PSI Mendorong Munculnya Sekolah Inklusi bagi Anak Difabel dan Non-Difabel

PSI Mendorong Munculnya Sekolah Inklusi bagi Anak Difabel dan Non-Difabel

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung munculnya lembaga pendidikan inklusi yang mempertemukan anak difabel dengan anak non- difabel agar bisa belajar bersama secara berdampingan.

“PSI mendukung penuh munculnya sekolah inklusi agar tumbuh sikap toleransi dan saling pengertian antara murid difabel dan murid non-difabel sejak usia dini,” ujar Surya Tjandra, juru bicara PSI untuk bidang hukum dan penyandang difabel dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional (the International Day of Disabled Persons) yang diperingati setiap 3 Desember.

“Kehadiran sekolah inklusi adalah bagian dari wujud pemenuhan hak aksesibilitas bagi murid difabel, sehingga murid dengan kebutuhan khusus mendapat kesempatan yang sama layaknya orang non-difabel,” kata Caleg DPR RI Dapil Malang Raya itu.

BACA JUGA:  Nilai Kinerja DPR Tidak Efisien, PSI Tuntut Transparansi Penggunaan Anggaran

Menurut doktor hukum lulusan Universitas Leiden, Belanda, itu Indonesia sudah meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak-hak Orang dengan Disabilitas (2006) dan sudah mensahkan UU No. 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas. Keduanya adalah dasar hukum yang kuat bagi pemerintah untuk memenuhi hak bagi orang difabel.

“Para orangtua dari anak-anak difabel tidak usah berkecil hati. Anak-anak difabel hanya butuh pendampingan lebih untuk menemukan potensi terbaik mereka. Dengan kehadiran sekolah inklusi, potensi mereka diharapkan bisa tergali dan mereka bisa berprestasi layaknya murid lain yang non- difabel,” kata Surya optimistis.

Surya berharap semakin banyak masyarakat yang mengerti pentingnya sekolah inklusi bagi murid difabel. Surya percaya orang difabel juga bisa menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat dan memberikan yang terbaik bagi lingkungannya.

BACA JUGA:  Solidaritas untuk Korban Badai Angin Bogor

Surya bersama berbagai komunitas dan organisasi difabel, termasuk paguyuban orangtua dari anak difabel di Malang Raya, melaksanakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional selama Desember 2018. Di antaranya, pertemuan komunitas difabel, bedah buku, ‘talent show’, dan lain-lain.

“Rangkaian acara itu bertujuan untuk mengenalkan betapa beragamanya anak difabel dan saling menguatkan di antara para orangtua,” pungkas Surya.

Tunjukkan Solidaritasmu!
Siaran Pers

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.