Grace Natalie: Wawancara Bukan Tahap Akhir Konvensi Pilkada PSI
Siaran Pers

Grace Natalie: Wawancara Bukan Tahap Akhir Konvensi Pilkada PSI

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyatakan seleksi terbuka berupa wawancara dengan tim panelis, bukanlah tahap akhir konvensi. Bagi peserta yang lolos di fase wawancara, akan mengikuti tahapan selanjutnya.

“Selesai tahapan ini, masih ada lagi, yaitu ada debat publik dan juga tahapan survei. Selain mencari kandidat yang berkualitas, tentu juga akan dicek bagaimana penerimaan masyarakat nanti,” kata Grace Natalie saat jumpa pers di sela-sela seleksi terbuka, Minggu 19 Januari 2020.

PSI menggelar seleksi terbuka lanjutan untuk menjaring bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Surabaya di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Minggu 19 Januari 2020. Sabtu kemarin merupakan seleksi terbuka bagi bakal calon kepala daerah Tangerang Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Grace kembali mengingatkan tujuan dari konvensi bakal calon kepala daerah PSI, yaitu melawan ongkos politik yang mahal dalam Pilkada dan membuka ruang kontestasi ruang yang setara bagi semua.

“Kenapa PSI sudah payah melakukan konvensi? Ini upaya kami untuk memerangi high cost politics. Dari pengalaman teman-teman yang lebih dahulu terjun ke politik, mereka rata-rata mengalami masalah yang sama, bahwa untuk masuk ke dalam kontestasi politik itu butuh biaya sangat besar. Di luar Jawa, misalnya, dalam pemilihan gubernur, untuk mendapatkan tiket partai, orang bisa mengeluarkan biaya sampai Rp 100 miliar. Untuk kabupaten dan kota, jumlahnya bervariasi,” lanjut Grace.

Selain itu, dengan mekanisme konvensi, PSI berupaya mencari kandidat terbaik untuk mengelola daerah, melampaui ukuran material dan kedekatan personal dengan elite partai politik.

“Kami membuka konvensi, dengan harapan orang-orang berkualitas tapi mungkin terbatas uangnya, atau mungkin tidak punya jaringan atay hubungan dekat dengan elite politik, itu punya kesempatan yang sama untuk ikut dalam kontestasi Pilkada,” imbuhnya.

Konvensi bakal calon kepala daerah Kota Surabaya ini diikuti 12 peserta. Sebanyak 4 peserta merupakan kader PSI dan 8 peserta lain non-kader PSI. Grace memastikan semua peserta akan diperlakukan setara dan sama. Para peserta pun datang dari beragam profesi, seperti pengacara, seniman, pedagang, aktivis, dan akademisi.

Grace juga menuturkan proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik, sehingga publik bisa ikut menilai kualitas peserta.

“Sama seperti (konvensi) kemarin, kami membuka seluruh proses seleksi ini di media sosial, live di Facebook. Kami harap dari sini, semua masyarakat bisa mengikuti seperti apa sih proses seleksinya,” pungkas Grace.

Para bakal calon pemimpin Surabaya ini diuji panelis independen. Mereka yang menjadi panelis independen adalah pakar psikologi politik Hamdi Muluk, pengamat politik Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J. Vermonte, dosen Nanyang Technological University (NTU) Sulfikar Amir, Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, dan founder Ruang Guru Iman Usman.

Sedangkan panelis dari internal PSI, ada Grace Natalie, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni, Bendahara Umum DPP PSI Suci Mayang Sari.

PSI Gelar Seleksi Terbuka Kepala Daerah untuk Hilangkan Politik Uang
Siaran Pers

PSI Gelar Seleksi Terbuka Kepala Daerah untuk Hilangkan Politik Uang

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar seleksi terbuka untuk para bakal Wali Kota/ Wakil Wali Kota Tangerang Selatan dengan tujuan memangkas biaya politik yang sangat tinggi dan memperoleh kandidat terbaik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Konvensi Pilkada 2020.

“PSI menggunakan mekanisme konvensi sebagai solusi kepada proses demokrasi kita yang kerap dikaitkan dengan high cost politics atau politik berbiaya tinggi. Pengalaman dari banyak teman yang berkontestasi di Pilkada, kerap kali mereka harus mengeluarkan biaya sangat besar. Dalam konvensi ini, kandidat yang lolos akan mendapatkan dukungan resmi PSI tanpa harus membayar satu rupiah pun,” kata Ketua Umum DPP PSI, Grace Natalie, dalam konferensi pers di sela-sela penyelenggaraan acara, Sabtu 18 Januari 2020, di Basecamp DPP PSI.

Grace bercerita, beberapa waktu lalu ada seorang kepala daerah yang ingin kembali maju dengan meminta dukungan PSI. Pejabat tersebut menyatakan siap membayar ratusan juta rupiah untuk mendapatkan dukungan PSI.

“Inilah kondisi riil hari ini yang menyebabkan antara lain untuk seseorang menjadi pejabat publik diperlukan biaya besar sekali. Itu baru biaya dukungan partai, belum biaya sosialisasi, kampanye, dan sebagainya,” lanjut Grace.

Dalam seleksi terbuka ini, PSI mengundang tokoh-tokoh independen dan berintegritas untuk ikut menjadi panitia seleksi. Seleksi dalam format wawancara ini disiarkan secara langsung di media sosial.

“Dengan mekanisme yang transparan ini, PSI yakin kualitas pemimpin daerah yang dilahirkan bakal jauh lebih baik daripada proses pencalonan di ‘ruang-ruang gelap’ yang tak diketahui publik,” kata Grace.

Penilaian ini nanti dikombinasi dengan hasil uji publik dan survei. Selanjutnya, para bakal kandidat akan diberikan waktu untuk bersosialisasi atau melakukan kerja di lapangan yang penilaiannya nanti digabungkan menjadi keseluruhan penilaian.

“Dengan proses ini, diharapkan ke depan lebih banyak lagi orang-orang yang kompeten dan berintegritas untuk tidak ragu terjun ke politik karena merasa tidak memiliki biaya, koneksi, darah biru politik, dan sebagainya,” pungkas Grace.

Ada 18 bakal kandidat untuk kepala daerah Tangerang Selatan yang mengikuti seleksi terbuka ini. Latar belakang kandidat berasal dari lintas kalangan dan profesi. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah.

Nobar Film “Imperfect”, Ernest Prakasa dan Olga Lydia Apresiasi PSI
Siaran Pers

Nobar Film “Imperfect”, Ernest Prakasa dan Olga Lydia Apresiasi PSI

Pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar acara nonton bareng film Imperfect karya sineas Ernest Prakasa di Blok M Plaza XXI, Jakarta Selatan.

“Ini untuk kesekian kalinya pengurus dan kader PSI nonton bareng. Dengan ini kami ingin menunjukkan penghargaan kepada karya-karya anak bangsa, sekaligus mendukung industri perfilman Indonesia. Ayo nonton film ini juga, jangan mau ketinggalan dengan yang lain. Bagus banget filmnya,” ujar Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, seusai pemutaran film, Kamis 16 Januari 2019 malam.

Sebelum pemutaran film, Ernest Prakada sempat menyampaikan apresiasi kepada PSI.

“Pemilu kemarin saya mencoblos PSI. Saya bukan bagian dari PSI, tapi cek media sosial, saya selalu memberikan dukungan untuk langkah-langkah PSI,” kata dia.

“Terima kasih sudah mau menonton Imperfect yang pekan ini sudah ditonton 2,5 juta orang. Terima kasih juga PSI sudah melakukan sesuatu untuk perbaikan politik Indonesia,” imbuh Ernest.

Olga Lydia, yang bermain dalam Imperfect, juga mengapresiasi gebrakan politik PSI, terutama dalam kasus temuan anggaran lem aibon di dokumen RKUA-PPAS Jakarta 2020.

“Saya simpatisan PSI. Kalau Surabaya bagian suami, kalau Jakarta bagian saya untuk terus mendukung PSI. Kemarin di Jakarta sudah membuat beberapa orang panik dengan temuan lem aibon,” kata Olga yang disambut tepuk tangan penonton.

Di hadapan Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni, Ketua DPP PSI Tsamara Amany, Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari dan ratusan penonton lain, Olga berpesan kepada PSI untuk konsisten meneruskan perjuangan.

“Mudah-mudah semakin semangat, karena kelihatannya akan semakin banyak harapan yang dititipkan kepada teman-teman PSI,” ujar istri Aris Utama tersebut.

Beberapa waktu lalu, pengurus dan kader PSI juga pernah mengadakan acara nobar film Bumi Manusia karya Hanung Bramantyo dan Martabak Bangka besutan sutradara Eman Pradipta.

PSI Gelar Seleksi Terbuka Calon Kepala Daerah, Putri KH Ma’ruf Amin Jadi Peserta dan Ernest Prakasa Jadi Panelis
Siaran Pers

PSI Gelar Seleksi Terbuka Calon Kepala Daerah, Putri KH Ma’ruf Amin Jadi Peserta dan Ernest Prakasa Jadi Panelis

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar seleksi terbuka dalam format wawancara pada 18 dan 19 Januari 2020 di Jakarta untuk para bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Surabaya dan Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Konvensi Pilkada 2020.

“Ada 34 bakal calon yang lolos seleksi administratif dan berhak ikut sesi wawancara pada akhir pekan ini. 18 orang untuk Tangerang Selatan, 16 untuk Surabaya,. Kami menggelar sesi wawancara dengan melibatkan panelis independen untuk kandidat di dua kota di mana PSI memiliki satu fraksi di tingkat DPRD.” kata Ketua Panitia Konvensi PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Kamis 16 Januari 2020.

Para panelis independen terdiri dari para sosok mumpuni, di antaranya mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, pakar psikologi politik Hamdi Muluk, ekonom Faisal Basri, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, akademisi Kartini Sjahrir, aktivis anti-korupsi Natalia Soebagjo, pengamat politik Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte, dan sineas Ernest Prakasa.

Mengenai latar belakang kandidat di Tangerang Selatan, Isyana menyebut para kandidat datang dari lintas kalangan dan profesi. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

“Latar belakang kandidat beragam, seperti pengusaha air galon isi ulang, aktivis, peneliti dan dosen, CEO, juga Sekda Tangsel yang sekarang. Ada pula putri dari Wakil Presiden KH Maruf Amin, Siti Nur Azizah,” papar Isyana yang juga Ketua DPP PSI ini.

Sementara itu, para bakal kandidat pemimpin Surabaya, berprofesi driver transportasi online, konsultan, dosen, advokat, hingga entrepreneur. Latar belakang pendidikan pun beragam, mulai dari SMA sampai pemegang gelar doktor.

Isyana melanjutkan, “Konvensi ini adalah upaya PSI untuk mencegah korupsi. Kasus-kasus korupsi kepala daerah juga dipicu proses pencalonan yang dilakukan dalam ‘ruang-ruang gelap’ dan tidak bisa dijangkau publik.”

Dengan konvensi, tambah Isyana, PSI serius mencari kandidat-kandidat terbaik untuk mengelola daerah, melampaui ukuran-ukuran material dan tidak mengandalkan kedekatan personal.

“PSI menghindari cara instan yang bertumpu pada kemampuan finansial, nepotisme, dan popularitas semata. PSI ingin menjaring mereka yang kompeten, memiliki rekam jejak yang baik, dan berintegritas seperti saat mencari caleg untuk Pemilu 2019,” pungkasnya.

PSI dan Yayasan Peduli Literasi Beri Bantuan Buku ke Sekolah
Siaran Pers

PSI dan Yayasan Peduli Literasi Beri Bantuan Buku ke Sekolah

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Yayasan Peduli Literasi (Pelita) memberikan bantuan puluhan buku kepada siswa SD Negeri Bintaro 05, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pada Sabtu 4 Januari 2020, kader dan relawan PSI juga membersihkan lumpur dari sekolah yang sempat terendam banjir setinggi 2,5 meter itu.

“Kita hadir di sini, karena saat kita bersih-bersih, kita lihat buku-buku di perpustakaan ikut tenggelam dan rusak. Nah, kita kerja sama dengan sebuah yayasan, namanya Yayasan Peduli Literasi. Kita galang bantuan berupa buku-buku cerita, karena buku paket sekolah sudah diberi Dinas Pendidikan,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, di SDN Bintaro 05, Senin 13 Januari 2020.

Banjir yang terjadi 1 – 3 Januari lalu membawa dampak cukup parah bagi proses belajar siswa SDN Bintaro 05. Perpustakaan yang terletak di lantai dasar sekolah, tak luput dari dampak. Ratusan buku rusak total.

Bantuan dari PSI dan Yayasan Peduli Literasi ini, melengkapi paket-paket bantuan yang sangat dibutuhkan para siswa. Dinas Pendidikan juga sudah menyalurkan bantuan ke pihak sekolah.

“Ada bantuan dari Dinas Pendidikan, isinya tas dan alat tulis,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, di lokasi yang sama.

Selain Tsamara dan Anggara, Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka dan Juru Bicara PSI Sigit Widodo turut mendampingi penyerahan bantuan tersebut.

Kepala SDN Bintaro 05, Rosliana Lumban Gaol, yang menyambut kedatangan PSI dan yayasan mengaku sempat bingung dengan buku bacaan siswa yang rusak parah dan hilang. Apalagi, sebentar lagi anak didiknya akan menghadapi ujian sekolah.

Rosdiana pun melanjutkan bantuan buku pelajaran dan buku cerita sangat membantu menormalkan kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolahnya.

“Terima kasih atas kerja samanya, semua bantuan kami tampung. Mudah-mudahan anak yang sudah berprestasi jangan lagi mundur prestasinya akibat kehilangan buku bacaan,” ucap Rosdiana.

PSI Minta Telkom Group Cabut Blokir Netflix
Siaran Pers

PSI Minta Telkom Group Cabut Blokir Netflix

Setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan penyedia layanan streaming Netflix, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memintaTelkom Group untuk segera mencabut blokir pada layanan tersebut. Permintaan ini disampaikan juru bicara PSI, Sigit Widodo, di Jakarta Jumat (10/1/2020).

Sigit mengatakan, Telkom Group sebagai perusahaan BUMN seharusnya mendukung program-program pemerintah. “Sangat ironis kalau Kemendikbud bekerja sama dengan Netflix, tapi Telkom Group tetap memblokir layanan ini,” ujarnya.

Sigit mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyebutkan 43 persen pasar internet mobile dikuasai oleh Telkomsel dan 42 persen pasar internet tetap dikuasai oleh Indihome. “Artinya lebih dari 42 persen pengguna internet kita menggunakan layanan dari Telkom Group yang hingga saat ini tidak bisa digunakan untuk mengakses Netflix,” kata Sigit.

Sigit yang pernah menjadi COO Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) ini mengingatkan, aksi sepihak Telkom Group memblokir Netflix merupakan pelanggaran prinsip netralitas jaringan internet.

“Prinsip net neutrality mewajibkan semua penyedia jasa internet untuk memberi perlakuan yang sama dan tidak mendiskriminasi pengguna, konten, situs web, platform, aplikasi, jenis perangkat, alamat sumber, alamat tujuan dan metode komunikasi di internet,” jelas Sigit. “Yang dilakukan Telkom Group jelas melanggar prinsip net neutrality,” tambahnya lagi.

Sigit mengatakan, prinsip netralitas jaringan internet bisa saja dikecualikan untuk kasus-kasus tertentu seperti yang dilakukan Kementerian Kominfo RI saat memblokir situs-situs internet yang dianggap melanggar hukum. “Masalahnya, Kominfo justru tidak pernah mengeluarkan permintaan blokir Netflix. Jadi ini aksi sepihak yang tidak punya dasar, selain mungkin kepentingan bisnis semata,” ujarnya.

Pelanggaran prinsip netralitas jaringan internet, menurut Sigit, akan berbahaya jika dibiarkan. “Akan sangat berbahaya kalau semua ISP di Indonesia seenaknya melakukan blokir layanan atau situs web yang tidak sesuai dengan kepentingan bisnisnya,” kata Sigit. “Nanti bisa saja sebuah situs berita diblokir oleh ISP yang kebetulan pemilik situs berita pesaingnya, lalu dibalas oleh ISP lain yang memiliki media yang diblokir. Konsumen yang akan sangat dirugikan,” tambahnya.

Kerjasama Kemendikbud dengan Netflix, menurut Sigit, bisa jadi momen yang tepat untuk Telkom Group mencabut blokir pada layanan video streaming on demand itu. “Selanjutnya, Kominfo juga harus menjaga prinsip net neutrality dan memastikan semua ISP di Indonesia hanya memblokir situs dan layanan yang diminta blokir oleh Kominfo,” pungkas Sigit.

PSI Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Kabupaten Bogor
Siaran Pers

PSI Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Kabupaten Bogor

Puluhan pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerahkan bantuan kepada para korban banjir di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di sejumlah titik.

Bantuan yang diberikan berupa air mineral, makanan instan, peralatan sekolah, dan obat-obatan. Sebagian besar merupakan sumbangan para donatur ke PSI.

“Kami coba arahkan ke para korban yang kurang mendapat bantuan. Karena kami dengar bantuan terlalu banyak diarahkan ke daerah Sukajaya yang memang sangat parah sampai terisiolasi,” kata Bendahara Umum DPP PSI, Suci Mayang Sari, di lokasi banjir, Rabu 8 Januari 2020 petang.

Kawasan Jasinga ikut terendam banjir akibat dari meluapnya Sungai Cidurian. Di beberapa titik, dampaknya sangat parah.

Di Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, misalnya, sekitar 20 rumah terbawa banjir. Salah seorang warga juga hilang tersapu arus. “Sampai sekarang belum ditemukan,” ujar pengasuh PAUD Ar-Royan, Herman.

Tidak hanya menyapu rumah warga, luapan Sungai Cidurian juga mengakibatkan dua jembatan putus.

Kini sekitar 120 warga masih mengungsi di PAUD Ar-Royan tersebut dengan kondisi seadanya. Mereka tidur hanya beralaskan tikar atau kasur tipis.

Di Kampung Parung Sapi, PSI menyerahkan bantuan dan langsung diterima warga. “Terima kasih banyak atas bantuannya. Kami memang sangat memerlukan. Barang-barang kami hilang terbawa banjir,” kata Ita, salah seorang warga.

Bantuan PSI juga diserahkan ke pihak Pesantren Manba’ul Ulum, yang juga berdiri dekat Sungai Cidurian. Sejumlah bangunan pesantren rusak tergerus arus sungai.

“Untungnya para santri sedang libur,” kata Haji Ade, pengasuh pondok pesantren.

Turut hadir pula dalam acara pemberian bantuan ini Wasekjen DPP PSI Satia Chandra Wiguna dan puluhan kader dari DPD Kabupaten Bogor.

“Terima kasih untuk para donatur yang mempercayakan sumbangan mereka ke PSI. Kami sudah dan terus menyalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Kami akan terus bergerak, membantu apa yang kami bisa. Ini bentuk solidaritas PSI,” pungkas Suci Mayang.

Setelah menyerahkan bantuan ke sejumlah titik bencana, PSI membentuk posko solidaritas bencana di Jasinga, di rumah salah satu pengurus. Bantuan selanjutnya akan disalurkan oleh pengurus PSI setempat.

PSI Apresiasi Kerja Sama Mendikbud-Netflix untuk Majukan Film Indonesia
Siaran Pers

PSI Apresiasi Kerja Sama Mendikbud-Netflix untuk Majukan Film Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang bermitra dengan Netflix untuk memajukan perfilman Indonesia. Dalam kerja sama tahap pertama ini, Netflix akan mengadakan pelatihan untuk 15 penulis naskah film Indonesia di Hollywood.

“Kami mengapresiasi langkah Mendikbud yang menggandeng Netflix untuk bersama-sama menumbuhkan ekosistem perfilman Indonesia. Netflix memang mestinya dilihat sebagai distributor film dengan jangkauan luas yang mampu membantu mengenalkan film-film Indonesia ke lebih banyak penonton, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Juru Bicara PSI, Dara Nasution pada Kamis (9/1) di Jakarta.

Menurut Dara, kemitraan dengan Netflix sebagai distributor film Indonesia sangat relevan mengingat ketersediaan bioskop di Indonesia yang masih terbatas dan terpusat di Pulau Jawa. “Ibarat kita mau berjualan film Indonesia, bioskop itu adalah warungnya. Masalahnya, 69% bioskop di Indonesia itu letaknya di Pulau Jawa, itupun kebanyakan di ibukota provinsi saja. Jadi, film Indonesia rebutan penonton hanya di Pulau Jawa. Netflix bisa menjadi warung tambahan untuk memajang film-film Indonesia sambil juga layar bioskop yang terus ditambah,” ujar Dara.

Dara juga menambahkan bahwa tidak tepat jika ada yang memposisikan Netflix sebagai musuh dari karya anak bangsa sehingga film buatan Netflix (Netflix Original) mesti dibatasi demi mendahulukan film Indonesia. Ia mengatakan, “Logika proteksionisme yang takut bersaing semacam ini sudah ketinggalan zaman. Kalau ingin memajukan perfilman Indonesia, harus punya komitmen membangun ekosistemnya, gak bisa main larang-larang saja. Memangnya film yang bagus turun dari langit? Negara-negara yang industri filmnya kuat seperti Amerika dan Korea itu, bisa maju karena didukung oleh pemerintah.”

“Caranya bisa dengan bekerja sama dengan pihak swasta seperti yang ditempuh dengan Netflix ini. Cara lain, bisa juga dengan memperjelas regulasinya. Undang-Undang Perfilman kita sudah 10 tahun umurnya, tapi belum memiliki Peraturan Pelaksana (PP). Akhirnya, hanya jadi naskah yang tidak punya kekuatan apapun,” kata Dara.

Selain mengadakan pelatihan penulisan naskah film, program kerja sama Netflix dengan Kemdikbud juga meliputi kompetisi film pendek, online safety training program, dan juga agile governance workshops bersama World Economic Forum. Dalam pernyataannya, Nadiem berharap kerja sama dengan sineas terbaik dunia akan ikut meningkatkan kualitas film Indonesia.

Ingin Mengenal Gerakan Politik Anak Muda Indonesia, Mahasiswa Harvard Temui PSI
Siaran Pers

Ingin Mengenal Gerakan Politik Anak Muda Indonesia, Mahasiswa Harvard Temui PSI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan beberapa perwakilan mahasiswa Indonesia menerima kunjungan 39 orang mahasiswa Harvard di Jakarta, Rabu 8 Januari 2020. Pertemuan yang diinisiasi oleh Harvard Indonesia Trek ini berlangsung untuk memperkenalkan keindahan Indonesia dari dekat, terutama bagaimana politik, demokrasi dan kepemudaan tumbuh seiring sejalan di negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini.

“Kami mengundang rekan-rekan politisi muda dari PSI karena ingin mengetahui peran pemuda dalam kehidupan politik Indonesia,” ujar Dimas, Koordinator Harvard Indonesia Trek.

Rombongan mahasiswa Harvard ini berasal dari berbagai fakultas, antara lain Harvard Kennedy School of Public Policy dan Harvard Business School. PSI diwakili oleh juru bicara PSI Dedek Prayudi dan Dara Nasution, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar, dan anggota DPRD DKI Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo.

Anthony Winza, menjabarkan gerakan politik disruptif yang dilakukan PSI di DPRD DKI Jakarta. Ia mengatakan, “Sebagai partai anak muda, kami mencoba melakukan hal-hal baru, terutama disrupsi di bidang anggaran. Di DKI misalnya, kami membuka anggaran lem aibon sebesar Rp 82 miliar (setara dengan US$ 5.8 juta). Selain itu, PSI juga satu-satunya partai yang menuntut pemerintah DKI untuk membatalkan balap mobil listrik Formula E yang menelan anggaran sebesar Rp 1.6 trilium (US$ 100 juta).”

Anthony menambahkan, “Kami ingin masyarakat betul-betul melihat bahwa ketika anak muda masuk ke parlemen, kita bisa membawa politik harapan (politics of hope), bukan politik yang menakut-nakuti (politics of fear).”

Dalam kesempatan itu, para mahasiswa dari Harvard juga ingin tahu mengapa PSI memutuskan untuk membangun partai baru dibanding bergabung dengan partai lama.

Michael menjelaskan bahwa PSI lahir dari kesadaran bahwa eksekutif yang baik tidak akan dapat melahirkan kebijakan yang baik apabila tidak didukung oleh parlemen yang baik. “Parlemen yang tidak merongrong eksekutif demi kepentingan jangka pendek fraksi dan dirinya sendiri yang akhirnya terjebak dalam perilaku politik korup dan memecah belah,” ujar pria yang kerap disapa Mike ini.

Dedek menambahkan bahwa, dalam perjalanannya, pemuda-pemudi di Indonesia sadar bahwa partai yang hadir saat itu tak dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ia mengatakan, “Maka, kami berkumpul dan membuat partai politik yang pendanaannya berasal dari patungan rakyat agar terlepas dari jebakan oligarki politik, yakni dengan memulai kultur baru, dan politik partisipatif.”

Dalam kunjungan Harvard Indonesia Trek, peserta juga bertemu dengan Menko Maritim dan Investasi, perusahaan tech-unicorn seperti Tokopedia, pusat budaya seperti Saung Angklung Udjo, dan tempat-tempat wisata lainnya.

Pengurus dan Kader PSI Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah
Siaran Pers

Pengurus dan Kader PSI Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah

Puluhan pengurus, kader, dan relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir di SDN Bintaro 08, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Banjir setinggi 2,5 meter merendam sekolah tersebut pada 1-3 Januari 2020. Terakhir banjir setinggi itu terjadi pada 2012.

“Ini upaya kami untuk meringankan beban pihak sekolah. Karena lumpur sisa banjir luar biasa tebal. Sementara, Senin lusa, kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai kembali,” kata Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI, Idris Ahmad, di lokasi, Sabtu 4 Januari 2020.

Proses pembersihan juga dibantu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta yang mengerahkan tiga mobil.

Ketebalan lumpur yang harus dibersihkan sekitar 20 sentimeter. Tidak hanya di lantai, lumpur juga menempel di buku-buku perpustakaan.

“Kami mengucapkan terima kasih juga kepada para relawan yang telah membantu. Inilah momentum kita untuk saling bantu, menerjemahkan solidaritas dalam kerja nyata,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, yang juga ikut bersih-bersih.

Selain Tsamara dan Idris, juga hadir Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, Juru Bicara PSI Giring Ganesha, dan anggota DPRD DKI dari PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Setelah berjuang sekitar 5 jam, akhirnya lumpur bisa disingkirkan. “Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada PSI. Pihak sekolah tidak bisa membayangkan kalau hanya para siswa yang membersihkan,” kata Subagyo, Wakil Kepala SDN Bintaro 08.

Usai kegiatan bersih-bersih, para kader PSI menyerahkan bantuan berupa pembalut wanita, sabun antiseptik, karbol, dan barang-barang lain ke warga di sekitar sekolah.