Silaturahmi dengan Aliansi Perempuan, Disabilitas, dan Lansia Tasikmalaya
Liputan

Silaturahmi dengan Aliansi Perempuan, Disabilitas, dan Lansia Tasikmalaya

Sejumlah pengurus DPP PSI bertemu Aliansi Perempuan, Disabilitas dan Lansia (APDL) Kota Tasikmalaya di Basecamp DPP-PSI, Kamis 27 September 2017. Dari DPP, hadir Ketua DPP PSI, Sis Tsamara Amany dan Wasekjen PSI, Sis Danik Eka Rahmaningtyas.

APDL hadir dengan maksud untuk menyampaikan beberapa aspirasi dan keresahan yang dirasakan para penyandang disabiltas di Kota Tasikmalaya. Sebab selama ini mereka mengganggap masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah, terutama dinas sosial.

Ketua APDL, Wahab Sudrajat, menyampaikan harapan untuk terbangunnya pemilu inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Wahab menyampaikan pemilu inklusif ini bertujuan mengajarkan bahwa perspektif disabilitas amat penting dalam pemilu.

Wahab mengatakan, selama ini kelompok disabilitas masih merasakan diskriminasi dalam memenuhi hak politik mereka di Pemilu. “Bagi yang pakai kursi roda, terkadang tidak ada akses ke bilik atau TPS berada di lantai dua. Sedangkan bagi tuna netra, surat suara dengan huruf Braille terkadang kurang,” kata Wahab.

Menanggapi itu semua, Sis Tsamara mengatakan, nasib kaum disabilitas merupakan isu serius yang harus dibahas bersama. Ia mengatakan akan menyampaikan permasalahan ini ke Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin agar mendapatkan perhatian lebih luas.

Sementara, Sis Danik mengatakan masyarakat juga harus diedukasi agar menjaga sarana dan prasarana yang diperuntukkan bagi kaum disabilitas. “Lihat saja trotoar padahal sudah disediakan jalan untuk kelompok disabilitas tapi malah diisi sama yang jualan,”kata Sis Danik.

Sis Danik melanjutkan, PSI akan mendorong agar fasilitas khusus bagi kelompok disabilitas dalam Pemilu benar-benar diperhatikan.

Caleg PSI Wajib Promosikan Jokowi-Ma’ruf
Liputan Nasional

Caleg PSI Wajib Promosikan Jokowi-Ma’ruf

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan para bakal calon anggota legislatif untuk turut mengampanyekan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin secara simultan.

“Sukses PSI adalah sukses Jokowi dan sukses Jokowi adalah sukses PSI. Oleh karena itu, caleg-caleg PSI mesti berkampanye PSI dan Jokowi secara simultan,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (9/9).

Menurutnya, memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 amat penting bagi PSI. Begitu juga di Provinsi Jawa Timur.

“Ada dua sukses bagi PSI di Jawa Timur. Pertama PSI mendapatkan 11 kursi untuk DPR RI, satu fraksi di DPRD provinsi dan masing-masing satu fraksi di setiap DPRD kabupaten/kota,” jelas Toni.

Yang kedua adalah Jokowi juga menang di Jatim. “Caleg PSI wajib memastikan orang baik kembali memimpin negeri ini,” kata Toni.

Dia menambahkan, dengan menyukseskan Jokowi sebagai presiden dua periode menjadi bukti bahwa PSI telah berhasil.

“Oleh karena itu, seluruh calon legislatif agar mengampanyekan Jokowi pada pesta demokrasi tahun depan,” imbuh Toni.

Sumber

PSI: Erick Thohir Pilihan Terbaik Wakili Kaum Milenial
Liputan Nasional

PSI: Erick Thohir Pilihan Terbaik Wakili Kaum Milenial

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games Erick Thohir resmi ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Penunjukan Erick Thohir mendapat sambutan positif dari Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.

Pria yang biasa disapa Toni itu menilai sosok pemilik Mahaka Grup sebagai pilihan yang tepat. Toni juga menganggap Erick Thohir dapat mmenjadi representatif kaum milenial di Tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Dia pun yakin, dengan pengalaman manajerial yang dimilik Erick Thohir, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan menang di Pilpres 2019.

“Dengan kehadiran ET, PSI tambah optimistis pasangan Jokowi-Ma’ruf menang Pemilu 2019,” kata dia.

Dia menilai Erick sebagai pengusaha bisa memange tim kampanye seperti memimpin perusahaan. “Prinsipnya adalah kalau di perusahaan biar dapat keuntungan, ini kan biar dapat suara. Menampilkan perusahaan dikelola secara prudent, akuntabel, indikasi dwngan vaik sesama jejaring. Prinsipnya sama,” papar Toni.

Kemudian dia menjelaskan Erick adalah sosok yang mudah menyesuaikan diri. Serta bisa akrab dengan para politisi serta mudah mengerti soal politik.

“Beliau adalah orang yang sangat gampang untuk menyesuaikan diri dengan suasana. Ini baru ketemu sekali dua kali saha udah jauh lebih pintar dari para politisi,” ungkap Raja Juli Antoni.

Mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir resmi ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Joko Widodo.

“Ketua Tim Kampanye Nasional adalah Bapak Erick Thohir,” ujar Jokowi di Posko Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018) petang.

Dalam pengumuman itu, Jokowi menyampaikan, sosok Erick Thohir adalah pengusaha sukses. “Yang memiliki media, memiliki klub sepak bola, memiliki klub basket, dan lain-lainnya.”

Jokowi menyebut, apa pun yang dipimpin Erick Thohir selalu berakhir dengan sukses. “Dan tidak lupa, dia juga adalah Ketua Inasgoc dalam penyelenggaraan Asian Games,” kata Jokowi.

 

Foto: Liputan6.com

Sumber

Dikunjungi PSI, Meliana Terus Menangis di dalam LP
Liputan Nasional Siaran Pers

Dikunjungi PSI, Meliana Terus Menangis di dalam LP

Meliana, terpidana kasus penodaan agama masih terus menangis di dalam LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara Hal ini disampaikan oleh Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Danik Eka Rahmaningtyas, yang mengunjungi Meliana di LP Tanjung Gusta, Rabu 5 September 2018.

“Kami tadi mengunjungi Ibu Meiliana didampingi penasehat hukumnya dan suaminya, kondisi Ibu Meliana menyedihkan, terus menangis, tadi cerita kronologinya menangis terus, kami jadi trenyuh,” kata Danik.

Danik datang ke LP Tanjung Gusta bersama Habib Muannas Alaidid, Surya Tjandra, Heriyanto, dan Mohamad Guntur Romli, didampingi Josua Fernandus Rumahorbo dari Tim Penasihat Hukum Meliana.

“Kami datang untuk menguatkan Ibu Meiliana, kami juga menyampaikan di hadapan suami dan anak bungsunya yang tadi hadir, bahwa mereka tidak sendirian, banyak yang mendukung Ibu Meliana agar mendapatkan keadilan dan kasus ini tidak boleh terulang lagi di masa depan,” jelas Danik.

Meliana juga menitipkan surat kepada Delegasi PSI yang berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya.

“Tadi Ibu Meliana juga menulis surat yang berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama ini dan dia masih menunggu keadilan,” ujar Danik.

Meliana bercerita, anak bungsunya ingin jadi pengacara untuk membela orang-orang seperti ibunya secara gratis. Anak bungsu itu ada di rumah mereka saat massa melakukan pembakaran.

Ia dan kakak perempuannya kemudian diselamatkan tukang becak yang melompat tembok belakang rumah mereka.

Dua Mantan Jurnalis Ingin Perbaiki Indonesia dengan Jadi Caleg PSI
Kandidat Liputan

Dua Mantan Jurnalis Ingin Perbaiki Indonesia dengan Jadi Caleg PSI

Muhammad Rizky dan Yurgen Alifia punya latar belakang serupa: jurnalis televisi. Kini, keduanya sama-sama berusaha menjadi anggota DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rizky dari Dapil Sumatra Selatan I (I (Kab Musi Rawas, Kab musi Banyuasin, Kab Banyuasin, Kota Palembang, Kab Musi Rawas Utara, Kota Lubuk Linggau), sementara Yurgen dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi).

Rizky mengatakan, terjun je politik adalah bentuk tanggung jawabnya untuk mengurus negara ini agar terus semakin baik dan bukan memburuk.

“Dengan berpolitik, kita bisa berperan aktif dan langsung dalam membuat kebijakan dan peraturan. Sebagai jurnalis, selama ini peran saya adalah menyampaikan fakta dan melakukan kontrol sosial atau sebagai watch dog. Itu semua membuat saya terus terpacu dan terdorong untuk memperbaiki bangsa ini,” kata ayah tiga anak ini di DPP PSI, Selasa 29 Agustus 2018, saat diperkenalkan ke para jurnalis.

Perihal pilihan jatuh ke PSI, Rizky menyatakan, dirinya saya sama sekali tidak pernah membayangkan ada partai yang benar-benar orisinil, bukan partai daur ulang. PSI adalah partai yang orisinal.

“Kedua, saya yakin betul dengan partai ini karena dipimpin anak muda dan tanpa meminta syarat apa-apa jika ada warga yang ingin maju sebagai caleg. Kemudian, langkah-langkah konkret yang dilakukan PSI seperti menggugat UU MD3 adalah hal yang luar biasa,” kata Abang Jakarta 2002 ini.

Terakhir, menurut Rizky, PSI adalah partai yang murni mengedepankan keberagaman dan bekerja berdasarkan kompetensi.

Sementara itu, perjalanan sebagai jurnalis dan pendidikan master di Oxford University (Inggris) membuat Yurgen sadar ada yang tidak beres dengan Indonesia.

“Dalam pengalaman jurnalistik, saya banyak ditugaskan meliput di DPR RI. Saya melihat sendiri rendahnya komitmen banyak anggota DPR, bahkan untuk hal-hal kecil seperti datang rapat kerja maupun sidang paripurna,” kata Yurgen.

Lalu, sebagai mahasiswa di Oxford, dia belajar banyak tentang perumusan kebijakan publik. Ia mengaku gusar dan marah dengan proses perumusan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang kerap mengesampingkan sains dan data sehingga merugikan banyak orang.

“Itu membuat saya terjun ke politik di usia muda. Kemudian, saya mengetahui tentang PSI. Kesamaan visi untuk mereformasi partai politik, melawan korupsi, mencegah intoleransi, serta menciptakan Indonesia yang adil dan makmur membuat saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai kendaraan politik,” ujar pria yang lulus S-1 dari jurusan Ilmu Komunikasi UI dengan predikat cum laude ini.

Ketua Umum PSI Grace Natalie menyatakan amat senang dengan kehadiran dua mantan jurnalis ini. “Saya senang dan salut dengan keberanian mereka berdua yang mau menyeberang dan melakukan sesuatu yang konkret dengan menjadi politisi,” kata Grace.

Aset paling berharga dari seorang wartawan, kata Grace, adalah jaringan. Ini juga yang akan menjadi modal Rizky dan Yurgen untuk menjadi anggota legislatif.

“Kelebihan lain adalah para wartawan sudah pernah melihat langsung kondisi DPR. Jadi mereka bisa lebih cepat dan taktis bergerak, serta punya bekal pengetahuan lebih baik ketimbang kandidat lain,” pungkas Grace.

PSI memiliki sejumlah calon legislatif yang berlatang belakang jurnalis. Sebut saja Andy Budiman (caleg DPR RI dari Dapil Jawa Timur I), Isyana Bagoes Oka (caleg DPR dari Dapil Banten III), dan Suci Mayang Sari (caleg DPR RI dari Dapil Jabar III). Grace Natalie yang maju dari Dapil DKI III juga pernah lama jadi jurnalis TV.

Dua Mantan Dubes RI Jadi Caleg PSI
Kandidat Liputan

Dua Mantan Dubes RI Jadi Caleg PSI

Menjadi duta besar adalah salah satu pencapaian tertinggi bagi seorang diplomat. Namun, Iwan Wiranata-Atmadja dan Mangasi Sihombing belum selesai. Permasalahan korupsi, intoleransi, dan kesejahteraan masyarakat membuat mereka tergerak untuk terjun ke politik menjadi caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Dapil Jakarta II (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri).

Iwan Wiranata-Atmadja (mantan Duta Besar RI untuk Iran, Azerbaijan, Turkmenistan, Bangladesh, dan Nepal) menyatakan ingin mengembalikan nilai-nilai luhur politik yang selama ini tergadaikan, yaitu menyejahterakan kehidupan masyarakat dengan membangun sistem anggaran yang tepat sasaran.

“Selain itu, jika saya terpilih, akan menyisir regulasi yang multitafsir dan tumpang tindih yang selama ini menjadi celah terjadinya korupsi dan ketidakadilan hukum,” ujar alumni Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran, itu di DPP PSI saat diperkenalkan kepada para jurnalis, Selasa 21 Agustus 2018.

Senada dengan Iwan, Mangasi Sihombing  (mantan Duta Besar untuk  Hongaria, Kroasia, Bosnia-Herzegovina, serta Macedonia ini) bertekad memperjuangkan undang-undang yang pro-rakyat, pro-pengentasan kemiskinan, dan anti-intimidasi dan anti-intoleransi.

“Dengan pengalaman saya memimpin delegasi Indonesia di konferensi Internasional anti-korupsi di PBB, saya melihat bahwa UU anti-korupsi perlu diperkuat,” pria yang saat ini menjadi Ketua Dewan Pembina Indonesia Literature Translation Foundation (ILTFF).

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyambut gembira bergabungnya dua diplomat senior ini.

“Tugas di parlemen juga membutuhkan sosok-sosok yang mumpuni dalam soal hubungan luar negeri. Kehadiran Bro Iwan dan Bro Mangasi akan mengisi kebutuhan itu dari PSI,” kata Grace.

Kehadiran para senior ini juga membuktikan bahwa PSI terbuka bagi siapa saja, dari segala lapisan usia. Yang terpenting adalah kompetensi dan integritas. “Untuk pengurus DPP memang harus muda. Tapi untuk kader dan anggota legislatif, kami tak membatasi,” pungkas Grace.

Ma’ruf Amin Jadi Cawapres, PSI Tetap Dukung Jokowi
Liputan

Ma’ruf Amin Jadi Cawapres, PSI Tetap Dukung Jokowi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi mendaftarkan diri untuk berlaga sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2019 mendatang. Jokowi dan Ma’ruf Amin bersama 9 partai pendukungnya mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (10/8).

Nama Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi sebagai pendampingnya memicu pro dan kontra tak hanya di masyarakat, tapi juga di partai pendukung Jokowi sendiri, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

1. PSI semula mendukung Mahfud MD menjadi pendamping Jokowi

Ma’ruf Amin Jadi Cawapres, PSI Tetap Dukung JokowiIDN Times/Margith Juita Damanik
Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan semula partainya mendukung Mahfud MD menjadi pendamping Jokowi. Sebab, kata Grace di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, “Bagi PSI, dari sekian elite nasional, yang paling dekat dengan semangat kami adalah sosok Mahfud MD.” Mahfud dinilai independen, berintegritas, profesional, serta berpengalaman dalam melayani publik dalam skala nasional dan relatif masih muda. “Ia juga figur yang relatif inklusif untuk berbagai golongan, dan karena itu kami sejak awal berharap dan mendukung Mahfud MD untuk menjadi Calon Wakil Presiden Jokowi,” kata Grace.

2. Tetap dukung Jokowi siapapun pendampingnya

“Kami tidak kecewa,” kata Grace. “Kalau kaget-kaget dikit adalah ya. Tetapi kita tidak kecewa,” tambahnya. Grace juga menegaskan bahwa sedari awal PSI sudah berkomitmen untuk 100 persen mendukung Jokowi siapapun nama yang dipilih menjadi calon wakil presidennya.

3. Belajar dari dinamika politik

Ma’ruf Amin Jadi Cawapres, PSI Tetap Dukung JokowiIDN Times/Margith Juita Damanik
Grace mengatakan pemilihan Maruf Amin sebagai pendamping Jokowi membuat partainya belajar tentang dinamika politik. PSI juga sudah memutuskan untuk tidak berlarut dalam kekecewaan dan memandangi perbedaan namun memilih kembali berfokus pada alasan PSI mendukung Jokowi.

“Kali mau mendukung Jokowi dan memberikan komitmen siapapun yang akan Jokowi pilih kami siap mendukung,” kata Grace. Kerja nyata dan keseriusan Jokowi membangun Indonesia menjadi alasan PSI memberikan dukungan pada Jokowi untuk melanjutkan perjuangannya pada periode kedua.

Sumber

Ingin Perbaiki Wajah Buruk DPR, Mantan Wakapolda Jateng Jadi Caleg PSI
Kandidat Liputan

Ingin Perbaiki Wajah Buruk DPR, Mantan Wakapolda Jateng Jadi Caleg PSI

Langka sosok seperti Brigjen Pol (Purn), Drs. Awang Anwarudin, M.H. Pernah 32 tahun mengabdi di Kepolisian RI, tidak membuat dirinya merasa cukup untuk berperan aktif demi masyarakat.  Kini ia terjun ke politik menjadi caleg DPR RI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jabar XI (Garut dan Tasikmalaya).

“Selama 32 tahun mengabdi di Polri, saya ikut memonitor dan mengamati situasi politik tanah air. Sedikit-banyak saya tahu persis perilaku para elite parpol di DPR yang memperkaya diri sendiri melalui korupsi, sementara kinerjanya di bidang legislasi, pengawasan dan anggaran buruk. Inilah yang membulatkan tekad saya untuk terjun ke politik,” ujar peraih Penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lancana Wira Karya dalam acara perkenalan di DPP PSI, Selasa 14 Agustus 2018.

Ironisnya, kata Awang, masyarakat hanya bisa menonton. “Bagaimana masyarakat bisa sejahtera? Bagaimana negara ini bisa maju kalau kelakuan anggota dewannya tidak bermoral?” ujar lulusan Akademi Kepolisian Angkatan  1982 ini

Sementara itu, ia memilih PSI sebagai kendaraan politik karena melihat warna yang berbeda dengan partai politik lain.

“Bagi saya PSI punya warna yang berbeda dari parpol lain. Partai ini memiliki pengurus anak muda yang muda, cerdas, berani, idealis dan konsisten. Saya percaya PSI akan menjadi motor perubahan wajah politik Indonesia, khususnya di parlemen,” ungkap mantan Wakapolda Jateng ini.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie, mengaku gembira dengan bergabungnya Awang ke PSI. “Pengalaman panjang di kepolisian akan membekalinya sebagai anggota parlemen kelak. Sementara, tekadnya untuk memperbaiki DPR, sangat sejalan dengan semangat PSI sebagai partai,” kata Grace.

Grace melanjutkan, parlemen kita sudah sangat mendesak untuk dibenahi. PSI hadir untuk membuat perubahan di sana.

“Dengan bergabungnya Bro Awang, kami mendapat suntikan energi baru. Senioritas dan jam terbang beliau akan membantu kami untuk melangkah dengan cermat dan berhati-hati,” pungkas Grace.

Dukungan atas langkah Awang datang dari mantan Kapolri, Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti. “Saya mengenal Pak Awang sudah sejak sama-sama di taruna, sejak 1978. Pendidikan dan tugas pernah sama-sama. Sebagai atasannya dulu, saya tahu sikap dia seperti apa. Dalam komunikasi, beliau cukup supel, memiliki jaringan yang luas. Jadi, beliau punya modal sosial yang cukup untuk masuk ke dalam dunia politik,” kata Badrodin di DPP PSI.

Badrodin menambahkan, “Saya sempat bertanya: apakah nanti kalau di legislatif gak ikut sistem di sana? Dia jawab bahwa dirinya punya idealisme dan akan membawa perubahan. Untuk itu, saya mendukung komitmen beliau untuk terjun ke politik berjuang bersama PSI.”

Tolak Politik Dinasti, Purnawirawan TNI AU Ini Pilih Gabung PSI
Kandidat Liputan

Tolak Politik Dinasti, Purnawirawan TNI AU Ini Pilih Gabung PSI

Calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia PSI, Marsekal Muda (Purn) Robert Soter Marut mengatakan ia memilih PSI sebagai kendaraan politiknya karena PSI bukan partai dinasti yang feodal.

“Jujur saja, dari segi partai, ini partai yang egaliter dan tentu tidak ada hierarki, juga bukan partai yang dinasti, apalagi feodal,” ujar Robert di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Baca: PKS Gelar Sidang Majelis Syuro Bahas Soal Pilpres secara Tertutup

Ia melihat politik dinasti menjadi hambatan menuju perubahan Indonesia yang lebih baik. Karena itu, di PSI memberikan peluang untuk ikut serta dalam melakukan perubahan untuk Indonesia.

“Sebagaimana kita ketahui, politik dinasti, hierarki, dan feodal inilah yang menjadi batu penghambat menuju perubahan bangsa Indonesia,” tutur Robert.

Purnawirawan TNI AU itu juga menjelaskan alasan dirinya tertarik masuk dunia politik.

Ia mengatakan jika dengan masuk politik, bisa melakukan hal yang besar untuk masyarakat, dan untuk itu harus masuk ke dalam sistem.

“Dengan masuk politik kita bisa berbuat yang lebih besar untuk masyarakat. Puluhan tahun saya bagian dari TNI AU dan di penghujung pengabdian menjabat sebagai DanKohormatau tapi saya terus berpikir soal nasib banyak orang,” jelasnya.

Untuk diketahui, Marsekal Muda (Purn) Robert Soter Marut maju menjadi calon legislatif DPR RI dari PSI untuk Dapil NTT I.

Sumber

Sekjen PSI: Koalisi Jokowi Solid Siapapun Cawapresnya
Liputan

Sekjen PSI: Koalisi Jokowi Solid Siapapun Cawapresnya

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan koalisi partai pendukung Joko Widodo untuk Pilpres 2019 adalah koalisi yang solid. Raja menyebut koalisi itu sebagai koalisi istiqomah. “Insyaallah koalisi ini namanya koalisi istiqomah, koalisi konsisten,” kata Raja di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (5/8/2018).

Raja yakin, koalisi tersebut akan tetap terbangun hingga kemenangan Jokowi. Konsistensi itu, kata Raja, juga telah ditegaskan oleh masing-masing partai koalisi.

Hingga pertemuan para sekjen 9 parpol pendukung Jokowi yang digelar Sabtu (4/8/2018) malam tadi, Raja mengatakan, partai koalisi tetap pada posisinya mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019, siapa pun cawapres yang terpilih.

“Sampai malam tadi semua sekjen partai mengatakan posisinya tetap pada di Pak Jokowi, apapun yang terjadi, siapapun cawapresnya. Jadi Insyallah akan solid,” ujar Raja. Justru, lanjut Raja, partai-partai koalisi Jokowi sudah jauh lebih progresif dalam mempersiapkan pemenangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam waktu dekat, partai koalisi juga berencana untuk berdialog dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membahas detil pendaftaran capres-cawapres yang telah digelar sejak Sabtu (4/8) kemarin hingga Jumat (10/8) mendatang. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, menyebut akan ada partai koalisi Jokowi yang pindah dan membentuk poros ketiga alias poros baru. Partai tersebut, kata Ferry, adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.

Sumber