PSI: Hak Angket KPK Dipandang Serangan Balik Koruptor
Liputan Nasional

PSI: Hak Angket KPK Dipandang Serangan Balik Koruptor

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menilai, Panitia Khusus Hak Angket KPK memperburuk citra partai politik di Indonesia. Padahal, menurut Toni, semestinya parpol menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ia berharap, parpol-parpol yang mengusulkan hak angket KPK agar mencabut hak angket demi menjaga citra positif dalam memberantas korupsi. Dengan demikian, parpol bisa kembali dipercaya rakyat.

“Seharusnya saat ini KPK perlu dibela karena ada kasus teror terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan,” papar Toni melalui keterangan tertulis Jumat (9/6/2017).

Selain itu, ia menyatakan, hak angket jelas bertujuan melemahkan KPK. Padahal, menurut Toni, korupsi merupakan “extra ordinary crime” yang pemberantasannya juga harus ekstra melalui KPK. “Hak angket KPK bisa dipandang sebagai serangan balik koruptor untuk melemahkan KPK,” lanjut Toni.

DPR tetap membentuk Pansus Angket KPK meski mendapat kritikan berbagai pihak sejak usulan digulirkan. Tujuh fraksi di DPR RI sudah mengirimkan nama perwakilan anggotanya ke Pansus Angket KPK. Total sudah ada 23 anggota DPR.

Hak angket ini dimulai dari protes yang dilayangkan sejumlah anggota Komisi III kepada KPK terkait persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sumber: Kompas.com

Karangan Bunga Megah dari PSI untuk Ahok Jadi Objek Foto Warga
Liputan Liputan Nasional

Karangan Bunga Megah dari PSI untuk Ahok Jadi Objek Foto Warga

Jakarta – Karangan bunga masih terus berdatangan dari warga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Balai Kota. Dari sekian banyak karangan bunga untuk Ahok, ada satu karangan bunga yang menjadi pusat perhatian warga.

Karangan bunga tersebut adalah kiriman dari salah satu partai pendukung Ahok-Djarot pada Pilgub DKI lalu, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Karangan bunga tersebut diletakkan di pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, di depan pagar Balai Kota.

Karangan bunga dengan ukuran sekitar 5 meter x 1,5 meter tersebut dihiasi dengan bunga mawar merah di seluruh papannya. Di tengahnya terdapat tulisan ‘Satu kekalahan seribu bunga merekah, terima kasih Ahok!’.

Megahnya karangan bunga dari PSI ini pun menjadi sasaran foto warga yang sedang melintas. Mereka menyempatkan diri untuk berfoto sejenak di karangan bunga tersebut.

Saat ini, karangan bunga yang datang untuk Ahok sudah mencapai trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan. Hal tersebut karena Balai Kota sudah tidak bisa lagi menampung banyaknya karangan bunga untuk Ahok.

PPP Buka Peluang Ikuti Jejak PSI dukung Jokowi 2019
Liputan Liputan Nasional

PPP Buka Peluang Ikuti Jejak PSI dukung Jokowi 2019

Merdeka.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) angkat bicara soal manuver sejumlah partai politik yang telah menyatakan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi). Waketum PPP kubu Romi, Fernita Darwis, menyebut, partainya bisa saja mengikuti jejak Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Dia menyatakan, PPP bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden dari luar atau dari kader partai.

“Sosok seperti Pak Jokowi bisa dicalonkan lagi apalagi melihat kinerja beliau selama ini,” katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (25/4).

Dia menjelaskan, PPP memiliki mekanisme untuk menentukan siapa capres yang akan diusung di Pilpres 2019. Salah satunya harus dibahas di Rakernas.

“PPP memiliki mekanisme mengajukan capres seperti harus lewat Rakernas dan mendengarkan aspirasi PPP wilayah,” katanya.

“Kita juga menunggu UU Pemilu selesai di DPR dan merapikan partai setelah Pilkada,” katanya.

Seperti diketahui, Golkar dan PSI telah menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk maju di Pilpres 2019. Dukungan dari PSI bahkan disampaikan langsung oleh para pengurus DPP PSI kepada Jokowi saat bertemu di Istana Negara, beberapa waktu lalu. [dan]

sumber: https://www.merdeka.com/politik/ppp-buka-peluang-ikuti-jejak-golkar-psi-dukung-jokowi-di-2019.html

PKS Tidak Akan Ikuti Jejak PSI Calonkan Jokowi
Liputan Liputan Nasional

PKS Tidak Akan Ikuti Jejak PSI Calonkan Jokowi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memiliki calon presiden untuk diusung Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan partainya menunggu hasil dari pembahasan UU Pemilu mengenai presidential treshold (PT) sebelum mengajukan capres.

“Kami menunggu syarat pengajuan calon presiden (PT) apakah sama seperti UU sebelumnya 20 persen atau 0 persen seperti yang banyak diwacanakan,” kata Hidayat ketika dikonfirmasi, Selasa (25/4/2017).

Hidayat mengatakan faktor lainnya yang membuat PKS belum menentukan capres karena hingga 2018 mendatang masih fokus pada Pilkada di sejumlah daerah.

“Kami masih fokus ke Pilkada dan UU Pemilu,” kata Hidayat.

Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan presidential treshold sangat menentukan siapa sosok capres yang akan diajukan partai politik.

Jika PT seperti presidential threshold sama seperti Pemilu 2014 yakni sebesar 20 persen jumlah kursi di DPR atau 25 persen suara sah di Pemilu maka kemungkinan akan muncul 3-4 calon presiden.

Sebaliknya jika PT 0 persen maka setiap parpol kemungkinan besar bisa mencalonkan presiden masing-masing.

“Jadi kami merasa tidak belum terlambat mengajukan calon presiden,” ujar Hidayat.

Sebelumnya dua partai politik jauh-jauh hari telah mewacanakan calon presiden yang akan diusung di 2019. Kedua partai itu adalah Partai Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

PSI menyatakan langsung dukungannya ke Jokowi di Pilpres dalam pertemuan dengan para pengurus DPP PSI di Istana Negara pekan lalu.

Menurut Hidayat, PKS akan melihat jejak rekam capres yang akan diusung sehingga memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

“Kami memiliki mekanisme tentang ini. Siapapun calon presiden dari PKS tentu beliau bukan satrio piningit,” kata Hidayat.

sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/04/25/pks-tidak-ikuti-jejak-psi-dan-golkar-ajukan-capres-sejak-dini

Tsamara Amany: Millenial yang Terjun ke Politik
Kolom Wawancara

Tsamara Amany: Millenial yang Terjun ke Politik

Terjun ke dunia politik mungkin bukan menjadi sebuah pilihan utama bagi mayoritas generasi millenial. Namun, hal ini tampaknya tak berlaku bagi Tsamara Amany Alatas. Bagi perempuan kelahiran 24 Juni 1996 ini, politik merupakan sebuah panggilan sekaligus tantangan. Politik juga merupakan cara untuk membuat perubahan bagi masyarakat.

Meski mengaku sudah tertarik dengan politik sejak masih duduk di bangku sekolah menengah, Tsamara tak langsung terjun ke politik praktis. Ia memutuskan terlibat aktif dalam politik ketika Joko Widodo terpilih menjadi Presiden pada tahun 2014. Maklum, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina ini sangat mengagumi sosok Jokowi.

“Dari dulu memang tertarik sama politik, saya suka dengan peristiwa politik.

Tapi tidak ada keinginan terjun. Baru ada keinginan terjun di politik sejak Jokowi menjadi Presiden,” ujarnya kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (25/4).

“Saya sudah sejak lama memang kagum sama Pak Jokowi. Saat itu, ketika baru terpilih, banyak pihak yang mengkritik Pak Jokowi melalui media sosial dengan tidak beradab. Sejak itulah saya mau terlibat langsung,” lanjutnya.

Keterlibatannya saat itu juga hanya dengan aktif menulis berbagai artikel politik.

Tsamara rajin menuangkan buah pemikirannya melalui berbagai tulisan melalui blog atau sejumlah portal online. Melalui tulisan-tulisannya, Tsamara membela Jokowi dan mengutarakan sikap politiknya terhadap sejumlah isu yang tengah panas di tanah air. Sejak 2014 hingga 2015, puteri pasangan Muhammad Abdurachman dan Nabila Zen ini aktif ‘berpolitik’ di dunia maya.
Pada tahun 2015, karena tulisan-tulisannya, ia diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana bersama sejumlah blogger lainnya.

Namun, saat itu, ia belum tertarik untuk terlibat di dalam politik praktis. Keterlibatannya hanya sebatas menjadi saksi dalam sidang uji materi persyaratan calon independen di pilkada yang diajukan oleh Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) di Mahkamah Konstitusi. Uji materi ini berbuah hasil dengan pengurangan syarat presentase minimum pengumpulan KTP untuk calon independen.

“Saat itu jujur, aku masih apatis. Artinya belum kepikiran untuk terjun secara full di politik. Kalau lihat jawabanku di sesi tanya jawab saat sidang di MK, aku terlihat masih apatis,” ujarnya.
Terjun ke Politik Praktis

Kesadaran untuk sepenuhnya membaktikan diri di politik Indonesia diraih Tsamara ketika menjadi staf magang untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI. Magang sejak Januari-April 2016, Tsamara bertugas untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Tugas utamanya, melakukan penyederhanaan perizinan untuk memulai usaha (starting business).
Keseharian menjalani tugas di Balai Kota memantapkan pilihan Tsamara. Ia sadar perubahan bagi masyarakat tidak akan pernah terlaksana jika ia tak masuk di pemerintahan. Tsamara menyadari berteriak melalui tulisannya akan percuma selama ia tak bisa mempengaruhi pembuatan kebijakan.

“Kita bisa berkontribusi lebih dan tidak hanya teriak-teriak. Ketika masuk ke pemerintah, kita bisa mengubah,” ujarnya.
Magang selama empat bulan di Balai Kota juga lebih menumbuhkan kekaguman pada Ahok. Kekaguman ini, kata Tsamara, dilandasi oleh sikap Ahok yang bersih, tegas, dan berani melakukan perubahan serta terobosan di Ibu Kota. Sebelum magang, Tsamara mengaku sering mengikuti acara yang digelar oleh Teman Ahok.

Saat Ahok memutuskan untuk ikut Pilgub DKI Jakarta 2017, Tsamara kemudian ikut berkampanye. Kampanye dilakukan melalui media sosial dan melalui jaringan yang ia miliki.

“Memang tidak seaktif teman-teman relawan dan partai lain. Saya berkampanye untuk Ahok dengan cara saya sendiri. Saya suka menulis dan melalui tulisan-tulisan saya, saya harapkan masyarakat tergerak,” ujarnya.

Mendirikan LSM Perempuan Politik

Saat masa magangnya berakhir di Balai Kota pada April 2016, Tsamara memutuskan untuk mendirikan LSM Perempuan Politik. Langkah ini bertujuan untuk menyebarkan pentingnya kesadaran berpolitik bagi perempuan dan generasi millenial di Indonesia.

Kesadaran untuk mengubah masyakarat dengan masuk ke pemerintah juga ditumbuhkan melalui LSM tersebut.

“Saya hanya ingin mengedukasi perempuan muda agar mau terjun di politik. Politik toh bisa dilakukan dengan cara-cara yang fun. Akhirnya kita launching LSM Perempuan politik ini pada 17 Januari 2017,” tuturnya. Perempuan Politik menarget perempuan di usia SMP dan SMA agar memiliki kesadaran berpolitik. Tsamara mengatakan pada bulan Juli mendatang Perempuan Politik akan menerjunkan 15 orang ke sejumlah daerah di Indonesia untuk memberikan pendidikan politik bagi perempuan di beberapa SMP dan SMA.

Makin cepat kesadaran politik dibentuk, kata dia, maka makin cepat perubahan itu terbentuk. Selain mendirikan LSM, Tsamara juga meluncurkan buku berjudul, ‘Curhat Perempuan. Buku ini adalah kumpulan dari berbagai tulisannya mengenai politik sejak tahun 2014. Ia ingin mengabadikan seluruh buah pemikirannya agar bisa menjadi inspirasi bagi perempuan muda Indonesia.

“Curhat Perempuan itu kumpulan artikel aku selama tiga tahun terakhir. Isinya general, tidak hanya soal Jokowi atau Ahok,” tuturnya.

Masuk ke Partai Politik

Ke depan, demi membangun karier politiknya, Tsamara tentunya berencana masuk ke partai. Tsamara mengaku memiliki kriteria tersendiri untuk parpol yang kelak dipilihnya.

“Tentunya aku mau masuk parpol yang baru, bersih, banyak anak mudanya, punya jiwa dan semangat muda dan tidak punya beban masa lalu. Saya tertarik masuk ke partai baru karena kalau menang kan pasti bikin sejarah,” ujarnya.

Selain itu, Tsamara tak hanya ingin masuk partai dengan nilai-nilai konvensional yang tidak mentoleransi perubahan dan pembaharuan. “Yang mau aku tanamkan adalah nilai-nilai pembaharuan. Kalau sudah tercemar susah. Ada wadah baru, ada semangat baru khususnya untuk melawan korupsi,” ujarnya.

Sayangnya ia masih bungkam soal partai yang akan menjadi ‘rumahnya’ kelak.

sumber: kumparan.com

PKB tanggapi positif PSI sudah tancap gas dukung Jokowi di 2019
Liputan Liputan Nasional

PKB tanggapi positif PSI sudah tancap gas dukung Jokowi di 2019

Merdeka.com – Pelaksanaan Pilpres masih dua tahun lagi. Namun, sejumlah partai politik telah menyatakan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali maju di 2019.

Sebut saja Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keduanya telah mantap mendukung Jokowi di 2019. Untuk PSI, dukungan bahkan disampaikan langsung ke Jokowi saat para elite PSI bertemu mantan Gubernur DKI itu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/4) lalu.

Wasekjen PKB Daniel Johan pun angkat bicara atas manuver PSI yang notabene parpol baru tersebut. Partainya menanggapi positif dukungan PSI terhadap Jokowi untuk di Pilpres 2019.

“Itu sepenuhnya keputusan mereka dan kami anggap positif saja,” katanya dalam pesan singkat kepada merdeka.com, Sabtu (22/4).

Menurutnya hal itu sah-sah saja dilakukan PSI. Namun demikian, PKB sendiri lebih memilih fokus mensukseskan seluruh program pemerintahan Jokowi-JK agar bisa tercapai ketimbang memikirkan dukung mendukung Pilpres 2019.

“PKB fokus mensukseskan pemerintah dalam mencapai seluruh kinerjanya dulu, agar energi yang ada full pencapaian target-target pemerintahan Jokowi-JK,” katanya.

“Yang jauh lebih penting adalah pemerintahan Jokowi sukses dulu,” tandasnya.

 

 

sumber: merdeka.com

Setelah PSI, NasDem Berharap Makin Banyak Partai yang Dukung Jokowi di Pilpres 2019
Liputan Liputan Nasional

Setelah PSI, NasDem Berharap Makin Banyak Partai yang Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Semakin banyak partai politik (parpol) yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akan semakin bagus sebagai syarat mencalonkan presiden (presidential treshold).

“Namun yang dibutuhkan adalah koalisi aktif bukan koalisi pasif,” kata Ketua DPPP Partai NasDem, Johnny G Plate ketika dikonfirmasi, Senin (24/4/2017).

NasDem, menurut Johnny, sebenarnya sejak awal mula mencalonkan Jokowi di Pilpres 2019.
“Sebelum Golkar dan PSI, saat awal Jokowi terpilih jadi presiden NasDem sudah menyatakan melanjutkan dukungan ke Pak Jokowi di Pilpres 2019,” kata Johnny.

Hingga saat ini Golkar dan PSI menyatakan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019. Dukungan kepada Jokowi diberikan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) setelah pengurus DPP PSI mengadakan silaturahmi di Istana Negara Jakarta pekan lalu.

Menurut Johnny sah-sah saja makin banyak partai yang mendukung Jokowi di Pilpres. Namun yang dibutuhkan adalah dukungan aktif bukan dukungan pasif.

“Kita butuh koalisi aktif yang mendukung leadership Pak Jokowi. Koalisi pasif itu seperti menunggu agar resolusi tercapai,” kata dia.

Johnny yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR ini mengatakan pihaknya siap bekerjasama dengan partai lain yang telah mendukung Jokowi di Pilpres.

“Mungkin nanti pada saatnya partai lain seperti PAN, PKB, dan PPP kembali akan memberikan dukungannya,” kata Johnny.

Dijelaskan dukungan kepada Jokowi diperlukan untuk melanjutkan sukses program pembangunan yang selama ini telah berhasil dijalankan dengan baik. NasDem dan partai pendukung memastikan langkah program pemerintahan Jokowi berjalan dengan baik yakni memajukan Indonesia setara dengan bangsa lain.

“Dalam perjalanannya kami menghindari isu-isu yang ekstrim yang merusak tatanan bangsa dan negara. Menjauhi isu-isu SARA yang yang ekstrim yang ingin mengubah ideologi bangsa. Kami hanya akan menjual program kerja Pak Jokowi untuk membangun bangsa dan negara ini,” ujar Johnny.

Sumber: Tribunnews.com

Golkar: Dukungan PSI ke Jokowi Bukti Kinerjanya Baik
Liputan Liputan Nasional

Golkar: Dukungan PSI ke Jokowi Bukti Kinerjanya Baik

Partai Golkar menghormati sikap politik Partai Solidaritas Indonesia yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Saya kira itu hak masing-masing partai,” jelas Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, saat dihubungi, Jumat (21/4).

Partai Golkar yang sudah menyatakan dukungan lebih dahulu menyambut baik dukungan kepada Jokowi bertambah.

“Saya kira itu positif, bagus. Sah-sah saja dukungan seperti itu,” sambungnya.

Menurutnya, dukungan PSI tersebut semakin membuktikan kinerja Jokowi bagus. Karena terlihat didukung banyak partai. Setelah Golkar, kini PSI.

“Semakin banyak partai yang dukung peluang untuk menang semakin besar,” sambung Anggota DPR ini.

“Sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar akan terus mendukung pemerintahan Pak Jokowi,” tandasnya.

Dukungan PSI kepada Jokowi disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie kepada pers di Istana usai bertemua Presiden RI tersebut Kepresidenan, Jakarta  pada Selasa lalu (11/4).

PSI mendukung Jokowi karena menilai kinerja Jokowi. Bahkan Grace menyebut PSI terinspirasi dari Jokowi. “Di mana seorang biasa, yang bukan dari kalangan darah biru, bisa menjadi pemimpin,” tandasnya. [zul]

Sumber: RMOL

Galeri PSI Multimedia PSI Wawancara

Pentingnya Politik Ala Tsamara Amany

Politisi muda Tsamara Amany (19), politisi muda yang tulisannya sempat viral lantaran menuliskan kritiknya terhadap salah satu calon Gubenur DKI Jakarta, “Curhat” di #KBRpagi bareng Hilbram Dunar dan Adit Insomnia, Senin (24/4/2017).

Ia bercerita bagaimana menghadapi haters yang tak menyukai tulisan atau pemikirannya? Mengapa ia tertarik politik? Ia juga mengemukakan pentingnya perempuan itu terjun ke politik.

Kegelisahan Tsamara terhadap situasi sosial-politik saat ini ia salurkan lewat media sosial, tulisan on line dan buku “Curhat Perempuan”. Apa isinya?