Kasus Anak-anak Terpapar Covid-19 Meningkat. Fraksi PSI DKI Larang Anak-anak ke Tempat Umum.

Kasus Anak-anak Terpapar Covid-19 Meningkat. Fraksi PSI DKI Larang Anak-anak ke Tempat Umum.

WARTAKOOTALIVE.COM, JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan, selama ini masyarakat memandang rendah risiko penularan Covid-19 bagi anak-anak.

Namun paradigma itu harus diubah saat ini, mengingat kasus yang menyerang anak-anak justru meningkat.

Oleh karena itu Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI melarang anak-anak masuk tempat umum. Langkah ini diyakini dapat melindungi mereka dari paparan Covid-19 yang kini meledak di Jakarta.

“Sekarang kondisinya berubah, di Jakarta itu satu dari enam pasien Covid-19 adalah anak-anak. Mereka menjadi rentan dan wajib dilindungi,” kata Idris pada Selasa (22/6/2021).

Idris memandang, perlu campur tangan pemerintah dan orangtua untuk melindungi anak-anak. Pasalnya mereka belum dapat bertanggung jawab dan melindungi dirinya sendiri dari paparan Covid-19.

BACA JUGA:  DPW PSI Memantau Penanganan Covid-19 di Provinsi Sultra

“Kita harus melindungi hak hidup anak, dengan situasi zona merah di Jakarta saat ini maka pergerakan anak-anak di tempat umum harus dibatasi,” ujar dia.

“Misalnya melarang anak-anak memasuki tempat umum yang berpotensi terjadi kerumunan massa dan risiko terinfeksi seperti tempat wisata, restoran dan pusat perbelanjaan,” tambahnya.

Kata dia, membatasi ruang gerak anak di tempat umum semata-mata sebagai upaya mencegah penambahan kasus Covid-19 pada anak. Apalagi fasilitas kesehatan khusus anak masih terbatas.

Tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas PICU dan NICU khusus anak dan saat ini, hanya tersisa 21 bed PICU dan 20 bed NICU di Jakarta.

“Anak-anak menjadi semakin rentan karenanya harus menjadi prioritas untuk mendapatkan perlindungan,” jelas Idris.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Beri Satpol PP Kewenangan Menyidik, PSI: Main Polisi-Polisian?

Untuk mendukung upaya ini, orang tua yang memiliki anak usia 0-13 tahun juga harus diberi dispensasi sepenuhnya bekerja di rumah.

Penegakan disiplin protokol kesehatan di tempat kerja mutlak harus diterapkan, jangan sampai orangtua yang memang terpaksa harus bekerja diluar rumah, berpotensi membawa virus saat pulang dan bertemu anak.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya waspada dengan penyebaran virus Covid-19. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini menilai, virus varian baru lebih mudah menyebar dan membuat gejala menjadi lebih berat.

“Ini yang mengkhawatirkan, dan perlu perhatian khusus bahwa minggu lalu kita mengalami kasus harian tertinggi yaitu 5.582 kasus baru,” kata Anies di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (22/6/2021).

Dari angka itu, kata Anies, sebanyak 655 anak yang terpapar berusia 5-18 tahun. Sedangkan 224 di antaranya adalah anak di bawah umum 5 tahun. “Jadi, 16 persen dari kenaikan kasus adalah anak-anak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Keberatan Revisi Perda Covid-19, PSI: DKI Sibuk Cari Kesalahan Rakyat

Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2021/06/22/kasus-anak-anak-terpapar-covid-19-meningkat-fraksi-psi-dki-laarang-anak-anak-ke-tempat-umum

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan Daerah

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 15 =