PSI Siap Hadapi Pemilu 2024
Giring Presiden 2024

PSI Siap Hadapi Pemilu 2024


Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Kalimantan Barat mengatakan PSI siap menghadapi Pemilu 2024. Hal ini dikatakan saat konsolidasi bersama pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Sekadau. Konsolidasi tersebut juga dihadirioleh Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha, Ketua DPD-PSI Kabupaten Sekadau Agreek Raseno, dan pengurus partai PSI lainnya.

Ketua DPW-PSI Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim mengatakan pihaknya harus melaukan konsolidasi ke tingkat DPD dan DPC untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu (Pilpres, Pilgub, Pilbub, dan Pileg) 2024. Persiapan ini meliputi persiapan infrastruktur partai dengan membenahi seluruh DPD, DPC, sampai ke tingkat Ranting.

Ia juga berterima kasih atas kedatangan Plt Ketua Umum PSI dan Ketua DPW Provinsi Jawa Barat. “Dengan konsolidasi ini membuka kembali semangat kami, sehingga kami dapat menyongsong Pemilu 2024.”

 

Sumber: suaraborneo.id





Sumber

Gerakan Disiplin Nasional Melawan COVID-19
Giring Presiden 2024

Gerakan Disiplin Nasional Melawan COVID-19


Kabar terbaru dari situs website covid19.go.id menyebutkan jumlah angka positif Covid-19 di Indonesia sudah menyentuh angka 2.033.421 orang pada 23 juni 2021. Penambahan kasus baru sebanyak 15.308 orang yang merupakan rekor baru kasus tertinggi selama pandemi. Angka yang melonjak tajam ini mengkonfirmasi bahwa gelombang kedua covid19 telah melanda Indonesia.

Munculnya gelombang kedua covid ini sudah diprediksi banyak pihak karena juga terjadi di banyak negara. India misalnya pada bulan April 2021 mengalami penambahan kasus hingga 300 ribu orang perhari. Diketahui peningkatan kasus baru di India ini sebagai tingkat kecepatan infeksi tertinggi di dunia. Bahkan Direktur Institute Ilmu Kedokteran India, Randeep Guleria sebagaimana termuat di Times of India (minggu, 20/06/2021), mengatakan India mungkin akan terkena gelombang ketiga karena banyak orang mengabaikan protokol kesehatan.

Bayangan akan parahnya kasus covid 19 di India membuat kita cemas hal serupa akan terjadi di Indonesia. Saya melihat ada kesamaan antara India dan Indonesia yakni jumlah penduduk yang banyak, tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta kedisiplinan akan protokol kesehatan yang rendah.

Pada tulisan ini saya mencoba mereview perjalanan kita melawan virus covid 19 sejak tahun lalu. Saya tidak akan membahas apakah Indonesia perlu lockdown seperti anjuran epidiomolog atau PPKM Mikro seperti pilihan pemerintah. Namun mencoba menggali kekurangan yang ada selama ini sehingga kekhawatiran-kekhawatiran kita semua dapat kita sampaikan kepada pihak terkait di pemerintahan.

Disiplin dari Hulu ke Hilir

Kita setidaknya dapat mengkategorikan penanganan pandemi dari aspek hulu dan hilir. Hulu adalah inisiatif pemerintah untuk menangani pandemi ini berupa perumusan dan penegakkan kebijakan maupun aturan-aturan hukum. Sementara, di hilir terdapat respon masyarakat terhadap kebijakan pemerintah terkait pandemi serta bagaimana masyarakat menyikapi pandemi itu sendiri. Dua hal ini saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya, dan kedisiplinan pemerintah di hulu dan masyarakat di hilir menjadi kunci penentu dalam mengatasi persoalan terkait dengan pandemi Covid-19.

Pertama, kita mencoba untuk mengevaluasi upaya penegakan hukum dan kebijakan yang telah dilakukan. Pemerintah terlihat kurang disiplin dalam menegakkan aturan yang dibuat sendiri. Hal terdekat yang bisa kita lihat adalah pembukaan tempat wisata ketika libur lebaran beberapa bulan lalu. Terjadi penumpukan wisatawan di berbagai tempat wisata antara lain di Ancol Jakarta, pantai Pangandaran, tempat wisata Jogja, Bali dan banyak daerah lainnya.

Pemerintah Daerah dan pengelola tempat wisata tidak mampu melaksanakan pembatasan kunjungan sehingga saya sendiri menilai gelombang kedua covid saat ini lebih disebabkan oleh aktivitas wisata lokal ini ketimbang dengan ritual mudik itu sendiri. Oleh karena itu penegakan displin untuk mematuhi protokol kesehatan ini menjadi penting. Bila penegakan protokol kesehatan ini berjalan setengah-setengah maka laju pertumbuhan pandemi akan semakin sulit kita tanggulangi.

Implementasi kebijakan yang tidak dijalankan dengan maksimal berdampak buruk pada pesan yang akhirnya diterima oleh masyarakat di hilir. Masyarakat makin tidak mengindahkan himbauan untuk Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi (5 M). Longgarnya upaya penegakan hukum membuat masyarakat berpikir bahwa keadaan telah kembali normal dan tidak perlu lagi mengikuti himbauan untuk menjaga diri dari Covid-19, dan hal itu merupakan kekeliruan yang besar.

Kedua, kita coba mengevaluasi pemerintah dari sisi 3 T (Testing, Tracing dan Treatmen). Dari sisi Testing, sejak awal pandemi pemerintah terlihat kesulitan dalam melakukan testing yang masiv dan merata di Indonesia. Sejak pandemi dimulai pada bulan Maret 2020, baru pada Januari 2021 jumlah pemeriksaan spesimen di Indonesia mampu memenuhi standar WHO sebanyak 1.000 orang per-1.000.000 penduduk setiap minggunya. Pemerintah membutuhkan waktu 10 bulan untuk memenuhi standar WHO dengan kata lain selama sepuluh bulan sebelumnya jumlah pengetesan oleh pemerintah berada dibawah standar.

Terkait tracing atau pelacakan kontak, Indonesia masih belum dapat memenuhi standar WHO hingga saat ini. Menurut Halida P Hastuti, Ahli Genetika Molekuler dan Biokimia PT Kalbe Farma (Antara, 26/04/2021) upaya pelacakan covid 19 di Indonesia masih relatif tertinggal bila mengacu pada standar WHO. Kemampuan Indonesia hingga April 2021 hanya sekitar delapan orang dari satu penderita. Jumlah ini sangat rendah bila dibandingkan dengan standar WHO yang mengharuskan pelacakan 25 orang dari satu penderita.

Masih tingginya positive rate ini menunjukkan bahwa kedisiplinan untuk melakukan pengetesan serta pelacakan kontak Indonesia harus ditingkatkan secara signifikan demi menekan laju peningkatan kasus positif di Indonesia. Kurangnya pelacakan kontak memberikan peluang lebih besar kepada kasus positif terutama Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk terus menyebarkan infeksi virus ke orang lain.

Ketiga, buramnya peta rencana dalam melakukan vaksinasi. Berdasarkan data bulan Juni, jumlah vaksinasi harian Indonesia mencapai 640 ribu. Juru Bicara Vaksinasi Covid 19 Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan target dari presiden Jokowi sejumlah 700 ribu perhari belum tercapai dan masih diupayakan oleh pemerintah. Untuk bulan Juli sendiri pemerintah menargetkan untuk 1 juta vaksinasi perhari.

Tercapainya target vaksinasi ini merupakan keharusan dalam menurunkan laju pandemi. Herd Immunity hanya akan dicapai bila vaksinasi menyentuh setidaknya hingga 70 persen jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu, pencapaian vaksinasi ini hendaknya menjadi fokus utama pemerintah mengingat keterbatasan tenaga kesehatan beserta infrastrukturnya yang saat ini mulai kewalahan dalam menangani pasien.

Sementara itu di sisi lain, kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi juga tidak meningkat lebih baik. Masih banyak kalangan masyarakat yang menolak untuk vaksinasi dengan berbagai alasan. Ada yang tidak mau divaksin dengan alasan takut dengan efek samping bahkan ada yang menolak dengan alasan vaksinasi ini adalah sebuah bisnis terselubung oleh pihak tertentu. Dengan kondisi yang demikian maka target vaksinasi pemerintah menjadi semakin berat.

Vaksinasi seharusnya tidak hanya menjadi sekedar ajakan saja namun juga harus dibarengi dengan sosialisasi dan penyuluhan. Untuk saat ini kita akui penyuluhan dan sosialisasi pentingnya vaksinasi belum maksimal dilakukan oleh pemerintah. Sehingga sebagian masyarakat masih mempercayai informasi sesat yang banyak beredar di beragam media sosial mengenai efek samping serta efektivitas vaksin.

Pembenahan Komunikasi Publik

Komunikasi publik yang kurang baik menjadi salah satu permasalahan yang menghambat upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Upaya penegakkan hukum yang timpang, tidak terpenuhinya standar 3 T dalam melacak penyebaran Covid-19, hingga minimnya pengetahuan masyarakat terkait vaksinasi dipengaruhi oleh jembatan komunikasi dari hulu ke hilir tidak tersambung dengan baik.

Salah satu contohnya adalah isu tentang Ivermectin yang digadang-gadangkan menjadi obat terapi Covid-19 yang menurut Menteri BUMN Erick Tohir sudah dapat izin edar dari Badan POM RI. Namun kemudian pernyataan ini dibantah oleh Badan POM yang mengatakan bahwa Ivermectin hanya diberikan izin sebagai obat cacing dan parasit bukan obat Covid-19. Kesimpang siuran seperti inilah yang semakin membuat pemerintah kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

Oleh karena itu, kita berharap pemerintah selain menegakan disiplin hulu dan hilir juga dapat memperbaiki komunikasi publiknya. Pemerintah sebaiknya hanya memberikan informasi terkait perkembangan pandemi melalui satu pintu. Sehingga tidak ada lagi informasi yang datang dari berbagai pihak yang terbukti menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Kita berharap pemerintah secara konsisten dan persisten memberikan perkembangan terbaru tentang covid 19 setiap hari di media-media nasional seperti televisi dan radio. Blocking time informasi layanan masyarakat yang persisten setiap hari ini selain menimbulkan aura krisis di masyarakat juga dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pandemi. Cara cara ini saya rasa akan sangat efektif untuk melawan informasi tidak benar yang selama ini beredar di masyarakat.

Apapun itu, setiap kebijakan pemerintah tidak akan ada artinya bila tidak diikuti oleh kesadaran masyarakat untuk menjalankannya. Pandemi Covid-19 ini tidak akan selesai bila kita tidak disiplin dan tidak peduli dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu mari kita gemakan Gerakan Disiplin Nasional Melawan Covid 19 mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar kita.





Sumber

Giring Ganesha Sarankan Pemkab Sintang Undang Influencer untuk Promosi Wisata
Giring Presiden 2024

Giring Ganesha Sarankan Pemkab Sintang Undang Influencer untuk Promosi Wisata


Selama dua hari kunjungan ke Sintang, Kalimantan Barat, Giring Ganesha, Capres 2024 dari Partai Solidaritas Indonesia mengaku terkesan dengan keindahan alam dan budaya di sana. Ia berkesempatan berkunjung ke beberapa destinasi wisata dan menilai Pemkab Sintang sudah melakukan yang terbaik untuk menata destinasi wisata, budaya, dan sejarah. Ia pun memberi saran mengenai optimalisasi promosi wisata ke depannya.

“Menurut saya Disporapar di sini sudah melakukan yang terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Jarot. Kalau saya bisa kasih ide, mungkin setelah pandemi COVID-19, undang lah influencer Indonesia untuk bisa datang dan melihat Sintang. Dan mungkin untuk bisa besar di medsos, pemerintah bisa invest sedikit untuk kembangkan industri kreatif dan tim public relation sosial media yang bisa membuat Sintang lebih terkenal lagi di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” saran Giring.

 

Sumber: pontianak.tribunnews.com





Sumber

Kepada Bupati, Giring Janji Untuk Mempromosikan Destinasi Wisata Sintang
Giring Presiden 2024

Kepada Bupati, Giring Janji Untuk Mempromosikan Destinasi Wisata Sintang


Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Sintang pada 21 Juni 2021 lalu. Di antaranya Taman Wisata Alam Gunung Kelam, Galeri Kapal Motor Bandung, Ensaid Panjang, Rumah Tenun Kobus, Museum Betang, Keraton Sintang, Rumah Kopi, dan juga menyambangi kediaman Uskup Sintang.

Giring cukup terkesan dengan keindahan alam dan sejarah tempat tersebut. Secara khusus ia membawa tim publikasi pribadi untuk mendokumentasikan kegiatannya selama berada di Bumi Senentang, terutama saat mengunjungi sejumlah tempat wisata.

“Secara khusus kami membawa tim publikasi pribadi untuk mendokumentasi kegiatan-kegiatan selama berada di Bumi Senentang, terutama saat mengunjungi sejumlah tempat wisata,” ungkapnya kepada Bupati Sintang Jarot Winarno di pendopo rumah jabatan Bupati Sintang, Minggu (20/6) malam.

Ia ingin bisa membantu Pemkab Sintang mempromosikan destinasi wisata di sana ke kancah nasional, sehingga tempat tersebut semakin dikenal dan ramai dikunjungi masyarakat luas. Ia berharap setelah pandemi berlalu, akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke Sintang, mencoba UMKM, makanan, dan keramahtamahan dari warga Sintang.

Sumber: rri.co.id, pontianak.tribunnews.com





Sumber

Giring Eks Vokalis Nidji Saran ke Pemkab Sintang Undang Influencer untuk Promosi Wisata
Giring Presiden 2024

Giring Eks Vokalis Nidji Saran ke Pemkab Sintang Undang Influencer untuk Promosi Wisata

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Giring Ganesha Djumaryo, baru saja menyelesaikan kunjungan wisata ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Selama dua hari di bumi senentang, Pelaksana tugas Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku terkesan dengan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Eks vokalis band Nidji, itu bahkan langsung menyatakan jatuh cinta dengan kekayaan alam dan sejarah bumi Senentang, setelah mengunjungi sejumlah objek wisata dan budayanya.

Selama di Sintang, giring mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Sintang, seperti: Taman Wisata Alam Gunung Kelam, batu tunggal terbesar di dunia. Dia juga melihat langsung proses warga menenun tenun ikat khas sintang, menyambangi museum hingga silaturahmi me keraton Al-Mukarramah Sintang.

Giring menilai, Pemkab Sintang sudah melakukan yang terbaik untuk menata destinasi wisata, budaya dan sejarah.

Menurutnya, yang perlu dilakukan dinas pariwisata kedepan, mengoptimalkan promosi di media sosial, untuk menarik minat kunjungan wisatawan usai pandemi Covid-19.

“Menurut saya disporapar di sini sudah melakukan yang terbaik di bawah kepemimpinan bupati Jarot. Kalau saya bisa kasih ide, mungkin setelah pandemi covid- 19, undang lah influencer Indonesia untuk bisa datang dan melihat Sintang. Dan mungkin untuk bisa besar di medsos, pemerintah bisa inves sedikit untuk kembangkan industuri kreatif dan tim public relation (PR) sosial media yang bisa membuat sintang lebih terkenal lagi di seluruh indonesia, bahkan dunia,” saran Giring, Selasa 22 Juni 2021.

Giring Ganesha Djumaryo, Pelaksana tugas Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku terkesan dengan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Eks vokalis band Nidji, itu bahkan langsung menyatakan jatuh cinta dengan kekayaan alam dan sejarah bumi Senentang, setelah mengunjungi sejumlah objek wisata dan budayanya.

“Saya jatuh cinta sekali dengan Sintang, terutama alam dan sejarahnya,” kata Giring.

Giring mengaku terpesona dengan kemegahan bukit batu tunggal terbesar di dunia yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Kelam. “Pemandangannya luar biasa, apalagi tadi ke bukit kelam, batu terbesar di dunia, dan pengen kapan-kapan bisa naik,” katanya.

Tak lupa, Giring juga membeli oleh-oleh berupa kain tenun ikat khas sintang. Rencananya, kain tenun itu akan dia simpan di DPP PSI.

“Saya sudah gak bisa ngomong apa-apa lagi. Saya jatuh cinta sekali, luar biasa sintang ini harus kita kabarkan lagi, mudah- mudahan nanti setelah pandemi covid-19 ini industri kreatif bisa naik, destinasi wisata dan ekonomi kreatifnya juga,” harapnya. (*)

Sumber : https://pontianak.tribunnews.com/2021/06/22/giring-eks-vokalis-nidji-saran-ke-pemkab-sintang-undang-influencer-untuk-promosi-wisata

Giring Ganesha Jatuh Cinta dengan Alam dan Sejarah Sintang
Giring Presiden 2024

Giring Ganesha Jatuh Cinta dengan Alam dan Sejarah Sintang


Usai berkunjung ke Keraton Al-Mukarramah Sintang pada 21 Juni 2021 lalu, Giring Ganesha selaku Plt Ketua Umum PSI mengaku terkesan dengan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Terutama dengan kekayaan alam dan sejarah bumi Senentang.

Selama di Sintan, Giring mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Sintang, seperti Taman Wisata Alam Gunung Kelam, Galeri Kapal Motor Bandung, Ensaid Panjang, Rumah Tenun Kobus, Museum Betang, Keraton Sintang, dan Rumah Kopi.

“Saya baru tahu bahwa ternyata Sintang itu adalah inspirasi lahirnya lambang garuda Pancasila. Sejarah Sintang ini menjadi salah satu bagian jantungnya Kalimantan,” ujarnya. Ia juga mengaku terpesona dengan kemegahan bukit batu tunggal terbesar di dunia yang berada di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Kelam.

Ia juga membeli oleh-oleh berupa kain tenun ikat khas Sintang yang rencananya akan disimpan di DPP PSI. Giring berharap setelah pandemi, industri kreatif, destinasi wisata dan ekonomi kreatif Sintang akan bisa lebih dioptimalkan lagi.

 

Sumber Video: pontv.id
Sumber: pontianak.tribunnews.com





Sumber

Plt Ketua Umum PSI Giring Berkunjung ke Kabupaten Sanggau
Giring Presiden 2024

Plt Ketua Umum PSI Giring Berkunjung ke Kabupaten Sanggau


Giring Ganesha selaku Plt Ketua Umum PSI berkunjung ke Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (20/6) dalam rangka konsolidasi PSI. kedatangannya didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Satya Chandra W, Ketua DPW PSI Kalbar, Alexius Akim, dan pengurus lainnya.

Rombongan tersebut disambut Ketua DPD PSI Sanggau, Angga Ashari dan pengurus DPD PSI Sanggau, serta Anggot DPRD Sanggau dari PSI, Dewi Merlina. Giring dan rombongan juga berkunjung ke Masjid Jam’I Sultan Ayub yang terletak di Jalan Panggeran Mas, Kabupaten Sanggau.

Dalam kesempatan itu, Giring berpesan kepada para kader untuk tetap menebar kebaikan, merawat perbedaan, dan meneguhkan solidaritas. Usai dari Kabupaten Sanggau, rencananya rombongan akan melanjutkan agenda ke Kabupaten Sintang.

 

Sumber: pontianak.tribunnews.com





Sumber

Kunjungi Sintang, Giring Ganesha Akan Promosikan Destinasi Wisata
Giring Presiden 2024

Kunjungi Sintang, Giring Ganesha Akan Promosikan Destinasi Wisata

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Plt Ketum PSI, Giring Ganesha berkunjung ke Kabupaten Sintang. Eks Vokalis Grup Band Nidji ini tidak sendiri, dia datang didampingi oleh Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, para pengurus DPW PSI Provinsi Kalbar dan DPD PSI Kabupaten Sintang.

Pada Senin, 21 Juni 2021, Pria yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden RI tahun 2024 mengunjungi sejumlah objek wisata di Kabupaten Sintang.

Diantaranya Taman Wisata Alam Gunung Kelam, Galeri Kapal Motor Bandung, Ensaid Panjang, Rumah Tenun Kobus, Museum Betang, Keraton Sintang, Rumah Kopi dan juga akan menyambangi kediaman Uskup Sintang.

“Ada beberapa alasan kenapa saya datang ke Sintang. Luamayan pegel 8 jam perjalanan (dari Pontianak),” kata Giring, Senin 21 Juni 2021.

Giring mengatakan ia secara khusus membawa tim publikasi pribadi untuk mendokumentasi kegiatan-kegiatan dirinya selama berada di Bumi Senentang, terutama saat mengunjungi sejumlah tempat wisata.

Sehingga nanti bisa membantu Pemkab Sintang dalam mempromosikannya ke kancah nasional. Dia berharap tempat-tempat wisata tersebut kedepan akan terus semakin di kenal dan semakin ramai di kunjungi masyarakat luas.

“Kita jalan-jalan. Saya bawa tim, saya keliling, saya ingin menikmati keindagan sintang, kita promosikan. Mudah-mudahan setelah corona lebih banyak lagi orang ke sintang dan ingin berlibur ke sini, mencoba UMKM, makanan, dan juga keramah tamahan dari warga sintang,” harap Giring. (*)

Sumber : https://pontianak.tribunnews.com/2021/06/21/kunjungi-sintang-giring-ganesha-akan-promosikan-destinasi-wisata

Giring Ganesha Membahas Percapresan Hingga Target untuk Kalbar Saat Kunjungi Tribun Pontianak
Giring Presiden 2024

Giring Ganesha Membahas Percapresan Hingga Target untuk Kalbar Saat Kunjungi Tribun Pontianak


Pada Sabtu 19 Juni 2021 lalu, Plt Ketua Umum PSI, Giring Ganesha berkunjung ke kantor Tribun Pontianak. Didampingi Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, Waksekjend Satya Chandra W, Ketua DPW PSI Kalbar, Alexius Akim, Sekretaris Shella, dan Bendahara William. Rombongan disambut oleh Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin, beserta redaktur, Arief dan uploader, Hamdan.

Dimulai dengan perkenalan jajaran Tribun Pontianak dan sambutan kepada Giring beserta rombongan. Safruddin berharap hubungan baik yang terjalin selama ini meningkat dan bisa menjadi mitra baik PSI sebagai parpol.

Menyambut hal itu, Giring pun mengapreasi kinerja Tribun yang menurutnya selalu membuat berita-berita luar biasa. Kedatangan ini juga merupakan tradisi yang dilakukan ke kantor Tribun Network lainnya. Giring juga mengungkapkan bahwa ia terus berkomunikasi dengan Grace Natalie yang sedang studi di luar negeri.

Untuk Kalimantan Barat, Giring sudah melakukan pelantikan, 11 DPD Kabupaten Kota dan kepengurusan tingkat DPW. Ia juga mengapresiasi Bro Akim sebagai pimpinan DPW PSI Kalimantan Barat. Posisi PSI pun mengalami kenaikan dan tren yang positif menurut hasil survei.

Membahas pencapresan, Giring mengatakan penting bagi PSI untuk keluar dari gaya parpol lama serta fokus pada penguatan infrastruktur. Terlebih lagi mendirikan parpol di Indonesia membutuhkan verifikasi administratif yang sangat sulit. Untuk Kalimantan Barat, ia memiliki target untuk meningkatkan jumlah kursi.

Berkisah mengenai peralihannya dari seorang musisi menjadi seorang politisi, ia mengaku senang memimpin partai dan ikut membesarkannya. Untuk membersakan partai, ia menerapkan apa yang telah dipelajarinya di perusahaan start up yang didirikannya. Ia pun mencoba mengembangkan berbagai ide dan masukan salah satunya melalui sekolah kader.

 

Sumber: pontianak.tribunnews.com





Sumber

Giring Melantik DPW dan DPD PSI Kalimantan Barat
Giring Presiden 2024

Giring Melantik DPW dan DPD PSI Kalimantan Barat


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melantik Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah Kalimantan Barat, di Hotel Kapuas Palace Pontianak pada Jumat (18/6) lalu.

Usai pelantikan, Plt. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, H. Giring Ganesha Djumaryo mengatakan, mayoritas survey menyatakan PSI berada di 4 bahkan 5 persen. Bahkan, salah satu survey mengenai partai yang paling disukai millennial menempatkan PSI pada posisi 3 teratas. Dengan memenangkan pemilu pada 2024 nanti, diharapkan kursi di Kalimantan Barat juga bisa berlipat ganda.

Dengan mengunakan strategi udara memanfaatkan teknologi digital, Giring dan sekjen berkomitmen untuk terus hadir dan kerja untuk masyarakat.

“Saya bersama sekjen akan terus keliling Indonesia untuk merupakan barisan, sosialisasi, terus hadir dan kerja untuk masyarakat,” jelasnya. Dengan kepemimpinan Dr. Alexius Akim, MM., yang berkapasitas sebagai seorang politisi senior, Kalimantan Barat ditargetkan meraih kursi dengan jumlah yang berlipat ganda.

Dr. Alexius Akim, MM., juga menyampaikan bahwa ia yakin bahwa orang-orang muda saat ini sudah jenuh dengan cara-cara politik yang kuno dan kaku.

“Oleh karena itu saya ajak kaum muda orang-orang melinial ayok tampil bersama-sama PSI supaya kita memberi warna perpolitikan di Kalimantan Barat,” ajaknya.

Merujuk pada prinsip perjuangan PSI, ada tiga hal yang dipegang menebar kebajikan, merawat keberagaman, dan meneguhkan solidaritas.

 

Sumber: rmokalbar.id





Sumber