Kardus sebagai Kotak Suara Disepakati DPR, Kenapa Gerindra Meributkan?

Kardus sebagai Kotak Suara Disepakati DPR, Kenapa Gerindra Meributkan?

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai tidak ada masalah dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk menggunakan kertas kardus sebagai bahan kotak suara.

“Kami justru mengapresiasi keputusan tersebut karena telah sesuai dengan undang-undang yang mengharuskan transparan, serta jauh lebih ekonomis ketimbang alumunium,” kata Wasekjen PSI, Satia Chandra Wiguna, dalam siaran persnya, Minggu 16 Desember 2018.

Chandra melanjutkan, rencana penggunaan kertas kardus sudah dituangkan dalam draft PKPU tentang logistik dan dibawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kemendagri dan Komisi 2 DPR pada Maret 2018.

“Dalam RDP itu, semua fraksi menyetujui penggunaan kardus, tanpa kecuali. Tapi kenapa sekarang beberapa partai, misalnya Gerindra, menyoal?” ujar Chandra.

Hal lain, penggunaan kertas kardus bukan untuk pertama kali. Pada Pemilu 2014, Pilkada 2015, 2017, dan 2018, kertas kardus juga dipakai.

“Kertas kardus sudah dipakai saat itu meski hanya pengganti. Saat itu tidak ada heboh seperti sekarang. Mengapa sekarang dipermasalahkan?” pungkas Chandra.

Chandra menegaskan, pemilu tinggal 4 bulan lagi. Lebih bijak jika energi dan waktu yang tersisa dipakai untuk membahas persoalan-persoalan subtansial. “Jangan kita mengais-ngais, mencari-cari persoalan,” pungkas Chandra.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Pernyataan Sikap DPP PSI

One comment

  1. Irwan says:

    Saya selalu jadi panitia TPS dan semenjak 2014 sebagian kotak aluminium sudah banyak yg rusak….terakhir tahun 2017 saat pemilukada saya/tps saya mendapatkan kotak aluminium yg engselnya jebol…..jadi memang sudah selayaknya ada penggantian kotak yg baru….dan kalau kembali dg aluminium akan makan biaya sangat besar….jadi memang pilihan karton sangat tepat….karena kotak karton sudah teruji sebagai kotak pengganti dari th 2014…..nah kalau bicara keamanan….itu mah tergantung pelaksananya….lagian setiap tempat rekap suara ada pengawas dari masing” parpol dan ada pers juga….atau mungkin gerindra pernah ngakalin kotak jadi tau caranya biar ga kelihatan…..kan teorinya yg punya pengalaman yg bisa…..

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.