PSI NTT Launching Pendaftaran Bacaleg Jilid II

PSI NTT Launching Pendaftaran Bacaleg Jilid II

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPW PSI NTT) melaunching penerimaan bakal calon legislatif (bacaleg) jilid II.

Ketua DPW PSI NTT, Christian Widodo mengatakan, partainya sedang mencari dan menerima orang-orang baik untuk mendaftarkan diri sebagai bacaleg.

“Oleh karena itu, kami tidak meminta mahar sama sekali kepada bacaleg yang mendaftar. Kemarin ada beberapa di daerah yang meminta mahar kepada bacaleg yang mendaftar. Kami tidak tolerir itu. Makanya kami langsung pecat,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor DPW PSI NTT, Jl.Nasution, Kayu Putih, Kupang, Kamis (15/3).

Terkait bacaleg yang telah mendaftar dari pendaftaran bacaleg jilid I, lanjut Christian, sudah 60 bacaleg yang telah mendaftar dari 8 dapil NTT.

“Dari bacaleg yang telah mendaftar, akan dievaluasi administrasinya, dan dilakukan uji kompetensi oleh tim analis yang berasal dari akademisi. Yakni, Sebastian Salang, Ahmad Atang, Pater Julius Yasinto, Rambu Atanau, Robert Endi Jaweng, Balqis Soraya Taneo dan Rudolf Talan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu bacaleg yang mendaftar, Richard Jami mengatakan, ia sebagai warga negara Indonesia, merasa tertarik bergabung dengan PSI.

PSI, menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT itu, ada misi mulia yang dibawakan untuk negara ini.

“Indonesia ini maju karena beragam. Itu ada di PSI. Sehingga, saya siap mengikuti tahapan selanjutnya,” pungkas Richard.

Pada kesempatan itu, hadir seluruh pengurus DPW PSI NTT dan para bacaleg DPRD NTT dari PSI seperti, Richard Jami, Leksi Tungga, Agustina Haba, Vinsen, Melkianus Hadi dan Kanisius To.

Hadir juga bacaleg DPRD Kabupaten Kupang, Vinsen Bureni, bacaleg DPRD Kota Kupang Efendy Harhap, dan bacaleg DPRD Kabupaten Alor Muhammad Supriadi Jae. (*Mar Tambe)

Sumber

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan Daerah

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.