Diadvokasi PSI, 14 WNI Korban “Nikah Paksa” di Tiongkok Akhirnya Kembali ke Indonesia

Diadvokasi PSI, 14 WNI Korban “Nikah Paksa” di Tiongkok Akhirnya Kembali ke Indonesia

Sebanyak 14 perenpuan warga negara Indonesia (WNI), korban pernikahan paksa di Tiongkok, akhirnya kembali ke Tanah Air pada awal pekan ini.

“Partai Solidaritas Indonesia mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME karena 14 korban human trafficking di Tiongkok telah kembali ke Indonesia dengan selamat,” kata kuasa hukum keluarga korban dan anggota Lembaga bantuan hukum (LBH) PSI, Muannas Alaidid, Kamis 5 September 2019, usai bertemu para korban di Rumah Aman Kementerian Sosial di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Selama beberapa hari, para korban menjalani masa “rehabilitasi” di Rumah Aman tersebut. Setelah itu, mereka akan dikembalikan ke keluarga.

Sebanyak 9 dari 14 korban adalah dampingan PSI. Ini semua bermula saat Muannas menjadi calon legislatif di dapil Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Saat berkampanye, ia dimintai tolong keluarga untuk menjadi kuasa hukum agar korban dapat dipulangkan ke Indonesia.

BACA JUGA:  PSI Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Para korban itu berasal dari Purwakarta, Subang, Bandung, Tangerang, dan Tegal. Korban diiming-imingi pekerjaan dan gaji besar sebagai penjual kosmetik di Tiongkok.

“Ternyata korban malah dinikahkan dengan pria setempat, dengan surat izin orangtua yang dipalsukan. Dari pengakuan korban, mereka diperjualbelikan oleh calo dengan harga Rp 400 juta per orang,” kata Muannas.

Pada 19 September 2018, PSI menyelenggarakan konferensi pers bersama keluarga korban, mendesak pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan kasus ini.

“Kemudian, dengan jaringan PSI di sana, kami membantu korban agar bisa keluar dari penyekapan, termasuk menyediakan transportasi dan penginapan sampai para korban sampai di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baijing dengan selamat,” lanjut Muannas.

BACA JUGA:  120 Orang Mendaftar Konvensi PSI, Pendaftaran Dibuka Sampai 30 November 2019

Hukum lokal yang rumit membuat proses pemulangan korban berlangsung lama dan berlarut-larut.

Pada 18 Juli 2019, ketika beraudiensi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, PSI menyampaikan masalah ini. Di depan sejumlah kader PSI, Jokowi menelepon Menlu Retno Marsudi agar kasus ini menjadi perhatian khusus.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Presiden Jokowi yang sangat responsive, langsung turun tangan mengatasi masalah ini. Pak Jokowi benar-benar berusaha keras melindungi warga negara kita di luar negeri,” ujar Ketua Umum DPP PSI, Grace Natalie, pada kesempatan yang sama.

Atas nama keluarga, PSI juga berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Polri, Kementerian Sosial, dan pihak lain yang membantu proses pemulangan korban ke Tanah Air.

BACA JUGA:  Galang Solidaritas, PSI Bagikan Makanan Pada Korban Penggusuran Sunter

“Bila masa “rehabilitasi” telah selesai, PSI siap mengantarkan para korban ke tempat masing-masing untuk bertemu keluarga atau menemani keluarga menjemput mereka di Rumah Aman,” pungkas Grace.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Siaran Pers

One comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.