Bermodal Medsos, PSI Ingin Kantornya Jadi ‘Rumah’ Anak Muda
Liputan Liputan Nasional

Bermodal Medsos, PSI Ingin Kantornya Jadi ‘Rumah’ Anak Muda

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menargetkan anak muda sebagai segmen kader. Sekjen PSI Raja Juli Antoni pun menyebut ingin menjadikan kantor partai sebagai ‘rumah’ bagi anak muda.

Pria yang akrab dipanggil Toni itu mengatakan PSI ingin hadir sebagai partai yang membawa kejutan dalam pilpres 2019 mendatang. Untuk itu PSI saat ini tengah berusaha mempersiapkan segala persyaratan agar lolos verifikasi Kemenkum HAM.

PSI pun mencoba menghadirkan berbagai terobosan baru. Mulai dari konsep hingga visi misi. Seperti terlihat dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI malam tadi yang digelar penuh dengan semangat anak muda.

“Kantor kita nanti di DPW/DPC harus jadi rumah anak muda di mana ada space untuk co working. Yang penting ada wifi dan colokan, kita siapin air galon,” ungkap Toni di sela-sela acara Kopdarnas di JCC Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015) malam.

Toni ingin agar kantor-kantor PSI baik di pusat hingga daerah-daerah nantinya dapat memberikan akomodasi bagi anak muda. Saat ini PSI sudah memiliki kepengurusan di 34 provinsi yang ada di Indonesia.

“Kantor PSI nanti harus jadi tempat tongkrongan anak-anak muda. Kita juga akan encourage mereka untuk mencintai kebudayaan sehingga nantinya misal ada acara pagelaran seni yang disukai anak muda,” tutur Toni.

Untuk publikasi, kata Toni, PSI benar-benar hanya menggunakan kekuatan media sosial. Hingga kini PSI tidak mencoba mengiklankan diri untuk menggaet kader melalui media konvensional seperti koran atau iklan komersial.

“Kita lebih banyak menggunakan medsos ketimbang melalui media konvensional. Kesulitan tidak ada tapi ada tantangan. Aspek digital yang harus kita bangun. Di Facebook, Fanpage PSI udah nomor 3 setelah Gerindra dan PDIP,” ungkap Toni.

“Kita yakin dengan pertumbuhan medsos ke depan makanya media kampanye kita besok adalah medsos,” sambungnya.

PSI tak hanya bekerja setengah-setengah. Dalam hal media sosial ini, partai pimpinan Grace Natalie tersebut merekrut para profesional untuk menjalankannya. Tentu saja agar menarik kader-kader dari segmen anak muda.

“Kita punya orang khusus, kita hire profesional untuk membesarkan itu. Tapi lebih seringnya menumbuhkan kesadaran di jaringan kita sendiri. Makanya kita adakan kopdar seperti ini untuk mengumpulkan pengurus-pengurus dari seluruh daerah,” jelas Toni.

PSI menargetkan anak muda sebagai kadernya sebab berdasarkan data, dalam Pemilu 2019 nanti, disebut Toni sebanyak 55 persen calon pemilih datang dari usia muda. “Kita optimis bisa jadi partai yang bisa bikin surprise,” ucapnya.

Sementara itu untuk dana bagi partai, PSI mendapatkannya dari dana donatur tanpa menjanjikan suatu kekuasaan atau jabatan tertentu. Bahkan rencananya, ungkap Toni, PSI akan menerapkan sistem berbayar bagi setiap kartu anggotanya sehingga tanggung jawab bukan hanya terhadap satu atau sekelompok orang, melainkan untuk semua.

“Seperti untuk kopdar ini, kita ada crowd funding di kitabisa.com dan kemarin terkumpul sekitar Rp 150 juta. Kalau selama ini partai biasanya kasih asuransi atau uang untuk kader baru, kita ingin balik, kartu kita berbayar. Jadi ada ownership, nanti ada tingkatannya,” terangnya.

“Sehingga yang bayar bukan cuma 1 atau 2 orang, tapi semuanya sehingga kita bertanggungjawab sama banyak orang. Pertanggungjawabannya untuk rakyat,” lanjutnya.

Lantas bagaimana bentuk pertanggungjawaban terhadap para donatur?

“Ya harus transparan. Jadi ini soal trust. Kan kita tahu sulitnya anak muda kan seperti itu, kalau suka sama kita akan ikuti terus (loyal) tapi kalau nggak ya nggak mau. Makanya kita harus maintan dengan trust itu,” tutup Toni mengakhiri.

Grace Natalie: PSI Tak Akan Terlibat Persekongkolan Jahat Lemahkan KPK
Liputan Liputan Nasional

Grace Natalie: PSI Tak Akan Terlibat Persekongkolan Jahat Lemahkan KPK

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan bahwa partainya sangat pro dengan pemberantasan korupsi.

Tak seperti partai politik lain yang saat ini ada di DPR, Grace menegaskan bahwa PSI mendukung segala kinerja yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Bila kelak PSI dipercaya mengemban amanah, PSI tak akan terlibat persekongkolan jahat melemahkan KPK,” kata Grace saat membuka Kopi Darat Nasional PSI, di Jakarta, Senin (16/11/2015).

Belum lama ini, sejumlah fraksi di DPR mengusulkan revisi terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang KPK.

Dalam draft usulan itu, menurut Grace, terdapat pasal yang dianggap bisa melemahkan bahkan membunuh KPK. Misalnya usia KPK yang dibatasi hanya 12 tahun sejak UU diundangkan.

Setelah menimbulkan protes, akhirnya rencana revisi UU itu ditunda

“KPK harus diperkuat, bersama penguatan di kepolisian dan kejaksaan tentunya,” ucap Grace.

Selain menekankan pada pemberantasan korupsi, Grace dalam pidatonya juga menekankan pada toleransi antarumat beragama.

Dia berjanji PSI sebagai partai baru tidak akan pernah melarang siapapun untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

“Jika diberi amanah, PSI tak akan menerbitkan Perda Injil atau (Perda) Syariah. Tak akan ada kepala daerah dari PSI yang membatasi kebebasan beribadah siapa pun mereka,” ucap mantan presenter televisi ini.

Dalam acara Kopdarnas yang digelar untuk memperingati satu tahun berdirinya PSI ini, hadir sekitar 1000 kader dari 34 Provinsi di Indonesia.

PSI juga mengundang pembicara seperti Bupati Batang penerima Bung Hatta Anti Corruption Award Yoyok Riyo Sudibyo dan Budayawan Goenawan Mohamad.

Selain itu, hadir juga pengusaha dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana, Penggagas Kampung Grafis Magelang Elin Najar Arifin, dan aktivis Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo.

Gelora Anak Muda dan Lagu Noah dari Bupati Batang di Kopdarnas PSI
Liputan Liputan Nasional

Gelora Anak Muda dan Lagu Noah dari Bupati Batang di Kopdarnas PSI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kopi darat nasional bagi para pengurusnya. Semarak anak muda sangat terasa dalam acara setara Munas ini.

Pantauan di lokasi, JCC Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015) malam, warna merah dan putih menyambut seluruh tamu undangan. Panitia yang adalah anak-anak muda berdiri di tiap-tiap sudut. Tampilan kader-kader partai pimpinan Grace Natalie ini berbeda dengan partai-partai lain.

Karena mayoritas kader adalah anak muda, penampilan mereka terlihat sangat menarik. Tak sedikit yang mengenakan sepatu boot, baik perempuan dan laki-laki. Kebanyakan mengenakan seragam PSI atau baju trendi dengan corak warna merah.

Konsep acara juga tentunya menyesuaikan dengan para kader. Mulai dari tampilan digital hingga pengisi acara. Bahkan di awal puncak malam Kopdarnas, acara dimeriahkan dengan penampilan dari PAS Band.

Saat Mars dan Hymne PSI dilantunkan, para peserta Kopdarnas dengan semangat ikut bernyanyi. Termasuk saat Pas Band memainkan lagu andalannya, Kesepian Kita. Tampilan video dengan konsep dan tema anak muda juga ditampilkan dalam acara ini.

“Di PSI kami terbiasa memanggil bro dan sis. Acara ini bukan hanya hiburan dan semata karena yang hadir di sini yang sudah kerja keras membangun struktur PSI,” ungkap Ketua Panitia Kopdarnas Nova Rini saat membuka acara.

Sebelum malam puncak ini, sesi pertama Kopdarnas adalah rapat koordinasi pengurus untuk membawa PSI maju dalam pilpres 2019. Selain itu, acara disebut Nova juga menghasilkan Pekik Solidaritas dari Jakarta. PSI pun mengajak anak-anak muda untuk bergabung dan menjadi pemimpin yang berprestasi membangun bangsa.

“Jadilah seperti Risma-risma, Yoyok-yoyok dan Ahok-ahok yang lain,” kata Nova.

Kopdarnas juga menghadirkan sejumlah tokoh muda yang dianggap menginspirasi. Seperti Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Budayawan Goenawan Mohamad, penggagas Kampung Grafis Magelang Elon Najar Arifin, dan Wakil Koordinator ICW Ade Irawan.

Para tokoh ini bergantian memberikan pesan solidaritas. Namun yang paling menarik adalah saat Bupati Batang Yoyok Sudibyo naik ke atas stage dan di tengah-tengah menyampaikan pesan, tiba-tiba ia menyanyikan sepotong lagu Noah yang berjudul Separuh Aku.

“Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu. Karena separuh aku, PSI,” lantun Yoyok diikuti para peserta Kopdarnas yang lain. Yoyok pun mendapat tepuk tangan yang meriah.

“Saya tadi masuk kira ini konser musik,” sambungnya.

Dalam pesannya, Yoyok meminta agar para kader PSI mengabdi tanpa berharap adanya balas budi. Dalam hal ini kekuasaan atau jabatan.

“Silakan belajar menjadi pahlawan. silakan jadi pahlawan di masing2 tempat, di semua bidang. Seorang pemimpin tidak boleh diciptakan, karena pemimpin itu akan lahir dengan sendirinya. Tidak ada yang mustahil kalau bekerja dengan keras,” tutupnya.

TRILOGI PERJUANGAN PSI
Pidato Ketua Umum

TRILOGI PERJUANGAN PSI

Menebar kebajikan, Merawat Keragaman, Mengukuhkan Solidaritas.

Naskah lengkap pidato politik Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam acara Kopdarnas PSI I di Balai Sidang Jakarta, 16 November 2015

Assalamu Alaikum, Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya

Salam Solidaritas!

Jika Trisakti Bung Karno menyebutkan Berdaulat secara politik, Berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Maka malam ini,  PSI ingin menyampaikan Trilogi Kebangsaan PSI. Tiga poros misi perjuangan PSI: Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Mengukuhkan Solidaritas.

Setiap hari kita menyaksikan betapa kebajikan semakin sulit untuk ditemukan, seakan kebajikan menjadi barang mewah yang hanya bisa dipajang di etalase-etalase merek ternama, tanpa bisa menyentuh apalagi memiliki. Buya Syafii Maarif bahkan memberikan catatan khusus bahwa “telah lama bersimpang jalan antara perkataan dan perbuatan.” Sepintas berbuat baik sepertinya mudah, namun pertanyaannya mengapa setiap hari tingkat kriminalitas dengan segala bentuknya terus meningkat? Masih banyak masyarakat yang lebih senang menggunjingkan buruk saudaranya, daripada mengulurkan tangan menularkan cinta. Begitu juga kriminalitas yang dipertontonkan para elit dan pengambil kebijakan, yang masih suka mengabaikan, bahkan merampok hak-hak rakyat. Banyak.

Hadirin, Bro dan Sis yang saya banggakan!

Sungguh yang lebih berbahaya dari krisis ekonomi adalah krisis orang-orang baik, krisis kebajikan. Bisa kita bayangkan jika bonus populasi Indonesia mayoritasnya justeru diisi oleh orang-orang yang tidak baik, para koruptor dan para pencoleng dana publik.

Oleh karena itulah malam ini saya ingin kembali menegaskan, bahwa PSI lahir untuk menyemai, menebar, memupuk, menumbuhkan, menyuburkan kembali benih-benih kebajikan sebelum punah ditelan kegelapan dan keserakahan. Minggu lalu Mas Goen mengingatkan kami pada pesan Ali Bin Abi Thalib “Kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir.” Disinilah PSI meletakkan pondasi berdirinya, sebagai barisan orang baik yang terpimpin, terdidik dan terorganisir untuk melawan kejahatan.

Bro dan Sis, bila kelak PSI ditakdirkan mengemban amanah rakyat, PSI tidak akan pernah terlibat dalam persekongkolan jahat melemahkan institusi pemberantasan korupsi, KPK, sebagai anak kandung refomasi. KPK mesti perlu terus diperkuat bersamaan dengan pembenahan serius di tubuh kepolisian dan kejaksaan.

Bro dan Sis yang saya cintai!

Bagian kedua dari Trilogi PSI adalah merawat keragaman. Apalah arti batas teritori Sabang – Merauke, apalah guna bala tentara yang kuat, sejarah yang panjang dan ekonomi yang makmur, jika kemudian kita tidak diikat oleh sebuah rasa toleransi. Bangsa kita sudah ditakdirkan menjadi bangsa yang dijahit dari berbagai warna suku, agama, kebudayaan, adat istiadat dan sumber daya alam.

Tapi bagaimana hati ini tidak miris, ketika melihat rumah ibadah dibakar, satu kelompok keyakinan yang berbeda lalu dipinggirkan. Jelas bagi PSI, bahwa “mengakui Kemerdekaan Indonesia, adalah juga pengakuan terhadap ribuan suku, adat istiadat, budaya, agama dan keyakinan yang menghuni gugusan pulau-pulau di nusantara.” Sehingga melukai keragaman adalah sama dengan melukai kemerdekaan Indonesia. Serangan terhadap kebebabasan beragama dan berkeyakinan adalah juga serangan pada NKRI pada saat yang sama.

Tindakan intoleransi, rasanya tidak pantas ada di negeri gemah ripah loh jenawi ini. Bangsa ini tidak pantas berduka karena dicederai oleh aksi-aksi intoleran. Intoleransi adalah musuh dari kebhinekaan atau keragaman. Intoleransi adalah ancaman nasional paling nyata. Bahkan intoleransi adalah aksi separatisme paling nyata. Kita harus percaya bahwa Kebhinekaan adalah pusaka negeri yang harus kita jaga. Inilah warna dan jati diri bangsa Indonesia.

Hadirin, Bro dan Sis Pengawal Kebhinekaan!

Kebetulan malam ini, tepat 16 November 2015, bertepatan dengan hari peringatan satu tahun PSI, juga merupakan “hari toleransi internasional.” Di tanggal yang baik ini, ijinkan saya sebagai Ketua Umum PSI menyatakan! Bahwa PSI akan berdiri digaris paling depan untuk menyatakan perang terhadap korupsi dan tindakan Intoleransi. Kata korupsi dan intoleransi harus dihapuskan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ini penting saya nyatakan, agar semua orang tahu, PSI bukanlah sekumpulan anak muda dan perempuan cengeng, yang hanya bisa memaki di media-media sosial. Kader PSI tidak hanya mengandalkan kemudaannya untuk mengemis kekuasaan. inilah PSI yang Anti Korupsi dan Anti Intoleransi. PSI adalah anak muda yang sadar bahwa kekuasaan bisa sangat membutakan.

Hadirin, Bro dan Sis, Para Pembela Solidaritas Indonesia!

Pendek kata, jika rakyat menjatuhkan kepercayaannya kepada PSI di 2019 kelak. Saya berani menyatakan, PSI tidak akan pernah tertarik menerbitkan Perda Injil atau Perda Syariah. Tidak ada Bupati atau Walikota PSI yang akan menerbitkan Surat Edaran untuk mebatasi kebebasasan warganya untuk beribadah, siapapun  mereka. Tidak boleh lagi ada perusakan gereja di Singkil, tidak boleh lagi ada lagi cerita tentang perusakan masjid di Bitung. Tidak boleh ada pengusiran sekelompok orang dari tanahnya hanya karena beda keyakinan.

PSI tidak rela bangsa ini dicabik-cabik iri dan dengki. Kita ini bangsa beradab, kita punya jutaan sawung-sawung untuk bermusyawarah. Kita masih punya dada yang  sangat lapang untuk  mencapai mufakat. Sungguh yang kita butuhkan sekarang adalah Toleransi… toleransi… dan toleransi! Romo Magnis pernah mengatakan “Dalam beragama, kita harus selalu rendah hati. Karena agama datang untuk kebajikan, bukan untuk membuat kerusakan”

Bro dan Sis, Generasi Politik Baru Indonesia!

Tidak mungkin menebar kebajikan dan merawat keragaman jika tidak ada sebuah ikatan diantara unsur-unsur. Mustahil menjadi sebuah kibar Merah Putih yang perkasa, jika warna putih kebajikan dan merahnya keragaman itu tidak kita jahit dengan benang SOLIDARITAS. Bro dan Sis, kitalah benang-benang solidaritas itu, benang dari bahan terbaik bumi Indonesia, benang yang tidak akan mau berkelahi satu dengan yang lainnya. Kita adalah benang-benang yang saling bergandengan tangan menjadi tali, menjadi untaian mutiara mutu manikam, berkilau digaris khatulistiwa.

Inilah Trilogi kelahiran sebuah generasi politik baru. Trilogi perjuangan Partai Solidaritas Indonesia. Trilogi kemanusiaan, trilogi pergolakan kaum muda dan perempuan Indonesia. Trilogi yang menolak kenyataan bahwa bangsa yang begini kaya raya, hanya menjadi bangsa pelengkap dalam peta percaturan dunia baru.

Bro dan Sis Para Benang penjahit Indonesia Baru yang saya cintai!

Sebagai partai baru, PSI tentu harus membawa gagasan dan cara berpolitik yang baru. Karenanya kami sangat ketat dalam rekrutmen pengurus. Pengurus harus berusia di bawah 45 tahun dan belum pernah menjadi pengurus harian partai politik manapun. Inilah komitmen kami terhadap perwujudan KEBARUAN PSI.

Di PSI kami mewajibkan kepengurusan perempuan di atas 40%. Ini merupakan pernyataan politik PSI terhadap persoalan kesetaraan gender di Indonesia. Memang bukan pekerjaan yang ringan. Tapi kami yakin bisa terwujud dengan kerja keras dan disiplin ketat.

Rakyat Indonesia yang kami cintai!

Orang boleh mengatakan, PSI akan bernasib sama dengan pendahulunya. Menebar janji manis di awal, lalu terjebak dalam lingkaran kekuasaan. Berbaik muka di depan, lalu meninggalkan rakyat di ujung cerita. Sebagian bahkan  meremehkan dan nyinyir, “ Bagaimana mungkin membangun partai tanpa donatur?”

Ya betul, kami memang butuh donatur, kami butuh uang. Karena sistem kepartaian ini memang dirancang sedemikian rupa, untuk melanggengkan Status-Quo. Tapi PSI tidak akan mengemis, karena uang bukanlah segalanya. Fundraising penting, namun friendraising jauh lebih penting. Karena dengan friendraising itulah PSI mendapatkan tempat di satu tahun pertama kemunculannya.

PSI memang tidak memiliki media, namun berkat kedekatan perkawanan dengan Bro dan Sis para jurnalis, mereka yang masih setia menjadi pilar utama demokrasi Indonesia, akhirnya berita tentang PSI mulai bertebaran di berbagai media massa nasional dan lokal. Pada malam ini, penghargaan dan terima kasih yang tulus kami ucapakan, kepada Bro dan Sis sahabat kami para jurnalis hebat, yang masih memberi jalan pada kelahiran PSI.

Rakyat Indonesia yang karenanya PSI lahir dan didirikan!

Saya juga akan buka malam ini bahwa kami punya banyak sekali donatur. Di ruangan ini telah hadir 1000 lebih donatur utama PSI. Mereka yang selama setahun ini mendonasikan pikiran, tenaga, kreativitas, dan waktu untuk membangun mimpi ini bersama. Mereka yang tanpa henti, dari 34 Provinsi, 514 Kab/Kota, dari 7.160 Kecamatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka inilah yang senantiasa mengalirkan gagasan dan energi baru pada PSI.

Bro dan Sist ini telah mendonasikan hal yang tidak ternilai, bukan pada takaran Rupiah, tapi berbentuk karya yang tidak sebanding dengan kalkulasi timbangan untung rugi. Jika ada yang mencari donatur PSI, malam ini mereka hadir disini. Jika ada yang menanyakan mengapa Grace Natalie begitu percaya diri? Tidak ada keraguan, karena saya yakin akan selalu ada jutaan tangan, jutaan bahu dan jutaan jiwa,  yang akan ikutserta menanggung beban perjuangan bersama ini.

Hadirin, Bro dan Sist yang saya cintai!

Ada satu orang yang tidak hadir, bukan karena berhalangan. Ketidakhadirannya justru merupakan pernyataan politik terbuka. Bro yang satu ini adalah orang yang pertama percaya kepada kami. Percaya bahwa mimpi PSI bisa menjadi kenyataan jika dijalankan secara konsisten. Saya perkenalkan Ketua Dewan Pembina PSI, Bro Jeffrie Geovanie yang pada malam ini diwakili oleh istri tercintanya, Sist Diana Geovanie.

Ketidahadiran Ketua Dewan Pembina PSI adalah sebuah pernyataan politik kepada publik. Pernyataan bahwa anak-anak muda Indonesia sudah siap tanpa harus menunggu lama. Batas sudah ditetapkan. Sebuah garis demarkasi yang hanya bisa ditegakkan oleh manusia yang meyakini bahwa segala sesuatu haruslah mengenal batas. Kami merasa sangat beruntung, salah satu individu yang mampu menarik batas itu, saat ini menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Hadirin sekalian, Bro dan Sis yang berbahagia!

Disadari atau tidak, saat ini kita sedang hidup dalam era digital. Pada era ini, sahabat yang selalu menyertai kita dimanapun kita berada, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi adalah perangkat elektronik yang kita sebut GADGET.

Harus diakui, gadget bisa membuat manusia menjadi asosial dan cenderung apatis terhadap lingkungannya.Tapi ada cerita lain yang tidak kalah menarik tentang gadget dan era digital ini. Dalam genggaman anda, ada kisah tentang demonstrasi Occupy Wall Street di New York, ada cerita tentang Arab Spring. Gadget yang mungil ini, juga berkisah tentang aksi heroik seorang pelajar muda dalam Umbrella Revolution di Hongkong.

Bro dan Sis yang saya banggakan!

Dunia terus bergerak maju, kita telah masuk ke dalam sebuah bahasa baru, relasi sosial baru, dan juga relasi kekuasaan yang sama sekali baru. Oleh karena itu kita butuh sebuah alat baru untuk menjawab tantangan di zaman baru.

Sebagai partai anak muda kami sadar akan tanda-tanda zaman ini. Beberapa hari yang lalu, berkat dukungan dan kerja keras orang-orang kreatif di dapur PSI, Fanspage Facebook PSI telah mencapai 1 juta Fans, yang artinya adalah terbanyak ketiga dalam urutan partai-partai politik di Indonesia. Hasil ini tidak akan membuat kitra lengah tentunya. 16 November tahun yang akan datang, kita harus memastikan PSI berada di urutan teratas Partai Politik yang paling diminati di media sosial di Indonesia.

Hadirin sekalian, Bro dan Sist yang saya hormati!

Pada Pemilu 2019 mendatang, Indonesia tengah menikmati bonus demografi. Lebih dari 50% pemilih berada pada rentang usia muda. Disanalah PSI mengambil posisi politiknya. PSI berdiri sebagai perwakilan generasi baru, zaman baru, dengan bahasa dan alat yang baru. Generasi Y, Generasi Z, generasi yang dituduh apatis berpolitik, generasi yang dipersalahkan karena Bahasa mereka  tidak memenuhi kaidah Ejaan Yang Disempurnakan. Bersama PSI, generasi baru inilah yang akan unjuk kekuatan, akan unjuk kreatifitas, generasi baru yang telah memilih takdirnya sendiri.

Kita bukan generasi yang hanya bisa menonton dan menunggu sampai kerusakan sudah benar-benar tidak bisa diperbaiki. Kita adalah generasi yang menolak untuk menjadi batu ditengah arus sungai yang kotor. Kita generasi hebat dan keren, generasi yang ingin berenang di arus peradaban yang jernih, bersih dari malware korupsi, jauh dari virus-virus Intoleransi.

Bro dan Sist yang tercinta!

Saya akan mengakhiri pidato ini disini. Dengan segala rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Juga rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Dengan segala kerendahan hati, dengan segala keyakinan pada kekuatan Solidaritas, saya persembahkan bayi politik baru Indonesia Partai Solidaritas Indonesia. Tangisan pertama PSI adalah pernyataan, bahwa PSI telah berdiri mantap di garis START dan siap berkompetisi dalam gelanggang politik Indonesia menuju Pemilu 2019.

Saya gunakan kesempatan baik ini, untuk mengajak seluruh anak muda Indonesia, generasi Y, generasi Z, generasi yang selama ini diabaikan, kepada kalian PSI berbicara malam ini. Bersama seluruh kekuatan perempuan Indonesia,  PSI menunggu solidaritas kalian, kaum muda dan perempuan, solidaritas untuk mempersiapkan sebuah kelahiran baru. Kelahiran Indonesia yang lebih baik.

Jangan pernah tanya berapa yang harus Bro dan Sist donasikan, jangan tanya apa posisi Bro dan Sist kelak di PSI, karena dalam Kamus PSI itu bukanlah pertanyaan penting. Kita semua setara di PSI! Yang paling penting adalah apa yang akan kita dedikasikan untuk bangsa dan Negara ini.

Download terus DNA kebajikan dan keragaman, Upload terus virus Solidaritas Indonesia ke seluruh penjuru negeri. Mari bersama kita tebarkan benih kebajikan, semai terus bunga-bunga keragaman. Karena sesungguhnya, kami bukan siapa-siapa, tanpa kamu semua.

Salam SOLIDARITAS!

Terima kasih Indonesia, Salam Sejahtera, Puji Tuhan, Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

 

 

Tularkan Semangat Optimisme, PSI Bertekad Bersaing di Pemilu 2019
Liputan Liputan Nasional

Tularkan Semangat Optimisme, PSI Bertekad Bersaing di Pemilu 2019

Sembilan pimpinan Partai Solidaritas Indonesia tampil di atas panggung pada acara konsolidasi internal mengawali ajang Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (16/11).

Mereka adalah, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Sekjen Raja Juli Antoni, Bendahara Umum Suci Mayang Sari dan seluruh jajaran Ketua DPP yaitu, Isyana Bagoes Oka, Nova Rini, Satia Chandra Wiguna, Sumardy dan Danik Eka R.

Penampilan pimpinan PSI ini sebagai upaya memompa semangat para kader muda. Kader-kader ini berasal dari seluruh perwakilan provinsi di Indonesia yang mengenakan atribut serba merah.

Grace Natalie menyatakan, acara Kopdarnas merupakan momen untuk memberikan semangat dalam merajut solidaritas dan menjadi bukti untuk memberikan solusi atas kegelisahan anak muda.

“Bro dan Sis berkumpul di sini karena optimisme untuk mengubah menjadi Indonesia lebih baik,” kata Grace.

Sementara, Raja Juli Antoni menjelaskan latar belakang berdirinya PSI karena alasan rasional. “Pilihan kita berpartai adalah atas dasar sesuatu yang rasional dan bukan yang lain,” kata Toni, sapaan akrab Raja Juli Antoni.

Dia menambahkan, dibentuknya PSI dengan keyakinan bahwa demokrasi dan keberadaan partai politik adalah institusi paling berpengaruh di Indonesia pasca Suharto turun.

“Dengan demokrasi semua orang setara, bahkan sosok tukang Kayu seperti Jokowi bisa menjadi presiden, sesuatu yang tidak mungkin ada dalam sistem kerajaan atau khalifah,” kata dia.

Tetapi kehadiran PSI, kata dia, juga merupakan kritik terhadap partai-partai yang ada saat ini yang mengidap gejala gerontokrasi, sentralistik dan perilaku koruptif.

Untuk itu, kata dia, PSI bertekad akan maju dalam Pemilu 2019 untuk menjadikan kekuasaan yang pro-rakyat.

“Kader-kader PSI yang nanti di DPR dan DPRD harus mewujudkan APBN dan APBD untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Partai Solidaritas Maju Verifikasi Pemilu 2019
Liputan Liputan Nasional

Partai Solidaritas Maju Verifikasi Pemilu 2019

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan partainya akan mengikuti proses verifikasi sebagai peserta Pemilu 2019. Menurut dia, partai yang baru genap satu tahun itu telah memeriksa kesiapan teknis dan administrasi di seluruh tingkat kepengurusan.

“Kami telah melengkapi persyaratan administrasi, sekarang ini kami telah mempunyai struktur di 34 Provinsi. Sudah ada struktur kepengurusan di 3715 kecamatan di Indonesia,” kata Raja Juli di Jakarta Convention Center, Senin 16 November 2015.

Partai Solidaritas Indonesia berdiri satu tahun lalu. Partai tersebut mengusung maklumat sebagai kaum muda berpolitik. Mengenai ideologi politik, PSI mengusung unsur kebajikan dan keragaman dalam tubuh partai mereka.

“DNA dalam tubuh kami adalah kebajikan dan keragaman. Kebajikan yaitu anti korupsi dan anti inteloransi. Karena menurut kami jika keduanya tidak diselesaikan dengan baik maka masa depan bangsa akan terancam,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, mengatakan untuk bisa maju dalam Pemilu 2019, partainya harus terlebih dahulu lolos verifikasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan verifikasi di Komisi Pemilihan Umum.

“Hari ini kami menggelar Kopdarnas untuk mengumpulkan kader PSI untuk memacu semangat mereka dalam menghadapi verifikasi tahun depan,” ujar Isyana.

Ketum PSI: Partai Kami Dihidupi 1.000 Donatur
Liputan Liputan Nasional

Ketum PSI: Partai Kami Dihidupi 1.000 Donatur

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hari genap berusia setahun. Partai yang didominasi warna merah itu pun mengadakan acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) yang bertema ‘Setahun Merajut Solidaritas’.

Dalam kesempatan itu dan di hadapan ribuan kadernya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie, curhat soal donasi bagi partainya, yang memang sering ditanya oleh banyak pihak.

“Saya sering ditanya soal donasi partai ini. Betul membangun partai itu butuh uang. Tapi uang itu bukan elemen utama,” ujar Grace saat memberikan pidato di depan ribuan kadernya, di JCC Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Menurut Grace, fund rising itu sangat penting bagi partai, tapi yang paling penting adalah friend rising. “Buktinya sekarang telah hadir 1.000 donatur PSI,” ujar Grace.

Selain itu, mantan presenter TV ini juga bersyukur dan berterima kasih, lantaran bantuan kadernya yang menyumbang dana untuk menghidupkan partainya tersebut.

“Meski partai ini tak punya media. Tapi semua kabar PSI bisa tersiar. Saya mewakili partai pun mengucapkan terima kasih kepada donatur PSI. Tanpa kalian, kami bukan siapa-siapa,” tukas Grace.

Di sisi lain, Grace pun mengajak para kadernya terus melakukan kebajikan untuk semua manusia. Hal ini menurut dia penting, sebagai salah satu landasan berpijak partainya.

“Krisis kebajikan jauh lebih berbahaya dari krisis ekonomi. Apa jadinya bonus populasi Indonesia, jika diisi orang tidak baik,” pungkas Grace.

PSI Bertekad Mengubah Indonesia Jadi Lebih Baik
Liputan Liputan Nasional

PSI Bertekad Mengubah Indonesia Jadi Lebih Baik

Perhelatan Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (16/11), diawali dengan konsolidasi internal.

Berbeda dengan acara partai politik umumnya, PSI mencoba mengemas pertemuan akbar itu secara informal, energik, dan berjiwa muda. Ribuan kader PSI yang memenuhi Assembly Hall JCC mengenakan pakaian serbamerah.

Sembilan pimpinan DPP PSI tampil di atas panggung untuk memompa semangat para kader. Ketua Umum PSI Grace Natali, Sekjen Raja Juli Antoni, Bendahara Umum Suci Mayang Sari dan seluruh jajaran Ketua DPP yaitu, Isyana Bagoes Oka, Nova Rini, Satia Chandra Wiguna, Sumardy dan Danik Eka R tampil membakar semangat anak-anak muda yang hadir.

Grace Natalie dalam orasinya menyatakan, Kopdarnas merupakan momen untuk memberikan semangat dalam merajut solidaritas dan menjadi bukti untuk memberikan solusi atas kegelisahan anak muda. “Bro dan Sis berkumpul di sini karena optimisme untuk mengubah menjadi Indonesia lebih baik,” kata Grace.

Raja Juli Antoni menjelaskan latar belakang berdirinya PSI. “Pilihan kita berpartai adalah atas dasar sesuatu yang rasional dan bukan yang lain,” ungkap Toni dengan berapi-api. Menurut dia, PSI didirikan dengan keyakinan bahwa demokrasi dan keberadaan partai politik adalah institusi paling berpengaruh di Indonesia pascaSuharto turun.

“Dengan demokrasi semua orang setara, bahkan sosok tukang Kayu seperti Jokowi bisa menjadi presiden, sesuatu yang tidak mungkin ada dalam sistem kerajaan atau khalifah,” cetus Toni.  

Kehadiran PSI, kata dia, juga merupakan kritik terhadap partai-partai yang ada saat ini yang mengidap gejala gerontokrasi, sentralistik dan perilaku koruptif. Untuk itu, kata dia, PSI bertekad akan maju dalam Pemilu 2019 untuk menjadikan kekuasaan yang pro-rakyat. “Kader-kader PSI yang nanti di DPR dan DPRD harus mewujudkan APBN dan APBD untuk kesejahteraan rakyat,” tegas dia.

Lewat Kopdarnas, PSI Rajut Solidaritas Anak Muda
Liputan Liputan Nasional

Lewat Kopdarnas, PSI Rajut Solidaritas Anak Muda

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan konsolidasi internal dengan menggelar ajang Kopi Darat Nasional (Kopdarnas).

Kegiatan tersebut disambut antusias para kader PSI yang memenuhi Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Senin (16/11/2015).

Kader PSI yang didominasi kaum muda, kompak mengenakan pakaian serba merah.

Demi memompa semangat seluruh kader, sembilan pemimpin DPP PSI tampil di atas panggung. Mereka adalah, Ketua Umum PSI Grace Natali, Sekjen Raja Juli Antoni, Bendahara Umum Suci Mayang Sari dan seluruh jajaran Ketua DPP yaitu, Isyana Bagoes Oka, Nova Rini, Satia Wiguna, Sumardy dan Danik Eka R.

Dalam sambutannya, Grace Natalie mengatakan, acara Kopdarnas merupakan momen untuk memberikan semangat dalam merajut solidaritas dan menjadi bukti untuk memberikan solusi atas kegelisahan anak muda.

“Bro dan Sis berkumpul di sini karena optimisme untuk mengubah menjadi Indonesia lebih baik,” kata Grace.

Sementara, Raja Juli Antoni menjelaskan latar belakang berdirinya PSI karena alasan rasional. “Pilihan kita berpartai adalah atas dasar sesuatu yang rasional dan bukan yang lain,” kata Toni.

Toni menuturkan, dibentuknya PSI dengan keyakinan bahwa demokrasi dan keberadaan partai politik adalah institusi paling berpengaruh di Indonesia pasca Suharto turun.

“Dengan demokrasi semua orang setara, bahkan sosok tukang Kayu seperti Jokowi bisa menjadi presiden, sesuatu yang tidak mungkin ada dalam sistem kerajaan atau khalifah,” kata dia.

Tetapi kehadiran PSI, lanjut dia, juga merupakan kritik terhadap partai-partai yang ada saat ini yang mengidap gejala gerontokrasi, sentralistik dan perilaku koruptif. Untuk itu, PSI bertekad akan maju pada Pemilu 2019 untuk menjadikan kekuasaan yang pro-rakyat.

“Kader-kader PSI yang nanti di DPR dan DPRD harus mewujudkan APBN dan APBD untuk kesejahteraan rakyat,” harap dia.

Tak lupa, Toni juga menyampaikan walaupun tidak mempunyai media massa, seperti partai-partai lain, namun partai ini sudah mendapat perhatian sendiri dan sejumlah media massa nasional.

 

MAKLUMAT SOLIDARITAS
Galeri PSI Pernyataan Sikap DPP PSI

MAKLUMAT SOLIDARITAS

Hari ini 16 November 2015 telah diselenggarakan Kopi Darat Nasional (KOPDARNAS) PSI ke-I bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. KOPDARNAS PSI diikuti oleh pengurus PSI dari seluruh Indonesia.  DPP PSI sebagai pengambil kebijakan eksekutif tertinggi telah memimpin langsung jalannya pertemuan yang dilaksanakan dari pukul 14.00 WIB tadi. Acara berlangsung dalam suasana Solidaritas yang tinggi. 

KOPDARNAS ini telah berhasil melakukan evaluasi perjalanan satu tahun PSI. Selain itu, juga dilakukan analisa peluang dan tantangan PSI di masa yang akan datang, serta pengamatan situasi  nasional. Dengan segala kesadaran dan kebulatan tekad yang utuh, sore hari ini PSI merasa penting untuk mengambil posisi politik di garis awal 1 tahun berdirinya PSI. Sikap dan pernyataan politik ini kami tuangkan dalam sebuah Maklumat Solidaritas sebagai berikut:

MAKLUMAT INTERNAL

PSI SIAP PEMILU 2019. Setelah memeriksa kesiapan teknis dan adminitrasi seluruh tingkat kepengurusan PSI hingga Kecamatan, maka hari ini PSI menyatakan Siap meloloskan PSI  sebagai peserta Pemilu 2019. Tidak hanya itu, PSI juga siap memenangkan Pemilui 2019.

Ubah dirimu sebelum  mengubah dunia!  Sebagai partai baru, kepada seluruh kader diwajibkan mentaati segala prinsip dan aturan organisasi. Disiplin dalam perkataan dan perbuatan, fokus pada tujuan dan kreatif dalam bekerja adalah syarat dan juga kunci utama keberhasilan PSI menuju Pemilu 2019. Tunjukkan keadaban sipil yang dimulai dari Partai Solidaritas Indonesia.

Pengurus Partai dan Pengurus Rakyat! PSI harus dipastikan bersih dari praktek-praktek korupsi. Demi mencegah tumbuhnya benih-benih koruptif, maka PSI secara tegas menganut pemisahan sistem administrasi partai dan sistem politik. Seluruh kader PSI harus menentukan akan menjadi pengurus Partai atau Politisi PSI. PSI harus diurus oleh orang-orang professional bekerja penuh, dan ahli dalam bidang manajemen, keuangan dan administrasi partai. Sementara Politisi PSI diwajibkan untuk fokus mengurus tanggung jawab utamanya, yakni:  mendengar, mencatat, berbicara, berpeluh, bekerja mengurus Rakyat. Tidak ada satu orang pun yang akan menikmati dua kewenangan: Pengurus Partai dan Pengurus Rakyat.

Solidaritas Melawan Korupsi dan Intoleransi! Mulai hari ini, seluruh Kader PSI dimanapun anda berada harus terus menyebarkan virus Solidaritas ini. PSI sadar musuh utama dari kehidupan bangsa ini adalah perilaku Korupsi dan Intoleransi. Karena itu kader PSI diwajibkan untuk berdiri di garis paling depan melawan korupsi dan intoleransi.

Menjadi Partai Orang Baik untuk Orang Baik! Kader PSI ditugaskan untuk mencari sebanyak mungkin orang baik di daerah masing-masing untuk kita jadikan pemimpin di semua tingkat pemerintahan. PSI akan memberikan sumbangannya bagi bangsa ini dengan menyumbangkan sebanyak mungkin pemimpin-pemimpin baik bagi Indonesia. Sehingga bonus populasi Indonesia juga berarti semakin banyaknya orang-orang baik di Republik ini. Apalah arti usia produktif dan bonus populasi jika lebih banyak diisi oleh Koruptor produktif dan kelompok intoleran. Sebagai bukti dukungan kami kepada orang-orang baik tersebut, jika suatu saat dipercaya rakyat untuk masuk menjadi eksekutif (Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota), kader partai harus segera dibebas tugaskan dari PSI dan harus fokus melayani rakyat.

MAKLUMAT EKSTERNAL

Kami Muda Kami Berpolitik. Kami Terlahir Kembali !  PSI memang partai baru, namun bukan gagasan yang baru. Kami adalah gagasan yang menjadi tali pengikat NKRI ketika di proklamasikan 17 Agustus 1945. Bahkan kami kata solidaritas yang sama dengan yang dibicarakan Tjokroaminoto, Bung Karno, Bung  Hatta, Bung Sjahrir, Tan Malaka, Wahid Hasyim, Achmad Dahlan, Agus Salim, Sam Ratulangi dan seluruh pejuang kemerdekaan Indonesia tentang berdirinya satu bangsa yang bersatu dengan diikat oleh tali solidaritas kebangsaan menuju Indonesia adil dan makmur.  Maka hari ini kami kembali hadir membawa mandat sejarah yang sama: menjalin solidaritas kaum muda dan perempuan Indonesia. Untuk mencapai cita-cita keadilan dan kemakmuran itu, kami memilih menempuh jalan politik elektoral dengan memenangkan PEMILU 2019 yang akan datang.

Mengambil Jalan Sendiri! Tanpa menjadi bagian dari kekuatan politik manapun. Tanpa menjadi Partai yang hanya dimiliki oleh segelintir orang dan tanpa berkoalisi dengan kekuatan politik manapun. Maka PSI mengambil jalan sendiri dengan segala keterbatasan yang ada untuk berdiri sendiri, terbebas dari afiliasi politik manapun. Karena kami adalah kelahiran solidaritas baru. Kami adalah masa depan, bukan bagian dari masa lalu.

Terdepan Membela Kaum Muda dan Perempuan. PSI terdiri dari anak-anak muda dibawah 45 tahun, yang belum pernah bergabung di partai politik apapun sebelumnya. Kami adalah kumpulan yang setara, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, saling bahu membahu. Kami juga diwajibkan memahami arti dan praktek kesetaraan dan keadilan gender. Karenanya kami mewajibkan diri kami sendiri untuk mencari sebanyak mungkin perempuan yang ingin bergabung. Salah satu bentuk nyata dukungan PSI adalah tidak hanya memperjuangkan 30% kuota caleg perempuan. Tapi PSI akan memperjuangkan kuota 30% kursi parlemen untuk perempuan. Bagi PSI ini adalah prinsip yang tidak bisa kami langgar.

Terdepan Melawan Korupsi dan Intoleransi. Semakin hari kasus korupsi telah meluas dan sistematis. Anggaran publik seakan tabungan sendiri yang digunakan untuk membayar hutang budi politik selama kampanye. Korupsi adalah kejahatan terorganisir yang harus diperangi oleh seluruh rakyat Indonesia. Para koruptor harus dihukum seberat-beratnya. Dalam hal intoleransi, pemerintah seakan melakukan pembiaran terhadap apa yang dilakukan beberapa kelompok mayoritas terhadap minoritas keyakinan untuk memaksakan nilai dan keyakinan mereka sendiri. Toleransi adalah syarat mutlak berlangsungnya perdamaian di bumi yang bumi, tanah dan lautnya kaya raya berlimpah. Inilah salah satu tugas kami ke depan. Untuk itu PSI menyatakan diri sebagai gerakan yang menyediakan diri dan kadernya untuk berdiri di garis paling depan dalam menebar benih kebajikan dan merawat keragaman. Sungguh tidak mungkin mengakui NKRI tanpa mengakui keragaman Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintahan Jokowi agar Menetapkan Korupsi dan Intoleransi sebagai Ancaman Nasional! Sebuah dosa yang paling membahayakan adalah ketika dosa tersebut telah diadopsi sebagai gaya hidup. Korupsi seakan dianggap sebagai gaya hidup. Biaya hidup yang lebih tinggi dari pendapatan para pejabat publik sudah dilihat sebagai kelaziman yang dzolim. Begitu juga dengan pembangkangan massal terhadap konstitusi, bahkan pembiaran ketika hak warga negara untuk berkeyakinan diinjak-injak. Pelarangan beribadah, pengusiran dari tanah hak miliknya hanya karena perbedaan kepercayaan dan keyakinan. Ini adalah “tanda bahaya” yang harus segera ditindak tegas. Pemerintah tidak boleh tinggal diam, legitimasi pemerintahan adalah konstitusi. Ketika ada yang mencoba mengabaikan konstitusi dengan melanggar hak warga negara lain dan menerbitkan Perda-perda yang bertentangan dengan induk hukum Republik Indonesia, maka ini adalah ancaman bagi NKRI. Presiden Jokowi jangan menunggu ada nyawa melayang dan semakin banyak korban berjatuhan.  Jokowi jangan menunggu kejadian seperti Paris terjadi disini. Segera, sekarang juga PSI mendesak pemerintah Jokowi untuk menetapkan Korupsi dan Praktek Intoleransi sebagai ancaman nasional.
 
Demikian Maklumat ini kami sampaikan. Maaf jika ada kekuarangan. Jayalah Solidaritasku Jayalah Indonesiaku

Jakarta, 16 November