Armelia Sari, Dokter yang Melihat Politik sebagai Jalan Pengabdian

Armelia Sari, Dokter yang Melihat Politik sebagai Jalan Pengabdian

Armelia Sari Widyarman tak puas hanya menjadi dokter dan mengajar. Ia mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia ingin berbuat lebih untuk Indonesia. “Saya adalah rakyat biasa yang prihatin dan ingin melakukan perubahan,” kata Armelia.

Wakil Sekjen Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ini bilang anak muda yang keren seharusnya sadar politik. Anak muda cerdas harus masuk politik. Karena, pengambilan keputusan publik dilakukan di ranah politik.

Menurutnya, integritas sangat diperlukan seorang anggota DPR.  “Untuk itu diperlukan akuntabilitas dan transparansi,” ujar Armelia.  Kalau nanti ditugaskan ke luar negeri, misalnya, seorang legislator harus bisa menjelaskan berapa biaya yang dihabiskan, apa saja yang dilakukan di sana, dan seterusnya.

Kedua, menjadi wakil rakyat harus kritis dan cerdas. “Harus bisa belajar dengan cepat. Karena belum tentu dimasukkan dalam komisi yang selaras dengan bidang keilmuan kita,” lanjut Armelia.

Ketiga, mampu mendengar aspirasi rakyat dan menjalankannya.

Dalam paparannya, Armelia menyatakan akan mengusulkan agar mata kuliah dan mata pelajaran antikorupsi dan antintoleransi masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Korupsi tidak hanya uang, tapi juga korupsi lingkungan, korupsi berlalu-lintas, dan lain-lain.

“Pengendara motor lewat trotoar itu tergolong korupsi, mengambil hak pejalan kaki. Soal pendidikan yang baik dan merata itu penting untuk menggerakkan antiintoleransi” ujar dia.

Ada juga korupsi lingkungan seperti membuang sampah sembarangan yang merusak jalur pembuangan air dan ikut mengakibatkan kebanjiran di Jakarta.

“Contoh lain korupsi lingkungan adalah merokok tidak pada tempatnya walaupun jelas ada perda yang melarang. Ini kan merugikan orang sekitar yang menjadi perokok pasif dan meningkatkan risiko kesehatan umum,” tutur Armelia.

Ketika ditanya juri, Grace Natalie, kenapa memilih politik? Kenapa PSI? “Saya ingin ada perubahan. Saya pilih PSI karena partai ini prioritasnya antikorupsi dan antiintoleransi. Ini dua persoalan pokok bangsa kita sekarang,” kata perempuan kelahiran 23 September 1979 ini.

Jika terpilih ke Senayan, Armelia akan mundur sebagai dosen. Kalau sebagai dokter, tetap bisa berpraktik.

Juri lain, Zainal Arifin Mochtar, bertanya, “Nanti mau ditempatkan di Komisi apa di DPR?”

Armelia menjawab, “Saya ingin masuk Komisi Pendidikan.”

Sebagai anggota DPR, dia akan memperjuangkan supaya dana riset diperbesar. “Kalau riset banyak dilakukan, kita bisa mengharapkan publikasi karya ilmiah ikut meningkat,” kata Kepala Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, ini.

---

PSI terus bekerja untuk rakyat, dukung PSI melalui Dana Solidaritas, hanya Rp 88.888 per bulan Klik Disini

Tunjukkan Solidaritasmu!
Liputan Nasional