“Beda Kami — PSI — dengan Partai Lain”

“Beda Kami — PSI — dengan Partai Lain”

PIDATO  POLITIK KETUA UMUM

PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA GRACE NATALIE

Medan, 11 Maret 2019

Selamat malam Medan? Bagaimana kabar? Horas!

Selamat datang kepada Pengurus, Angggota, Caleg, dan Simpatisan Partai Solidaritas Indonesia, serta anda yang menyaksikan siaran ini melalui televisi nasional dan sosial media.

Selamat datang di Festival 11.

Pidato saya malam ini adalah tentang “Beda Kami — PSI — dengan Partai Lain”.

Saya akan cerita sedikit tentang alasan kenapa partai ini berdiri. Empat tahun, lalu saya bersama Ketua DPP lainnya mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup kami. Anak-anak muda yang tak punya latar belakang politik — memutuskan mengambil pilihan yang tak  pernah kami bayangkan pernah ada dalam proyeksi karir kami.

Keputusan masuk ke dunia politik pada saat mayoritas orang Indonesia tidak suka — bahkan membenci partai politik dan parlemen — jelas bukan pilihan karir yang menarik.

Bertahun-tahun, kami dan jutaan orang Indonesia lain, berharap partai politik menjadi lebih baik. Penantian yang tidak pernah terjadi!

Negeri yang korup, dengan persoalan intoleransi yang akut, bukanlah sebuah tempat masa depan yang kami bayangan. Kami — dan generasi di bawah kami — tidak ingin hidup di negeri di mana uang pajak dicuri secara sistematis, di mana orang tak bisa menjalankan ibadah dengan tenang, negeri di mana orang bisa seenaknya menyebarkan kebencian SARA secara terbuka. Tidak, bukan seperti itu masa depan yang kami bayangkan!

Bro and Sis yang berani terjun ke politik untuk memperbaiki masa depan,

Kita adalah generasi politik baru yang segar — yang tidak ada kaitannya dengan Orde Lama maupun Orde Baru! Kami tidak ingin mengulangi kesalahan mereka!

Kami memasuki politik dengan kesadaran penuh. Kesadaran bahwa kita — Indonesia — punya peluang besar untuk jadi negara maju, dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah dengan menyelamatkan negeri ini dari para PENCOLENG uang rakyat, dari para FASIS yang merasa dirinya paling suci dan maha benar, sehingga merasa berhak mendiskriminasi orang lain yang berbeda keyakinan.Apakah kita akan biarkan politik dikuasai para pencoleng?

Apakah kita akan biarkan politik dikuasai para fasis?

Sejarah telah menuliskan takdir: PSI akan menjadi PENGGANGGU kenyamanan partai-partai lama. Kita akan MENGGANGGU tidur siang panjang para politisi yang hanya bekerja lima tahun sekali!

PSI BUKAN ANAK MANIS. Grace Natalie bukan cuma yang bilang: sudah, sudah?

“THE REAL GRACE NATALIE” adalah yang berdiri di sini — di podium ini — menggugat  Tuan dan Puan yang sudah terlalu nyaman duduk dan lupa tugas politik kalian. Kepada mereka — politisi zaman old — pesan saya: SUDAH, SUDAH CUKUP!

Bro and Sis di Medan, dan menyaksikan ini melalui siaran TV Nasional dan Sosial Media,

PSI sebetulnya tidak perlu berdiri jika Partai Nasionalis mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Kita rakyat Indonesia bahkan tidak berharap mereka bekerja dengan cara yang hebat atau luar biasa. Kita cuma berharap mereka tidak korupsi, kita cuma berharap partai nasionalis tidak diam, apalagi mendukung perda-perda diskriminatif!

Kepada partai lain — baik di BPN termasuk juga yang ada dalam koalisi TKN, kami mohon maaf. Meskipun kita berada dalam perahu yang sama — yang akan membawa Pak Jokowi kembali menang — tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan.

PSI adalah sebuah gagasan baru dalam politik Indonesia, yang mendasarkan diri pada semangat membangun politik yang bersih, politik yang bekerja melayani rakyat, politik yang terbuka.

PSI — sebagaimana Jokowi — adalah antitesa dari praktik politik lama!

Bagaimana mungkin disebut partai Nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar Perda Syariah?

Silakan baca “The Politics of Shari’a Law”  yang ditulis Michael Buehler, Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University, yang dari penelitiannya menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan Perda-perda Syariah di seluruh Indonesia. Penelitian Robin Bush juga menyimpulkan hal yang sama.

Ini bukan saya lho yang bilang. Saya hanya membacakan kesimpulan riset ilmiah.

Kepada teman-teman partai Nasionalis, sudah saatnya kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis:

Kemana kalian ketika rumah Ibu Meliana dibakar pada saat anak-anaknya ada di dalamnya? Apa yang kalian lakukan ketika Meliana justru divonis bersalah dua tahun penjara? Kenapa cuma PSI yang mengirim kader menemui Ibu Meliana? Kenapa hanya Sekjen PSI Raja Juli Antoni — yang menjenguk Ibu Meliana di penjara, pada 5 Februari lalu! Hanya saya, Ketua Umum partai yang datang menjenguk Ibu Meliana pagi ini.

Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel di Jambi karena adanya ancaman dan desakan massa. Hanya PSI yang mengecam!

Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes?

Mana suara Partai Nasionalis lain ketika pada 17 Desember, nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Katolik ditolak massa. Cuma Sekjen PSI yang menyampaikan kecaman!

Lagi-lagi, hanya PSI yang pada 12 Oktober lalu mendesak polisi mengusut peristiwa teror atas upacara sedekah laut di Bantul, Jogjakarta.

Saya ingin bertanya lebih jauh,

Kenapa Partai Nasionalis di Senayan ikut mengambil inisiatif meloloskan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama di Prolegnas? Saya tegaskan: PSI tidak keberatan soal pengaturan pesantren!

Kami mempersoalkan rancangan ini karena berpotensi membatasi sekolah minggu, yang selama ini diatur secara otonom oleh gereja. Lolosnya RUU ini melukai rasa keadilan umat Kristiani. Saya jadi bertanya-tanya: kenapa partai nasionalis dan Islam moderat abai dan tega meloloskan rancangan ini?

Mana suara Partai Nasionalis ketika 1 Maret lalu, NU membuat rekomendasi bersejarah untuk tidak menggunakan istilah “kafir” kepada kelompok non-Muslim? Bukankah ini keputusan penting untuk menghapus praktik diskriminasi? Kenapa cuma PSI yang mengapresiasi NU? apa sikap Partai Nasionalis lain? Kenapa takut bersuara? atau kalian memang tidak perduli?

Bro and Sis semua,

Persatuan Nasional tidak cukup ditegakkan dengan hanya meneriakkan kata “Merdeka” sebelum berpidato. Saya tidak akan pernah berteriak merdeka sebelum semua warga negara betuul-betul merdeka beribadah. Saya tidak akan berteriak merdeka sampai rakyat Indonesia bebas dari persekusi!

Kepada kawan-kawan sesama partai Nasionalis saya ingin bertanya: untuk apa kalian memasukkan KORUPTOR sebagai Calon Anggota Legislatif kalian?

Kenapa kalian, Partai Nasionalis, tidak menjatuhkan sanksi kepada angggota kalian yang rutin bolos, dan membuat ruang sidang DPR melompong?

Kepada kalian, saya sekali lagi bertanya: kepentingan Nasional macam apa yang sedang kalian perjuangkan?

Itulah alasan kenapa PSI berdiri.

Kami hanya ingin memastikan masa depan kami — dan 265 juta rakyat Indonesia — tidak jatuh ke tangan Koruptor!

Kami ingin memastikan Indonesia tidak jatuh ke tangan para Fasis yang bertindak sewenang-wenang atas nama Tuhan!

Kami ingin ikut memastikan wakil-wakil yang duduk di DPR adalah orang-orang yang akan berjuang agar segala ancaman atas masa depan kita bersama itu tidak terjadi!

Itulah alasan kenapa kita masuk politik. Itulah alasan kenapa PSI berdiri. Itulah alasan kenapa partai ini harus lolos ke parlemen!

Hanya PSI, satu-satunya partai yang sejak awal TIDAK MENCALONKAN KORUPTOR!

Hanya PSI yang calegnya diuji oleh para tokoh independen dan berintegritas seperti Pak Mahfud MD, Pak Bibit Samar Rianto, Ibu Marie Elka Pangestu dan tokoh-tokoh lainnya. Seleksi yang ketat telah menghasilkan para caleg berkualitas.

Hari ini, Majalah Tempo merilis 6 calon anggota legislatif pilihan mereka. 2 dari 6 adalah Caleg PSI.

Saya ingin minta Bro Azmi Abubakar, Caleg PSI dari Dapil Banten 3 berdiri…

Juga Bro Dr. Surya Tjandra, Caleg PSI dari Dapil Jatim 5…

Saya ingin yakinkan rakyat Indonesia beginilah kualitas caleg-caleg PSI!

Bro and Sis yang menyaksikan siaran ini,

Ada satu hal yang masih kurang dari proses Pemilu kali ini. Publik kehilangan kesempatan untuk melihat kontestasi ide diantara 16 partai politik.

Kita tidak tahu, apa beda visi dan misi partai-partai nasionalis dalam pemberantasan korupsi? Apa posisi mereka dalam isu poligami? Apa yang akan mereka lakukan bila ada penutupan gereja? Apa tindakan mereka menghadapi persekusi terhadap Ahmadiyah, Syiah, serta kelompok-kelompok adat dan penghayat? Rakyat berhak mendengar!

Kami berharap KPU, civil society atau media massa memfasilitasi debat antar partai agar publik bisa menilai kualitas dari partai yang akan mereka dukung.

Bagi kami debat ini penting untuk memastikan kualitas DPR mendatang tidak lebih buruk.

Saya ingin mengutip kesimpulan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia FORMAPPI, yang mengatakan bahwa kinerja DPR 2018 – 2019 adalah yang terburuk sepanjang sejarah reformasi. Dari 50 — hanya lima RUU — yang disahkan DPR. Kita patut bertanya: Apa yang mereka kerjakan sepanjang tahun?

Bro and Sis yang akan berjuang melawan arus ketidaknormalan politik negeri ini.

PSI adalah partai untuk orang-orang yang ingin Indonesia menjadi negara besar, modern, dan maju — bukan menjadi negara terbelakang karena konflik sektarian, bukan menjadi negara yang medioker karena korupsi dan salah kebijakan.

PSI ingin mengembalikan cita-cita para “Founding Fathers” yang ingin membangun Indonesia modern.

Kami membayangkan masa depan Indonesia yang maju, sebuah kemungkinan yang sebetulnya terbuka di depan mata, kalau kita berhasil memperbaiki partai politik dan parlemen.

Kami sungguh tak ingin menyia-nyiakankan kesempatan emas di depan mata ini. Kami cuma ingin negeri ini maju.

Saya tidak ingin lagi saudara-saudara saya, anak-anak saya, tidak bisa beribadah karena tidak diizinkan mendirikan rumah ibadah.

Bro and Sis semua,

Kita masih punya cukup waktu mengetuk pintu rumah dan pintu hati rakyat agar pada tanggal 17 April rakyat memenangkan Jokowi dan memilih PSI. Survei-survei dari lembaga kredibel menunjukan elektabiltas PSI membaik.

Dalam waktu tersisa, sampaikan bahwa kita PSI, berbeda dengan Partai Nasionalis lainnya.

Bersama PSI kita akan kubur istilah mayoritas dan minoritas; pribumi dan non pribumi. Semua setara.

Hanya PSI yang akan setia berjuang dengan rakyat demi kebebasan beragama dan beribadah. Agar tidak akan ada lagi penutupan paksa rumah ibadah di negeri ini!

Saya percaya, itu semua adalah landasan kuat menuju Indonesia yang maju.

Apakah kita siap menjadi negeri yang maju dan modern?

Apakah siap memperbaiki politik?

Mana Solidaritasmu?

Terima kasih

Salam Solidaritas

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Pidato Ketua Umum

16 comments

    • Luar biasa latar belakang berdirinya PSI ,seperti dinuraikan Ketua Umum PSI berdiri untuk mengusik kenyamanan partai partai politik yg sdh merajalela satu keberanian yg lusr biasa sekalipun tdk semudah msmbalikkan tangan menerima visi misi PSI sebab warga Indonesia sdh terbiasa cari aman aman tdk mau beda dengan orang lain bahkan ada pepatah orang batak bilang: eme namask di gagat ursa , ima namasa ima ni ulahon Artinya : apa yg sedang ngetren di masyarakat itu aja yang di lakukan yang penting dapat bagian .dan ini lah juga harus di luruskan bahwa umpama tersebut keliru . Dengan membaca pidato ketua umum tersebut saya ingin ikut perduli agar dapat di dalam PSI untuk beretribusi ide ide dan memberi educasi terhadap masyarakat. Saya berpikir jika ingin memperbaiki seharunya ada di dalam partai Politik maka itu saya sudah mendaftarkan/bergabung sebagai anggota. Selamat berjuang mewujudkan cita cita partai PSI.

  1. Eric Suryawarman Tanzil says:

    Partai Solidaritas Indonesia, PSI harus memiliki Visi dan Misi yang jelas, khas, dan spesifik untuk kemajuan Negara dan Bangsa Indonesia. Sudah saatnya “Nilai-nilai Solidaritas” itu menjadi “Ruh dan Jiwa Bhinneka Tunggal Ika” yang nyata dirasakan oleh seluruh Warga Negara Indonesia, selaku Bangsa Indonesia yang berkhitmad dan bermartabat yang berazaskan ideologi Pancasila. “Bangsa Indonesia berkhitmad, Negara Indonesia bermartabat di mata dunia!”

    Salam Solidaritas,
    Eric Suryawarman Tanzil.

  2. Fiska says:

    Pidato ketum psi ini menggambarkan harapan2 saya selama ini…sy juga kecewa dengan semua partai lama yg diam saja ketika banyak terjadi persekusi, bahkan ada pimpinan dpr yg terang2an mendukung..belum lg persoalan korupsi, pelecehan terhadap perempuan..kerusakan alam…dll.
    Saya sdh beberapa lama ini memperhatikan sepak terjang, kepedulian, kecaman, protes psi atas banyak hal tragis yg terjadi di negeri ini yg didiamkan partai lain..
    Saya sdh beberapa lama ini mulai suka pada psi..dan hampir yakin bahwa 17apr nanti suara sy (semoga juga keluarga dan kerabat..) akan sy percayakan kepada psi.
    Hanya saja saya mohon isi pidato ketum psi, ibu Grace Natalie, tidak serong/diserongkan setelah psi masuk parlemen, atau masuk di lembaga pemerintah. Please jangan menjadi sama dengan partai nasionalis lama yg ‘lupa’ pada cita2 ‘the founding fathers’.
    Selamat berjuang Grace Natalie, selamat berjuang PSI..
    Selama kalian setia pada janji dan komitmen awal berdirinya PSI, kalian akan didukung dengan doa dan suara kami.. AMIN.

  3. Ngurah says:

    Om swastiastu
    Saya sangat mengapresiasi lahirnya psi…karena psi memberikan warna yg baru …namun saya kurang setuju kata ” sudah ” untuk politisi lama …karena anak muda perlu bimbingan dari yg tua…politik perlu kebijaksanaan …memang umur bukan patokan untuk kebijaksanaan …tapi bagi sayakebijaksanaan hanya.bisa lahir dari pengalaman . Anak muda memang memiliki mimpi besar, kreatif , semangat tinggi…tapi kurang dalam ketenangan dan kesabaran. Seperti masakan setiap bumbu memeliki perananan masing2 dalam rasa masakan. Saya berharap psi tidak hanya fokus berjuang untuk mendapat tempat di parlemen …tapi yg juga berjuang keras memberikan pendidikan politik pada masyarakat….menjadikan masyarakat kita cerdas dalam.politik …mampu menyadari politik adalah jalan tol untuk kemajuan bangsa. MAJU TERUS PSI. Suksma

  4. Swardy Yudha Tjhia says:

    Kami dukung 100 % PSI…Baik di DPR RI SD daerah. Mohon info nama nama caleg daerah Lampung.
    Burung Pipit
    Burung Merpati
    Walauata kami sipit
    Tapi ” MELEK ” utk Jokowi dan PSI.
    Bagaimana kami bisa IKUT BERPERAN dalam visi misi PSI.?24
    Salam hormat ;
    Yudha

  5. Brian says:

    Hi PSI, great article. But i think it would help most of us to trust you more if you include links and citation for your statements. Besides, it’ll help your article’s rank on SEO and google search. Thank you!

  6. indbangsaku says:

    Udah… udah… itukan yg dikatakan petinggi PSI dlm iklannya…. ternyata PSI bener2 bakal udahan alias parnoko di pemilu ini… wkwkwk

  7. doni says:

    memang sudah saatnya negeri ini dipimpin oleh generasi baru yang tidak punya masalah dan beban masalalu serta jauh dari radikalisme, dan intoleransi ,berani menolak segala bentuk diskriminasi ,membumikan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan anti korupsi

  8. Freddy says:

    Viva PSI…
    100% vote for PSI…
    Membuat gebrakan dan perubahan yg baru utk Bangsa kita INDONESIA, negri tercinta for a better good, clean Goverment…..PSI layaknya seperti tetesan air yang akan membasahi dan menyuburkan Indonesia…negri dan bangsa kita…BHINNEKA TUNGGAL IKA PANCASILA….. MERDEKA!!!

  9. Helio says:

    Terima kasih, PSI.. inilah format basic yang sesungguhnya dari bangsa ini… Sekaligus visi modern yang akan membawa bangsa ini pada kedamaian dan kesejahteraan. Terima kasih sudah mengingatkan kembali kalau kita pernah merasakan saling bergandengan tangan dalam keberagaman. Kami dukung PSI agar bangsa ini tegak kembali. Menjadi Indonesia yang punya jati diri. Vote untuk PSI!

Leave a Reply to Helio Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.