Golkar: Dukungan PSI ke Jokowi Bukti Kinerjanya Baik
Liputan Liputan Nasional

Golkar: Dukungan PSI ke Jokowi Bukti Kinerjanya Baik

Partai Golkar menghormati sikap politik Partai Solidaritas Indonesia yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Saya kira itu hak masing-masing partai,” jelas Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, saat dihubungi, Jumat (21/4).

Partai Golkar yang sudah menyatakan dukungan lebih dahulu menyambut baik dukungan kepada Jokowi bertambah.

“Saya kira itu positif, bagus. Sah-sah saja dukungan seperti itu,” sambungnya.

Menurutnya, dukungan PSI tersebut semakin membuktikan kinerja Jokowi bagus. Karena terlihat didukung banyak partai. Setelah Golkar, kini PSI.

“Semakin banyak partai yang dukung peluang untuk menang semakin besar,” sambung Anggota DPR ini.

“Sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar akan terus mendukung pemerintahan Pak Jokowi,” tandasnya.

Dukungan PSI kepada Jokowi disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie kepada pers di Istana usai bertemua Presiden RI tersebut Kepresidenan, Jakarta  pada Selasa lalu (11/4).

PSI mendukung Jokowi karena menilai kinerja Jokowi. Bahkan Grace menyebut PSI terinspirasi dari Jokowi. “Di mana seorang biasa, yang bukan dari kalangan darah biru, bisa menjadi pemimpin,” tandasnya. [zul]

Sumber: RMOL

Galeri PSI Multimedia PSI Wawancara

Pentingnya Politik Ala Tsamara Amany

Politisi muda Tsamara Amany (19), politisi muda yang tulisannya sempat viral lantaran menuliskan kritiknya terhadap salah satu calon Gubenur DKI Jakarta, “Curhat” di #KBRpagi bareng Hilbram Dunar dan Adit Insomnia, Senin (24/4/2017).

Ia bercerita bagaimana menghadapi haters yang tak menyukai tulisan atau pemikirannya? Mengapa ia tertarik politik? Ia juga mengemukakan pentingnya perempuan itu terjun ke politik.

Kegelisahan Tsamara terhadap situasi sosial-politik saat ini ia salurkan lewat media sosial, tulisan on line dan buku “Curhat Perempuan”. Apa isinya?

Gerindra Tak Khawatir Dukungan PSI ke Jokowi di Pilpres 2019
Liputan Liputan Nasional

Gerindra Tak Khawatir Dukungan PSI ke Jokowi di Pilpres 2019

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Partai Gerindra tak khawatir dukungan partai politik terhadap Joko Widodo (Jokowi) terus bertambah untuk mencalonkan lagi di Pilpres 2019.

“Saya kira bukan masalah. Karena kita masih fokus ke Pilkada,” kata Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat ketika dikonfirmasi, Jumat (21/4/2017). Diberitakan sebelumnya, dukungan partai politik ke Jokowi di Pilpres 2019 terus bertambah. Setelah Golkar, kini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan dukungannya secara langsung ke Jokowi. Dukungan PSI kepada Jokowi di Pilpres 2019 mengemuka saat pengurus DPP PSI silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden Jakarta awal pekan lalu.

Menurut Martin, Gerindra juga tidak mempersoalkan jika ada partai politik sejak dini menyatakan dukungannya ke Prabowo mencalonkan diri di Pilpres. “Kalau ada partai lain mendukung silakan. Tetapi kita belum fokus ke sana, masih ada Pilkada,” ujar Martin. Anggota DPR RI ini mengakui banyak kelompok masyarakat dan kader internal Gerindra yang mendorong Prabowo maju di Pilpres 2019.

Apalagi dengan kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI semakin meyakinkan kader agar Prabowo mencalonkan lagi sebagai presiden RI. “Namun sekali lagi kita masih fokus ke Pilkada,” katanya.

sumber: http://m.tribunnews.com/nasional/2017/04/21/gerindra-tak-khawatir-dukungan-partai-ke-jokowi-di-pilpres-terus-bertambah

Curhat Generasi Langgas
Inspirasi Kolom

Curhat Generasi Langgas

JAKARTA, KOMPAS – Generasi langgas merupakan calon pemimpin muda bangsa. Mereka memerlukan kemampuan membaca dan membuat argumen yang kokoh dalam melihat kehdupan berbangsa dan bernegara. Hal ini bisa dilakukan dengan meluaskan wawasan, termasuk dari sisi yang bertentangan dengan ideologi masing-masing agar mereka memiliki pemahaan mendalam terhadap suatu permasalahan.

“Dalam banjir informasi di media arus utama dan media sosial, orang lebih senang memilih hal-hal yang sesuai dengan pemikirian mereka. Akibatnya, wawasan justru menyempit,” kata hali sosial-politik Indonesia dari Universitas Nasional Australia, Marcuz Mietzner, di Jakarta, Senin (17/4).

Ia hadir sebagai salah satu penanggap dalam acara bedah buku Curhat Perempuan karya Tsamara Amany, mahasiswa semester VI program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Jakarta, yang dikenal kritis dan memiliki banyak pengikuti di media sosial. Acara diadakan oleh Institut Indonesia- Pusat Penelitian Kebijakan Publik.

Buku tersebut menuturkan pandangan Tsamara sebagai anggota generasi langgas dalam melihat perkembangan sosial dan politik di Tanah Air. Dia mengkritisi pemerintah yang dinilai tidak tegas menindak kelompok-kelompok ekstrem yang mengancam persatuan bangsa.

Ia juga membahas keterlibatan generasi muda dalam politik praktis yang lebih mengedepankan aksi massa dibandingkan melakukan kontribusi yang berarti seperti membuat gerakan untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

“Dalam mmebuat kritik tidak hanya bisa berkomentar, tetapi juga harus disertai bukti-bukti sejarah yang kuat sehingga terbangun argeumen yang baik,” ujar Tsamara sesusai bedah buku.

Narasumber lain, Komisarits PT Balai Pustaka Hamid Basyaib, mengatakan, sebagai wahana pendidikan masyarakat, terutama generasi muda, media arus utama berkewajiban menampilkan pemberitaan yang berbobot dan mendudukkan masalah. “Partisan tidak apa-apa, tetapi harus dengan alasan jelas, rasional, dan memiliki rujukan resmi sehingga pembaca muda juga bisa menganalisis dengan prespektif masing-masing,” katanya.

Penulis Ayu Utami berpendapat, buku Curhat Perempuan mendobrak anggapan generasi tua bahwa generasi langgas tidak kritis. “Justru mereka (generasi langgas) menggunakan berbagai bentuk media untuk mengekspresikan pemikirannya, ” ujarnya (DNE)
Sumber: Kompas, Selasa, 18 April 2017

Politik Sembako Bukan Politik Kita
Siaran Pers

Politik Sembako Bukan Politik Kita

SIARAN PERS
DEWAN PIMPINAN PUSAT
PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

Salam Solidaritas!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengajak semua pihak yang terlibat dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, agar menghindari cara-cara lama untuk memenangkan kompetisi. Beberapa hari terakhir, marak pemberitaan mengenai praktik bagi-bagi sembako dari kedua kubu.

“Kami ingin semua pihak menjalankan cara-cara yang fair untuk memenangkan kompetisi,” kata Grace Natalie, Ketua Umum PSI melalui siaran pers.

“Politik sembako bukan tradisi yang baik. Tidak mencerdaskan. Kita harus memakai momentum Pilkada DKI untuk mengembalikan politik agar kembali normal, politik yang mengedepankan nilai-nilai etis”.

Bagi-bagi sembako bukan pendidikan politik yang diajarkan para pendiri Republik. Politik kita adalah politik yang mengedepankan nilai-nilai kebajikan, kata Grace Natalie, sambil menambahkan bahwa praktik politik yang etis, yang selama ini dicontohkan oleh Joko Widodo dan Basuki T. Purnama harus menjadi kultur dalam politik Indonesia.

“Dua hari kedepan, adalah ujian bagi warga Jakarta, bagi kita semua, untuk membuktikan bahwa kita bisa berkompetisi secara jujur. Untuk mengembalikan politik agar kembali ke nilai-nilai etis. Kampanye dan praktik politik harus fokus kembali kepada program dan kebijakan”.

Jakarta, 17 April 2017

Grace Natalie
Ketua Umum

Teriakan ‘Usir dan Pergi’ Menggema Usai Djarot Salat Jumat di Tebet
Liputan Liputan Nasional Pilkada DKI Jakarta 2017

Teriakan ‘Usir dan Pergi’ Menggema Usai Djarot Salat Jumat di Tebet

Jakarta – Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat buru-buru keluar dari Masjid Jami Al Atiq di Tebet, Jakarta Selatan. Djarot mendapat penolakan dari sejumlah jamaah masjid tersebut.

Kejadian tersebut terjadi seusai Djarot menunaikan salat Jumat. Beberapa jamaah dan takmir masjid berteriak meminta Djarot secepatnya keluar dari kawasan masjid sambil ngucap takbir.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar,” teriak beberapa jamaah yang menolak Djarot di masjid tersebut, Jumat (14/4/2017).

“Usir, usir, usir. Pergi, pergi,” sahut jemaah lain.

Djarot saat itu sudah berada di luar masjid namun masih sangat dekat dengan masjid. Dia lantas pergi menjauh meninggalkan masjid itu.

Namun, Djarot hanya tersenyum kepada warga yang menolak kehadirannya. Meski ada yang menolak, namun tidak sedikit warga yang tetap menerima kehadiran Djarot. Mereka asik berfoto dan bersalaman dengan Djarot walaupun di dalam masjid beberapa warga berteriak mengusir Djarot.

Menurut Djarot, awalnya kehadiran dia di masjid tersebut mendapat sambutan yang hangat dari para jamaah. Bahkan jamaah yang sudah berada di dalam masjid sempat berfoto dan bersalaman dengannya sebelum salat Jumat dimulai.

“Jemaahnya baik, tadi salaman foto-foto. Mungkin takmirnya baru tahu pas banyak orang salaman dan foto-foto sama saya. Sehingga ya pidatolah di situ,” ujar Djarot usai salat Jumat.

Namun, kejadian tak enak itu mulai terjadi saat takmir masjid mengetahui kehadiran Djarot di masjid tersebut. Menurut Djarot, usai membacakan laporan keuangan, takmir masjid langsung mengubah pidatonya menjadi provokatif.

“Mereka yang memilih pemimpin seorang nasrani atau yahudi itu orang munafik. Bila kita memilih orang non muslim sementara ada orang muslim sebagai pilihan, itulah kita dicap jadi seorang munafik,” ujar seorang jamaah yang menggunakan mikrophone.

Sumber: Detik.com

Dukungan PSI kepada Jokowi pada Pilpres 2019 Dinilai Tepat
Liputan Liputan Nasional Sikap PSI

Dukungan PSI kepada Jokowi pada Pilpres 2019 Dinilai Tepat

Dukungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap Presiden Jokowi pada Pemilu 2019 dinilai sebagai langkah yang tepat. Sebab, cepat atau lambat partai tersebut pasti akan mendukung Jokowi untuk kembali melanjutkan kepemimpinannya hingga 2024.

“Jadi ini hanya masalah keberpihakan mereka terhadap figur Jokowi yang mereka anggap baik dan merakyat,” ujar Direktur Program SMRC, Sirajuddin Abbas, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (12/4/2017). Menurut Sirajuddin, dukungan PSI bisa membawa berkah positif bila kinerja Jokowi dalam memimpin Indonesia dinilai masyarakat positif.

Hal ini bisa dilihat dari elektabilitas Partai Golkar yang cenderung meningkat setelah memberikan dukungan kepada Jokowi untuk kembali maju pada tahun 2019.

“Jadi image positif yang dibawa Jokowi akan berpengaruh terhadap siapapun yang mendukungnya termasuk PSI,” kata dia. Dukungan PSI yang dilakukan sejak awal, kata Sirajuddin juga semakin baik bagi partai tersebut karena masyarakat sedari awal sudah bisa mengetahui agenda ke depan partai yang digaungi anak-anak muda itu.

Namun demikian, Sirajuddin menyarankan kepada PSI untuk memulai membangun kredibilitas partai di tingkat daerah agar mereka layak dipilih. Caranya dengan mencari Calon anggota legislatif (caleg) yang harus bersih dan berintegritas tinggi. Pasalnya, sebagai partai yang menyasar pemilih muda biasanya mempunyai karakteristik yang kritis dan menginginkan pemimpin yang mempunyai kredibilitas dan kapabilitas yang baik.

“Juga jujur dan berintegritas baik sehingga diterima oleh semua kalangan,” kata dia. Walhasil, kata Sirajuddin bila semua hal di atas dilakukan PSI pada Pemilu 2019, maka partai tersebut akan mendapat simpati lebih dari masyarakat. Sebab, pemilih Indonesia cenderung cair dan tidak terlalu loyal dengan partai yang ada. Cara itu, kata dia juga pernah dilakukan oleh Partai Nasdem pada tahun 2014, Gerindra pada tahun 2009 dan Partai Demokrat tahun 2004.

“Jadi PSI sangat terbuka untuk mendapat simpati lebih dari masyarakat,” pungkasnya.

Sumber Tribunnews.com

PSI Calonkan Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019
Liputan Liputan Nasional

PSI Calonkan Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019

Presiden Joko Widodo, hari Selasa (11/04/2017) pagi, menerima Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung hangat, penuh canda tawa, tanpa kehilangan substansi membahas berbagai persoalan.

Dalam pertemuan, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan: ”Bagi PSI, Presiden Jokowi adalah inspirasi bagi anak-anak muda untuk terlibat politik. Presiden Jokowi adalah buah nyata dari demokrasi dimana seorang warga biasa bisa menjadi presiden”.
Apalagi dua setengah tahun menjabat, Presiden Jokowi berhasil mengimplementasikan janji-janji politiknya. Pembangunan infrasruktur yang selama ini terbengkalai mulai dikejar, dan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritas.
“Atas dasar itulah, PSI siap mendukung pak Jokowi sebagai calon presiden 2019,” kata Grace Natalie.
Menanggapi pernyataan itu, Jokowi mengucapkan terima kasih dan berpesan agar sebagai partai baru, PSI tampil berbeda. “Harus ada diferensiasi, kalian harus membangun kredibilitas dan integritas, ciptakan cara komunikasi yang baru, dan turun berkomunikasi langsung dengan rakyat”, kata Jokowi.
Dalam kesempatan itu, presiden membagi pengalamannya, yang “nyaris tanpa modal” ketika memenangkan Pilkada di Solo, dan Jakarta. “Kalian harus berani berbeda, jangan tiru model-model kampanye lama,” pesan Jokowi.
Percakapan juga masuk ke soal sosial media yang digandrungi terutama oleh anak muda. PSI sebagaimana Jokowi melihat medium baru ini penting, terutama sebagai alat untuk menyampaikan pesan politik. Jokowi sempat menceritakan kisah-kisah jenaka di belakang layar, terkait dengan v-log dengan Raja Salman dan kelahiran anak kambingnya.
Grace Natalie
Ketua Umum PSI
REPUBLIKANISME MILENIAL ; TERBUKA, PROGRESIF ITU KITA
Pidato Ketua Umum Siaran Pers

REPUBLIKANISME MILENIAL ; TERBUKA, PROGRESIF ITU KITA

PIDATO POLITIK KETUA UMUM DPP PSI
PENUTUPAN KOPDAR DPW PSI SELURUH INDONESIA

Jakarta, 9 April 2017

 

Salam Solidaritas!

Bro dan Sis, Pengurus PSI dari seluruh Indonesia, unsur pimpinan DPP PSI dan para undangan yang saya muliakan!

Kita sangat berbahagia hari ini, karena bersama kita telah hadir bersama kita, Bapak BASUKI TJAHAJA PURNAMA Calon Gubernur DKI Jakarta yang didukung penuh oleh PSI dalam Pilkada DKI Jakarta. Beberapa bulan yang lalu, dalam Survey Populi Center terdapat data yang menariik, bahwa diantara partai pendukung Pasangan Basuki-Djarot, hanya PSI yang menjadi partai politik yang mencapai tingkat dukungan 100%. Itu karena dalam logo PSI hanya ada dua warna merah dan putih. Karena begitulah PSI dilahirkan: merah perkataan maka merah perbuatan, putih cita-cita maka putih juga jalan perjuangan yang dipilih PSI.  Saya rasa pilihan PSI tidak salah, Jakarta ini hanya bisa dikelola jika pasangannya memiliki dua hal: Cahaya untuk menerangi dan Hidayah untuk keselamatan seluruh warganya. Maka tidak perlu jauh-jauh sudah ada dikertas suara, Basuki TJAHAJA Purnama dan Djarot Saiful HIDAYAT. Dengan bekal Cahaya dan Hidayah ini semoga mereka berdua bisa kembali menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Bro dan Sis para Pengurus PSI dari seluruh Indonesia,

Selamat datang di Jakarta. Setelah kerja keras dengan segala keterbatas dan suka duka. Merapihkan struktur berikut administrasinya, memperbaiki kantor, masuk dari satu pintu ke pintu yang lain, bicara dari satu orang ke orang yang lain agar bersedia mendukung dan menjadi anggota PSI yang masih baru ini. Kerja keras memang tidak pernah sia-sia, benar kata Pak Ahok, dalam politik “jika punya niat untuk rakyat banyak, kerja aja fokus jangan peduli dengan pencitraan, rakyat yang akan melihat dan menikmati hasilnya”

Pagi ini kita bisa merasakan atmosfir optimisme yang kuat. Optimisme kita adalah sebuah optimisme yang disandarkan pada material faktual yang kita mengerti detail dan sudah kita uji sendiri. Karena ada juga optimisme negative, dengan memanipulasi pikiran sendiri atas datangnya kemenangan, dan jika nanti terjadi kegagalan pasti kita sedang dicurangi. Optimisme  kita semua dari pusat hingga kecamatan, lahir dari keyakinan dan kerja keras. Betapa tidak, seluruh persiapan yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat verifikasi KPU, kita lakukan dengan mata, telinga, tangan dan tenaga kita sendiri. Tidak hanya sekedar memenuhi persyaratan administrasi, namun PSI juga tetap menjaga identitasnya sebagai Partai Baru, Partai Perempuan, Partai Muda, Partai Masa Depan dan Partai Moderen.
Bro dan Sis Yang Berbahagia!

Wajarlah kiranya jika pagi ini, dengan segala syukur dan rasa bangga atas kerja keras kita semua, atas nama mereka yang dalam perjalanan pembangunan partai ini harus lebih dulu meninggalkan kita. Pagi ini, disaksikan Bapak Basuki Tjahaja Purnama, ijinkan saya untuk menerima kehormatan mewakili segenap struktur dan kader PSI dari seluruh Indonesia, bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan diri SIAP 100% untuk diverifikasi oleh Komisi Pemlihan Umum Republik Indonesia, untuk selanjutnya disahkan sebagai Peserta Pemilihan Umum 2019 yang akan datang.

Bro dan Sis dan undangan yang saya cintai,

Mungkin PSI masih partai kecil, anak muda yang sedang mencoba belajar untuk merangkai sebuah cerita politik, dimana narasi sejalan dengan retorika. Politik yang tidak hanya berhenti sebatas retorik, tapi terwujud dalam tindakan dan kebijakan. PSI mungkin tidak bisa mendukung secara materi yang besar pada kandidat yang didukungnya, tapi setidaknya mencoba memberikan semua yang terbaik yang dimiliki PSI untuk bekerja apa yang sudah dipilihnya. PSI mungkin masih sekumpulan anak muda tanpa pengalaman dan kemampuan silat politik yang tinggi, namun setidaknya PSI berupaya mendekatkan tindakan politiknya pada makna politik yang berdiri diatas nilai-nilai yang bertujuan mulia untuk kepentingan rakyat banyak. Praktek politik yang sama dengan apa yang kami baca pada Pembukaan UUD 1945, bahwa bernegara pada akhirnya adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Bro dan Sis yang saya banggakan,

Begitulah kita di PSI menyandarkan gerakan politik pada nilai kebajikan dan keberpihakan pada keragaman. PSI juga memperkenalkan dirinya ke publik dengan tiga identitas “TERBUKA, PROGRESIF itu KITA.” Tiga kata yang akan terus mewarnai pilihan dan keberpihakan PSI di masa yang akan datang. TERRBUKA karena kita yakin bahwa dengan tradisi komunikasi yang setara, politik yang tidak berjarak dengan publik, politik yang merawat prinsip kritik oto kritik agar partai selalu berjalan dalam rel yang benar, akan membawa PSI sebagai partai modern yang inklusif dan senantiasa sejalan dengan jaman. PROGRESIF kita pilih karena PSI yakin bahwa stagnasi atau kenyaman dalam menikmati kemapanan adalah musuh utama kemajuan peradaban. Sejarah, kebudayaan dan ekonomi yang bergerak maju tidak boleh meninggalkan partai politik jauh dibelakang, justru PSI harus bisa selangkah lebih maju dari peradaban itu sendiri. PSI harus selalu menjadi jawaban dari persoalan-persoalan publik.

Bro dan Sis yang saya cintai,

Meskipun kita TERBUKA dan PROGRESIF, namun PSI juga sadar bahwa sebagai partai politik yang moderen, PSI tidak boleh meloncat melampaui kenyataan-kenyataan sosial dan ekonomi bangsa dan negara Indonesia. Karenanya PSI mencantumkan kata “ITU KITA” sebagai identitas ketiga. KITA disini bermakna Solidaritas, kebersamaan, perbedaan yang toleran satu dengan yang lain. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Saat dibelakang mendorong, saat didepan mencerahkan saat ditengah PSI harus bisa menggerakkan kekuatan terbaik rakyat dan bangsa ini untuk maju mencapai cita-cita kemerdekaannya.

Bro dan Sis yang saya cintai,

Terbuka, Progresif, itu Kita, harus menjadi semangat Republikanisme baru untuk merawat Demokrasi dan Kebhinnekaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama. Republikanisme Baru yang selalu mengedepankan kepentingan publik, republikanisme yang menempatkan kebebasan dan hak asasi manusia sebagai poros inti roda pembangunan bangsa. Republikanisme baru yang digerakkan oleh solidaritas kaum milenial, PSI menyediakan diri untuk menggalang segenap kekuatan anak bangsa dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Republikanisme Milenial yang membuat PSI memilih untuk membela dan mendukung Basuki-Djarot sebagai simbol keberpihakan pada kepentingan rakyat banyak,

Bro dan Sis yang saya banggakan,

Mari kita songsong verifikasi KPU 2017 dengan semangat dan Solidaritas Kaum Republikan baru, Kita harus percaya bahwa nilai yang kita usung berada pada koridor yang benar. Kita mungkin tidak bisa terlalu banyak basa-basi dan sekedar menebar janji, kami hanya mohonkan doa dan dukungan dari segenap rakyat Indonesia. Semoga rakyat Indonesia memberikan  kepercayaan kepada PSI pada Pemilu 2019 yang akan datang, agar kita bisa membuktikan bahwa politik yang kita bangun adalah politik yang diharapkan oleh seluruh lapisan bangsa dan rakyat Indonesia.

Semoga Tuhan memberkati perjuangan kita, Jayalah Republikanisme Indonesia, kita rebut masa depan yang lebih baik dan bermartabat, Solidaritas Indonesia, Lawan Korupsi, Lawan Intoleransi!

Salam Solidaritas!
Salam Sejahtera, Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh!