Sependapat dengan Jokowi, PSI Tolak Ide Presiden Dipilih MPR

Sependapat dengan Jokowi, PSI Tolak Ide Presiden Dipilih MPR

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung sikap Presiden Jokowi yang menolak ide pemilihan presiden dilakukan kembali oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Kalau ide itu diwujudkan, Indonesia akan melangkah mundur jauh ke belakang. Karena itu, kami sependapat dengan Pak Jokowi untuk menolak ide tersebut,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, dalam keterangan pers, Kamis 15 Agustus 2019.

Jika pemilihan presiden dikembalikan ke MPR, kata Tsamara, bersiaplah untuk menyaksikan lagi oligarki politik dalam wujud yang paling vulgar.

“Transparansi mustahil ada. Hanya ada elite-elite politik yang berunding diam-diam untuk memiliih seseorang menjadi presiden. Bisa dipastikan money politics akan terjadi,” ujar Tsamara.

Wacana pemilihan presiden oleh MPR muncul dari sejumlah tokoh nasional dalam beberapa hari terakhir. Salah satu alasan mereka, pilpres secara langsung potensial memunculkan konflik horizontal di masyarakat.

BACA JUGA:  120 Orang Mendaftar Konvensi PSI, Pendaftaran Dibuka Sampai 30 November 2019

Kalau soal konflik horizontal, kata Tsamara, kuncinya ada di penegakan hukum. “Konflik terjadi kalau penegakan hukum tak dilaksanakan. Kita sudah punya aturan hukum yang cukup memadai untuk mencegah potensi tersebut. Tinggal dimaksimalkan penegakannya.”

Pemilihan presiden langsung memang masih mengandung masalah. Tapi, kata Tsamara, bukan kemudian menjadi alasan untuk kembali ke masa lalu.

“Kita terus perbaiki kekurangan yang ada. Tapi, hak rakyat untuk memilih langsung pemimpin tertinggi mereka jangan ditiadakan,” kata dia.

Jika pemilihan dilakukan MPR, Indonesia tidak akan punya sosok presiden seperti Pak Jokowi, orang biasa namun dengan pencapaian luar biasa di karier sebelumnya.

“Yang akan muncul sebagai presiden adalah orang-orang berduit yang pintar memikat para elite partai politik. Mendapatkan figur terbaik untuk memimpin bangsa hanya akan berhenti sebagai mimpi,” pungkas Tsamara.

BACA JUGA:  120 Orang Mendaftar Konvensi PSI, Pendaftaran Dibuka Sampai 30 November 2019

 

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Siaran Pers

One comment

  1. Edward H. Siregar says:

    Setuju dg Jokowi n PSI!! Presiden di pilih langsung oleh rakyat!!! Di dunia ini pemilihan presiden, dg cara apapun, pasti ada masalah. Justru masalah dlm pemilihan presiden scr lgsg itu yg menjadikan kita, rakyat Indonesia, mnjd dws. Dws dlm berpolitik, dws dlm menerima perbedaan, dws dlm memahami berbagai pandangan. Orang mati saja masih bermasalah. Mengurangi dampak buruk pilpres lgsg adl penegakan hukum scr konsisten

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.