Corona ‘Lumpuhkan’ Semua Sendi Kehidupan Masyarakat NTT

Corona ‘Lumpuhkan’ Semua Sendi Kehidupan Masyarakat NTT

Suara-ntt.com, Kupang-Saat ini masyarakat sedang dilanda bencana global pandemi corona virus atau covid-19. Selain korban yang terinfeksi, yang sembuh, maupun yang meninggal dunia terus bertambah tiap hari.

Dampak dari covid-19 ini juga menerobos, melumpuhkan, menghancurkan bahkan memporak-porandakan hampir seluruh sendi atau aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari rutinitas penyelenggaran persekolahan, penyelenggaran pemerintahan, perputaran roda ekonomi dan bisnis, kebiasaan-kebiasaan sosial-budaya, bahkan rutinitas pelaksanaan ritual keagamaan. Semua berubah dan bahkan berbalik arah. Yang semula dianggap normal kini menjadi abnormal.

“Kita semua dibuat lintang-pukang dan digiring masuk ke dalam situasi dan kondisi yang abnormal. Karena sama sekali berbeda atau bahkan berlawanan dengan rutinitas yang kita anggap normal sebelumnya,” kata Juru Bicara Fraksi Demokrat, Solidaritas dan Pembangunan DPRD Provinsi NTT, dr. Christian Widodo ketika membacakan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Demokrat, Solidaritas dan Pembangunan DPRD Provinsi NTT terhadap kedua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yakni Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah pada PT. Kawasan Industri Bolok (Perseroda) dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang Penyertaan Modal Daerah pada PT. Penjaminan Kredit Daerah NTT, Rabu (3/06/2020) malam.

BACA JUGA:  Soal Data Kemiskinan, Melky Jakhin Pangemanan Kritisi Pemkab Minut

dr. Christian mengatakan, sebagaimana diketahui bersama, pandemi covid-19 masih terus melanda dunia dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhir lantaran hingga saat ini belum ditemukan penangkal (anti-virus) yang mujarab. Karena itu, disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagaimana ditetapkan WHO, antara lain menjaga jarak, memakai masker, rutin cuci tangan dengan sabun dan lain-lain merupakan jalan untuk menekan penularan Covid-19.

“Tak heran saat ini di berbagai negara, termasuk kita di Indonesia, sedang dikampanyekan apa yang disebut New Normal, yaitu melakoni protokol kesehatan serta berbagai kebiasaan baru yang hari ini dianggap abnormal agar lama kelamaan menjadi kebiasaan baru, kebiasaan yang normal”.

“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, juga kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT, atas kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh dalam penanganan pandemi covid-19.

Apresiasi dan ucapan terima kasih juga kami berikan kepada berbagai pemangku kepentingan (stake holders), termasuk partai politik, yang kita ketahui telah turut memberikan bantuan dan dukungan baik berupa alat-alat kesehatan maupun berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat terdampak covid-19, termasuk partai politik di NTT.

BACA JUGA:  PSI Minta Anies Baswedan Koreksi Juknis PPDB DKI Jalur Zonasi

Kami telah memaafkan dan melupakan sikap-tindak dan pernyataan-pernyataan pejabat baik di pusat maupun di daerah yang pada awalnya bersikap meremehkan dampak pandemi Covid-19. Kita harus bersatu dan bergandeng tangan dalam perang melawan Covid-19,”ungkapnya.

Kendati hampir semua sendi kehidupan masyarakat porak-poranda terkena dampak dari virus mematikan itu, namun harus jujur diakui bahwa dampak terhadap kehidupan ekonomi rumah tangga masyarakat paling nyata dan terasa.

“Tak perlu kami paparkan secara rinci dan panjang-lebar kesusahan-kesusahan dari segi ekonomi yang diderita masyarakat akibat pandemi covid-19 ini. Kita yang pernah berjumpa warga masyarakat entah di sekitar rumah, di jalan, di pasar dan berkenan meluangkan waktu untuk sekedar ngobrol-ngobrol dengan mereka, atau mengikuti berita-berita melalui media massa, tentu dapat merasakan kegetiran yang dialami masyarakat kita saat ini.

BACA JUGA:  Aleg PSI Sulut, Bro Melky J. Pangemanan Kunjungi Dinas Sosial Kab. Minahasa

Banyak warga yang pendapatannya berkurang, bahkan banyak juga yang sama sekali kehilangan sumber pendapatan lantaran terkena PHK. Kita akui ada kebijakan bantuan-bantuan darurat yang diberikan pemerintah berupa bantuan langsung tunai (BLT) maupun berupa subsidi-subsidi, namun semua itu belum menutupi berbagai kekurangan yang dialami warga kita, terutama warga yang tergolong miskin,”pinta Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.