Pengesahan RUU P-KS Kembali Ditunda, PSI: DPR Abaikan Pemerkosaan di Indonesia

Pengesahan RUU P-KS Kembali Ditunda, PSI: DPR Abaikan Pemerkosaan di Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai DPR sudah gagal dalam menjalankan tugas, menyusul kepastian penundaan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

“Penundaan pengesahan RUU P-KS menandakan sensitivitas DPR kita kepada nasib perempuan-perempuan yang sangat rentan terhadap kekerasan seksual, sudah mati. DPR mengabaikan pemerkosaan di Indonesia,” kata Jubir PSI, Dara Nasution, dalam keterangan tertulis pada Kamis (26/9/2019).

Dara menyebut, alasan DPR menunda pengesahan RUU P-KS karena masih banyak permasalahan yang belum selesai dibahas, termasuk kesepakatan pemilihan nomenklatur judul RUU, sementara masa kerja DPR periode 2014-2019 akan segera berakhir, hanyalah alasan yang mengada-ada.

Menurutnya, waktu 3 tahun sejak RUU P-KS masuk pembahasan di 2016, sudah sangat cukup jika DPR serius menuntaskannya menjadi UU.

BACA JUGA:  120 Orang Mendaftar Konvensi PSI, Pendaftaran Dibuka Sampai 30 November 2019

“Itu alasan yang mengada-ada saja, waktu 3 tahun harusnya cukup bagi anggota DPR mengesahkannya menjadi UU P-KS, mereka hanya membuang-buang waktu saja selama ini. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak lagi perempuan yang mesti menjadi korban kekerasan seksual supaya anggota DPR sadar dengan Indonesia yang sudah masuk kondisi darurat kekerasan seksual,” lanjut Dara.

Dari data 2018, kekerasan seksual terhadap perempuan tercatat berjumlah 400 ribu kasus, di mana 71 % di antaranya dilakukan di dalam ruang privat. Bahkan, 3 dari 5 perempuan Indonesia mengaku pernah mengalami pelecehan di ruang publik.

Sehingga wajar, lanjut Dara, RUU P-KS menjadi tumpuan penting untuk menekan jumlah kekerasan seksual terhadap perempuan.

BACA JUGA:  120 Orang Mendaftar Konvensi PSI, Pendaftaran Dibuka Sampai 30 November 2019

Ia khawatir, penundaan pengesahan RUU P-KS justru kian mengancam hak perempuan untuk terbebas dari kekerasan seksual. “Ditundanya pengesahan juga berarti DPR membuka ruang untuk jatuhnya korban-korban berikut dan membiarkan kekerasan seksual terulang kembali,” tandas Dara.

Pengesahan RUU P-KS juga menjadi salah satu dari sejumlah tuntutan dalam gelombang aksi mahasiswa beberapa hari terakhir di banyak kota.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Siaran Pers

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.