Politisi PSI Minta Pemprov DKI Awasi Proyek Pemasangan Kabel SKTT Jalan Raya Bekasi Pulogadung

Politisi PSI Minta Pemprov DKI Awasi Proyek Pemasangan Kabel SKTT Jalan Raya Bekasi Pulogadung

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Laporan warga terkait adanya pengerjaan kabel listrik Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) di Jalan Raya Bekasi Pulogadung Jakarta Timur disoroti Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan.

Dirinya meminta agar pihak PLN dapat menyelesaikan pekerjaan pada malam hari, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

“Apalagi sekarang sedang diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Perusahaan atau kontraktor yang mengerjakan proyek ini jangan hanya semata-mata mengejar target waktu saja, tapi juga harus memperhatikan faktor lainnya,” kata anggota Komisi A DPRD DKI ini, Jumat (15/5/2020).

Tidak hanya kemacetan, berdasarkan laporan warga, banyak dari pekerja tidak melakukan imbauan pemerintah, yakni menggunakan masker.

Hal tersebut katanya dikhawatirkan dapat memicu penyebaran virus corona.

“Apa iya para pekerja itu tidak dibekali masker? Sangat berbahaya tidak menggunakan masker saat pandemi corona seperti sekarang ini,” tegasnya.

Bersamaan dengan hal tersebut, dirinya meminta seluruh atribut proyek, seperti gulungan kabel berukuran besar diletakkan di tempat yang tepat untuk meminimalisir terjadinya kemacetan.

“Apa tidak ada tempat lainnya selain di ruas jalan? Akibatnya ruas jalan akan menyempit terkena areal proyek,” ujar August.

Dirinya pun mengaku tidak akan segan meninjau lokasi proyek agar ketentuan PSBB dipatuhi seluruh pihak.

Sebab, walaupun kegiatan tersebut tidak melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 tahun 2020 terkait PSBB, dirinya berharap proyek tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Selama tidak mengganggu lalu lintas, dan pengerjaannya mengikuti protokol kesehatan, silahkan saja proyek berjalan,” ungkap August.

BACA JUGA:  PLN Padamkan Listrik di Kawasan Banjir, PSI Bagikan Lilin

“Walaupun PSBB memperbolehkan kegiatan tersebut, setidaknya melihat situasi terkini yang berkembang, harus ada koordinasi dengan pejabat setempat,” tegasnya.

“Terbukti dengan tidak adanya koordinasi di lapangan, masyarakat merasa terganggu dengan kemacetan yang terjadi,” tutupnya.

 

Peningkatan Layanan

Proyek pengerjaan kabel listrik Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) di Jalan Raya Bekasi Pulogadung Jakarta Timur dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, proyek yang memakan jalan tersebut memicu kemacetan dan debu di sepanjang area proyek.

Terkait hal tersebut, Pengawas Lapangan PLN UIP JJBB 2, Reza menjelaskan proyek tersebut merupakan optimalisasi layanan PLN Disjaya untuk wilayah Jatinegara dan Pulogadung.

Optimalisasi dilakukan dengan pemasangan kabel listrik SKTT 150 kV Cipinang 2 arah Pulogadung 2 yang dimulai dari GIS 150 kV Cipinang 2 ke arah GIS 150 kV Pulogadung 2.

“Untuk pekerjaan SKTT 150 kV Cipinang 2 arah Pulogadung 2 tujuannya untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik ke arah pelanggan di area Jatinegara dan Pulogadung,” ungkapnya dihubungi pada Jumat (15/5/2020).

Sedangkan terkait tudingan masyarakat mengenai pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) DKI Jakarta, Reza mengungkapkan proyek tersebut termasuk dalam sebelas bidang yang diperbolehkan beroperasi selama PSBB.

Hal tersebut ditunjukkannya lewat Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 412 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PSBB Dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

BACA JUGA:  Pelajaran Covid-19, Faldo Maldini: Bikinkan Warga Rekening Bank

Dalam Pasal 10 Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 disebutkan pelaku usaha yang bergerak dalam sektor konstruksi dikecualikan dari penghentian sementara aktivitas bekerja di temoat kerja atau kantor.

“Sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah untuk PSBB. begitu juga untuk kemananan pekerja semuanya dilengkapi dengan pelindung diri,” jelasnya.

 

Proyek Dikeluhkan Warga

Diberitakan sebelumnya, Proyek pengerjaan kabel listrik Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) di Jalan Raya Bekasi Pulogadung Jakarta Timur dikeluhkan pengguna jalan.

Pasalnya pengerjaan proyek tersebut dilakukan pada siang hari dan memakan sebagian besar bahu jalan.

Akibatnya kemacetan lalu lintas tak terhindarkan.

“Saya sempat kaget ternyata lalu lintas macet, padahal selama PSBB biasanya jalanan lengang. Ternyata sedang ada pengerjaan galian kabel listrik, yang memakan sebagian bahu jalan,”keluh Arif pengguna jalan ditemui di lokasi pada Rabu (13/5/2020).

Ia meminta pengerjaan dilakukan pada malam hari, karena jika siang hari dikerjakan akan mengganggu aktifitas warga yang melintas.

Tak hanya mengganggu, dikhawatirkan dengan berkumpulnya banyak pekerja, dapat berpotensi penularan covid 19, terlebih ia melihat sebagian pekerjanya ada yang tak menggunakan masker.

“Kondisi lalin jadi padat, belum lagi pekerjanya ada yang berkumpul dengan sebagian tak bermasker. Pihak terkait harus melakukan teguran dan pengawasan, karena bahaya saat pandemi corona seperti sekarang ini,” keluh Arif.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa pekerja terlihat sibuk bekerja didalam areal proyek.

BACA JUGA:  PSI Jayapura berikan bantuan sembako kepada petugas kebersihan RSUD Jayapura

Sebagian menggunakan masker, sedang sebagian lagi nampak tak menggunakan masker.

Beberapa gulungan kabel berukuran besar, tampak berjajar di bahu jalan.

Untuk mencegah kemacetan, beberapa pekerja sibuk mengatur lalulintas, akibat ruas jalan menyempit terkena areal proyek.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kecamatan Pulogadung Andi mengingatkan agar pengerjaan proyek tidak membuat kemacetan lalu lintas, dan mematuhi protokol kesehatan covid 19.

“Selama tidak mengganggu lalu lintas, dan pengerjaannya mengikuti protokol kesehatan, silahkan saja proyek berjalan,”terang Andi.

Iapun menjelaskan, sesuai dengan Pergub 33 tahun 2020 terkait PSBB, kegiatan proyek tersebut masih diperbolehkan berjalan, karena masuk kategori konstruksi dan objek vital.

Karena itu ia tidak bisa melarang pengerjaan proyek.

“Bidang kelistrikan bagian dari objek vital, dan konstruksi. Selama dilakukan protokol kesehatan silahkan saja berjalan,”ujarnya.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.