PSI Sidoarjo Bidik Pemilih Pemula
Liputan Daerah

PSI Sidoarjo Bidik Pemilih Pemula

Meski baru pertama kali mengikuti pemilu legislatif, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sidoarjo cukup percaya diri. Partai yang dimotori para profesional muda ini optimistis bisa meraih kursi di DPRD Sidoarjo.

“Sejak awal target kami 10 persen di Sidoarjo. Kalau dikonversi ya, lima kursi legislatif,” ujar Rehal Lahiprias Supuntari, pengurus PSI Sidoarjo, Kamis (19/4/2018).

Saat ini PSI sedang melakukan penjaringan caleg. Selain kader-kader internal, menurut Rehal, partainya juga membuka pendaftaran untuk orang-orang muda Sidoarjo untuk berjuang bersama partai yang dipimpin mantan presenter televisi Grace Natalie di tingkat pusat itu.

Tentu saja, Rehal menegaskan, semua caleg harus mengikuti platform serta visi dan misi PSI. “PSI adalah partai nasionalis, sehingga kami tidak pernah membeda-bedakan mana yang NU, Muhammadiyah, Kristen, dan sebagainya. Yang ada hanya kita Indonesia,” tegas pria yang juga penggiat teater di Sidoarjo itu.

Salah satu target pasar utama PSI adalah pemilih muda. Anak-anak muda di bawah 20 tahun ini dinilai sangat kritis, aktif di media sosial, terbuka, dan ingin perubahan. Karena itu, Rehal mengaku terus melakukan pendekatan dengan para pelajar dan mahasiswa. Yang utama adalah agar para pemilih pemula ini mau menggunakan hak pilihnya dalam pemilu tahun depan.

“Kami mengupayakan agar pemilih pemula dapat menggunakan hak suaranya sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing. Mereka mempunyai masa depan yang panjang. Sehingga masa depan para pemuda seharusnya mereka sendiri yang menentukan,” tanda politikus muda ini.

Meski begitu, Rehal menambahkan, PSI juga tidak melupakan begitu saja pentingnya suara dari pemilih-pemilih lama. Mereka ini biasanya sudah punya pilihan pada pemilu sebelumnya. PSI yakin warga senior pun tertarik dengan program-program yang ditawarkan oleh partai anak muda.

“Kami harus bekerja keras untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik. Hal utama yang kami angkat adalah melawan korupsi dan anti-intoleransi,” katanya. (sar/rek)

Sumber

Kunjungan ke Demak, Hariyanto Arbi Disambati Nelayan
Liputan Daerah

Kunjungan ke Demak, Hariyanto Arbi Disambati Nelayan

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Morodemak Kecamatan Bonang kemarin dikunjungi oleh mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kunjungan Hariyanto tersebut digunakan para nelayan untuk mengeluarkan persoalan yang selama ini membelitnya.

Mereka mengeluhkan hasil lelang ikan yang pembayarannya tidak secara cash atau kontan. Selain itu nelayan juga mengeluhkan hasil lelang di TPI tersebut yang sangat rendah dibanding pelelangan ikan di tempat lain.

Salah seorang nelayan Salim (47) mengungkapkan bahwa hasil lelang ikan di TPI Morodemak selama ini cenderung rendah dibanding harga pasaran. Dicontohkan, satu keranjang ikan tongkol yang biasanya laku Rp 600 ribu, saat ini hanya laku Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.

Salah satu penyebabnya, menurut Salim adalah minimnya pembeli yang mau datang ke TPI. “Pembelinya disini sangat minim, jadi, hasil lelang ikannya ya dikuasai pedagang yang itu-itu saja,” kata Salim.

Dikatakan, pembeli dari luar daerah enggan membeli ikan ke TPI Morodemak karena seringkali dihalangi oleh oknum-oknum tengkulak lokal. Bahkan kata Salim, banyak pembeli dari daerah luar yang mendapat intimidasi agar tidak usah membeli ikan di TPI Morodemak.

“Kadang ada yang ban mobilnya digembesi. Ya akhirnya, pembeli luar enggan datang,” sesalnya. Selain persoalan harga lelang ikan, para nelayan dihadapkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi untuk melaut.

Menurut mereka, solar untuk melaut sulit didapat lantaran stok SPBN diborong oleh tengkulak. Sehingga, nelayan harus membeli dari tengkulak dengan harga lebih tinggi. Harga solar di SPBN Rp 5.150 per liter, menjadi naik ketika membeli dari tengkulak yakni Rp 5.800 sampai Rp 6.000 per liter. Untuk perahu 2-3 GT membutuhkan setidaknya 10-20 liter sekali melaut.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama. Kalau membeli di SPBN harus antre lama hingga tiga jam, ya terpaksa membeli pada tengkulak,” kata Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Karman Sastro yang ikut mendampingi Hariyanto Arbi.

Selain itu, nelayan juga mengeluhkan belum segera didistribusikannya kartu nelayan oleh pemerintah daerah setempat. Padahal kartu tersebut sangat dibutuhkan untuk mengakses pembelian BBM bersubsidi, gas elpiji 3 kg hingga jaminan asuransi nelayann.

Sementara, Hariyanto Arbi mengaku menerima banyak sekali masukan atas persoalan yang dihadapi para nelayan tersebut. Terkait kompleksnya persoalan yang ada, Hariyanto menganggap pemerintah pusat harus segera turun untuk menyelesaikannya.

“Tentu kalau persoalan ini, Bu Susi (Menteri KKP Susi Pudjiastuti, red) harus tahu ini,” ujarnya. (adi/biz/muz)

Sumber

Wakil Rakyat Harus Melayani
Liputan Daerah

Wakil Rakyat Harus Melayani

Pengurus DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkunjung ke Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Selasa (17/4) pukul 14.00 WIB. Rombongan dipimpin langsung ketum Grace Natalie dan didampingi Ketua DPW PSI Sumsel Alvin Kenedy.

Kedatangan pengurus DPP PSI ini diterima Pemred Harian Sumatera Ekspres yang juga Deputi GM Hj Nurseri Marwah, Redpel H Andri Irawan, Manager Pemasaran Rosidi, dan awak redaksi lainnya.

Grace Natalie mengatakan bahwa PSI sebagai partai baru di kancah politik nasional akan melayani publik. Karena itu dalam perekrutan caleg dilakukan melalui uji kompetensi. Hanya caleg yang memiliki rekam jejak bagus yang direkomendasikan untuk menjadi caleg.

“Kita ingin memulai tradisi politik baru baik dalam rekrut caleg maupun struktur pengurus yang ramping,” kata Grace. (afi/dom)

Sumber

Melalui Perahu PSI, Fajar Riza Ul Haq Memastikan Maju dalam Pileg 2019
Liputan Daerah

Melalui Perahu PSI, Fajar Riza Ul Haq Memastikan Maju dalam Pileg 2019

Perebutan kursi DPR RI dapil V Kabupaten Bogor semakin menarik, hal itu dikarenakan, turut sertanya Fajar Riza Ul Haq, staff khusus Mendikbud dalam kontestasi pemilihan legislatif periode 2019–2024 melalui perahu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Fajar mengatakan, menurut saya tawaran PSI lebih punya prospek kedepannya, memang PSI ini adalah partai yang baru luar dalamnya, itulah yang membuat saya tertarik untuk berjuang di PSI.

“Saya kira PSI dapat menjawab semua kegelisahan atau Apatisme politik yang ada dikalangan muda tentang partai politik, PSI ini adalah partai sebaya, semua sejajar disini,” kata Fajar kepada awak media, di salahsatu Rumah Makan Kota Bogor, Senin (17/4/18) petang.

Fajar melanjutkan, dapil Kabupeten Bogor ini sangat strategis punya peluang besar. Dari jumlah penduduknya yang mencapai 5,6 juta jiwa, dan itu terbanyak di Jawa Barat dengan jumlah DPT 3 juta. Inilah kenapa alasan saya pilih dapil V Kabupeten Bogor.
“Saya akan melakukan perbaikan infrastruktur, peningkatan taraf kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat hingga pelestarian kebudayaan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju di Indonesia,” tandasnya. (Nai)

Sumber

PSI Jaring Bacaleg Muda Berjiwa Antikorupsi
Liputan Daerah

PSI Jaring Bacaleg Muda Berjiwa Antikorupsi

DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIJ serius ingin meramaikan bursa Pemilihan Umum Legislatif (Pemilu) 2019 dengan menggaet kalangan muda.  Penjaringan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-DIJ telah dilakukan. Tahap seleksi digelar di kantor DPW PSI DIJ Jalan Nyi Pembayun No 20, Prenggan, Kotagede, Kota Jogja, Sabtu (14/4) dan Minggu (15/4).

Ketua DPW PSI DIJ Nur Sigit Nugroho mengatakan, uji kompetensi dilakukan secara terbuka dan transparan dengan melibatkan panitia seleksi independen. “Ini yang membuat proses seleksi bacaleg PSI berbeda dari partai lain,” ujarnya di sela proses penjurian bacaleg kemarin.

Proses seleksi dibagi tiga tahap. Pertama, seleksi administrasi. Setiap bacaleg PSI harus memenuhi ketentuan minimal syarat pendidikan, riwayat pekerjaan, organisasi, dan wajib menyerahkan tulisan essay sedikitnya satu halaman folio mengenai isu antikorupsi dan anti –intoleransi.

Setiap bacaleg juga diminta mempresentasikan ide dan gagasan tentang permasalahan masyarakat DIJ, sekaligus dan solusinya.

“Melalui mekanisme  yang terbuka dan transparan masyarakat bisa mengetahui rekam jejak dan kredibilitas para caleg yang akan dipilih. Sehingga kualitas dan kapasitas caleg terpilih akan jauh lebih baik pula,” paparnya.

Tiap bacaleg yang lolos tahap pertama berhak mengikuti seleksi kompetensi oleh panitia independen. Peserta yang terus melaju selanjutnya mengikuti tahap sosialisasi.

Ketatnya proses penjaringan bacaleg dilakukan demi mendapatkan kandidat yang benar-benar berkompeten dan memiliki kredibilitas baik di masyarakat. “Yang perlu digarisbawahi, PSI tidak menarik mahar sepeser pun dari para kandidat selama mengikuti seluruh proses tahapan seleksi ini,” tegas Sigit.

Selain akademisi, PSI menggandeng toko masyarakat sebagai panitia independen. Tak satu pun dari internal partai. Antara lain, dosen UGM Dr Hempri Suyatna, Alimatul Qibtiyah, Risa Karmida, Dyah Ayu Roessusita, dan Retno Ningsih.

Dalam kesempatan itu Risa Karmida mengungkapkan, tahapan seleksi bacaleg yang dilakukan PSI sudah baik. Lewat seleksi tersebut para bacaleg diharapkan memahami permasalahan di daerah pemilihan masing-masing dan siap menjadi agen perubahan masyarakat.

Juri independen lainnya, Alimatul Qibtiyah, sangat mengapresiasi langkah PSI yang menjaring bacaleg dari beragam profesi.  Dengan pemahaman isu antikorupsi dan anti-intoleransi yang sangat beragam. “Tanggung jawab  kami memberikan penilaian secara objektif,” ucapnya.

Sedangkan Hempri Suyatna mengatakan, banyaknya kasus korupsi biasanya dipicu oleh mekanisme rekrutmen bacaleg yang dilakukan secara tertutup oleh partai pengusung. “Hal itu pula yang menyebabkan kinerja dewan sering tidak jelas,” katanya menganalisis.

Sementara salah seorang peserta seleksi San Akuan mengaku tertarik dengan PSI karena meyakini bahwa partai besutan Grace Natalie ini mampu menjembatani dan mengakomodasi aspirasi masyarakat secara bersih dan benar. Salah satunya dengan memerangi korupsi. (sam/yog/ong)

Sumber

Pansel Terkejut Ternyata Banyak Ide Kreatif yang Disampaikan Bacaleg PSI
Liputan Daerah

Pansel Terkejut Ternyata Banyak Ide Kreatif yang Disampaikan Bacaleg PSI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara menggelar seleksi wawancara terhadap Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) 2019 di Kota Medan.

Seleksi Bacaleg sendiri sudah digelar selama dua hari dan diikuti sekitar 90 Bacaleg dari berbagai daerah pemilihan di Sumatera Utara.

Masing masing Bacaleg, memaparkan gagasan-gagasan dan ide-ide baru untuk kemajuan Partai Solidaritas Indonesia di hadapan Panitia Seleksi (Pansel).

Salah satu Pansel dari kalangan akademisi, Faisal Andi Mahrawa mengaku cukup terkejut dengan pemaparan para Bacaleg. Apalagi diantaranya masih berusia muda, namun punya ide kreatif yang brilian.

“Ada Bacaleg yang punya gagasan membuat aplikasi mobile terkait, bagaimana menangkap aspirasi dari masyarakat,” kata Faisal, Minggu (15/4/2018).

“Para Bacaleg yang mengikuti seleksi melebihi harapan kita para Pansel. Sebelumnya kami berharap mereka punya potensi di dunia politik dan dunia kerja mereka sehari-hari. Ternyata justru hari ini lebih dari itu. Mereka punya pandangan yang sangat detil, punya sikap terkait dengan anti korupsi dan anti intoleransi. Mereka punya solusi cerdas dan kreatif,” terangnya.

Sementara itu, salah satu Bacaleg Sidhi Nugroho Widhianto (45) mengatakan keinginannya maju sebagai Caleg PSI karena melihat partai baru itu berkomitmen untuk memberantas korupsi dan intoleransi. Ditambah lagi, tidak ada istilah mahar politik dalam PSI.

Namun saat diwawancarai oleh Pansel, dirinya mengaku gugup. Karena para Pansel punya pemahaman yang sangat luas.

“Prosesnya transparan, kita bisa melihat langsung di website PSI. Proses seleksi juga disiarkan secara langsung di facebook PSI,” katanya.

Lebih lanjut, lelaki yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengaku ikut penjaringan caleg karena punya pengalaman buruk terkait korupsi. Istrinya pernah mengkritisi soal kasus pungutan liar akreditasi puskesmas.

“Sebetulnya ada dana dari pusat, tapi di bawah ada kutipan biaya untuk akreditasi puskesmas. Jadi saya ingin bersihkan korupsi di pemerintahan dan instansi lainnya sampai ke akar-akarnya. Sebab angka korupsi yang tinggi di Sumut, menurutnya terjadi karena hukuman yang terlalu ringa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Sumut Fuad Perdana Ginting mengatakan pihaknya tidak membedakan seleksi terhadap kader PSI yang juga ikut seleksi. Dari seluruh Bacaleg usia termuda yang ikut seleksi adalah 22 tahun dan tidak mengurangi standar penilaian. Yang tidak layak lolos tidak akan lolos.

“Yang paling penting, para Bacaleg bisa mengetahui tugas pokok legislatif dan punya ide kreatif. Para caleg nantinya yang terpilih harus mampu mengajak masyarakat mewujudkan idenya. Jadi kita tidak main main untuk mencari caleg. Karena mereka adalah calon wakil rakyat,” pungkas Fuad. (cr9/tribun-medan.com).

Sumber

 

Gelar Baksos, PSI Deliserdang Konsisten Dekat dengan Masyarakat
Liputan Daerah

Gelar Baksos, PSI Deliserdang Konsisten Dekat dengan Masyarakat

 Konsisten selalu dekat dengan masyarakat, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Deliserdang menggelar Bakti Sosial (Baksos) cek kesehatan dan pemeriksaan gigi gratis di Jalan Ujung Serdang, Desa Medan Sinembah Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, Minggu (8/4).

Ketua DPD PSI Deliserdang Eternal Dean Refisis ST didampingi Sekretaris PSI Deliserdang Libianko Sianturi, Wakil Ketua Wasinton Manullang dan bendahara Frima Yanti Purba mengatakan, kegiatan baksos tersebut berlatarbelakang kepedulian PSI Deliserdang terhadap masyarakat khususnya yang ada di Kecamatan Tanjungmorawa.

Eternal menambahkan, program pemerintahan Jokowi-JK tentang kesehatan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan yang digelar PSI Deliserdang guna tercapainya masyarakat yang sehat secara jasmani dan Rohani.

“Jadi dengan diadakannya baksos ini, diharapkan masyarakat Deliserdang dapat melakukan pemeriksaan gigi dan kesehatan. Untuk tenaga ahlinya adalah drg Roland Hutagaol yang juga adalah kader PSI,” tegasnya.

Selain bidang kesehatan, Eternal menambahkan, kedepannya PSI Deliserdang juga akan memperhatikan hal-hal yang dapat diberikan kepada masyarakat dibidang pelayanan umum dan pendidikan.

“Kita tetap konsisten selalu dekat dengan masyarakat. Hari ini kita buat baksos dibidang kesehatan, kedepannya kita bakal menggelar kegiatan dibidang pelayanan umum dan pendidikan khususnya pada anak-anak sekolah seperti bagi-bagi buku gratis,” jelasnya.

Kegiatan ini selaras dengan trilogi PSI yakni, anti korupsi, anti intoleransi dan menjunjung tinggi solidaritas.

“Anggota kita di Deliserdang sudah mencapai 1500 lebih anggota. Semua kader memiliki persamaan pandangan untuk selalu dekat dengan masyarakat dengan pendekatan trilogi PSI,” ucap Sekretari PSI Deliserdang Libianko Sianturi.

Dalam perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang, Ketua DPD PSI Deliserdang itu menegaskan, PSI hanya akan sebagai penonton alias tidak akan memberikan dukungan kepada pasangan calon. Sikap PSI sebagai penonton di perhelatan Pilbup justru berbeda di kancah Pilgubsu 2018.

Eternal menegaskan, PSI Deliserdang akan mendukung pasangan calon nomor urut 2 yakni Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus. (Rel/A14/h)

Aktivis Antikorupsi Bergabung dengan PSI Aceh
Liputan Daerah

Aktivis Antikorupsi Bergabung dengan PSI Aceh

Aktivis antikorupsi Indra P Keumala mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Pemilu 2019.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan kendaraan politik yang ia pilih untuk terjun ke dunia politik.

Kata Indra, keinginan menjadi caleg tidak lepas dari situasi politik di Aceh yang ia nilai cenderung didominasi kepentingan sektoral sehingga tujuan menciptakan keadilan bagi semua menjadi terabaikan.

“Awalnya saya tidak begitu tertarik terjun ke dunia politik. Tapi setelah berdiskusi dengan teman-teman di PSI tentang visi mereka, akhirnya saya menemukan kesamaan. Untuk itu, saya pilih bergabung di partai ini,” ujar Indra P Keumala seusai mendaftar di DPW PSI Aceh, Rabu (28/3/2018).

Sosok yang diketahui masih aktif sebagai Koordinator Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran (FAKTA) ini masuk sebagai caleg PSI melalui pendaftaran yang dibuka DPW PSI Aceh yang dipimpin Kamaruddin tersebut.

Menurutnya, mayoritas pengurus DPW PSI Aceh merupakan sahabat seperjuangannya dulu menyuarakan perubahan saat Aceh masih didera konflik.

“Saya kenal baik bagaimana latar belakang dan komitmen mereka. Jadi PSI adalah tempat yang cocok bagi saya untuk melanjutkan perjuangan menuju perubahan Aceh yang lebih baik,” ucap Indra.

Kata Indra, langkah memilih PSI sebagai kendaraan politik dikarenakan partai ini dihuni oleh kalangan muda progresif yang kredibilitasnya tidak diragukan ladi guna mendorong pembaharuan Aceh ke arah yang lebih berkeadilan.

Salah satu yang ia maksud adalah Sekretaris Jendral DPW PSI Aceh, Yuli Zuardi Rais.

“Saya kenal baik dengan sahabat saya yang satu ini. Pertama sekali kenal beliau justru saat kami sama-sama terlibat di sebuah diskusi informal di Jakarta pada 2001 silam. Ya sudah, karena itu saya anggap PSI adalah wadah yang cocok dan saya ingin menjadi bagian dari partai ini,” ujar dia.

Sekretaris DPW PSI Aceh, Yuli Zuard Rais mengaku senang dengan kehadiran Indra P Keumala di partainya.

Ia juga mengajak seluruh teman-teman dan seluruh masyarakat untuk bergabung bersama PSI.

“Latar belakang bro Indra sejalan dengan apa yang hendak diperjuangkan PSI. Jadi siapa saja yang punya visi serupa dan ingin turun tangan untuk kemajuan daerah dan bangsa, PSI siap menampung,” tandas Yuli Zuardi. (*)

Sumber

 

Gaet Generasi Milenial, PSI Pasang Target Pasti di Legistlatif
Liputan Daerah

Gaet Generasi Milenial, PSI Pasang Target Pasti di Legistlatif

Kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sempat menggegerkan kancah politik. Betapa tidak. PSI nyatanya mampu menggaet generasi yang selama ini dinilai cuek dengan politik, generasi milenial.

Kini, PSI yang punya nomor urut 11 sebagai partai peserta Pileg 2019 menjelajahi dan mengusung generasi milenial sebagai calon wakil rakyat di lembaga legislatif.

Saat ini sudah ada beberapa tokoh yang melakukan komunikasi untuk gabung dalam barisan partai anak muda, untuk lebih peduli terhadap dunia perpolitikan dan kemasyarakatan.

“Kebanyakan dari tokoh-tokoh pemuda daerah, pengusaha muda, ada juga yang dari aktivis mahasiswa,” ungkap Ketua DPW PSI Lampung, Beny Arifin, Selasa (10/4/2018).

Pihaknya juga sambung Beny, sudah membuka pendaftaran bacaleg. “Tim Independen masih bekerja. Karena kita akan lihat dari potensi Bacaleg itu,” ungkapnya.

Mengenai target, PSI Lampung berharap bisa mendudukkan kadernya di kursi DPR RI, Provinsi, kabupaten/kota.

“DPR RI kita menargetkan 4 kursi. Kemudian 3 orang di DPRD provinsi dan 2 orang di kabupaten/kota, kita tidak muluk-muluk menargetkan sesuatu itu, karena kita ingin yang pasti,” pungkas Beny.

Sumber

Bacaleg PSI Palembang Harus Siap Terjun Ke Masyarakat
Liputan Daerah

Bacaleg PSI Palembang Harus Siap Terjun Ke Masyarakat

Manjadi calon legislatif (caleg) di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak bisa hanya bermodal duit semata. Elektabilitas sosok bakal calon legislatif (bacaleg) juga akan diuji, baik secara administratif, faktualitas dan elektabilitas.

“Tidak bisa kalau tiba-tiba Anda datang ke PSI dan bilang dengan pengurus, Bro gua mau nyaleg, terus ngomong berapa duit harus gua bayar, yang penting gua nomor satu. Gaya ini di PSI tidak berlaku,” ujar Bro Debby Susanto, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumsel, pada saat Kopi Darat (kopdar) bersama kader, pengurus dan bacaleg PSI Kota Palembang, Jumat (6/3/2018).

Menurut Bro Debby–panggilan akrab di internal PSI–setiap bacaleg secara konseptual harus teruji. Mengetahui persoalan masyarakat di masing-masing Daerah Pemilihan (dapil)-nya menjadi faktor penting yang harus diketahui, sekaligus mencari solusi.

“Oleh sebab itu, setiap bacaleg PSI harus siap terjun ke masyarakat, mencari persoalan dan solusinya apa? Ini yang kelak akan menjadi agenda setiap caleg PSI yang akan duduk di kursi parlemen,” tegas Bro Debby.

Ditanya tentang bagaimana mencari persoalan di setiap dapil, Bro Debby menjelaskan hal itu dapat dilakukan oleh masing-masing  caleg. Setiap Caleg, wajib mengetahui persoalan di dapilnya, sekaligus mencari metode dan cara mengatasinya.

“Selama ini, pasti Bro dan Sis sedikit banyak merasakan persoalan apa yang dikeluhkan masyarakat. Bisa masalah birokrasi, layanan publik dan lainnya. Ini yang harus didata dan dicari jalan keluarnya oleh bacaleg PSI,” ujarnya.

Pada kopdar malam itu, persoalan klasik juga masih menjadi bahasan serius, yaitu masalah dana kampanye dan sosialisasi masing-masing caleg. Oleh sebab itu, Bro Debby malam itu kemudian menjelaskan tentang bagaimana menggalang dana bagi para bacaleg PSI.

Salah satu diantaranya dengan Kartu SAKTI (Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi), yang akan  dirangkai pada Malam Solidaritas & Peluncuran Kartu Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi (Kartu SAKTI)  oleh DPP & DPW Partai Solidaritas Indonesia, pada Kamis 12 April 2018, pukul 18.30 – selesai Grand Ball Room Selebriti Entertainment Center Jl. Veteran No. 45 Palembang.

Dijadwalkan ada acara itu, akan hadir Sis Grace Natalie (Ketua Umum PSI), Sis Tsamara (Ketua DPP PSI), Bro Giring Ganesha ex.Nidji (Caleg DPR RI PSI),  Bro Alvin (Ketua DPW PSI Sumsel) dan jajarannya.

Bro Debby meyakinkan, masih banyak orang baik yang memiliki kemampuan dana, tetapi mereka sedang mencari lembaga yang tepat untuk menyalurkan. “Nah, ini peluang bagi Bro dan Sis untuk mengajak mereka untuk hadir pada malam solidaritas, sekaligus membeli Kartu Sakti, sebagai bentuk partisipasi penyandang dana untuk PSI di masa mendatang,” tegasnya.

Sumber