PSI Kalbar Mengutuk Aksi Pengeboman di Surabaya
Liputan Daerah

PSI Kalbar Mengutuk Aksi Pengeboman di Surabaya

Ketua DPW PSI Kalbar, Moch Sab’in mengutuk aksi pengeboman di Surabaya.

“Saatnya Bersatu Padu Melawan Kekerasan Secara Kaffah. Kami mengutuk terjadinya pengeboman di Surabaya yang telah merenggut banyak korban jiwa dan luka – luka hingga meninggal dunia,” ungkapnya, Senin (14/05/2018) sesuai rilis tertulis yang diterima Tribunpontianak.co.id.

Masyarakat, kata dia, harus semakin kompak dan bergandeng tangan melawan segala bentuk kekerasan yang akhir – akhir mulai marak lagi.

“Mengharap kepada Masyarakat Jawa Timur untuk tetap tenang dan jangan mau diadu oleh kelompok ekstrimis dan radikal. Memohon kepada aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” harapnya.

Ia pun menuturkan, kebiadaban teror seperti yang terjadi seperti di Surabaya sudah barang tentu menjadi tugas bersama untuk melawanya

Dikatakannya, tidak ada agama manapun di muka bumi ini yang membenarkan perilaku demikian.

“Kami menyampaikan prihatin dan berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, serta institusi kepolisian yang hari ini pun menjadi target operasi teroris. Kita berharap ini menjadi kesepakan bersama kita, siapapun orangnya untuk melawan kebiadaban-kebiadaban yang dilakukan oleh teroris ini,” pungkasnya.

Sumber

 

Perangi Teroris, PSI Bakar 1000 Lilin di Kupang
Liputan Daerah

Perangi Teroris, PSI Bakar 1000 Lilin di Kupang

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar aksi bakar 1000 Lilin untuk kejadian Mako Brimob dan pemboman di Surabaya.

Aksi tersebut dilaksanakan di ruas jalan Eltari 1 Kupang, Minggu (13/5).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPW PSI NTT), Christian Widodo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan PSI untuk melawan segala bentuk tindakan terorisme.

“Teroris semuanya biadab, tidak punya agama dan kitab suci,” ujarnya.

Untuk teroris, lanjut Christian, tidak perlu diberlakukan HAM. Sehingga tembak mati saja di tempat.

“Untuk memaafkan para teroris itu adalah urusan tuhan. Sedangkan untuk urusan mengantarkan mereka bertemu tuhan adalah urusan aparat kepolisian,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPW PSI NTT, Piter Pitoby mengatakan, adapun prinsipnya PSI lahir dari krisis yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia yaitu korupsi dan intoleransi.

Korupsi dan intoleransi, lanjutnya, merupakan dua agenda yang paling penting untuk dibasmi di bumi pertiwi ini.

“Kami melihat intoleransi, terorisme dan radikalisme itu harus diperangi,” ujarnya.

Sehingga bakar lilin yang kami lakukan ini, lanjut Piter, merupakan bentuk solidaritas bersama masyarakat yang jiwanya terusik karena ada sekelompok orang yang memiiki pemahaman sempit untuk mau merubah sistim pancasila menjadi khilafah.

Hadir pada kegiatan bakar 1000 lilin tersebut, Ketua DPD PSI Kota Kupang Amsal Mauta dan sekertaris Efendi Harhap, serta Ketua DPD PSI Kabupaten Kupang Absolom Buy dan sekertarisnya Dulem Lusi. (*MRT)

Sumber

PSI Jabar Kutuk Teror Bom Bunuh Diri Gereja Surabaya
Liputan Daerah

PSI Jabar Kutuk Teror Bom Bunuh Diri Gereja Surabaya

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat mengutuk teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja Kota Surabaya.

Sekretaris DPW PSI Jabar, Reza Arfah mengatakan, teror terhadap rumah ibadah agama lain adalah perilaku psikopat yang keji. Pasalnya, pelaku teror tak segan menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah.

“Teroris gereja di Surabaya adalah manusia psikopat yang sudah hilang kewarasan dan kemanusiaannya. Di mata manusia mereka hina dan di mata Tuhan mereka akan diberikan hukuman di neraka. Mari kita juga mendoakan para korban dan keluarganya agar tabah menerima musibah ini,” kata Reza saat dihubungi RMOLJabar, Minggu (13/5).

Menurut Reza, seluruh pihak harus mewaspadai aksi-aksi terorisme yang mungkin saja akan terjadi kembali. Terorisme harus dijadikan musuh bersama bangsa ini. Penanganannya harus dilakukan baik pada tahap pencegahan maupun penindakan.

“Masyarakat harus lebih waspada dan peka terhadap ancaman di sekitarnya. Polisi dan intelijen pun harus juga sigap saat ada sesuatu yang mencurigakan. Para tokoh intelektual dan ulama harus memberikan pemahaman yang seragam tentang bahaya dari tindakan terorisme,” terang Reza.

Reza juga menyoroti lambannya DPR RI melakukan revisi UU Anti-Terorisme. Padahal revisi UU Anti-Terorisme dapat membuat aparat lebih leluasa menangkap teroris sehingga potensi kejadian terorisme dapat diminimalisir.

“DPR RI harus segera menyelesaikan revisi Anti-Terorisme. Hal ini karena UU yang sekarang sudah tidak memadai lagi untuk menghadapi teroris yang yang semakin cerdas. Jangan sampai kepentingan politik mengorbankan nyawa orang tak berdosa dengan menunda-nunda revisi UU Anti-Terorisme,” tegas Reza.

Sebelumnya, tragedi bom bunuh diri kembali terjadi pada Minggu (13/5) pagi di tiga gereja Kota Surabaya. Aksi ini mengakibatkan adanya sejumlah korban tewas dan bangunan hancur. Kejadian berlangsung saat jamaah gereja sedang menjalankan ibadah. [nie]

Sumber

PSI Bali Ingatkan DPR Seharusnya Merampungkan Revisi UU Terorisme
Liputan Daerah

PSI Bali Ingatkan DPR Seharusnya Merampungkan Revisi UU Terorisme

Ketua DPW Bali Partai Solidaritas Indonesia I Nengah Yasa Adi Susanto menyatakan dengan berbagai aksi teror terakhir tragedi bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya Minggu 13 Mei 2018 sudah cukup menjadi dasar bagi DPR untuk segera merampungkan revisi UU Terorisme.

Menurut Adi, Teror bom terakhir merenggut 13 nyawa adalah perbuatan yang sangat keji dan biadab.

Banyaknya korban bom bunuh diri menandakan bahwa paham radikalisme masih berkembang kuat di negara yang kita cintai ini.

Pelaku bom bunuh diri ini sangat biadab dan keji serta mengecam tindakan yang tidak manusiawi ini karena korban bom bunuh diri bahkan terjadi di tempat ibadah.

“Kami sangat prihatin dan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban bom bunuh diri ini, tegas Bro Adi.”

Tindakan para teroris ini akan bisa dicegah andai saja kita memiliki payung hukum yang progresif mengantisipasi kejadian teror bom ini.

“Seharusnya DPR bersama pemerintah cepat menuntaskan revisi UU Nomer 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Terorisme) karena UU yang ada sekarang tidak memberikan upaya maksimal sebagai payung hukum aparat kepolisian untuk melakukan pencegahan tindakan terorisme,” tambah Bro Adi, sapaan khas di PSI.

Menurut pria yang juga Advokat di kantor Hukum Widhi Sada Nugraha & Partners ini menambahkan bahwa seharusnya DPR merampungkan revisi UU Terorisme ini sesegera mungkin karena ancaman terorisme di Indonesia sangat masif dan membahayakan.

“Saya mohon DPR lebih mementingkan dan menyelematkan masa depan bangsa ini ketimbang ngurusin hal-hal lain yang tidak urgent termasuk rencana pembentukan pansus hak angket terkait Perpres No. 20 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing,” ucapnya.

Kenapa justru ada anggota DPR khususnya yang ada di partai oposisi justru ribut-ribut mau mengusulkan bentuk pansus hak angket terkait Perpres 20 Tahun 2018.

“Sedangkan ada sebuah UU tentang Terorisme yang harus direvisi dan sangat mendesak untuk diselesaikan malah justru sampai sekarang belum bisa diselesiakan,” tanya Adi.

Pria asli desa Bugbug, Karangasem ini juga menambahkan, masyarakat Bali harus meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya pencegahan tindakan terorisme di Pulau Dewata ini.

Semua masyarakat harus terlibat aktif mencegah terorisme terjadi lagi di Bali karena kalau kita kecolongan lagi maka pariwisata akan kembali hancur seperti saat kejadian Bom Bali lalu.

Para pemilik rumah kost juga harus lebih selektif dalam memilih orang-orang yang akan menyewa rumah kost tersebut serta jangan lupa meminta data-data orang yang akan tinggal di rumah kost tersebut dan tentunya harus melaporkan data orang-oranga tersebut kepada Kepala Lingkungan setempat.

Bila ada hak-hal yang mencurigakan secepatnya harus melaporkan ke pihak aparat keamanan setempat. Kuncinya adalah semua pihak harus terlibat aktif dalam hal pencegahan terhadap tindakan terorisme di lingkungan kita masing-masing, tutup Adi. (rhm)

Sumber

PSI Jatim: Jangan Mau Diadu oleh Kelompok Ekstrimis
Liputan Daerah

PSI Jatim: Jangan Mau Diadu oleh Kelompok Ekstrimis

Pihak yang mengutuk aksi teror yang dilakukan kepada 3 Gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) semakin bertambah. Kali ini, sikap itu ditunjukkan oleh DPW PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Jawa Timur.

“Kami mengutuk terjadinya pengeboman di Surabaya yg telah merenggut banyak korban jiwa dan luka – luka. Masyarakat harus semakin kompak dan bergandeng tangan melawan segala bentuk kekerasan yg akhir – akhir mulai marak lagi,” kata Ketua DPW PSI Jatim Shobikin Amin.

Untuk itu, Ia mengajak segenap elemen masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik serta resah. “Saatnya bersatu padu melawan kekerasan secara kaffah,” tegasnya.

“Kami mengharap kepada Masyarakat Jawa Timur untuk tetap tenang dan jangan mau diadu oleh kelompok ekstrimis dan radikal. Juga, kami memohon kepada aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkas Shobikin.

Sebelumnya, Karopenmas Mabes Polri Brigjen M. Iqbal juga mengimbaukan hal yang sama. Menurutnya, kedatangan Presiden Jokowi beserta Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto adalah simbolis bahwa kondisi masih aman terkendali.

“Kedatangan Bapak Presiden langsung bersama dengan Kapolri dan Panglima TNI ini juga merupakan simbol agar masyarakat tidak takut. Bahwa Surabaya tetap aman. Tidak ada yang perlu ditakuti,” pungkas pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya ketika mendampingi rombongan Presiden Jokowi melakukan pantauan langsung di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna Surabaya.[ifw/ted]

Sumber

Peringati Harkitnas 2018, PSI NTT Bagi-bagi Kartu Sakti, Ini Manfaat yang Bisa Anda Nikmati
Liputan Daerah

Peringati Harkitnas 2018, PSI NTT Bagi-bagi Kartu Sakti, Ini Manfaat yang Bisa Anda Nikmati

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesian (PSI) NTT akan membagi kartu Solidaritas Anti Korupsi dan Anti Intoleransi (Sakti).

Peluncuran Kartu Sakti ini bersamaan dengan puncak Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Minggu (20/5/2018). Hal ini disampaikan Ketua DPW PSI NTT, dr.Chris Widodo, kepada wartawan di Sekretariat PSI NTT di Kupang, Selasa (8/5/2018).

Saat itu, Widodo didampingi Ketua Dewan Pembina, Piter Pitoby, Sekretaris DPW Junaidin, Wakil Ketua PSI NTT, Kanis, Wakil Bendahara, Agustin.

Hadir pula Ketua Panitia Kegiatan Harkitnas, Supriyadi Jae, Ketua DPD PSI Kota Kupang, Amsal ZB.Mauta dan pengurus lainnya.

Menurut Widodo, kartu sakti ini merupakan kartu untuk mengedukasi masyarakat NTT dalam berpolitik.

“Jadi berkenaan dengan Harkitnas 2018 ini, kami siapkan 1.000 kartu sakti yang akan dibagikan saat Harkitnas. Kartu ini sebagai edukasi politik kepada masyarakat,” kata Widodo.

Dijelaskan, PSI ingin membalikkan pola yang dianut oleh politisi atau partai politik yang biasanya memberi uang kepada masyarakat agar mencoblos calon legislatif (caleg) tertentu atau parpol tertentu.

“Kita balik pola itu, bahwa rakyat kita beri ruang untuk turut mendukung caleg. Kalau dulu figur sumbang uang kepada masyarakat untuk cobos, tapi PSI balik,bahwa masyarakat yang harus mengumpulkan uang bagi caleg atau parpol,” katanya.

Dikatakannya, untuk mendukung atau berpartisipasi, PSI membuka ruang agar masyarakat bisa mendaftar sebagai pemegang kartu sakti.

“Pemegang kartu sakti ini akan mendapat aplikasi seperti ATM yang bisa memantau kinerja, gerakan dan keberadaan caleg ataupun nanti setelah terpilih duduk di kursi legislatif,” ujarnya.

Kartu itu juga, lanjut Widodo, bisa berguna atau bermanfaat di beberapa Marchant seperti diskon dan sebagainya termasuk mendapat keringanan pemeriksaan kesehatan.

“Kartu ini bisa berfungsi juga sebagai alat untuk mendapat pelayanan gratis, selain bisa mendeteksi keadaan caleg sampai menjadi anggota dewan,” ujarnya.

Untuk diketahui, perayaan Hardiknas ini akan dihadiri Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) , Grace Nataliae. (*)

Sumber

Aktivis Pelaku Reformasi 1998 Bentuk Tim SoS Dukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Liputan Daerah

Aktivis Pelaku Reformasi 1998 Bentuk Tim SoS Dukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Sejumlah aktivis reformasi 1998 akan mengawal eksistensi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai peserta Pemilu 2019. Mereka pun sudah membentuk tim bernama Solidaritas Senyap (SoS) yang disebar di seluruh wilayah di Indonesia.

“Tim kami beranggotakan puluhan orang. Mereka disebar di semua wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tugas kami mengawal dan menguatkan eksistensi, sosialisasi, dan koordinasi PSI di seluruh wilayah Indonesia,” kata Koordinator Tim SoS Indonesia, Muhammad Asep NK, saat ditemui dalam acara diskusi di salah satu rumah makan di Cianjur, Jumat (4/5/2018).

Koordinator lapangan 1 Forum Kota (Forkot) saat aksi reformasi 1998 itu menyebutkan dirinya mendapat tugas koordinasi di wilayah Jawa Barat. Ia harus berkeliling ke 27 kota dan kabupaten untuk menguatkan koordinasi dan sosialisasi.

“Dengan para pengurus PSI di setiap kota dan kabupaten juga sudah mulai dikuatkan koordinasinya,” tegas lelaki berpostur tinggi besar ini.

Alasan aktivis pelaku reformasi 1998 tersebut peduli dengan partai besutan Grace Natalie itu, kata Asep, didasari pertimbangan karena PSI diisi orang-orang muda yang visioner. Apalagi PSI hadir di tengah kegundahan masyarakat yang mengalami degradasi kepercayaan terhadap partai politik.

“PSI diisi orang-orang muda yang kreatif, progresif, revolusioner, jujur, dan bersih. Mereka belum punya dosa,” tegas dia berfilosofi.

Alasan lainnya, lanjut Asep, hadirnya tim SoS yang di dalamnya juga terdapat Ketua Liga Mahasiswa Demokrasi (LMD) maupun Presiden BM Trisakti, didasari kerisauan masih tersumbatnya cita-cita reformasi yang dulu digaungkan mereka. Saat ini jadi momentum yang pas karena menjelang 20 tahun peringatan reformasi.

“Kami ini pelaku reformasi 1998. Menjelang 20 tahun peringatan reformasi, kami kembali terusik dan ingin membangkitkan kembali cita-cita reformasi karena tersumbat. Sebagian elite-elite politik yang saat ini menikmati hasil reformasi, mereka dulu tak hadir membela rakyat dan mahasiswa. Karena itu kami harus hadir memberikan suasana baru untuk merebut kembali demokrasi tapi tentunya dengan situasi dan kondisi berbeda. Tak perlu harus turun ke jalan,” ungkapnya.

Asep menilai, PSI merupakan refleksi dari semangat mewujudkan cita-cita reformasi. Ia pun mengingatkan jika sejarah mencatat, sebuah perjuangan selalu diwarnai dengan hadirnya jiwa-jiwa muda.

“Nilai perjuangan dan semangat muda di PSI sangat menggelora. Kami berikan kesempatan kepada PSI untuk eksis dan tampil serta merebut kembali demokrasi. Namun kami di tim SoS tidak berada di internal PSI. Kami aktivis reformasi 1998 berada di eksternal. Intinya kami ingin membantu para kader PSI di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Satu hal lain yang jadi acuan para mantan aktivis reformasi 1998 itu mendorong penuh PSI ialah memprioritaskan pemerintahan yang bersih. Dalam beberapa kali kesempatan, Ketua Umum PSI, Grace Natalie, menegaskan mendukung pemerintahan Joko Widodo karena rekam jejaknya sebagai figur yang bersih dan jujur.

“Selama figur itu bersih, PSI pasti akan selalu hadir mendukung. Termasuk juga dukungan kepada Ridwan Kamil, dan Risma ” tandasnya.*** (d_hen)

Sumber

PSI Mabar Lakukan Uji Kompetesi Para Bacaleg
Liputan Daerah

PSI Mabar Lakukan Uji Kompetesi Para Bacaleg

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur menggelar uji kompetesi bagi para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Senin (23/4).

Ketua DPD PSI Kabupaten Mabar, Ridwan kepada VN Senin (23/4) mengatakan sebanyak 35 Bacaleg ikut dalam tes tahap kedua ini. Pastor Robertus Pelita,Pr, tokoh masyarakat Butce Helo dan Sekerteris DPW PSI Provinsi NTT,Junaidin Bahasa hadir sebagai penguji.

Menurut Ridwan, di hadapan para penguji setiap Bacaleg harus memaparkan tulisan tentang melawan korupsi dan melawan intoleransi di Indonesia dihadapan penguji. setiap calon mendapatkan 20-30 menit untuk presetasi dan siap menjawab pertanyaan dari penguji.

“Ada tiga tahap seleksi bagi caleg yang mau bertarung melalui PSI Mabar yaitu tahap pendaftaran dengan menyerahkan berkas, uji kompetesi dan uji kalayakan,” kata Ridwan.

Uji kompetensi dilakukan untuk mengetahui visi, misi dan program Caleg PSI jika terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mabar nantinya. PSI fokus pada anak muda yang berani melawan korupsi dan memiliki SDM berkualitas.

Sekretaris DPD PSI Kabupaten Mabar Ari Suhari mengatakan 35 Bacaleg terdiiri dari 14 orang dari Dapil 1 meliputi Kecamatan Komodo, Sano Nggoang, Mbeliling dan Boleng. Dapil II meliputi Kecamatan Ndoso, Kuwus, Kuwus Barat, Macang Pacar dan Pacar sebanyak 11 orang dan Dapil III meliputi Kecamatan Lembor, Lembor Selatan dan Welak sebanyak 10 orang. Ada pula tambahan dua Bacaleg dari Kabupaten Ende.

“Untuk PSI, seluruh caleg yang mau ikut bertarung wajib mengikuti uji kompetesi. Bacaleg yang belum ikut uji kompetesi bisa ikut uji kompetesi di kabupaten lain,” kata Suhari.

Setelah uji kompetensi, dari 35 Bacaleg hanya 30 yang lolos. 12 Caleg dari Dapil 1, Dapil II 9 caleg dan Dapil III sebanyak 9 caleg. Peserta yang lolos akan mengikuti ujian tahap akhir yakni uji khalayak umum akhir Mei mendatang.

Ia menegaskan PSI tidak memungut biaya uji kompetensi.

Bacaleg PSI Kabupaten Mabar, Dewi Subino mengaku ikut mendaftar karena merasa PSI merupakan partai dengan semangat orang-orang muda yang anti korupsi.

“Uji kompetesi ini mau melihat SDM kami sebagai Bacaleg PSI Kabupaten Mabar. Serta untuk mengetahui apa yang kami lakukan jika terpilih sebagai wakil rakyat nanti,” ujar Dewi Subino.

Bacaleg PSI Mabar lainnya, Ichal Deltrex mengapresisi langkah PSI yang melakukan uji kompetesi bagi Bacaleg PSI di Kabupaten Mabar. Menurutnya selain menciptakan caleg yang berkualitas, uji kompetesi juga dilakukan agar caleg dari PSI benar-benar orang yang memiliki program kerja yang jelas untuk kesejateraan masyarakat Mabar.

“Kami yang ikut uji kompetesi tidak dibebani biaya. Kami memaparkan visi dan misi serta program kerja jika terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mabar. Para penguji menanyakan kepada kami tentang undang-undang korupsi dan hukuman bagi koruptor,” tambah Ichal. (bev/ol)

Sumber

PSI Sidoarjo Bidik Pemilih Pemula
Liputan Daerah

PSI Sidoarjo Bidik Pemilih Pemula

Meski baru pertama kali mengikuti pemilu legislatif, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sidoarjo cukup percaya diri. Partai yang dimotori para profesional muda ini optimistis bisa meraih kursi di DPRD Sidoarjo.

“Sejak awal target kami 10 persen di Sidoarjo. Kalau dikonversi ya, lima kursi legislatif,” ujar Rehal Lahiprias Supuntari, pengurus PSI Sidoarjo, Kamis (19/4/2018).

Saat ini PSI sedang melakukan penjaringan caleg. Selain kader-kader internal, menurut Rehal, partainya juga membuka pendaftaran untuk orang-orang muda Sidoarjo untuk berjuang bersama partai yang dipimpin mantan presenter televisi Grace Natalie di tingkat pusat itu.

Tentu saja, Rehal menegaskan, semua caleg harus mengikuti platform serta visi dan misi PSI. “PSI adalah partai nasionalis, sehingga kami tidak pernah membeda-bedakan mana yang NU, Muhammadiyah, Kristen, dan sebagainya. Yang ada hanya kita Indonesia,” tegas pria yang juga penggiat teater di Sidoarjo itu.

Salah satu target pasar utama PSI adalah pemilih muda. Anak-anak muda di bawah 20 tahun ini dinilai sangat kritis, aktif di media sosial, terbuka, dan ingin perubahan. Karena itu, Rehal mengaku terus melakukan pendekatan dengan para pelajar dan mahasiswa. Yang utama adalah agar para pemilih pemula ini mau menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tahun depan.

“Kami mengupayakan agar pemilih pemula dapat menggunakan hak suaranya sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing. Mereka mempunyai masa depan yang panjang. Sehingga masa depan para pemuda seharusnya mereka sendiri yang menentukan,” tanda politikus muda ini.

Meski begitu, Rehal menambahkan, PSI juga tidak melupakan begitu saja pentingnya suara dari pemilih-pemilih lama. Mereka ini biasanya sudah punya pilihan pada pemilu sebelumnya. PSI yakin warga senior pun tertarik dengan program-program yang ditawarkan oleh partai anak muda.

“Kami harus bekerja keras untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik. Hal utama yang kami angkat adalah melawan korupsi dan anti-intoleransi,” katanya. (sar/rek)

Sumber

Kunjungan ke Demak, Hariyanto Arbi Disambati Nelayan
Liputan Daerah

Kunjungan ke Demak, Hariyanto Arbi Disambati Nelayan

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Morodemak Kecamatan Bonang kemarin dikunjungi oleh mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kunjungan Hariyanto tersebut digunakan para nelayan untuk mengeluarkan persoalan yang selama ini membelitnya.

Mereka mengeluhkan hasil lelang ikan yang pembayarannya tidak secara cash atau kontan. Selain itu nelayan juga mengeluhkan hasil lelang di TPI tersebut yang sangat rendah dibanding pelelangan ikan di tempat lain.

Salah seorang nelayan Salim (47) mengungkapkan bahwa hasil lelang ikan di TPI Morodemak selama ini cenderung rendah dibanding harga pasaran. Dicontohkan, satu keranjang ikan tongkol yang biasanya laku Rp 600 ribu, saat ini hanya laku Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.

Salah satu penyebabnya, menurut Salim adalah minimnya pembeli yang mau datang ke TPI. “Pembelinya disini sangat minim, jadi, hasil lelang ikannya ya dikuasai pedagang yang itu-itu saja,” kata Salim.

Dikatakan, pembeli dari luar daerah enggan membeli ikan ke TPI Morodemak karena seringkali dihalangi oleh oknum-oknum tengkulak lokal. Bahkan kata Salim, banyak pembeli dari daerah luar yang mendapat intimidasi agar tidak usah membeli ikan di TPI Morodemak.

“Kadang ada yang ban mobilnya digembesi. Ya akhirnya, pembeli luar enggan datang,” sesalnya. Selain persoalan harga lelang ikan, para nelayan dihadapkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi untuk melaut.

Menurut mereka, solar untuk melaut sulit didapat lantaran stok SPBN diborong oleh tengkulak. Sehingga, nelayan harus membeli dari tengkulak dengan harga lebih tinggi. Harga solar di SPBN Rp 5.150 per liter, menjadi naik ketika membeli dari tengkulak yakni Rp 5.800 sampai Rp 6.000 per liter. Untuk perahu 2-3 GT membutuhkan setidaknya 10-20 liter sekali melaut.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama. Kalau membeli di SPBN harus antre lama hingga tiga jam, ya terpaksa membeli pada tengkulak,” kata Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Karman Sastro yang ikut mendampingi Hariyanto Arbi.

Selain itu, nelayan juga mengeluhkan belum segera didistribusikannya kartu nelayan oleh pemerintah daerah setempat. Padahal kartu tersebut sangat dibutuhkan untuk mengakses pembelian BBM bersubsidi, gas elpiji 3 kg hingga jaminan asuransi nelayann.

Sementara, Hariyanto Arbi mengaku menerima banyak sekali masukan atas persoalan yang dihadapi para nelayan tersebut. Terkait kompleksnya persoalan yang ada, Hariyanto menganggap pemerintah pusat harus segera turun untuk menyelesaikannya.

“Tentu kalau persoalan ini, Bu Susi (Menteri KKP Susi Pudjiastuti, red) harus tahu ini,” ujarnya. (adi/biz/muz)

Sumber