Jokowi: Generasi Z akan Ubah Landscape Politik 5-10 Tahun ke Depan
Liputan Nasional

Jokowi: Generasi Z akan Ubah Landscape Politik 5-10 Tahun ke Depan

Presiden Joko Widodo berbicara soal perubahan kondisi bangsa di masa depan. Menurutnya, generasi Z akan merubah peta politik dan ekonomi secara nasional dalam waktu 5-10 tahun ke depan.

“Mereka (mahasiswa) inilah yang masuk generasi Z, yang akan merubah landscape politik dan landscape ekonomi nasional. Lihat nanti 5 atau 10 tahun ke depan, akan berubah semuanya,” ujar Jokowi saat kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Generasi Z yang dimaksud adalah mereka yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an hingga pertengahan tahun 2000-an. Generasi Z dikenal lebih akrab dengan perkembangan teknologi saat ini.

Generasi Z, dinilai Jokowi, tidak akan lagi membaca media konvensional atau media cetak, melainkan media online di perangkat ponsel pintar. Begitu pula soal TV yang mulai ditinggalkan. Mereka akan beralih ke video di media sosial.

“Karena generasi ini (generasi Z) sudah tidak baca koran lagi. Karena kalau pakai smartphone tinggal buka yang dot kom, dot kom, kan banyak sekali di situ. Tidak akan lihat TV lagi karena sudah bisa minta video-video. Pegangannya hanya smartphone bisa tahu semuanya,” paparnya.

Jokowi juga berbicara soal kemajuan teknologi saat ini yang kerap mengandalkan ponsel pintar dan aplikasi online, seperti untuk memesan makanan. Jokowi berpesan kepada masyarakat supaya menyadari perubahan yang terjadi saat ini atau akan digerus kemajuan zaman.

“Beli sate tidak usah suruhan, beli Go Food langsung datang sate. Mau beli gado-gado, beli Go Food datang gado-gado,” paparnya.

“Kalau tidak menyadari perubahan-perubahan ini, tidak mengantisipasi, kita akan diterjang zaman,” tutupnya.
(dkp/jbr)

Sumber: Detikcom

Novanto Tersangka, Tsamara: Mundurlah demi Asas Kepatutan
Liputan Nasional

Novanto Tersangka, Tsamara: Mundurlah demi Asas Kepatutan

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany meminta Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP. Hal itu demi asas kepatutan.

“Dalam hal asas kepatutan, lebih baik mundur. Kasihan lembaga DPR-nya. Lembaga DPR tidak masalah, yang masalah orang-orangnya,” kata Tsamara di kantor detikcom, Jalan Kapten Tendean, Selasa (18/7/2017).

“Demi asas kepatutan, mundurlah,” ujarnya.

Menurut Tsamara, anggapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahwa kasus e-KTP adalah khayalan terbantahkan oleh penetapan Novanto sebagai tersangka. KPK dinilai tidak pandang bulu dengan ikut menjerat Novanto, Ketum Golkar, yang merupakan partai pendukung pemerintah.

“Bahwa ada bisnis penangkapan di KPK itu bohong. Buktinya, bisa tangkap Novanto yang partai pendukung pemerintah. KPK tidak pandang bulu,” ucap mahasiswi semester VI ini.

Status tersangka Novanto ini juga dinilai menjadi bukti bahwa ada konflik kepentingan dalam Pansus Angket KPK. Tsamara meminta Pansus Angket KPK tidak lagi bermanuver.

“Harusnya Pansus Angket ditunda atau dibubarkan saja,” ujar Tsamara tegas.

Dorongan agar Novanto mundur dari jabatannya juga sudah disuarakan elite politik lainnya. Meski demikian, Novanto tetap berkukuh pada jabatannya sebagai Ketua DPR dan Ketum Golkar.

Sumber: Detikcom

Kenapa Tagar #FahriDitungguTsamara Menjadi Trending?
Liputan Nasional

Kenapa Tagar #FahriDitungguTsamara Menjadi Trending?

Sore hingga senja hari ini (18/7) hastag #FahriDitungguTsamara menjadi trending di twitter. Soalnya Fahri Hamzah membatalkan kedatanganya untuk debat bersama Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany di kantor redaksi detikcom.

Sebelumnya Tsamara lewat akun @TsamaraDKI sudah menanti-nanti kehadiran Fahri.

“Untuk Pak @Fahrihamzah, semoga bisa menepati janjinya untuk berdebat secara terbuka. Kami masih menunggu. Terima kasih Pak” cuit Tsamara.

Akun Partai Solidaritas Indonesia @PSI_ID menjelaskan, seharusnya siang tadi debat antara Tsamara dan Fahri yang diadakan di @detikcom, namun Fahri membatalkan.

“Tidak bijak jika Pak Fahri membatalkan mendadak. Perdebatan ini penting bagi publik, khususnya anak muda. Kenapa?” tanya akun @PSI_ID.

Publik membutuhkan diskusi ini untuk melihat argumen dan data dari politisi senior dan junior. Anak muda juga akan belajar untuk kritis terhadap wakil rakyat, tentu saja dengan data dan argumen yang jelas, tambah akun @PSI_ID.

“Hari ini Pak Fahri secara sepihak membatalkan acara. Kami paham kalau Pak Fahri banyak kegiatan. Tapi janji adalah janji. Mungkin bagi Pak Fahri waktu kami, para anak ingusan ini tidak penting. Tapi kami percaya waktu setiap orang berharga. Ke depannya, semoga pembatalan seperti ini tidak ada lagi. Di-PHP-in itu sakit loh, Pak Fahri” ungkap @PSI_ID.

Akun [email protected]_Seliani tak mau kehilangan momen untuk mengungkapkan kecewaan terhadap Fahri Hamzah.

“Pak @Fahrihamzah harusnya nunjukin sikap kesatria seorang anggota dewan yang terhormat yang tidak pernah ingkar janji! #FahriDitungguTsamara” cuit @Na_Seliani.

Sebelumnya jagat maya juga pernah diramaikan oleh perdebatan (twitwar) antara Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Saat itu tagar #TanyaPakFahri menjadi trending karena Tsamara menagih jawaban atas beberapa Sesat Pikir Fahri Hamzah.

Nah, kenapa tagar #FahriDitungguTsamara menjadi trending pertama dari sore hingga malam hari ini?

Jujur saya merasa kecewa karena saya juga sudah kosongkan jadwal. Tapi lebih sedih lagi karena teman-teman di @detikcom sudah mempersiapkan semuanya” jawab Tsamara Amany.

Sumber: GEOTIMES

Munculnya Tsamara di Parpol Dapat Tarik Suara Pemilih Muda
Liputan Nasional

Munculnya Tsamara di Parpol Dapat Tarik Suara Pemilih Muda

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun berpendapat kemunculan Tsamara Amany dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan salah satu strategi partai untuk menarik suara generasi muda. Sebagai sesama anak muda, Tsamara dianggap tepat untuk bisa berkomunikasi dengan kebanyakan generasinya.

“Kehadiran Tsamara ini contoh termutakhir dari strategi partai dalam hal ini PSI untuk menarik suara pemilih muda. Karena yang paling faham dan bisa berkomunikasi dengan anak muda, ya tenntuya tokoh atau orang yang berusia muda juga,” kata Rico dalam keterangannya, Kamis (13/7/2017) malam.

Rico menjelaskan setiap generasi memang mempunyai karakteristik masing-masing. Generasi saat ini dilihat sebagai generasi yang egaliter, terbuka, bebas, termasuk juga generasi yang fasih dalam menggunakan media sosial. Generasi inilah yang menurut Rico diwakili oleh Tsamara.

“Egaliter, tanpa sekat, terbuka, bebas menyuarakan hati nurani, fasih menggunakan media sosial, itu sebagian dari karekteristik generasi yang diwakili Tsamara,” jelasnya.

Menurut Rico, figur seperti Tsamara ini apabila terus konsisten bisa menjadi vote getter dalam pemilu bagi partainya. Salah satu keunggulan yang dimilikinya adalah bisa berkomunikasi sesuai dengan bahasa generasinya.

“Keunggulan tokoh seperti Tsamara dia mewakili zamannya dan bisa berkomunikasi dengan bahasa generasinya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, sosok Tsamara kembali mencuat ke permukaan setelah berani adu argumen dengan wakil ketua DPR Fahri Hamzah soal hak angket KPK. Tsamara dengan lantang mengatakan sikapnya yang menolak pelemahan terhadap KPK.
(knv/dkp)

Sumber Detik

7 Fakta Tsamara Amany, Generasi Milenial yang Cinta Politik
Liputan Nasional

7 Fakta Tsamara Amany, Generasi Milenial yang Cinta Politik

Nama Tsamara Amany Alatas kini tengah ramai diperbincangkan publik. Gadis muda kelahiran 24 Juni 1996 ini lahir dan besar di Jakarta. Dalam usia yang masih terbilang muda, Tsamara sudah berkecimpung di dunia politik.

Awal mula Tsamara menyukai dunia politik karena sering menyaksikan berita kerusuhan pada 1998 bersama orangtuanya.

Tsamara mengaku sangat mengagumi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Selain itu, ia juga mengidolakan sosok pemimpin seperti Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Berikut beberapa fakta Tsamara Armany, generasi milenial yang cinta politik:

1. Masih berstatus mahasiswi

Tsamara yang pada Hari Raya Idul Fitri 2017 berulang tahun ke-21, masih berstatus mahasiswi di Universitas Paramadina. Dia memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Saat ini dia tengah menempuh pendidikan semester VI.

2. Bercita-cita jadi Gubernur DKI Jakarta

Bukan tanpa tujuan mengapa Tsamara terjun ke dunia politik. Ia ternyata ingin menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Aku mau jadi Gubernur Jakarta kalau usiaku sudah memenuhi syarat,” tutur Tsamara saat acara Friday Talk.

Tsamara mengaku sangat mengagumi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Selain itu, ia juga mengidolakan sosok pemimpin seperti Presiden Joko Widodo.

“Aku juga mengidolakan Bung Karno. Retorikanya bagus,” ujar dia.

3. Pendiri LSM Perempuan Politik

Aktivitas Tsamara kini selain sebagai mahasiswi S1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, juga merupakan Pendiri LSM Perempuan Politik.

Bersama dua temannya, Gaby dan Nita, Tsamara mendirikan organisasi Perempuan Politik.

Organisasi ini bertujuan untuk menyebarkan pentingnya kesadaran berpolitik bagi perempuan dan generasi muda di Indonesia. Kesadaran untuk mengubah masyarakat dengan masuk ke pemerintah juga ditumbuhkan melalui LSM tersebut.

4. Pernah magang di Balai Kota saat Ahok jadi Gubernur DKI

Tsamara rupanya pernah menjadi staf magang di Balai Kota DKI saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjabat sebagai gubernur.

Ketika masa magangnya habis, dia pun mengunggah momen terakhirnya bersama Ahok di akun instagramnya.

“28 April 2016 — Pamitan kepada Pak Ahok karena masa magang di Balaikota harus berakhir. Kebetulan sama-sama pakai encim dan koko, akhirnya foto ala-ala Betawi,” tulis Tsamara.

Saat magang bersama Ahok, dia ditugaskan dalam tim untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), simplifikasi perizinan memulai usaha, dan meningkatkan peringkat izin memulai usaha dari 167 (2015) menjadi 151 (2016) dalam survei Bank Dunia.

5. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Setelah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara langsung diberi posisi sebagai Ketua DPP bidang eksternal semenjak April 2017.

6. Pernah jadi saksi di Mahkamah Konstitusi

Tsamara juga pernah menjadi saksi untuk Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI). Saat itu dia tengah berjuang untuk para calon independen di pilkada.

Aksinya memberikan keterangan pada Mahkamah Konstitusi pun dia unggah di akun instagramnya.

“3 Agustus 2015 — Bersaksi untuk Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) demi meringankan syarat calon independen maju dalam pilkada di pengadilan paling sakral di Republik ini, Mahkamah Konstitusi. Alhamdulillah gugatan dikabulkan,” tulis dia.

7. Penulis buku politik

Tsamara Amany meluncurkan buku politik pertamanya berjudul “Curhat Perempuan”. Buku yang kali pertamanya di bedah pada 17 April 2017 itu merupakan kumpulan artikel yang ditulis Tsamara selama tiga tahun terakhir.

“Buku tersebut bukan hanya curhatan remeh temeh, tetapi curhatan seorang wanita belia yang sangat berbobot dan peduli terhadap negaranya,” ungkap Hamid Basyaib yang merupakan salah satu pembicara dalam diskusi bedah buku yang berlangsung di Grand Cemara Hotel, Jakarta seperti diunggah di akun Facebook Universitas Paramadina.

Sumber Liputan6

Tagar #HUTsekjenPSI Trending Topik Pertama
Liputan Nasional

Tagar #HUTsekjenPSI Trending Topik Pertama

Lagi, belum lama ini Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany atau akrab disapa Sammy menjadi trending karena twitwar bersama Fahri Hamzah. Kini, pengurus pusat PSI kembali menjadi trending di dunia twitter (13/7) tapi bukan soal twitwar. Jagat twitter ramai dengan ucapan selamat ulang tahun ke 40 untuk Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni. Tagar #HUTsekjenPSI menjadi trending topik pertama.

Akun resmi PSI @PSI_ID menceritakan dengan menyentuh perjalanan kehidupan dan kilas balik sosok Direktur Eksekutif MAARIF Institute (2005-2009) ini.

“Hari ini adalah hari besar untuk Bro Sekjen PSI kesayangan kami semua @AntoniRaja. Selamat ulang tahun, Bro!. Di hari ulang tahun Bro Sekjen mimin mau kultwit beberapa alasan kenapa Bro Toni itu keren abis. Di tengah kesibukannya yang sangat padat sebagai sekretaris jendral, Bro Toni selalu menyisakan waktu untuk anak-anaknya” ungkap akun @PSI_ID.

Akun @PSI_ID meneruskan kultwit yang disertai foto tentang kehidupan keseharian Sekjen PSI bersama keluarganya.

“Agar kau ingat kemulian manusia tanpa pandang kelamin, tulis Bro Toni di suratnya untuk Adil, anak bungsunya. Mulai dari nemenin berenang sampai anterin anak ke salon. No wonder anak-anak beliau sangat “lengket” sama Bro @AntoniRaja “ jelas akun @PSI_ID.

Akun @Ranorahman pengurus wilaya PSI turut berkomentar. “Meski usia bertambah, terus semangati kami Pengurus PSI di seluruh tanah air. Sekali lagi selamat ulang tahun bro @AntoniRaja” ungkapnya.

Tentu tak lupa Ketua Umum PSI, Grace Natalie lewat akunnya [email protected]_nat mencuit. “Saya doakan brojen @AntoniRaja panjang umur, sehat bugar di tengah aktivitas yang padat, makin lantang perangi intoleransi dan korupsi” ucap Grace.

Hasan Bowit lewat akunnya @hasanbowit8r mengungkapan rasa terima kasihnya. “Selamat ulang tahun bro @AntoniRaja  kami belajar banyak tentang apa itu toleransi dan keragaman” ungkap Hasan.

Tak ketinggalan intelektual NU Akhmad Sahal‏ lewat akunnya @sahaL_AS menyatakan, “Luar biasa nih Bro Sekjen @AntoniRaja, HUTnya aja jadi trending topic..:)”.

Sumber: GEOTIMES

Sudah 2,5 Tahun Berbenah, PSI Makin Pede Lolos Verifikasi
Liputan Nasional

Sudah 2,5 Tahun Berbenah, PSI Makin Pede Lolos Verifikasi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku semakin matang mempersiapkan verifikasi Partai Politik pada Oktober mendatang. Bahkan, persiapan yang dilakukan oleh PSI sudah dilakukan mulai 2,5 tahun lalu hingga saat ini.

Di antaranya terus melakukan perekrutan anggota parpol, mengadakan kantor di berbagai wilayah dan merekurt anggota. Juga keliling ke berbagai daerah untuk memperkuat akar rumput PSI.

“Kami tidak main-main. Semua lini PSI bekerja keras agar lolos verifikasi dan ikut dalam Pemilu 2019 mendatang,” kata ketua PSI Grace Natalie kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Grace menceritakan, perjalanan yang dihadapi PSI tidaklah mulus. Kadang terganjal oleh aturan Birokrasi yang memberatkan langkah PSI. Namun, ia dan jajarannya tidak menyerah dan terus berupaya mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan satu per satu “Tantangan terberat ketika kami hams mendapatkan Surat Keterawgan Terdaftar (SKT) dan Surat Keterangan Domisili (SKD). Namun, tantangan tersdbut berhasil kami lewati dengan baik ungkapnya.

Saat ini persyaratan verifikasi Komisi Pemilihan Umum di “34 provinsi sudah rampung dan siap di verifikasi. Hal tersebut semakin mengobarkan semangat PSI jelang verifikasi.

Grace menjelaskan, sangat penting mempersiapkan diri menghadapi verifikasi KPU. Sebab, verifikasi merupakan penentuan bagi parpol untuk ikut pemilu 2019 nanti. Pihak DPP PSI pun telah mengin-truksikan kepada pengurus PSI baik tingkat provinsi, kabupaten dan kota agar menyiapkan diri menghadapi verifikasi tersebut. Soal calon anggota legislatif (Caleg), lanjutnya, hal itu juga akan dibahas. Nantinya PSI akan membuka pendaftaran calon anggota legistatif. “Untuk saat ini, kami fokus verifikasi KPU dulu. Berikutnya, kami godok mengenai calon legistatif,” paparnya.

Selain itu, dalam menghadapi pemilu tahun 2019 mendatang, dirinya optimistis partai PSI mampu bersaing dengan partai lama maupun partai penguasa di daerah.

“Kami akan bekerja lebih keras, berusaha mempromosikan partai PSI kepada masyarakat bawah, dan mengajak keluarga, tetangga, untuk bergabung menjadi anggota PSI dan mengajak untuk memilih kader dari partai PSI,” jelasnya.

Sementara itu, masih tarik menariknya pembahasaa RUU Pemilu, KPU mengaku tetap bekerja. Salah satunya mempersiapkan draf peraturan untuk persiapan Pemilu 2019.

“Tentu kami memperhatikan usulan dari masyarakat. Nanti kami akan bahas dalam pleno kita. Tapi kita ke DPR dulu. Pleno setelah dari DPR,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Menurutnya, usulan dari koalisi masyarakat sipil menjadi catatan untuk KPU. Sedangkan Arief menegaskan KPU tetap bekerja meski belum ada keputusan dari DPR terkait dengan RUU Pemilu. “Kita lihat dulu hari ini selesai apa tidak, tapi kita tetap terus bekerja,” tutur Arief.

Sementara itu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa pilihan. Pilihan tersebut dibuat untuk mengantisipasi undang-udang yang akan digunakan, apakah undang-undang yang lama atau undang-undang yang baru.

“Kita sudah bentuk desk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Ini kan langkah konkret. Kemudian kita mulai susun tahapan Pemilu 2019 dengan berbagai opsi, misal opsi ini gunakan undang-undang yang akan disahkan. Kemudian, jika kita gunakan kembali ke opsi yang lalu, itu kita sudah siapkan,” ucap Wahyu.

“Pendek kata, kita tidak berdiam diri menunggu disahkannya undang-undang penyelenggaraan Pemilu 2019,” ucap Wahyu. hen

Sumber Koran Rakyat Merdeka, 13 Juli 2017

Presidential Threshold 0% Dinilai Bisa Lahirkan Tokoh Hebat di Pilpres 2019
Liputan Nasional

Presidential Threshold 0% Dinilai Bisa Lahirkan Tokoh Hebat di Pilpres 2019

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, mengatakan pihaknya tetap konsisten mendukung ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 0%. Pasalnya, Pemilu 2019 digelar serentak.

“Kami tetap menginginkan presidential threshold 0%. Bagi kami sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pemilu legislatif dan pemilu presiden dilaksanakan berbarengan,” kata Tsamara saat berbincang dengan Okezone, Kamis (13/7/2017).

Menurutnya, bila norma presidential threshold tetap dipaksakan masuk ke dalam RUU Pemilu maka hal itu tidak tepat. Sebab, rujukan besaran ambang batas pencapresan menggunakan hasil Pemilu 2014 lalu.

“Jadinya kurang cocok,” terangnya.

Dara cantik kelahiran Jakarta, 24 Juni 1996 ini‎, mengatakan bahwa dengan presidential threshold 0% maka setiap partai politik dapat mencalonkan “jagonya” sebagai calon presiden pada pesta demokrasi 2019 mendatang.

“Kalau presidential threshold 0% kan maka setiap parpol mampu mencalonkan calonnya masing-masing dan kemudian akan makin banyak tokoh baru dan hebat berkompetisi di Pilpres ‎(2019),” pungkas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini. (sym)

Sumber Sindotrijaya

Lawan Fahri, Tsamara Amany Ingin Jadi Gubernur DKI 10 Tahun Lagi
Liputan Nasional

Lawan Fahri, Tsamara Amany Ingin Jadi Gubernur DKI 10 Tahun Lagi

Tsamara Amany menarik perhatian di dunia maya karena keberaniannya mendebat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Mahasiswi semester VI Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina ini ternyata memang terbiasa berdebat.

Saat masih duduk di bangku sekolah menengah, Tsamara Amany Alatas (Sammy) mengaku pernah bercita-cita menjadi pengacara. Ia suka melihat orang berdebat, dan dia biasa berbeda pendapat dengan kedua orang tuanya, Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen.

“Aku biasa makan bersama saat sarapan atau makan malam. Biasanya diselingi berbagi cerita dan pendapat tentang macam-macam,” kata Sammy saat berbincang dengan detikcom, Selasa (11/7/2017).

Tapi di kemudian hari, cita-cita penggemar nasi krames dan nasi krawu itu berubah. Kehadiran sosok Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden 2014 membetot perhatiannya. Ia tak habis pikir dengan sikap orang-orang yang kerap mengkritik Jokowi secara vulgar di media sosial. Ia melakukan pembelaan sebisanya lewat blog dan Twitter. Kumpulan tulisannya sejak 2014 itu dibukukan dengan tajuk ‘Curhat Perempuan’ dan dirilis pada pertengahan April 2017.

Saat pilkada DKI, perempuan keturunan Arab ini justru memilih berpihak pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang keturunan Tionghoa, bukan Anies Baswedan, yang juga keturunan Arab dan mantan Rektor Universitas Paramadina. Tentang keputusannya tersebut, kepada BBC edisi 30 Oktober 2015, dia pernah memberikan argumentasi.

“Saya mendukung Pak Ahok karena dia memiliki integritas, bersih, berani, dan memiliki program-program yang membantu kesejahteraan warga Jakarta.” Soal identitas kesukuan, etnis, agama, atau paras seseorang, kata Sammy, tak perlu dipermasalahkan lagi.

Kepada detikcom, Tsamara mengaku punya ikatan emosional tersendiri dengan Ahok karena pernah beberapa bulan magang di Balai Kota. Ia antara lain ikut membantu merumuskan bagaimana agar proses perizinan usaha yang sebelumnya butuh waktu hingga 60 hari dipersingkat menjadi 40 hari.

Berkat perkenalannya dari dekat dengan Ahok itulah kini Sammy, yang lahir dan besar di Jakarta, bercita-cita menjadi Gubernur DKI pada 10 tahun ke depan. Kenapa tidak menjadi presiden? “Ya mengukur dirilah, bertahap. Menjadi gubernur di Jakarta itu juga sangat berat karena problemnya sangat kompleks,” ujarnya.

Sebelum menggapai kursi gubernur, sasaran jangka pendek selepas kuliah nanti adalah menjadi anggota DPR untuk DKI Jakarta. Ia membayangkan kelak saat menjadi calon anggota DPRD melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebagian pembiayaan dihimpun oleh warga lewat program fund raising.

“Ini bagian dari pendidikan politik, jika masyarakat ingin punya wakil yang baik, ya bantu dan pilihlah orang yang baik,” papar Sammy.

Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka mengaku bersama Grace Natalie melakukan pendekatan langsung kepada Sammy untuk bergabung dengan partai tersebut. Ia mengaku terpikat dengan anak muda yang cerdas, berani, dan sangat peduli politik.

“Menurut kami, Tsamara PSI banget. Beberapa bulan lalu kami ajak dia makan siang dan menjelaskan tentang agenda perjuangan PSI yang antikorupsi dan anti-intoleransi,” papar mantan jurnalis dan presenter televisi itu.

Sammy mengaku tak lantas setuju. Ia meminta waktu hingga tiga pekan untuk mempelajari PSI. Sebagai partai baru dan banyak anak muda sebagai pengurus, ia berpikir PSI belum tercemar dan terbebani masa lalu.

“Akhirnya aku gabung sejak April, aku dipercaya menjadi Ketua DPP Bidang Eksternal,” ujarnya.
(jat/tor)

Sumber Detik