DPW PSI Sulut Gelar Kopdarwil, Dihadiri Ketum dan Wasekjend DPP PSI
Liputan Daerah

DPW PSI Sulut Gelar Kopdarwil, Dihadiri Ketum dan Wasekjend DPP PSI

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Sulawesi Utara mengadakan Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) dengan menghadirkan Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie dan Wasekjend DPP PSI Danik Eka. Kopdarwil PSI Sulut dilaksanakan di Hotel Gran Puri Manadi Rabu, 24 Mei 2017.
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pengurus DPD PSI Se-Sulawesi Utara yang ada di 15 Kab/Kota. Kopdarwil PSI Sulawesi Utara di awali dengan Doa buka, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PSI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua DPW PSI Sulawesi Utara Melky Pangemanan, S.IP., M.AP., M.Si
“Terima kasih untuk kehadiran Pemprov Sulawesi Utara Pak Kaban Kesbangpol Sulut, Ketua Umum DPP PSI, Wasekjend dan seluruh pengurus PSI di Kab/Kota. Anak muda bergerak luar biasa dan memberi diri untuk berjuang bersama PSI. Kita telah siap untuk di verifikasi oleh KPU. Anak muda luar biasa, PSI luar biasa”. Ujar Melky
Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie dalam sambutannya menyatakan bahwa PSI adalah partai baru dan satu-satunya partai yang lolos verifikasi Kemenkumham kemarin.
“PSI adalah partai baru dan satu-satunya partai yang lolos Verifikasi Kemenkumham kemarin. Saya sangat mengapresiasi kerja keras pengurus PSI Sulawesi Utara dan seluruh anak muda di Indonesia. Kita pastikan PSI akan berada di garda terdepan dalam memperjuangkan hak anak muda dan perempuan Indonesia serta berjuang melawan ketidakadilan, korupsi, intoleransi dan radikalisme” Ucap Grace
Sambutan terakhir dibawakan oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara Steven Liow, S.Sos., MM.
“Semoga PSI dapat memberikan kontribusi positif untuk kemajuan daerah dan bangsa. Anak-anak muda harus kreatif dan bekerja keras sehingga dapat menerima hasil yang memuaskan. Selamat mengikuti Kopdarwil PSI Sulawesi Utara”. Kata Liow
Setelah acara pembukaan selesai dilanjutkan dengan evaluasi internal yang dipimpin oleh Wasekjend DPP PSI Danik Eka dan diakhiri diskusi panel bersama KPU Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ardiles Mewoh, Ketua TePI Sulawesi Utara Rendy Umboh, M.Sc dan Analis Politik Irvan Basri, S.Sos.
Kopdarwil ditutup dengan Doa yang dibawakan oleh Wakil Bendahara PSI Sulawesi Utara Lanny Sambul, ST.

Sumber Beritakawanua

Partai Solidaritas Indonesia DPD Garut Gelar Konsolidasi Jelang Ramadhan
Liputan Daerah

Partai Solidaritas Indonesia DPD Garut Gelar Konsolidasi Jelang Ramadhan

Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Garut terus melakukan pemanasan mesin partai dengan melakukan konsolidasi dan penguatan struktur partai ditingkat Kecamatan.

Aris Kharisma Ketua DPD PSI Kabupaten Garut mengatakan saat ini partainya di Garut sedang konsentrasi pada penyikapan pilkada serentak 2018.

“Garut termasuk daerah yang melaksanakan pilbup dan pilgub Jabar 2018, sehingga butuh penyikapan dari partai,”Kata Aris saat dikonfirmasi disela sela acara konsolidasi dan silaturahmi pengus PSI tingkat kecamatan di Cisurupan,Gatut Kamis (25/5/2017).

Aris menegaskan pihaknya sejauh ini telah banyak mendapatkan ajakan  koalisi untuk menyikapi pilkada Garut mendatang.

“Sejauh ini sudah banyak yang menjajaki koalisi namun PSI belum ambil keputusan. Agendanya malam nanti juga kembali akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan parpol di Garut,”Ungkapnya.

Aris menambahkan dalam pertemuan konsolidasi dan menentukan sikap pada pilkada 2018 bersama 75 pengurus PSI kecamatan se Kabupaten Garut hari Kamis ini pihaknya segera menentukan sikap.

“Sikapnya seperti apa kami belum dapat menjelaskan karena sambil mengikuti dinamika politik yang berkembang selanjutnya,”Tuturnya.

Terkait dengan arahan pengurus partai di tingkat pusat, Aris menyebut belum ada apapun kecuali menjaga solidaritas partai dengan semua elemen di daerah.

“Intruksinya masih jaga solidaritas dan menggelorakan semangar partai yaitu muda dan beda, anti korupsi dan anti intoleransi,”Tukasnya.***jmb

Sumber Gapura

Tsamara Amany: Yang Namanya Islam Itu Selalu Menjaga NKRI
Liputan Nasional

Tsamara Amany: Yang Namanya Islam Itu Selalu Menjaga NKRI

Tsamara Amany Alatas hadir dalam acara selawat “Malam 1000 Cahaya” di kawasan Makam Mbah Priok. Politisi muda yang juga merupakan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini ikut memberikan kata sambutan di acara doa bersama di Hari Kebangkitan Nasional tersebut.

Berikut kata sambutan Tsamara Amany selengkapnya:

“Kita di Makam Mbah Priok, segini banyak orang untuk apa? Untuk Indonesia. Kita berada di suatu makam keramat yang menjelaskan moderatnya Islam, tentang rahmatnya Islam. Karena yang namanya Islam itu berjalan beriringan dengan Pancasila. Yang namanya Islam itu selalu menjaga NKRI. Kalau ada Islam yang mau menghancurkan NKRI dan Pancasila, itu bukan Islam Indonesia. 

Teman-teman semuanya, kita berkumpul di sini selalu ingin menjaga negeri kita. Kita tidak menerima ideologi-ideologi transnasional yang ingin mengacaukan keberlangsungan Pancasila dan NKRI. Karena Pancasila itu harganya final di Indonesia. Karena hanya Pancasila yang bisa merekatkan kita dari Sabang sampai Merauke.

Dan hari ini kita mau bersalawat untuk menjaga keutuhan negeri kita. Kita mau bersalawat agar tidak ada lagi orang-orang yang mengklaim dirinya paling islami tapi mau menghancurkan negeri kita.

Teman-teman semuanya, negara ini hanya akan terus terjaga jika kita tidak diam. Kita menolak diam. Kita dukung Presiden Jokowi. Kita bersama Presiden Jokowi. Karena Presiden Jokowi juga bersama kita. Beliau adalah garda terdepan yang menjaga Pancasila dan NKRI. Dan kita siap berada di belakang beliau untuk menjaga negeri kita ini. Maka itu kita dukung. Kata Presiden Jokowi, kalau ada yang mengancam Pancasila dan NKRI, kita gebuk.”

Silakan simak video kata sambutan Tsamara Amany ini

Sumber Maknawi.com

 

#SolidarityTalk: Cara Asik Ngobrol Politik di Media Sosial Bareng Anak Muda PSI, Dari Mulai Raisa Hingga Mimpi Indonesia
Liputan Daerah

#SolidarityTalk: Cara Asik Ngobrol Politik di Media Sosial Bareng Anak Muda PSI, Dari Mulai Raisa Hingga Mimpi Indonesia

1) Hallo bro, @gussanusi kumaha damang ? Apa saja kesibukannya saat ini?

“Masih sehat segar bugar min. Ya masih sibuk cari pengganti Raisa. U know lah”

2) Apa sih pandangan bro @gussanusi tentang dunia politik saat ini? Diluar patah hati ditinggal raissa 😋

“Ada kejenuhan. Kita butuh kebaruan baik itu semangat, nilai-nilai, aktor dan yang pasti organik”

3) Menarik,apa yg mendorong bro @gussanusi hingga memutuskan u/ terjun kedunia politik? & kebaruan apa yg mau diperjuangkan?

“Pertama, saya terinspirasi Gandhi ‘Jadilah bagian dari perubahan yang kamu inginkan di dunia ini. Simple berhenti mengutuk kerjakan. Ya, perubahan butuh aktor termasuk dalam politik. Solusinya adalah terjun, mengambil peran & tanggungjawab”

“Kedua, kebaruan seperti apa? Jelas yang sejalan dengan semangat republikanisme, daulat rakyat. Kita ambl kembali apa yang telah terenggut. Tentu dengan cara kita. Anak muda. Generasi millenial. Jika itu terjadi Indonesia bakal keren”

4). Inspiratif 👏
Bagaimana bro @gussanusi memotivasi anak muda purwakarta supaya mau terlibat dlm dunia politik?

“Anak muda it dinamis, suka hal bru & aktivitas. Ajak mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Hal paling penting bersahabatlah. Sebagian perlu dibantu menemukan “passion”nya termasuk mengajak mereka lebih percaya pada diri merek sendiri. Potensi mereka”

5). Dalam pandangan bro @gussanusi sepenting apa sih politik itu ?

“Pertama, sih mari kita bicara mimpi Indonesia seperti apa yang kita inginkan di masa depan. Disini politik adalah cara untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Bayangkan berapa banyak hal bisa kita ubah dengan politik”

“Kedua jika politik erat dengan kekuasaan kita jangan alergi. Kekuasaan baik atau buruk tergantung pada siap penguasanya. Nah karenanya disinilah kita harus berani mengambil peran & tanggung jawab. Lagipula politik itu sederhana sesuatu yang sehari-hari bisa kita lakukan. Bagi saya suatu keharusan saat ini anak muda berpolitik dan memimpin”

6). Bravo, mencerahkan banget bro @gussanusi 👏 Btw cerita sedikit dong suka dukanya gabung @psi_id 😁

“Long life learning. Di PSI saya menemukan banyak hal baru dan juga sebuah tantangan. Saya bisa terus belajar. Dukanya? Cukup adil saya kira merelakan Raisa dengan dia. Untuk mengukuhkan solidaritas.

Sumber Cidahu

PSI NTT Bertekad Lahirkan Kader Muda Baik
Liputan Daerah

PSI NTT Bertekad Lahirkan Kader Muda Baik

Partai Solidaritas Indonesia Nusa Tenggara Timur (PSI NTT) bertekad untuk terus melahirkan kader-kader muda yang baik di NTT.

Ketua Dewan Pembina PSI NTT, Piter Pitobi menjelaskan bahwa kader muda yang baik itu adalah kader yang memiliki integritas moral yang tinggi.

“Jadi, kader-kader PSI NTT itu harus tidak suka pencuri uang, harus tidak suka selingkuhan. Intinya jangan bermasalah dengan hukum atau pernah bermasalah dengan hukum,” jelas Pitobi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (27/5).

Lanjutnya, jika ada generasi muda yang ingin gabung dengan PSI, maka segera evaluasi diri terkait kebaikan dirinya sendiri. Begitu juga  dengan pengurus-pengurus PSI saat ini, jika ada yang tidak baik, maka akan dihapus dari partai.

Dijelaskan Pitobi, PSI memiliki tiga nilai kebaikan yang harus dipegang teguh oleh setiap kader. Tiga nilai kebaikan itu adalah menebar kebajikan, merawat keberagaman, dan meneguhkan solidaritas.

“Tiga nilai kebaikan itu adalah modal kekuatan PSI untuk mencetak kader-kader yang baik di NTT,” pungkasnya. [ian]

Sumber RMOL

PSI: Presidential Threshold 20% Arogansi Partai Besar
Liputan Nasional

PSI: Presidential Threshold 20% Arogansi Partai Besar

Angka presidential threshold (PT) menjadi bahasan cukup seru di tengah pembahasan revisi UU Pemilu. Parpol besar mencoba memasang angka persyaratan tinggi bagi parpol untuk bisa mengusung capres dalam Pilpres 2019.

Hal ini disayangkan oleh parpol baru, yang berharap banyak bisa langsung mengusung capres dalam pilpres mendatang. Parpol kecil yang baru tumbuh menilai memasang angka PT 20% sebagai bentuk arogansi parpol besar.

“Ini arogansi. Ini memperlihatkan bahwa ada inkonsistensi pemahaman parpol yang ada di DPR. Pada saat MK memutuskan penyelenggaraan pemilu bersamaan, ada juga disebutkan memberikan ruang kepada orang terbaik di bangsa ini untuk berkompetisi sehingga rakyat membuat pilihan, jadi mestinya tidak ada lagi PT,” kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (26/5/2017).

Apa yang disampaikan Toni, demikian ia disapa, tidaklah berlebihan. Melihat pemetaan saat ini memang banyak parpol besar mendorong angka PT tinggi dalam Pilpres 2019.

Saat ini Golkar, NasDem, PDIP, dan PKS memasang PT 20%, sedangkan PD dan Gerindra menghendaki PT 0%, yang senada dengan keinginan parpol baru. Posisi Hanura, PAN, PKB, dan PPP mencoba menawar PT di angka 3,5% ketimbang menuruti keinginan parpol besar memasang PT 20%.

Dengan melihat peta politik di DPR, memang masih sangat mungkin akan ada kompromi sesama parpol di DPR. Dari nada pemerintah yang disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo, memang angkanya bertahan pada PT 20%. Namun sangat terjadi kompromi dengan satu kepentingan: hanya parpol yang sudah duduk di DPR alias lolos parliamentary threshold yang berhak mengusung capres.

Kalau PT 20% terwujud ataupun opsi kedua, yakni parpol baru tak bisa mengusung capres karena terhalang aturan PT itu, PSI akan menjadi yang pertama mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka meyakini pengajuan uji materi itu akan gol.

“Jika mereka mendominasi perpolitikan di Indonesia dengan cara itu, kami akan lakukan judicial review dan hampir pasti kami menang kalau konteks amar putusan MK waktu itu. Kami yakin PT akan jadi 0 persen dan semua bisa mengajukan capres,” tuturnya. (van/erd)

Sumber Detik

Konsensus Nasional Perkuat Integrasi Bangsa
Liputan Nasional

Konsensus Nasional Perkuat Integrasi Bangsa

Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan empat konsensus nasional yang menjadi landasan sekaligus arah dan tujuan bangsa. Karenanya, empat konsensus nasional tersebut tidak bisa diubah oleh kekuatan manapun selama negara Indonesia berdiri.

Harus diakui jika empat konsensus nasional kerap dipertanyakan sekelompok orang dengan berupaya mengganti dasar dan ideologi negara. Mereka menyebarkan segala macam berita bohong atau hoax untuk memecah belah anak bangsa. Tujuannya, agar integrasi nasional dan sosial yang telah terbangun selama ini roboh dan masyarakat tercerai berai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Bidang Eksternal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menjelaskan bahwa berita bohong, fitnah, dan saling menjelekkan sudah memenuhi berbagai pemberitaan di media massa dan media sosial belakangan ini. Ironisnya, banyak masyarakat percaya pada hoax yang disebarkan secara massif.

Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat telah memasuki era post-truth yaitu percaya hanya pada apa yang ingin dipercayai. Dan bukan percaya pada fakta.

“Mungkin ini karena kita memasuki era post-truth, di mana orang percaya apa yang ingin mereka percayai, bukan fakta. Fenomena serupa terjadi pula di Amerika ketika Trump terpilih,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/5).

Tsamara mencontohkan, masyarakat misalnya dengan mudah menuduh dan percaya bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, Jokowi memiliki silsilah keturunan jelas yang bisa ditelusuri dari berbagai sumber. Karena itu, sangat beralasan jika Presiden Jokowi meminta berbagai pihak untuk menghentikan penyebaran berita bohong, fitnah dan menjelekkan. Selain tidak produktif, juga bisa mengancam integrasi bangsa.

“Saya dukung sikap tegas Presiden Jokowi karena berita bohong sudah mengancam negara,” katanya.

Dia bahkan mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi yang akan menggebuk siapapun termasuk organisasi kemasyarakatan yang mempertanyakan dan mengubah empat konsensus nasional.

“Presiden Jokowi berada di garda terdepan menjaga empat konsensus bangsa. Karena itu, kita harus mendukung di belakang beliau. Jangan diam tapi kita harus lantang melakukan perlawanan. Pada momentum Kebangkitan Nasional ini saya mengharapkan kita semua bangkit menggebuk bersama Jokowi,” tegas Tsamara. [wah]

Sumber RMOL

Sekjen PSI: Pak Ahok Kembali Memberikan Teladan
Liputan Nasional

Sekjen PSI: Pak Ahok Kembali Memberikan Teladan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan pengunduran diri dari posisi Gubernur DKI. Bagi Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Ahok kembali memberikan teladan politik.

“Saya kira Pak Ahok hari ini kembali memberikan teladan. Kemarin, dia melalui istrinya, Bu Vero, menyatakan tidak banding untuk menghindari hiruk-pikuk politik yang tidak penting,” kata Toni kepada wartawan, Rabu (24/5/2017).

Pengunduran diri Ahok juga dinilai Toni akan memberi efek baik bagi Pemprov DKI. Djarot akan menjadi Gubernur DKI definitif, memegang penuh kekuasaan sebagai DKI-1 sehingga bisa mengambil keputusan strategis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Ibu Kota.

“Bagi Pak Ahok ini juga menunjukkan keikhlasannya menerima realitas politik. Politik bukan tujuan, tapi jembatan untuk kebaikan. Tidak perlu berlebih-lebihan mempertahankan kekuasaan dengan segala cara. Kekuasaan dari dan milik Tuhan yang sifatnya sementara saja,” ujar pria yang juga jubir Timses Ahok-Djarot ini.

Ahok telah menyampaikan surat pengunduran dirinya ke Kementerian Dalam Negeri. Surat itu ditujukan ke Presiden Jokowi.

Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, menyebut kliennya mundur karena tak ingin membebani Presiden. “Iya betul sudah mengajukan surat pengunduran diri. Beliau mengajukan agar tidak membebani Presiden,” ujar I Wayan saat dihubungi, hari ini. (tor/imk)

Sumber Detik

DPP PSI Dukung Keputusan Ahok Mengundurkan Diri
Liputan Nasional

DPP PSI Dukung Keputusan Ahok Mengundurkan Diri

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menandatangani surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, mengatakan, keputusan tersebut sejalan setelah Ahok memilih menerima vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei 2017.

Ahok menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130/P Tahun 2014 tentang Pengesahan Pemberhentian Wakil Gubernur DKI Jakarta Masa Jabatan Tahun 2012-2017 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur DKI Jakarta Masa jabatan 2012-2017.

“DPP Partai Solidaritas Indonesia berterima kasih atas kerja keras yang selama ini telah dilakukan Ahok untuk memajukan Jakarta,” katanya.

Pada Selasa (23/5), Isyana Bagoes Oka dan Ketua Bidang Eksternal DPP PSI, Tsamara Amany, datang ke Rutan Mako Brimob untuk menjenguk Ahok yang menjalani masa tahanannya di sana. Dalam kesempatan tersebut, Ahok menyampaikan rencananya untuk menandatangani surat pengunduran dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Penandatanganan surat pengunduran diri tersebut dilakukan setelah mencabut permohonan bandingnya atas vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok juga terlihat tenang dan ikhlas dalam menjalani penahanannya.

“Kualitas Pak Basuki sebagai negarawan sangat terlihat di sini. Dengan surat pengunduran diri ini, artinya Pak Djarot akan memiliki otoritas penuh untuk mengurus Jakarta dan menyelesaikan program-program yang belum selesai di DKI Jakarta, sehingga bisa menjadi warisan yang baik bagi warga Jakarta serta tolok ukur kinerja bagi gubernur-gubernur DKI Jakarta selanjutnya,” lanjut Isyana.

Sumber Antara

PSI: Bangsa Ini Jangan Takluk pada Teror
Liputan Nasional

PSI: Bangsa Ini Jangan Takluk pada Teror

Teror bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu pada malam hari tanggal 24 Mei 2017 adalah bentuk paling primitif dari manusia dalam meraih tujuan-tujuan politik dan ekonominya.

Demikian dikemukakan Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka di Jakarta, Rabu (24/5/2017).

“Teror bom ini jelas ditujukan untuk menebar ketakutan dan kepanikan di tengah kondisi politik nasional yang sedang bergolak,” kata Isyana.

Menurut dia, siapapun pelaku kejahatan kemanusiaan seperti ini adalah serangan yang membahayakan kehidupan kebangsaan yang damai dan toleran.

Karenanya, menurut Isyana, DPP PSI menyatakan:

1. Agar publik tidak ikut membantu tercapainya tujuan aksi teror dengan ikut menyebar konten-konten foto, video yang mengandung unsur sadisme dan berpotensi menciptakan ketakutan dan kengerian yang meluas.

2. Publik agar menjaga benteng paling kuat dari bangsa ini yakni keluarga. Saling menguatkan dan meyakinkan lingkungan tempat tinggal bahwa selama nilai toleransi dalam bingkai NKRI kita pegang teguh maka teror seperti ini tidak akan bisa membuat bangsa ini takluk.

3. Mengutuk keras tindakan teror yang tidak berperikemanusiaan ini. Dan menghimbau agar warga Jakarta tetap beraktifitas seperti semula.

Kita tunjukkan bahwa teror yang mereka lakukan tidak akan mampu merebut kedamaian dan cintah kasih yang telah kita pupuk sejak memutuskan menjadi negara bangsa Indonesia.

4. Mendesak pemerintah agar semakin tegas menindak, menggebuk dan membubarkan kelompok yang dalam kegiatannya menggunakan cara-cara intoleran dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Isyana mengucapkan duka cita terdalam kepada keluarga korban teror.

“Pengorbanan mereka semakin memperteguh upaya bangsa ini melawan terorisme dan intoleransi di negeri yang kita cintai ini,” kata dia.

“Jangan pernah retak bangsaku. Lawan Korupsi, Lawan Intoleransi, Lawan Terorisme,” Isyana menambahkan.

Sumber Tribunnews.com