Gelar Konvensi Pilkada 2020, PSI Ingin Bangun Politik Tanpa Mahar dan Transparan

Gelar Konvensi Pilkada 2020, PSI Ingin Bangun Politik Tanpa Mahar dan Transparan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar konvensi di sejumlah Kabupaten/Kota dan Provinsi untuk menjaring kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Siapa saja boleh mendaftarkan diri. Bagi mereka yang dinyatakan lolos dalam konvensi ini akan mendapatkan dukungan resmi PSI tanpa harus membayar satu rupiah pun,” kata Ketua Umum PSI, Grace Natalie, dalam konferensi pers di DPP PSI, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Sudah menjadi rahasia umum dalam politik mengenai keberadaan mahar politik dalam pencalonan kepala daerah. Nyata namun sulit dibuktikan.

“Persoalannya kita tidak mungkin mengharapkan lahirnya kepala daerah yang bersih, berintegritas, dan berdedikasi pada kepentingan publik jika disandera proses politik seperti itu. Korupsi dimulai dari kebutuhan yang besar untuk memenuhi mahalnya ongkos politik. Solusinya tidak bisa sebatas seruan moral dan pencegahan. Harus ada upaya serius untuk menghentikan,” lanjut Grace.

BACA JUGA:  Dapur Solidaritas PSI Bagikan Makanan Berlebih untuk Warga Kurang Mampu di Tanjung Priok

Langkah itu harus dimulai dari partai politik. Menurut Grace, harus ada keseriusan parpol untuk benar-benar memastikan kontestasi Pilkada berada di jalur yang bersih dan transparan.

“Karena itu PSI menggagas sebuah mekanisme pencalonan dalam Pilkada 2020 di mana tidak ada lagi ruang untuk praktik mahar. Mekanisme itu adalah konvensi,” ujar Grace.

PSI juga mengajak publik terlibat dalam proses menentukan kandidat kepala daerahnya.

“Publik diberi kesempatan memberikan masukan dan saran terkait kandidat. Selain itu, panel juri independen dilibatkan dalam tahap seleksi wawancara untuk menguji kesesuaian DNA, visi dan misi kandidat. Mereka terdiri dari akademisi, pegiat sosial, aktivis, tokoh masyarakat yang tidak diragukan kapasitas dan integritasnya,” lanjut Grace.

BACA JUGA:  Batas Minimal Perkawinan 19 Tahun, PSI: Kemenangan Kaum Perempuan dan Anak!

Dengan mekanisme yang transparan ini, Grace menegaskan, PSI yakin kualitas pemimpin daerah yang dilahirkan bakal jauh lebih baik daripada proses pencalonan di ‘ruang-ruang gelap’ yang tak bisa diakses publik.

Proses konvensi terdiri dari pendaftaran, seleksi administrasi, masukan publik, survei kuantitatif, juga wawancara oleh panel juri independen. Pendaftaran calon dibuka pada 1 September 2019. Untuk pendaftaran offline, bisa datang ke kantor DPW atau DPD PSI bersangkutan. Sementara untuk pendaftaran online, sila kunjungi www.psi.id/daftarpilkada2020.

Tunjukkan Solidaritasmu!
Siaran Pers

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.