yang dilaksanakan oleh KPU, dimulai sejak diumumkannya hasil verifikasi administrasi, 15 Desember 2017 lalu. Tahapan verifikaisi faktual akan berakhir pada 14 Januari 2018. KPU Pekanbaru sendiri telah melaksanakan pencabutan undian sampel data kader pelaksanaan verifikasi faktual keanggotaan 12 partai, Sabtu (16/12/2017). PSI Pekanbaru sendiri mendapat no urut 4.
 
“Artinya, verifikasi faktual keangotaan akan dimulai dari no 4, 14 24 dan seterusnya sampai nomor urut 1012, sesuai berkas keanggotaan yang kita masukkan ke KPU,” terang Karnoto.
 
“Dengan data PSI sebanyak 1013 tadi, berarti ada 101 sampling yang akan didatangi Pokja KPU untuk melakukan verifikasi faktual. Sedangkan minimal adalah 88 yang harus memenuhi syarat,” kata Karnoto lagi.
 
“Tapi kita sangat yakin sekali PSI lolos verifikasi faktual nanti,” tegas Sekjen PSI Pekanbaru, Bakhtian Syah menambahkan.(andi affandi)
KPU Gowa Verifikasi Faktual PSI
Liputan Daerah

KPU Gowa Verifikasi Faktual PSI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Gowa melakukan verifikasi faktual kepengurusan Partai Politik (Parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gowa yang beralamat Jalan Poros Malino Perumahan Bumi Batara Gowa. Senin, (18/12/17).

Kedatangan tim verifikasi faktual yang dipimpin oleh Komisioner KPU Gowa Sukman Yunus untuk mengecek secara langsung kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ada di kabupaten Gowa sebagai salah satu syarat untuk melaju menjadi partai peserta Pemilu tahun 2019.

“Kedatangan kami untuk mengecek langsung struktur kepengurusan di DPD PSI Kabupaten Gowa, ini sebagai syarat untuk bisa menjadi peserta Pemilu 2019.” Ujar Sukman Yunus kepada pengurus DPD PSI Gowa.

Sekadar diketahui, Komisi Pemilihan Umum saat ini mulai memasuki tahapan verifikasi faktual partai politik calon peserta pemilu tahun 2019.

Di Gowa sendiri ada 2 partai baru yang akan melalui verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (PERINDO). Tahapan verifikasi faktual ini dimulai dari tanggal 18 Desember 2017 sampai dengan 4 Januari 2018. (Edho)

 

Sumber

KPU Verifikasi Faktual, PSI Jatim Optimis Lolos
Liputan Daerah

KPU Verifikasi Faktual, PSI Jatim Optimis Lolos

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara nasional menyatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinyatakan lolos verifikasi faktual. Kini, giliran KPU Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi serupa ke DPW PSI Jatim.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito yang memimpin verifikasi menjelaskan, tugas verifikasi dari KPU Jatim hanya meliputi dua hal, yakni keberadaan kantor dan memastikan kepengurusan sebagaimana terdaftar di Sipol KPU. Sementara untuk verifikasi anggota diserahkan pada KPU Kabupaten/kota.

“Kami cek pengurusnya, ketua, sekretaris dan bendahara. Kemudian kami  ngecek juga keterwakilan perempuan apakah sudah mencapai 30 persen, khusus untuk anggota nanti KPU Kabupaten/Kota yang melakukan” kata Eko di Kantor DPW PSI Jatim, Surabaya, Minggu, (17/12).

Usai verifikasi, kata Eko, KPU Jatim akan menerbitkan berita acara sebelum batas akhir waktu yang ditetapkan KPU pusat yakni tanggal 22 Desember mendatang.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jatim, Sobikin Amin mengaku optimis lolos verifikasi kali ini. Menurutnya, semua persyaratan yang ditetapkan  KPU sudah terpenuhi. “Kami sudah siap 100 persen untuk verifikasi faktual ini. Dari syarat-syarat sebagaimana yang diatur oleh PKPU 2017 sudah terpenuhi semua, mulai dari kepengurusan dan kantor. Pokoknya kami Haqqul Yakin lolos” kata Sobikin di tempat yang sama.

Untuk diketahui, pada verifikasi kali ini juga dihadiri oleh ketua KPU RI Arief Budiman untuk melakukan monitoring dan supervisi. Selain ke kantor DPW PSI Jatim, KPU Jatim juga akan melakukan verifikasi faktual di Kantor DPW Perindo Jatim.

(mkd/JPC)

Sumber

PSI Kapuas Optimis Lolos Verifikasi
Liputan Daerah

PSI Kapuas Optimis Lolos Verifikasi

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kapuas, Peri Rahmad, mengungkapkan, bahwa partainya memenuhi syarat dalam verifikasi faktual keberadaan kantor dan pengurus ditingkat kabupaten oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Sehingga, pada verifikasi faktual lanjutan dirinya optimis lolos, dan bisa menjadi peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Demikian disampaikannya kepada sejumlah awak media, di kantor PSI Kapuas, Jalan Jawa, Kota Kuala Kapuas, Senin (18/12/2017). “Tadi kita dilakukan verifikasi faktual oleh KPU Kapuas, yang diverifikasi yakni keberadaan kantor dan pengurus. Hasilnya, kita memenuhi syarat. Sehingga kita pun berhak mengikuti verifikasi selanjutnya, yakni verifikasi keanggotaan,” ujarnya.

Untuk verifikasi selanjutnya, kata pria yang akrab disapa Peri itu, pihaknya siap mengikutinya, dan optimis lolos. Sehingga, pada pengumuman nanti partai PSI dinyatakan lolos, dan berhak menjadi peserta pemilu 2019 mendatang.

“Karena data yang kita sampaikan memang riil, tidak ada data abal-abal. Jadi kita yakin lolos, dan optimis menjadi partai peserta pemilu 2019 mendatang. Dengan begitu, maka kita siap bertarung di pemilihan legislatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Kalimantan Tengah, H. M. K. Wira Saputra, mengatakan, pihaknya optimis PSI Kapuas lolos verifikasi faktual. Sehingga, partai anak muda ini bisa menjadi peserta pemilu 2019 mendatang.

Baca Juga: Senator Kalteng, Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Untuk Siswa SMAN 3 Kapuas
“Kita berharap PSI lolos, dan menjadi peserta Pemilu. Karena partai ini partainya anak muda, jadi semangatnya benar-benar muda, sehingga partai kita ini menjadi alternatif, dan mampu berbuat untuk kemajuan bangsa,” singkatnya seraya memberikan dukungan moril kepada PSI Kapuas.

Terpisah, Ketua KPU Kapuas, Bardiansyah, membenarkan bahwa PSI Kapuas memenuhi syarat verifikasi faktual. “Kita hari ini memverifikasi keberadaan kantor dan pengurusnya PSI. Hasilnya memenuhi syarat. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi keanggotaannya sampai ke alamat yang sesuai dengan Kartu Keanggotaan dan sesuai KTP, untuk jadwalnya masih belum terjadwal,” terangnya. (irfan/beritasampit.co.id)

Sumber

Politik Itu Candu
Blog Solidaritas Opini

Politik Itu Candu

Pengantar:

Esai ini merupakan salah satu karya peserta Lomba Esai “Anak Muda dan Politik” yang diselenggarakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bekerja sama dengan Qureta pada 2016.

Oleh: Zakariya

Politik itu candu. Siapa menghisap, nikmatnya berlanjut. Saya jadi sepakat dengan ucapan tokoh Richmond Valentine dalam film Kingsman: The Secret Service yang kurang lebih seperti ini: “Tidak ada yang bisa dilakukan politisi kecuali mengulang pemilu.”

Semua guru besar ilmu politik sedunia pun boleh saja bilang politik adalah usaha “suci” bersama untuk mencapai tujuan dan cita-cita negara, tapi politik bukan hanya satu sisi, ada sisi lain politik, sisi yang justru tidak suci, yang erat hubungannya dengan permainan kekuasaan juga. Dan anehnya pada sisi-sisi lain itulah kita seringkali dibuat takjub, dibuat marah, dibuat tertarik, atau dibuat munafik.

Tengok saja sejarah soal kekuasaan. Cerita panjang yang seumur dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Bagaimana penguasaan wilayah, sumber daya alam, sekaligus budak-budaknya menjadi cerita yang sangat komplit.

Dari jaman Fir’aun sampai Hitler, Gadjah Mada sampai Lenin, dari Alexander Agung sampai Sultan Mahmud, Soekarno ataupun Soeharto, semua adalah segelintir pemain kekuasaan. Kepentingan untuk mengamankan tujuannya adalah prioritas utama. Entah kekuasaan sebagai tujuan, atau kekuasaan sebagai alat mencapai tujuan.

Secara verbal, politik dalam keseharian mudah terasosiasikan dengan persoalan negara, pemerintah, dan partai. Sebab benang merah dari ketiga hal tersebut adalah inti dari politik itu sendiri: kekuasaan/penguasaan/menguasai.

Baik di Indonesia atau belahan bumi manapun, mau zaman sekarang atau zaman dulu, permainan kekuasaan dan kepentingan itu memang menarik. Siapa sangka seorang Harry Tanoe yang sudah jadi raja di sektor media, mau repot-repot membuat partai. Siapa sangka SBY, seorang purnawirawan TNI yang mapan mau repot-repot membuat partai juga.

Lihat bagaimana Jokowi yang ngomong tidak mikir copras-capres nyatanya bisa loncat indah dari pengusaha ke walikota, dari walikota ke gubernur, dari gubernur ke presiden. Dan dari Yogyakarta, Sri Sultan pun berani mendapuk anak perempuannya sebagai penerus tahtanya padahal menyalahi tradisi. Itu baru sedikitnya contoh di Indonesia.

Hanya memang, pemikiran manusia terus berkembang, sistem politik diutak-atik sedemikian rupa, cara bermain dibuat lebih lembut, nama partai dibuat sebersahaja mungkin, tapi tetap saja politik adalah bagi-bagi kue kepada koloninya. Baik tingkat pusat sampai desa, lingkup parpol ataupun ormas.

Apa bedanya berita calon kepala desa yang ditangkap karena berpolitik uang saat kampanye dengan berita calon presiden yang sedang kampanye di depan ribuan massa? Si calon presiden lebih bisa berpolitik dengan lembut daripada si calon kepala desa.

Politik memang soal adu daya tawar antar pihak-pihak yang punya kepentingan. Jadi sangat logis apabila politik uang banyak terjadi. Konstituen awam sama halnya komoditi massal yang harus digerakkan. Dan uang adalah mesin penggerak massa paling ampuh.

Sementara itu, di tempat yang lebih luxury dan kursi yang sangat empuk, berapa banyak perselingkuhan penguasa dan pengusaha terjadi. Deal to deal untuk mendapat jatah proyek dengan main belakang sudah bukan kejadian aneh. Hanya memang apes saja untuk penguasa dan pengusaha yang tertangkap operasi tangkap tangan atau ditumbalkan oleh kelompoknya sendiri.

Sulit untuk menghakimi apa yang terlihat dari sebuah kejadian politik. Tidak jarang kejutan-kejutan kasus politik yang muncul membuat masyarakat seakan tidak percaya. Apa yang terlihat kadang bukan faktanya, tapi di balik apa yang terlihat, dipastikan ada agenda yang sedang dijalankan.

Kecuali jika kita adalah orang-orang yang dilibatkan dalam agenda itu maka kita akan tahu apa tujuan agenda tersebut. Tapi jika kita hanya menonton dari media massa, akan mudah didistorsikan terhadap fakta yang sebenarnya terjadi. Sebab medianya juga sudah terlibat dalam agenda tersebut.

Maka jika ada pertanyaan: politik itu buruk atau busuk? Saya sendiri tidak punya jawaban yang bulat, sebab jawaban saya tidak bulat, jawaban saya bersudut. Jumlah sudutnya bisa tiga, empat, lima, dan seterusnya. Dan saya adalah satu pihak yang berdiri di salah satu sudut tersebut. Sebab sekali waktu proses politik membuat saya bilang buruk, busuk, sekaligus brengsek. Sekali waktu membuat saya bilang brilian, sekali waktu sangat menguntungkan.

Saya sangat mengamini idiom “dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan.” Tapi kalaupun ada yang berujar politik adalah alat untuk mensejahterakan, memakmurkan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, juga saya amini.

Saya tidak bisa menampik memang ada pejabat publik yang mau bekerja keras untuk bertanggungjawab terhadap orang-orang di wilayahnya. Serta menggunakan jabatan publiknya untuk bisa membangun, melindungi, dan mengembangkan wilayahnya. Kekuasaan pada kondisi ini menjadi sisi yang lebih baik. Bagaimanapun juga rakyat tetap butuh negara, apalagi dalam konsep bernegara, rakyat dan pemerintah adalah satu paket.

Tendensi buruk terhadap proses politik adalah wajar. Berita, informasi, dan fakta yang negatif sudah menjadi akumulasi penilaian orang terhadap kegiatan politik. Tapi penilaian ini pun tidak mutlak, sebab ada juga orang yang menganggap politik itu barang perlu, sebab kita bisa berbuat manfaat daripadanya.

Kalau pun ada yang sudah terlanjur kecewa terhadap politik, tetap saja kita tidak bisa melepaskan diri dari politik, sekurang-kurangnya kegiatannya. Contoh sederhana: Indonesia adalah negara produk politik, sedangkan kita adalah warga negaranya, kita terlibat. Contoh lain: upaya saya atau anda mengusahakan atau mempertahankan kepentingan anda untuk tujuan tertentu pun juga kegiatan politik, kita berbuat.

Kita tahu betul jika politik adalah permainan yang buas, paling sucinya manusia pun akan ikut bersiasat untuk melapangkan kepentingannya sampai di tujuan. Politik mau dikata buruk, busuk, brengsek, ia akan tetap hidup. Barangkali politik adalah naluri yang terselip dalam kehidupan manusia, yang terangsang muncul saat ada peluang untuk menguasai tapi sulit berhenti saat sedang menguasai.

Oleh: Zakariya
Mahasiswa

Lomba Esai Politik PSI-Qureta Juara Harapan 1

Lomba Esai Politik PSI ini bekerja sama dengan Qureta, diselenggarakan 20 Agustus-05 Oktober 2016. Dewan juri memutuskan tiga orang juara, yakni juara 1, 2, dan 3, serta tujuh juara harapan

Sumber

Pengurus PSI Kalteng Optimistis Lolos Verifikasi dan Ikut Pileg
Liputan Daerah

Pengurus PSI Kalteng Optimistis Lolos Verifikasi dan Ikut Pileg

Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Tengah, mengaku yakin, pihaknya akan lolos verifikasi Parpol yang dilakukan oleh KPU Kalteng.

Setidaknya dalam pelaksanaan verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU, Senin (18/12/2017) semua sudah sesuai persyaratan sehingga pihaknya tinggal menunggu rapat pleno dalam penentuannya.

 

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Tengah, M.K Wira Saputra, mengatakan, mereka yakin dan optimistis lolos ikut Pileg mendatang dan mampu menempatkan kader sebagai anggota dewan.

Menurutnya, persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sehingga saat pelaksanaan verifikasi faktual semuanya sudah siap dan terbukti, saat diverifikasi dinyatakan telah lengkap.

 

“Kami optimistis sekali akan bisa ikut dalam Pileg mendatang, karena semua persiapan telah dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Sumber

PSI Kota Cirebon Lolos Verfak Tahap Awal
Liputan Daerah

PSI Kota Cirebon Lolos Verfak Tahap Awal

KPU Kota Cirebon melalui Divisi Hukum, Umum, Keuangan dan Logistik, Sanusi menyatakan Verfak Kepengurusan, Keterwakilan Perempuan dan Kesekretariatan DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kota Cirebon telah terpenuhi.

“Kepengurusan ada lima, dua diantaranya wanita. PSI memenuhi persyaratan Verifikasi Faktual pengurus, tinggal penyempurnaan saja,” kata Sanusi usai Verfak DPD PSI di Sekretariat PSI Kota Cirebon, Senin (18/12/).

Sanusi menambahkan, selanjutnya akan dilakukan Verfak Keanggotaan yang rencananya dilaksanakan Kamis (21/12) setelah Verfak Keanggotaan DPD Perindo (red. Selasa dan Rabu).

Sementara Ketua DPD PSI Kota Cirebon, Ramdan Mubarok mengatakan Verfak hasilnya sesuai harapan dan memenuhi syarat semua. Hanya ada kendala sedikit seperti lupa membawa KTA dan KTP tertinggal di rumah.

“Alhamdulillah verifikasi hasilnya sudah MS semua, hanya ada kendala sedikit, lupa bawa KTA dan KTP. Tinggal nanti verifikasi faktual anggota. Nanti kami mengirim lima orang atau perwakilan untuk masing-masing kecamatan guna Verfak Keanggotaan,” pungkasnya. [nif]

Sumber

PSI Optimistis Ikut Pileg 2019
Liputan Daerah

PSI Optimistis Ikut Pileg 2019

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Tengah Wira Saputra mengaku optimistis bisa mengikuti pemilu legislatif (Pileg) 2019.

“Kita optimis, yakin. Ini pekerjaan yang panjang, tapi namanya semangat pemuda pasti bisa diselesaikan satu per satu,” kata Wira usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng melakukan verifikasi faktual dengan hasil memenuhi syarat.

“Kami memenuhi syarat, hanya belum diplenokan. Semua ini berkat hasil kerja keras kami yang telah disiapkan sejak tiga tahun. Dimulai dari lolos di Kemenkum HAM dan administrasi,” timpal Sekretaris DPW PSI Kalteng, Rano Rahman.,

Wira melanjutkan, meski terbilang sebagai partai baru, pihaknya juga yakin mampu bersaing dengan partai-partai yang sudah memiliki nama di mata publik. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan yakni menjaring calon legislatif.

“Secara online banyak sudah yang mendaftar. Bahkan puluhan. Yang terpenting adalah memenuhi syarat sebagaimana syarat pada undang-undang. Misalnya tidak terjerat hukum. Kemudian membuat tulisan bagaimana langkah dia melakukan pemberantasan korupsi serta melawan intoleransi,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-8)

Sumber