Luncurkan Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak, PSI Tunjuk Karen Idol Jadi Koordinator
Siaran Pers

Luncurkan Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak, PSI Tunjuk Karen Idol Jadi Koordinator

RILIS MEDIA
Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluncurkan Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak. Sementara finalis Indonesian Idol musim pertama sekaligus penyintas KDRT, Karen Pooroe, didapuk menjadi Koordinator Komite.

“Hari ini, kami meluncurkan Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak. Ini adalah gugus tugas PSI agar lebih banyak lagi perempuan dan anak korban kekerasan yang bisa dibantu hak-haknya. Sis Karen kita percayai sebagai Koordinator Komite,” kata Plt. Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis 17 Juni 2021.

Dea menambahkan, pertimbangan penunjukan Karen sebagai koordinator adalah karena finalis Indonesia Idol 2004 itu seorang penyintas KDRT yang berani melawan penindasan dan memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.

Selain tetap menekuni dunia tarik suara, belakangan ini Karen juga aktif mengadvokasi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Kami melihat Sis Karen adalah sosok yang berani, peduli dan gigih memperjuangkan nasib perempuan dan anak korban kekerasan. Pengalaman pahit sebagai penyintas KDRT dan juga seorang Ibu yang kehilangan anak, tidak membuatnya terpuruk berkepanjangan, justru berubah menjadi kekuatan untuk menolong perempuan dan anak yang juga mengalami pengalaman yang sama dengan Sis Karen,” tambah akademisi dan praktisi hukum itu.

Dea pun menyebut, Komite Solidaritas Perempuan dan Anak ini inklusif atau terbuka bagi partisipasi masyarakat luas. Masyarakat yang ingin bersinergi dan sama-sama peduli dengan nasib perempuan dan anak korban kekerasan, bisa bergabung ke dalam komite.

“Pastinya komite ini terbuka bagi partisipasi masyarakat luas yang ingin sama-sama melindungi perempuan dan anak. Tanpa keterlibatan publik, agenda perlindungan perempuan dan anak akan jalan di tempat. Oleh karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya kepada publik yang ingin berpartisipasi. Di komite, Kita lakukan apa yang bisa kita perbuat untuk membantu perempuan dan anak,” imbuhnya.

Atas tugas barunya itu, Karen merasa mendapat kesempatan dan dia berkomitmen untuk bisa lebih banyak membantu perempuan dan anak korban kekerasan. Dia pun meminta dukungan dari masyarakat luas.

“Tentunya, saya bersyukur dan melihat ini sebagai sebuah kesempatan sekaligus tantangan. Saya berkomitmen akan membantu lebih banyak lagi perempuan yang bernasib sama dengan saya, jangan lagi ada perempuan dan anak yang jadi korban penindasan atau kekerasan seperti yang sama alami. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat agar saya bisa menjalankan tugas baru ini dengan sebaik mungkin,” papar penyanyi berdarah Maluku itu.

Selain Karen, Jubir DPP PSI Bidang Perempuan dan Anak, Imelda Berwanty Purba, dan Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, masuk dalam susunan komite.

Dalam konferensi pers itu, juga diputar video berisi testimoni seorang ibu korban kekerasan yang pernah dibantu Karen. Perempuan berinisial T itu, sempat terpisah selama 2 tahun dan tak bisa menemui sang anak yang dibawa ayahnya (mantan suami T). Berkat bantuan Karen, T bisa berkumpul lagi dengan sang anak.

“Sebenarnya saya juga malu ya ada orang sebaik itu, di dalam keadaan sesedih-sedihnya, dia masih sempat memikirkan saya. Masih sempat meluangkan waktunya, di saat dia juga lagi sibuk ngurus kasusnya dia, itu yang saya… Ya Allah mungkin sudah jalannya saya ketemu orang sebaik Mbak Karen,” ucap warga Cilandak, Jakarta Selatan itu.

Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mendukung penuh langkah Karen Pooroe sebagai aktivis perlindungan perempuan dan anak. Dia juga berharap, transformasi Karen dari penyintas menjadi aktivis itu, mendorong perempuan lain untuk menolak dan melawan KDRT.

“Harapannya adalah, bahwa dari kasus yang dialami Karen Pooroe ini menjadi inspirasi kaum perempuan agar menolak KDRT. Ini adalah penting sekali. Oleh karena itu, saya mendukung -dengan pengalaman nyata dari Ibu Karen ini- Ibu Karen sekarang yang terus berjuang sebagai aktivis perempuan dan anak, dan akan terus dilakukan di tengah-tengah masyarakat,” kata dia dalam video testimoni itu.

Senada dengan Arist, Kak Seto pun berharap pengalaman Karen sebagai penyintas dan aktivis bisa menginspirasi kaum perempuan untuk berani menyuarakan hak-hak mereka, terutama ketika perempuan mengalami korban kekerasan.

“Ke depannya saya juga berharap banyak kaum ibu yang berani menyuarakan suara-suara kaum perempuan, belajar atau terinspirasi oleh pengalaman-pengalaman luar biasa dari Ibu Karen. Secara pribadi, saya pun banyak belajar dari beliau, terutama dalam ketegaran dan ketabahan menghadapi berbagai cobaan, sehingga tetap senyum, tegar, penuh rasa syukur dan kemudian mendorong untuk bisa menjadi pejuang-pejuang yang membela hak-hak dari kaum yang sama mengalami pengalaman-pengalaman negatif seperti itu,” ujar tokoh perlindungan anak-anak itu.

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, Bendahara Umum DPP PSI Suci Mayang Sari, Direktur Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP PSI Imelda Berwanty Purba, anggota DPRD Provinsi Banten dari PSI Maretta Dian Arthanti, Ketua DPD PSI Kota Bekasi Tanti Herawati, dan sejumlah kader perempuan PSI lainnya itu, sekaligus menandai bergabungnya Karen Pooroe ke PSI.

Narahubung: Dina 0852 1517 7725

Karen Idol Kini Bergabung dengan PSI
Siaran Pers

Karen Idol Kini Bergabung dengan PSI

Karen Pooroe atau Karen Idol menyatakan diri terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Karen pun berterima kasih kepada PSI yang telah menyambutnya.

“Terima kasih untuk PSI sudah menyambut dan menerima saya, dan mudah-mudahan jalan kita ke depan lancar, komitmen, dan solidaritas melindungi anak dan perempuan ini,” kata Karen di DPP PSI, Jakarta, Kamis (17/6).

Karen mengungkapkan, interaksinya dengan sejumlah anggota PSI dalam membantu korban kasus kekerasan pada anak dan perempuan membuatnya mantap untuk bergabung dengan PSI.

“PSI itu punya passion dan tujuan dan cita-cita yang sangat baik untuk menangani kasus-kasus perlindungan perempuan dan anak. Satu visi dengan kasus yang saya tangani. Kebetulan saya salah satu penyintas,” tuturnya.

Selain itu, keinginan Karen untuk terus membantu korban kekerasan pada anak dan perempuan tidak bisa dilakukan sendiri. Sehingga ia bergabung dengan PSI agar bisa lebih maksimal membantu korban.

“Karena saya sadar banyak keterbatasan untuk berjuang. Saya secara pribadi enggak mungkin dengan kekuatan saya sendiri. Jadi saya memutuskan untuk bersama-sama dengan PSI,” pungkasnya.

Karen Pooroe atau Karen Idol merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan mantan suaminya, Arya Satria Claproth. Arya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini kasusnya masih berjalan.

Sumber : https://kumparan.com/kumparannews/karen-idol-kini-bergabung-dengan-psi-1vxXxtbDzVZ/full

Jadi Kader PSI, Karen Idol Pengin Perjuangkan Ini
Siaran Pers

Jadi Kader PSI, Karen Idol Pengin Perjuangkan Ini

jpnn.com, JAKARTA – Penyanyi Karen Idol menutuskan untuk terjun ke politik dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pemilik nama asli Karen Theresia Pooroe berharap dengan bergabungnya di PSI bisa membantu korban kasus kekerasan pada anak dan perempuan. “Mudah-mudahan jalan ke depan lancar, komitmen dan solidaritas melindungi anak dan perempuan ini,” kata Karen di DPP PSI, Jakarta, Kamis (17/6).

Menurut Karen, PSI memiliki passion dan tujuan dan cita-cita yang sangat baik untuk menangani kasus-kasus perlindungan perempuan dan anak.

“Satu visi dengan kasus yang saya tangani. Kebetulan saya salah satu penyintas,” tuturnya. Dia menyadari bahwa membantu para korban kekerasan tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga dia bergabung dengan PSI.

“Saya sadar banyak keterbatasan. Saya secara pribadi enggak mungkin dengan kekuatan saya sendiri,” ujarnya. Karen sebelumnya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) saat masih menikah dengan Arya Satria Claporth. (jlo/jpnn)

Sumber : https://www.jpnn.com/news/jadi-kader-psi-karen-idol-pengin-perjuangkan-ini

Jutaan Data Pribadi Bobol, PSI Minta Semua Instansi Perkuat Keamanan Data
Siaran Pers Sikap PSI

Jutaan Data Pribadi Bobol, PSI Minta Semua Instansi Perkuat Keamanan Data

Menyusul ditawarkannya ratusan juta data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) di situs darkweb Raid Forums, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta semua instansi yang memegang data pribadi WNI untuk lebih memperkuat keamanan basis datanya. Demikian disampaikan Juru Bicara PSI, Sigit Widodo, Jumat (21/5/2021).

Peretas dengan nama akun “kotz” yang membobol database ini mengaku memiliki 279 juta data pribadi WNI dan 20 juta di antaranya dilengkapi foto. “Dia memberikan satu juta sampel data untuk dicek kebenarannya,” ujar Sigit.

Sigit yang sebelum bergabung dengan PSI menjabat sebagai Direktur Operasional Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ini mengaku tidak percaya kotz memiliki ratusan juta data seperti klaimnya. “Dari satu juta sampel data yang disebarkan, kami cek untuk data Nomor Induk Kependudukan saja hanya ada sekitar 60 ribuan,” ujarnya.

Karena itu, Sigit juga tidak percaya kalau data ini diretas dari basis data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) seperti yang banyak dituduhkan di media sosial. “Kalau memang yang diretas database BPJS, setidaknya minimal data NIK-nya lengkap,” kata Sigit.

Menurut Sigit, karena ada data nomor BPJS, data yang dimiliki kotz bisa saja berasal dari data rumah sakit rekanan BPJS atau hasil rekayasa sosial. “Banyak kemungkinan, dan sebaiknya ada penyelidikan serius terkait tersebarnya jutaan data pribadi ini,” ungkapnya.

Sigit mengatakan, kejadian ini harus menjadi peringatan untuk semua pihak. “Ini peringatan agar kita semua memperkuat kemanan data, terutama untuk pihak-pihak yang memegang data pribadi WNI, baik swasta maupun instansi pemerintah. Ini juga sekaligus desakan kepada kawan-kawan kita di DPR untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi,” ujar Sigit.

Selain memperkuat keamanan semua database, PSI berharap pemerintah bisa menjelaskan masalah ini secara terbuka kepada publik. “Cukup menarik karena kasus ini muncul di saat yang bersamaan dengan Kominfo menggulirkan program literasi digital. Kasus ini harus diusut tuntas dan dibuka secara transparan kepada masyarakat. Jangan sampai kasus ini dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas pemerintah di bidang keamanan digital,” pungkasnya.

Kecam Kekerasan Israel, Minta Dialog Diutamakan
Siaran Pers Sikap PSI

Kecam Kekerasan Israel, Minta Dialog Diutamakan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam pengusiran warga Palestina dari Sheikh Jarrah, tindak kekerasan di lingkungan Masjid Al-Aqsa, dan serangan roket ke wilayah Gaza.

“Kami mengecam keras tindakan tidak berperikemanusiaan oleh Israel tersebut. Sudah selayaknya Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan untuk mencegahnya berkelanjutan,” kata Juru Bicara DPP PSI, Dara Nasution, dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Mei 2021.

PSI juga mendorong pemerintah Republik Indonesia dapat terus mengajak dunia internasional melakukan upaya menghentikan kekerasan dan memastikan ada perlindungan terhadap warga Palestina di sana.

“Selanjutnya, harus terus diupayakan dialog untuk memecahkan persoalan secara damai dan bermartabat. Ketika tentara dan senjata digerakkan, korban pertama adalah rakyat sipil yang tidak bersalah,” lanjut Dara yang sedang studi di Oxford University tersebut.

Situasi di Palestina semakin memanas dalam beberapa hari terakhir. Senin kemarin, Israel melancarkan tembakan roket dan serangan udara ke wilayah Palestina. Ini menyebabkan 20 warga Gaza tewas.

Sebelumnya, pihak keamanan Israel menyerang warga Palestina yang melakukan Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, ada juga upaya berupaya mengusir warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Kejahatan Luar Biasa, Penyalahgunaan Otoritas di Bandara Harus Dihukum Maksimal
Siaran Pers Sikap PSI

Kejahatan Luar Biasa, Penyalahgunaan Otoritas di Bandara Harus Dihukum Maksimal

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan pemerintah untuk terus meningkatkan pengawasan di pintu masuk ke Indonesia, terutama bandara, terkait upaya mencegah penyebaran Covid-19. Ada beberapa kasus yang mengindikasikan lemahnya pengawasan. Misalnya, kasus penggunaan alat rapid test bekas di Bandara Kualanamu dan lolosnya WNI dari India di Bandara Soekarno-Hatta.

“Dua kejadian itu tergolong kejahatan luar biasa. Di masa pandemi, membiarkan orang asing masuk tanpa menjalani karantina dan ada pihak yang menggunakan alat rapid test bekas jelas sangat membahayakan keselamatan rakyat, “ kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Senin 10 Mei 2021.

Kejahatan semacam itu, menurut PSI, adalah kejahatan luar biasa, setara dengan korupsi dan terorisme karena membahayakan keamanan nasional dan keselamatan rakyat.

“Menimbang skala kejahatannya, para pelaku harus dihukum seberat-seberatnya. Jangan ada ampun. Sekali saja diberi hukuman ringan, para calon pelaku berikutnya akan melaksanakan rencana mereka,” kata Isyana.

Pada akhir April lalu, seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD menyerahkan uang ke para oknum yang mengaku petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19. Padahal, JD baru tiba dari India.

Sementara, di Banda Kualanamu, Sejumlah pegawai Kimia Farma menggunakan alat rapid test antigen. Motifnya adalah mengambil keuntungan. Praktik pidana ini berlangsung selama berbulan-bulan sampai dibongkar akhir April lalu.

“Dengan hadirnya-kasus tersebut, pemerintah harus bekerja ekstra keras dan tegas. Tidak boleh lagi kecolongan lagi. Tutup semua potensi penyalahgunaan, cek dan perbaiki sistem pengawasan,” lanjut Isyana.

Tidak bisa disangkal, di masa sulit seperti pandemi ini, tetap saja ada pihak-pihak yang ingin menangguk keuntungan secara melawan hukum.

“Menyadari hal itu, pihak otoritas dan aparat hukum tak boleh lengah sedikit pun, harus bekerja ekstra keras, tidak boleh bekerja dengan pola pikir normal,” pungkas Isyana.

PSI Minta “Mafia Kedatangan Tanpa Karantina” Dihukum Berat
Siaran Pers

PSI Minta “Mafia Kedatangan Tanpa Karantina” Dihukum Berat

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam munculnya mafia yang mengatur kedatangan orang ke Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka masuk tanpa harus menjalani karantina.

“Kami sangat menyayangkan Ditjen Imigrasi yang kecolongan dalam soal ini. Ini tergolong kejahatan luar biasa. Di masa pandemi, membiarkan orang asing masuk tanpa menjalani karantina sangat membahayakan keselamatan rakyat, “ kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Rabu 28 April 2021.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD diduga menyerahkan uang ke oknum yang mengaku petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19. Padahal, JD baru tiba di Indonesia setelah kembali dari India.

Polisi telah menangkap 2 petugas Bandara Soetta yang meloloskan JD. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menyebut kedua pelaku menggunakan kartu pas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta saat meloloskan JD.

Terkait itu, PSI meminta pihak kepolisian mengusut kejadian ini sampai tuntas dan membawanya ke pengadilan, termasuk indikasi penggunaan Kartu Dinas Disparekraf DKI Jakarta.

“Para pelakunya harus dihukum seberat-seberatnya. Dampak buruk tindakan mereka tidak main-main, nyaris setara dengan aksis terorisme. Usut tuntas termasuk indikasi penggunaan Kartu Disparekraf DKI Jakarta,” ujar Isyana.

Kemudian, PSI meminta Ditjen Imigrasi meningkatkan kewaspadaan agar kejadian semacam ini tidak terulang, di seluruh akses masuk ke Indonesia.

“Ini situasi luar biasa. Pihak Imigrasi juga harus berupaya ekstra keras untuk mencegah kedatangan orang-orang yang membawa virus Corona ke Indonesia. Jangan sampai kecolongan lagi. Upaya menghadang laju penularan Covid-19 bisa terganggu,” pungkas Isyana.

Terkait Keterlibatan Azis Syamsuddin, PSI: Permainan Makelar Politik Kelas Kakap!
Siaran Pers

Terkait Keterlibatan Azis Syamsuddin, PSI: Permainan Makelar Politik Kelas Kakap!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin telah mempermalukan lembaga wakil rakyat. Keterlibatannya dalam kasus dugaan suap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mempengaruhi citra DPR sebagai lembaga tinggi negara.

“Ini kasus yang benar-benar melukai hati kita semua. Seorang wakil ketua DPR memfasilitasi pertemuan pihak-pihak yang diduga melakukan persekongkolan terlarang. DPR makin tidak berwibawa, citranya makin ambyar, jadi sarang makelar politik kelas kakap,” kata Juru Bicara DPP PSI, Faldo Maldini, dalam keterangan tertulis, Selasa 27 April 2021.

Faldo menilai anggota DPR yang lama di Komisi III pasti tahu pantangan yang tidak boleh dilakukan KPK. Lembaga anti rasuah tersebut punya peraturan internal yang melarang penyidik dan pegawai bertemu pihak yang akan diperiksa.

“Anggota DPR RI yang lama di komisi III, kayak Bang Azis seperti pedang bermata dua. Dia tahu hukum semuanya, namun di sisi lain, paham juga siasat-siasatnya. Jadi, tinggal pilih yang mana. Jangan hanya berhenti di Bang Azis, tapi ungkap juga siapa politisi-politisi lainnya yang suka dagang pengaruh begini,” kata Faldo.

Faldo menilai MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) punya peran strategis. Menurutnya, citra lembaga perwakilan harus diselamatkan.

“Bahaya, kalau kepercayaan masyarakat makin merosot terhadap DPR. Pemerintahan makin tidak efektif. Ini masalahnya pimpinan yang diduga langgar kode etik. Periode sebelumnya, pimpinan kena dua orang. Ini momentum buat MKD mengembalikan kepercayaan publik,” tambah Faldo.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengenalkan Robin dengan Syahrial terkait suap untuk kasus dugaan jual-beli jabatan.

Robin dinyatakan sudah menerima Rp 1,3 miliar dari Syahrial. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

PSI Kritik Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Wisata Mistis
Siaran Pers

PSI Kritik Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Wisata Mistis

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk mengembangkan wisata mistis atau ghost tourism.

“Kita tahu, Menteri Sandi telah keliling indonesia, tanpa lelah, berupaya menghidupkan pariwisata di tengah situasi sulit. Namun rencana wisata mistis adalah sebuah kemunduran besar, tidak masuk akal. Pada masa ketika rasionalitas seharusnya dikedepankan, kok malah mau menjual ide-ide yang sangat berbau takhayul,” kata Juru Bicara DPP PSI, Sigit Widodo, dalam keterangan tertulis, Senin 26 April 2021.

Sigit melanjutkan, Indonesia punya banyak destinasi wisata dengan keindahan alam, keelokan budaya, dan nilai historis.

“Semua itu layak disuguhkan ke para wisatawan tanpa harus melecehkan rasionalitas. Negeri kita sungguh kaya dengan selling point semacam itu. Tak perlu menjual hal-hal berbau takhayul,” lanjut Sigit.

Sigit memungkasi, keunggulan-keunggulan tersebut tinggal dikemas dengan baik dalam hal promosi. Lalu, infrastrukturnya dibenahi secara serius agar wisatawan bersedia datang.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan akan mengembangkan wisata mistis atau ghost tourism.

“…Indonesia itu terkenal hantunya paling menakutkan, dulu ada Dread Out, salah satu game yang di-develop orang Bandung itu menang, karena hantu kita paling menakutkan. Kita lagi cari cara sih segala macam yang bisa kita lakukan untuk ngeboost ghost tourism ini dalam bingkai pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Cegah Penyebaran Covid-19, PSI Minta Akses Masuk dan Keluar India Ditutup
Siaran Pers

Cegah Penyebaran Covid-19, PSI Minta Akses Masuk dan Keluar India Ditutup

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Perhubungan RI, dan pihak terkait lain untuk segera menutup arus manusia dari dan ke India. Ini untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Kita tahu sedang ada ledakan angka positif Covid-19 dan munculnya varian virus baru di India. Lalu, Kementerian Kesehatan RI menyatakan, banyak warga India masuk ke wilayah kita. Ini perlu direspons sesegera mungkin. Tutup semua akses dari dan ke India,” kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Jumat 23 April 2021.

“Rakyat kembali diminta tidak mudik dalam liburan Idul Fitri tahun ini. Upaya ini bisa buyar kalau arus manusia dari India tidak ditutup. Untuk sementara, apa boleh buat, PSI meminta akses tersebut ditutup sampai situasi di sana benar-benar terkendali. Kita harus memperhitungkan semua potensi yang bisa membuat angka positif Covid-19 melonjak di Indonesia,” lanjut Isyana.

Juga jangan sampai program vaksinasi yang sudah berjalan lancar dan mahal, ujar Isyana, gagal karena kita tidak serius menjaga pintu keluar dan masuk.

Khusus untuk warga negara Indonesia yang baru pulang dari India, kata Isyana, wajib menjalani pemeriksaan intensif dan masuk karantina ketat selama beberapa waktu. Ketika dinyatakan benar-benar sehat, baru diperkenankan pulang ke rumah.

Kemenkes RI mengungkap banyak WN India yang ramai-ramai masuk ke Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia untuk menghindari Covid-19 yang meledak kembali di sana.

“Ada kedatangan WNI dan WNA dari India, masuk ke Indonesia, banyak sekali,” kata Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat, di Pekanbaru, Rabu (22/4/2021).

Kamis kemarin, India mencatat rekor baru dalam pandemi dengan melaporkan 314.835 kasus Covid-19 dalam sehari. Laporan tersebut menandai jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia sejak pandemi.

Gelombang kedua Covid -19 melanda India sejak awal April. Ini dipicu penyelenggaraan pemilu, sejumlah acara keagamaan yang melibatkan banyak orang, dan kendornya pelaksanaan protokol kesehatan.