PSI Kirim Surat Pergantian Antar Waktu Viani Limardi ke DPRD DKI Jakarta
Liputan Siaran Pers

PSI Kirim Surat Pergantian Antar Waktu Viani Limardi ke DPRD DKI Jakarta

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi mengajukan pergantian antar waktu anggota DPRD DKI Jakarta atas Viani Limardi.

“Pada hari ini kami secara resmi mengajukan pergantian antar waktu anggota DPRD DKI Jakarta atas nama Viani Limardi. Surat rekomendasi disampaikan langsung oleh Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Bro Michael Sianipar, dan ditujukan kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta,” kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Kamis 14 Oktober 2021.

Isyana menyatakan, penyampaian surat rekomendasi ini merupakan kelanjutan dari usaha PSI dalam menjaga kader-kadernya agar setia hadir dan bekerja untuk rakyat, serta mengawal anggota legislatifnya agar selalu menjadi wakil rakyat yang jujur, rendah hati, melayani, dan menjaga uang rakyat.

“Kami berharap pimpinan DPRD DKI Jakarta dapat memproses pemberhentian Sis Viani dan mengangkat penggantinya sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Dino Wijaya: Tidak Ada Korupsi di PSI Surabaya
Liputan Liputan Daerah

Dino Wijaya: Tidak Ada Korupsi di PSI Surabaya

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sempat membuat laporan ke polisi, Dino Wijaya, menyatakan tidak ada korupsi dana bantuan politik yang dilakukan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Surabaya.

“Setelah melakukan kajian hukum mendalam dan klarifikasi ke berbagai pihak terkait, saya menyatakan tidak ada korupsi dana bantuan politik yang dilakukan pengurus DPD PSI Kota Surabaya seperti diberitakan sebagian media sebelumnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10).

Selanjutnya, terkait Laporan Polisi No. LPB/433.01/VIII/2021/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 12 Agustus 2021 di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, mengenai dugaan pemalsuan tandatangan dana Banpol oleh pengurus DPD PSI Kota Surabaya, Dino juga menyatakan telah mencabutnya.

“Saya telah mencabut laporan tersebut. Dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut ternyata adalah hanya kesalahan administratif yang sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Dino menambahkan, Moh Teguh Cahyadin atau Gus Adin selaku Ketua DPW PSI Jatim dan mewakili Yusuf Lakaseng juga telah meminta maaf kepada seluruh pengurus dan kader PSI Surabaya atas kinerjanya selama memimpin DPD PSI Kota Surabaya.

“Semua anggota DPD PSI Kota Surabaya, beserta seluruh DPC, adalah suatu keluarga besar. Terkait konflik internal yang pernah terjadi di partai, telah diselesaikan secara kekeluargaan,” tutupnya.

Terakhir, Dino menyatakan dirinya bersama-sama para kader lain akan membangun PSI Kota Surabaya untuk terus hadir dan kerja untuk rakyat.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/dino-wijaya-tidak-ada-korupsi-di-psi-surabaya.html

PSI Kota Malang Layani 1.000 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Umum
Liputan Daerah

PSI Kota Malang Layani 1.000 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Umum

DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Malang (PSI Kota Malang) menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum. Pihaknya menyiapkan 1.000 dosis vaksin Covid-19 jenis AstraZaneca.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini berlangsung di Kantor Kantor Sekretariat DPC Klojen, Jalan Taman Gayam, Kota Malang, Minggu (10/10/2021).

Ketua DPD PSI Kota Malang, Achmad Faried, menyampaikan bahwa 1.000 dosis yang disiapkan ini merupakan bentuk kepedulian partai kepada masyarakat untuk bangkit dan keluar dari masa pandemi Covid-19.

“Vaksinasi ini dosis pertama tapi kami juga menerima dosis kedua ya. Kami ingin membantu pemerintah agar percepatan vaksinasi Covid-19 berjalan lancar,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Malang dari PSI, Jose Rizal, mengatakan bahwa dirinya mengajak masyarakat Kota Malang untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Jose menegaskan masyarakat tidak perlu takut mengikuti vaksin Covid-19. Ia menyebut vaksin aman dan halal. Vaksin merupakan bentuk proteksi diri agar tidak terpapar Covid-19.

“Kita harap segera terbentuk herd immunity di Malang dan Indonesia. Tagline kita Malang Sehat Indonesia Kuat, tidak hanya sebuah tagline. Kita wujudkan masyarakat sehat secara bersama-sama dan gotong royong,” ujarnya.

Pria yang juga Dosen di Universitas Gajayana Malang (Uniga Malang) ini mengaku telah mengajak mahasiswanya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 yang diadakan oleh PSI Kota Malang ini tidak hanya menerima masyarakat ber-KTP Kota Malang, tapi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita tidak hanya menyasar masyarakat Kota Malang. Namun siapa aja dengan syarat KTP, bisa ikut vaksin di tempat kami. Asalkan lolos screening, bisa langsung ikut vaksin,” jelasnya.

Selain mengadakan vaksinasi Covid-19, PSI Kota Malang kata Jose, melakukan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Seperti penyemprotan disinfektan, pembagian sembako, masker, rice box, dan bantuan sosial lainnya.

Sementara itu, Ketua panitia vaksinasi Covid-19, Agus Bahagianto, melaporkan target masyarakat yang disasar mengikuti vaksinasi ini yakni usia 15 tahun ke atas. Artinya, masyarakat yang belum memiliki KTP bisa menunjukkan Kartu Keluarga.

“Ini trial (uji coba) ya nanti kami akan mendapatkan lagi untuk 10 ribu dosis yang akan didistribusikan di wilayah Malang Raya,” tukasnya.

Terselenggaranya vaksinasi Covid-19 oleh PSI Kota Malang ini bekerjasama dengan Rumkit TNI. Total tenaga kesehatan yang disiapkan adalah 30 nakes, dibantu juga oleh para relawan dan tim skrining internal partai.

Putri Agustina Rahmawati (21 tahun), salah satu peserta vaksinasi Covid-19 asal Kota Malang mengaku senang bisa mendapatkan jatah vaksin dari PSI Kota Malang.

“Aku dapat info dari temen sih. Menurutku vaksin penting banget ya apalagi sekarang kemana-mana harus menunjukkan sertifikat vaksin,” ungkapnya.

Putri mengatakan, salah satu alasan mengikuti vaksinasi Covid-19 ini, adalah untuk syarat administrasi pernikahan yang dalam waktu dekat ini akan berlangsung.

“Ini buat syarat nikah juga sih. Tapi selain itu yang terpenting adalah proteksi diri,” imbuhnya.

Putri berharap, setelah mendapatkan vaksin Covid-19 yang difasilitasi oleh PSI Kota Malang ini dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka kasus Covid-19. “Harapan saya semoga dengan vaksin ini, pandemi Covid-19 segera berakhir,” pungkasnya. (*)

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/375104/psi-kota-malang-layani-1000-dosis-vaksin-covid19-untuk-masyarakat-umum

Ancaman Nyata Pedofilia dan Mendesaknya Pengesahan RUU P-KS
Liputan Nasional

Ancaman Nyata Pedofilia dan Mendesaknya Pengesahan RUU P-KS

Dampak psikologis korban pedofil bisa terus dirasakan dalam jangka panjang. Perilaku pedofilia tidak hanya menimbulkan trauma kepada sang anak sebagai korban, tapi juga pada orang-orang di sekitarnya.

“Dampak psikologis anak korban pedofil bisa terus dirasakan dalam jangka panjang hingga mereka dewasa. Yang juga sering kali dilupakan kebanyakan orang, setiap orang yang mencintai si anak ini mengalami secondary trauma, yang kadang-kadang lebih besar dari trauma yang dirasakan si anak itu sendiri,” kata seksolog klinis Zoya Amirin dalam diskusi online “Awas Pedofil!” yang digelar DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jumat 8 Oktober 2021.

Zoya pun menyebut anak korban pedofil berpotensi menjadi pedofil di kemudian hari jika tidak mendapat bimbingan psikologi dan mental yang tepat.

“Setiap anak korban pedofil yang tidak mendapatkan konseling psikologi dan rehabilitasi mental yang layak, menurut penelitian, memiliki kecenderungan 30 persen untuk juga menjadi pelaku,” lanjut Zoya.

Namun masalahnya, kata Zoya, orang-orang seperti dirinya kerap menemui kendala saat akan memberi bimbingan dan konseling kepada anak korban kekerasan karena ketiadaan payung hukum.

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) yang didesain agar korban kekerasan seksual terpenuhi hak-haknya pun justru tak kunjung disahkan oleh DPR RI.

“Susah juga sih, karena sebenarnya di lapangan, saya banyak kepentok di payung hukum. Jadi dengan belum adanya rencana pengesahan RUU P-KS cukup membuat saya frustrasi,,” sesal dia.

Diskusi yang dimoderatori Koordinator Juru Bicara PSI, Kokok Dirgantoro, juga menghadirkan Koordinator Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak PSI (KSPPA PSI), Karen Pooroe. Ia menceritakan pengalaman KSPPA ketika mendampingi anak yang menjadi korban pedofil oleh tetangganya beberapa waktu lalu.

Dari pengalaman itu dia beranggapan, proses hukum untuk kasus kekerasan seksual berjalan sangat lambat dibandingkan kasus-kasus lain. Belum lagi para korban dihadapkan pada prosedur birokrasi yang memakan waktu dan biaya, sementara korbannya banyak berasal dari kalangan kurang mampu.

“Menurut saya, proses hukum kita terlalu ribet, terlebih lagi korban harus bolak-balik ke P2TP2A yang jauh dari rumahnya. Untuk makan saja susah kok, apalagi harus bolak-balik keluar ongkos,” tegas penyintas KDRT itu.

Menyoal apa langkah tepat untuk mencegah praktik kekerasan seksual, Karen menyebut edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan dalam skala yang lebih masif dan intens lagi.

“Edukasi untuk ke masyarakat harus semakin banyak. Aktivis-aktivis perempuan dan orang-orang yang punya kepedulian terhadap anak perlu membuat lebih banyak penyuluhan-penyuluhan, supaya masyarakat mengerti bahwa ini extraordinary crime (kejahatan luar biasa), ini tidak bisa dibiarkan,” pungkas jebolan kontes Indonesia Idol tersebut.

Sementara, psikolog dan konselor, Nona Pooroe Utomo, mengingatkan pedofilia merupakan penyakit yang susah disembuhkan.

“Apakah pedofilia itu penyakit? Ya. Jadi ada yang namanya DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, fifth edition) yang disebut pedophilic disorder. Sejumlah studi dan fakta di lapangan memperlihatkan bahwa sangat sulit menyembuhkan pedofil. Umumnya, para pengidap penyimpangan seksual itu juga menolak melakukan upaya penyembuhan,” kata Nona.

Lebih jauh Nona menambahkan, individu dengan masalah tertentu berpotensi menjadi pedofil. Di antaranya, adalah perilaku anti-sosial. Seorang pedofil, menurutnya, cenderung menutup diri dari lingkungannya.

“Selalu ada korelasi yang besar antara seorang pedofil dan perilaku anti-sosial. Jadi orang-orang yang memiliki perilaku anti-sosial itu punya kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku seksual dengan anak, karena punya kecenderungan perilaku seksual yang cukup ekstrem,” ucap lulusan London Guindhall University dan Harvard University Graduate School of Education itu.

Hal selanjutnya yang menyebabkan penyimpangan perilaku seksual pedofilia pada seseorang adalah riwayat kekerasan seksual atau pernah menjadi korban kekerasan seksual di masa anak-anak. Sehingga di usia dewasanya, mereka berisiko tinggi menjadi pedofil. Ketiga, pedofilia yang disebabkan oleh faktor biologis, atau adanya gangguan pertumbuhan saraf saat anak dalam kandungan.

Kendati susah disembuhkan, penyimpangan perilaku seksual seperti pedofilia dapat dicegah. Caranya, dengan memberikan pendidikan seksual kepada anak dan praremaja.

“Saya prihatin terhadap pendidikan seksual yang tidak dilakukan dengan baik di sistem pendidikan kita, karena sering kali pendidikan seksual itu dianggap sebagai sesuatu yang tabu karena dipikir pendidikan seksual itu berarti mengajarkan anak-anak untuk melakukan perilaku seksual, bukan itu sebetulnya,” tambah Nona.

KPK Puji Ketegasan PSI Pecat Viani Limardi
Liputan Liputan Nasional

KPK Puji Ketegasan PSI Pecat Viani Limardi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memuji langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memberhentikan Viani Limardi dari keanggotaaannya di PSI.

“Ini ada praktik baik yang dilakukan PSI. Ini menunjukkan PSI serius menangani persoalan korupsi,” kata Kepala Satuan Tugas Kampanye Anti-Korupsi KPK, Dian Rachmawati, dalam diskusi online berjudul “Internalisasi Budaya Anti Korupsi dalam Partai Politik” yang digelar DPW PSI DKI Jakarta, Kamis 7 Oktober 2021.

Dian menambahkan, terlihat bahwa kalau seumpama ada kader-kadernya yang melanggar kode etik dan kesepakatan, PSI berani menindak.

“Saya mengapresiasi. Berarti komitmen PSI dalam menegakkan integritas bagus,” kata Dian dalam diskusi terbuka itu.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar menegaskan bahwa langkah pendisiplinan partai terhadap Viani Limardi bertujuan memastikan para kader PSI amanah.

“Terima kasih atas apresiasi yang disampaikan KPK. PSI berkomitmen menjaga integritas dan menegakkan disiplin terhadap pejabat publik kami. Pujian KPK ini memperkuat komitmen kami dan menjadi penyemangat untuk menjalankan partai yang bersih dari korupsi,” kata Michael.

*Viani Diberhentikan dari PSI*

Viani diberhentikan selamanya dari keanggotaan PSI sejak 25 September 2021. Keputusan tersebut dibuat setelah melalui proses panjang berupa evaluasi dan penilaian berjenjang, mulai dari DPW PSI DKI Jakarta, Direktorat Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif PSI, Tim Pencari Fakta (TPF), dan terakhir DPP PSI.

Dari hasil evaluasi tersebut, Viani dinyatakan tidak lagi sejalan dengan visi-misi partai dan terbukti melanggar AD/ART Partai, tepatnya Anggaran Rumah Tangga Pasal 5 tentang kewajiban anggota: yakni patuh dan setia kepada garis perjuangan, AD/ART serta keputusan-keputusan Partai.

Karena sudah bukan anggota PSI, Viani otomatis tidak bisa lagi menjadi anggota DPRD mewakili PSI.

Selain Dian, hadir juga dalam diskusi tersebut, Wakil Menteri ATR/Wakil Ketua BPN Surya Tjandra dan Peneliti Perludem Heroik M Pratama.

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4679391/kpk-puji-ketegasan-psi-pecat-viani-limardi

Pariwisata Masa Depan, Cari Destinasi yang Dekat dan Kembali Ke Alam
Liputan Nasional

Pariwisata Masa Depan, Cari Destinasi yang Dekat dan Kembali Ke Alam

Direktur Pariwisata DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Aishah Gray, memperkirakan ada beberapa tren di industri pariwisata di hari-hari mendatang. Demikian disampaikannya dalam diskusi online “Imajinasi Bisnis Pariwisata Masa Depan” yang diselenggarakan DPP PSI, Jumat 1 Oktober 2021.

“Pertama, travelling jarak jauh akan berkurang. Makan waktu lama, harga tiket mahal, wajib karantina, tes berulang-ulang. Orang akan tertarik untuk jalan ke tempat yang dekat-dekat saja,” kata Aishah.

Maka, kecenderungannya adalah wisata di dalam negeri. Aishah menegaskan, ini potensi besar yang seharusnya dimanfaatkan pihak-pihak terkait di Tanah Air.

“Kedua, akan lebih suka berwisata sendiri, bersama keluarga, atau bareng kelompok teman aja. Beberapa teman sudah melakukan itu. Walaupun tujuannya masih untuk kerja dari Bali atau Yogya. Ini lebih aman karena pandemi mungkin masih akan lama,” lanjut Aishah.

Ketiga, perjalanan darat sepertinya akan jauh lebih meningkat. Pada gilirannya, kecenderungan berwisata menggunakan van bisa meningkat.

“Dengan van, hanya melibatkan satu grup kecil, mereka merasa aman, jauh dari kerumunan. Jalan darat, begitu ada tempat bagus, tinggal berhenti,” kata Aishah.

Nah, untuk mengantisipasi tren ini, harus dibangun tempat-tempat khusus untuk menginap. Di sana ada tempat makan, mandi, isi air bersih, jualan oleh-oleh. Ini bakal membangkitkan ekonomi lokal.

Terakhir, traveller akan lebih suka melakukan wisata alam. Persis di sinilah kelebihan Indonesia.

“Apa yang Indonesia gak punya? Soal bahari, jelas indonesia negara kepulauan terebesar. Bawah lautnya luar biasa. Soal pantai, mau warna pasir apa pun ada di Indonesia, “ kata mantan TV presenter ini.

Menanggapi paparan Aishah, pelaku industri wisata, Johnnie Sugiarto, menyatakan sependapat.

“Pak Jokowi telah membangun banyak jalan tol. Untuk perjalanan darat, tinggal bagaimana tempat peristirahatan diperbanyak di jalan tol. Fasilitas dibangun lengkap. Restoran, gerai UMKM untuk membeli oleh-oleh, kalau perlu ada panggung pertunjukan,” kata pendiri El John Group tersebut.

Johnnie mengatakan, untuk urusan pariwisata, alam kita luar biasa. Spektakuler. Susah dicari tandingannya di dunia.

“Problemnya destinasi-destinasi itu belum dikelola secara profesional. Dibutuhkan elemen-elemen lain untuk bisa menjadikannya layak jual. Dibutuhkan infrastruktur. Juga sumber daya manusia yang mumpuni,” katanya.

Bayangkan misalnya ada destinasi wisata yang begitu bagus, tapi tidak ada air di kamar kecilnya. Apalagi kalau banyak lalat, kotor, dan jorok.

Selanjutnya, ujar Johnnie, tiap pemerintah daerah harus memetakan destinasi yang mau mereka tawarkan. Harus ada prioritas. Misalnya satu provinsi punya 30 destinasi wisata. Sementara hanya ada Rp 30 miliar per tahun. Masing-masing dikucuri Rp 1 miliar dan hasilnya nihil.

“Kalau punya Rp 30 miliiar, fokuskan saja untuk satu destinasi. Tahun berikutnya untuk destinasi lain. Terus begitu, bergantian. Pada akhirnya, secara bertahap, ada banyak destinasi yang layak dijual,” ujar Johnnie.

Dalam pengantar diskusi, Plt Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha, juga menyebut soal infrastruktur di sejumlah destinasi yang masih harus ditingkatkan.

“Ini cerita sebelum pandemi ya. Saya menemukan ada tempat yang instagramable. Tetapi, kita mau ganti baju sehabis berenang saja susah. Lalu, di sekitar banyak sampah. Ini akan membuat wisatawan kecewa,” katanya.

Juga warga sekitar yang harus pandai menjaga wilayahnya. Kalau tidak pintar, wisatawan tidak akan mau datang lagi.

Sementara, di masa pandemi ini, dibutuhkan kolaborasi dan solidaritas untuk membangkitkan pariwisata yang terpuruk.

“Kita yakin pariwisata akan menghasilkan banyak devisa jika dikelola dengan benar. Untuk itu dibutuhkan ide-ide segar, juga studi-studi kasus dari luar negeri,” kata Giring.

Sambut Hari Jadi Kota Bandung, DPD PSI Kota Bandung Gelar Vaksinasi Kedua
Liputan Daerah

Sambut Hari Jadi Kota Bandung, DPD PSI Kota Bandung Gelar Vaksinasi Kedua

Dalam menyambut Hari Jadi Kota Bandung Ke-211, DPD PSI Kota Bandung kembali menyelenggarakan program Vaksinasi Covid-19, Minggu, (26/9/2021), di Bandung Convention Center jalan Soekarno Hatta, kegiatan ini merupakan vaksinasi kedua.

Seperti diketahui, sumbangsih DPD PSI Kota Bandung telah melayani ribuan warga Kota Bandung pada vaksinasi pertama, yang juga nampak terlihat pada vaksinasi kedua ini.

Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat mengatakan, PSI Kota Bandung turut terbeban dengan kondisi rakyat dan memahami betapa pentingnya vaksinasi.

“Pertama, dengan vaksinasi kita menghindar dari penyakit Covid-19 karena daya tahan tubuh telah terbentuk untuk melawan,” kata Yoel Yosaphat.

“Kalaupun ada yang sampai terjangkit, akibatnya tidak terlalu parah dan tidak mengakibatkan kematian,” ujar Yoel Yosaphat.

“Kedua, bersama-sama dengan seluruh warga Kota Bandung yang divaksinasi, kita membentuk lingkungan di mana virus Covid tidak muncul, yang disebut sebagai herd immunity,” kata Yoel Yosaphat.

Yoel yang juga anggota DPRD Kota Bandung ini juga menambahkan, dengan 80 persen warga divaksin dan membentuk herd immunity, dapat melindungi 20 persen warga yang tidak bisa divaksin karena berbagai sebab kondisi kesehatan, Ini berarti menyelamatkan lebih banyak lagi nyawa.

“Ketiga, dengan terbentuknya herd immunity kita semua dapat kembali kepada kehidupan normal, dapat bekerja seperti biasa, dan dapat bersekolah seperti biasa,” ungkap Yoel Yosaphat.

Selain itu politisi PSI ini juga mengatakan, perekonomian dapat kembali berputar, warga kembali mendapat penghasilan dan kesejahteraan, karena sudah terlalu lama harus hidup sangat berhemat karena minimnya pendapatan.

Di akhir paparannya Yoel Yosaphat mengatakan, vaksinasi kedua yang diselenggarakan oleh DPD PSI Kota Bandung merupakan wujud pernyataan sikap pihaknya yang berharap agar kehidupan warga Kota Bandung dapat pulih kembali seperti sediakala.

Sumber : https://rri.co.id/bandung/bandung-raya/1203220/sambut-hari-jadi-kota-bandung-dpd-psi-kota-bandung-gelar-vaksinasi-kedua?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

”Kangen Bali,” Dari Keramahan Warga, Keelokan Alam, Juga Energi Positif
Liputan Nasional

”Kangen Bali,” Dari Keramahan Warga, Keelokan Alam, Juga Energi Positif

Menjadi salah satu destinasi wisata andalan Indonesia, Bali selalu dirindukan untuk dikunjungi. Hal itu disampaikan Plt Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha, dalam obrolan online “Kangen Bali” yang digelar DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Yang menarik dan bikin kangen dari Bali itu bukan cuma pantainya saja, tapi setiap sudutnya itu indah, karena budaya dari saudara-saudara kita di Bali memang memperlakukan alam dengan sangat baik. Kami bagi-bagi rice box sampai ke desa-desa, dan itu (desa-desa) gak ada yang jelek, semua bagus,” kata Giring, Jumat 24 September 2021.

Setelah satu bulan mendampingi Giring menemui dan menyerap aspirasi masyarakat Bali, sang istri Cynthia pun mengaku kangen untuk kembali ke Pulau Dewata. Yang paling berkesan, menurutnya, adalah keramahan orang Bali.

“Yang aku paling senang sih orang-orangnya, ya. Orang-orangnya ramah-ramah, banyak senyum, jadi kita merasa diterima. Jadi, senang aja sih sama orang-orang Bali yang sangat ramah,” sebutnya.

Giring melanjutkan, selain setiap jengkalnya banyak menawarkan keindahan, Bali menyimpan pengalaman personal tak terlupakan bagi dia dan sang istri. Namun kebijakan pemerintah yang menutup tempat-tempat wisata di Bali sebagai upaya penanggulangan pandemi membuat Pulau Seribu Pura itu menjadi sepi. Kondisi itu pula yang membuat Giring sedih.

“Ada satu momen yang bikin saya meneteskan air mata adalah kita napak tilas sama anak-anak, kita mau kasih tahu di sini mama dan ayah pertama kali ketemu, terus jatuh cinta. Tapi yang biasanya Legian, Seminyak itu ingar bingar, sekarang sepi banget, sedih sekali” ujar dia.

Kegelisahan yang sama, ujar Giring, turut dirasakan masyarakat dan pelaku industri pariwisata Bali. Umumnya mereka meminta pemerintah pusat dan daerah membuka kembali tempat-tempat wisata sebagai sumber ekonomi mereka.

Oleh karena itu, pada kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi awal September kemarin di Istana Negara, Giring secara khusus menyampaikan aspirasi tersebut.

Kepada Presiden Jokowi, Giring mengusulkan konsep Quarantine in Paradise yang memungkinkan para turis mancanegara melakukan karantina di daerah tujuan wisata, alih-alih diharuskan karantina terpusat di Jakarta.

Kendati demikian, imbuh Giring, konsep Quarantine in Paradise tetap memperhitungkan kelayakan fasilitas kesehatan yang mumpuni dan pengawasan yang ketat selama melakukan karantina.

“Waktu ketemu Pak Jokowi, saya langsung coba menyuarakan aspirasi masyarakat Bali soal satu, kapan Bali mulai dibuka lagi untuk wisatawan internasional, dan kedua kenapa turis-turis yang mau ke Bali harus karantina di Jakarta, kenapa karantinanya gak langsung saja ke Bali,” urai Giring.

Senada dengan Giring, vlogger dan presenter televisi, Aishah Gray yang turut memantik obrolan mengatakan, Bali memiliki pesona luar biasa yang membuat siapa pun yang pernah berkunjung ingin kembali lagi.

“Bali itu punya suasana yang magical banget, vibe-nya itu udah beda tiap kali kita ke Bali. Siapa pun yang pernah ke Bali sudah langsung bisa merasakan vibes yang cuma Bali yang punya,” ucap perempuan yang menggemari olahraga menyelam itu.

Lebih jauh Aishah menambahkan, di samping wisata alam, yang membuatnya kagum dan kangen Bali adalah tentang bagaimana masyarakat di sana begitu bangga dengan budaya dan tradisi. Sehingga membuat Bali punya daya pikat dan memberi energi positif.

Dia juga mendukung konsep Quarantine in Paradise yang sempat viral beberapa waktu lalu itu. Menurut Aishah, sudah seharusnya karantina bagi turis internasional yang ingin berkunjung ke daerah wisata di Indonesia dikemas dengan suasana berbeda tanpa mengabaikan prokes.

“Kebayang gak sih kalau kita misalkan bisa karantina di tempat yang asyik banget, kece banget, terus sirkulasi udaranya juga bagus, gitu kan, jadi walaupun karantina gak terlalu berasa karantina. Jadi aku sih setuju banget, ide yang bagus banget,” imbuh Aishah.

Obrolan yang dimoderatori Juru Bicara DPP PSI Dara Nasution itu, juga menghadirkan Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto. Adi mengungkapkan data bahwa sebelum pandemi, pariwisata Bali menyumbang 30 % dari devisa pariwisata nasional, atau senilai Rp 75 triliun per tahun.

Mengingat kontribusi pariwisata Bali yang sangat besar selama ini, dia berharap pemerintah pusat memberi perhatian khusus kepada pelaku-pelaku industri pariwisata agar bisa bertahan di masa pandemi. Misalnya, sebut Adi, akses permodalan, insentif berupa keringanan pajak dan subsidi listrik, dsb.

Jika terobosan kebijakan itu tidak diambil pemerintah pusat, dia khawatir sektor pariwisata Bali akan kian kolaps. Pasalnya, dia memperkirakan ada potensi 70 % hotel-hotel kelas menengah dan bawah di Bali terancam dijual karena tidak mampu menutup biaya operasional akibat sepi pengunjung yang didominasi turis asing.

“Jadi sekarang harusnya in return, pemerintah pusat memberikan kontribusi juga. Kontribusinya dalam bentuk apa? Berikan pelaku pariwisata penyaluran modal melalui perbankan dan memberikan insentif juga berupa pemotongan bayar listrik, bayar pajak, dll,” kata dia.

PSI Bagikan Rice Box sampai ke Ujung Timur Indonesia
Liputan Daerah

PSI Bagikan Rice Box sampai ke Ujung Timur Indonesia

Kegiatan pembagian Rice Box juga berlangsung Papua. Plt Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, turun langsung dalam kegiatan yang bertempat di Pasar Cigombong, Jayapura, tersebut.

“Saya gembira sekali bisa hadir hari ini, menemani sis dan bro PSI Papua yang bersemangat turun ke rakyat untuk membagikan Rice Box,” kata Dea di Jayapura, Selasa (21/9).

Dalam kegiatan tersebut, Dea didampingi Wasekjen DPP PSI Satia Chandra Wiguna, Ketua DPW PSI Papua, Karmin Lasuliha, dan para kader PSI lain.

Program Rice Box PSI sudah dilaksanakan sejak April lalu, diawali pengurus dan anggota legislatif yang berkontribusi. Namun kemudian PSI mengundang partisipasi publik sehingga daya jangkau bisa lebih luas.

Dengan program ini, PSI membagikan makanan siap saji untuk warga yang terdampak pandemi. Makanan dipesan dari warteg dan UMKM kuliner lain untuk menopang usaha mereka yang juga lesu karena pandemi.

“Sampai pertengahan September ini, donasi yang terkumpul lebih dari Rp 3,4 miliar dan rice box yang sudah dibagikan lebih dari 200 ribu porsi,” kata Dea.

Sampai tahun depan PSI berharap bisa membagikan sampai 1 juta porsi di seluruh Indonesia.

“Pandemi belum diketahui kapan akan berakhir. Dampaknya juga tidak akan langsung selesai. Karena itu PSI akan terus hadir dan kerja untuk rakyat, tentu saja berkat kemuliaan hati para donatur,” pungkas Dea.

Sumber : https://www.rmolpapua.id/psi-bagikan-rice-box-sampai-ke-ujung-timur-indonesia

‘Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Anies Baswedan’, Giring Eks Nidji Sebut Anies Pembohong
Liputan Nasional

‘Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Anies Baswedan’, Giring Eks Nidji Sebut Anies Pembohong

Ajang pemilihan presiden (Pilpres) masih lama digelar.

Namun, sejumlah tokoh sudah saling serang untuk maju sebagai calon presiden.

Jika sesuai rencana.

Pilpres baru bakal digelar pada tahun 2024 datang.

Plt Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha, menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong karena kerap menunjukkan sikap pura-pura peduli terhadap penderitaan rakyat di tengah pandemi.

Maka, Giring pun berharap agar Indonesia jangan sampai jatuh ke tangan Anies Baswedan pada Pilpres 2024, mendatang.

“Pura-pura peduli adalah kebohongan Gubernur Anies di tengah pandemi dan penderitaan rakyat. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” kata Giring dalam keterangan resminya, Senin (20/9/2021).

Giring juga menilai, Anies selalu menampakkan diri peduli dengan penderitaan rakyat di masa pandemi.

Untuk menguji hal tersebut, Giring mengajak publik melihat Anies membelanjakan uang rakyat di masa pandemi.

“APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden 2024. Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu,” ucap Giring.

Uang muka acara Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi.

“Uang sebanyak itu dihabiskan Anies di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dunia, dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp 1 triliun dia keluarkan padahal rakyat telantar tidak bisa masuk rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan, “ ujar Giring.

Ironisnya, di tengah semua penderitaan rakyat, Anies mengatakan menyerah, tidak bisa mengatasi situasi.

Ia mengaku tidak punya dana untuk mengatasi Covid-19 dan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 di Jakarta.

“Saya percaya, kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi ini memerlukan keterbukaan dan transparansi. Karena hanya dengan itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis,” terang Giring.

Dalam situasi krisis, seorang pemimpin sejati harus berupaya keras mungkin untuk menyelamatkan rakyat, menyelamatkan kepentingan yang lebih besar.

“Gubernur Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis,” jelas Giring.

Pernyataan resmi Giring ini juga diunggah melalui kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia dengan judul Gubernur Anies Pembohong pada Senin (20/9/2021).

Sumber : https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/09/20/jangan-sampai-indonesia-jatuh-ke-tangan-anies-baswedan-giring-eks-nidji-sebut-anies-pembohong