Tata Kota Jakarta Terburuk di Dunia, PSI Kritik Implementasi Rencana

Tata Kota Jakarta Terburuk di Dunia, PSI Kritik Implementasi Rencana

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Prabowo mengatakan buruknya implementasi rencana Pemerintah DKI menyebabkan tata kota Jakarta menjadi yang terburuk di dunia. “Kelemahan Pemerintah DKI adalah implementasinya. Banyak rencana, banyak bicara tapi minim yang terlaksana,” kata politikus PSI itu kepada Tempo pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Sebelumnya media arsitektur Rethinking The Future (RTF) menobatkan Jakarta sebagai kota dengan tata kota terburuk di dunia. Sebab, Ibu Kota sangatlah padat penduduk dengan udara dan airnya sangat tercemar.

Anthony memberi contoh rencana LRT yang baru terlaksana sampai saat ini adalah rute yang sangat pendek, yakni Kelapa Gading–Velodrome. Ia menilai prioritas anggaran Pemerintah DKI untuk membenahi kota juga masih tidak jelas.

Seperti proyek pembenahan kampung kumuh seperti program Community Action Plan (CAP) terkena refocusing, penyediaan pipa air mandek di angka 60 persen, dan realisasi program DP Rp 0 yang realisasinya tidak sampai 1 persen. Menurut anggota Komisi C DPRD DKI itu, Pemerintah DKI terkesan ingin membangun hal-hal yang monumental namun minim fungsi.

“Cat atap warna-warni dimana yang bisa lihat hanya burung-burung di udara, monumen sepeda, patung bambu, JPO yang lebih aman pun digantikan dengan pelican crossing yang membuat lebih macet dan lebih tidak aman untuk memfokuskan pada keindahan mata semata,” ujar Anthony.

Melihat Instruksi Gubernur no. 49 tahun 2021, Ia mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru mulai sibuk membuat berbagai masterplan. “Padahal masterplan itu harusnya dibuat sejak awal menjabat. Atau bahkan idealnya sudah siap sebelum menjabat jadi tahun ke 1 langsung kejar implementasi.”

Sumber : https://metro.tempo.co/read/1498665/tata-kota-jakarta-terburuk-di-dunia-psi-kritik-implementasi-rencana/full&view=ok

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan Daerah

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × four =